Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
ocehan


__ADS_3

.


.


Raya tengah menemui kliennya yang tampak begitu tertarik dengan penjelasan Raya dalam bahasa S (Spanyol).


"bagaimana anda bisa begitu pintar? ". tanya WNA itu pada Raya


Raya hanya mengangguk sebagai rasa hormatnya,


"baiklah..! saya akan terima kerja sama ini..! menolak kalian sama saja membuang uang".


Raya tersenyum puas saat Kliennya menandatangani berkas bukti kerja sama mereka, Raya suka model klien yang tidak banyak bicara atau sekedar banyak omongan ini dan itu hingga Raya jengah.


mereka saling berjabat tangan dan pria itu pamit pergi dari tempat pertemuan mereka,


"Nona? ". sapa Dita


Raya menoleh ke Dita dengan satu alisnya terangkat.


"tuan Raka membalas pesan". jawab Dita.


"apa katanya? ". tanya Raya sambil meminum gelas jus buah nya kini.


"dia mengatakan semoga pekerjaan anda mudah dan jangan lupa bayaran karna menghabiskan bahan makanannya di dapur, begitu katanya Nona". jawab Dita.


Raya tertawa pelan, "dia perhitungan juga sama temannya, awas aja dia..! akan aku balas perhitungannya itu". gerutu Raya


Dita diam saja tanpa berani bicara,


Tidak ada yang berani perhitungan dengan Raya satu-satunya manusia yang perhitungan dengan Raya adalah Raka. itu sebabnya sebelum Raya balas budi Raka sering mengungkit hutangnya. sebenarnya Raka tidak mau membahasnya tapi hanya alasannya saja biar bisa saling mengirim pesan dengan Raya.


Raya keluar dari Restaurant dan langkahnya terhenti seketika saat ada Robert di depannya dengan nafas terengah-engah.


"sedang apa kau? ". tanya Raya dengan dingin.


"apa kita tidak boleh berteman? kita sudah sering bertemu mungkin kita berjodoh". Robert mengulurkan tangannya.


Raya menaikkan sebelah alisnya, "kita tidak cukup dekat untuk dikatakan berjodoh".


Raya melenggang pergi, Robert menahan pergelangan tangan Raya dengan cepat Dita menendang tangan Robert.


"jangan sentuh nona saya tuan! jika dia bilang tidak maka tidak, jangan jadi Pria kasar yang tidak disukai siapapun.. ". kecam Dita dengan tajam.


Robert bukannya membalas ia malah mematung karna kata-kata Dita mengingatkannya dengan Yeri dulu padanya.


"kenapa kamu jadi kasar Robert..? aku tidak suka pria kasar yang taunya hanya cemburu..! aku bukan gadis yang baik tapi bukan berarti aku terima kamu bersikap kasar padaku..! aku benci Pria main tangan.. aku benci...!! ".


ingatan itu terngiang-ngiang di kepala Robert, sedangkan Raya dan Dita sudah berlalu dari sana meninggalkan Robert yang masih tidak sadar karna teringat semua kenangan-kenangan nya yang menyakitkan.


Raya di dalam mobil memejamkan matanya di bangku belakang sedangkan Dita menyetir dengan tenang tanpa bersuara.


"dia masih belum menyerah! memangnya tau apa aku tentang masa lalu mereka? ck..! dia berfikir aku mudah di bodohi dan aku tidak suka itu". batin Raya.


Ciit....!!

__ADS_1


Raya membuka matanya saat mobil nya kini berhenti secara mendadak.


"kenapa dit? ". tanya Raya


"didepan ada motor terlentang Nona". jawab Dita sambil membuka seatbeltnya


"itu hanya trik, di sini sudah biasa kalau udah sore, abaikan saja cepat lewat disampingnya". titah Raya


"tapi motor itu Nona? ". tanya Dita


"aku malas berantem Dita..! mereka komplotan perampok, dibalik semak-semak sana mereka akan mengepungmu jika menginjakkan kaki di dekat motor itu". Raya


"kenapa Nona bisa tau? saya tidak tau jalanan ini akan di penuhi perampok sore hari".


"ckk..! cepatlah..! aku sudah lelah mau berendam di kamar mandi". desak Raya


"baik nona". jawab Dita memasang kembali seatbeltnya.


Raya tidak menganggap perampok itu begitu serius karna bukan urusannya dengan cara mereka mencari uang ditengah banyaknya pengangguran di kota ini.


berbeda jika pembunuh bayaran yang mencelakai nyawanya maka Raya akan membalas tanpa peduli orang itu sudah berkeluarga sekalipun.


.


setibanya di Mansion


Raya langsung menuju kamarnya, berendam di bath up dengan aroma strawberry kesukaannya.


"apa yang sedang dia lakukan? kenapa dia bisa terlihat biasa saja padaku? apa aku tidak menarik dimatanya? ". gumam Raya tiba-tiba


"apa dia mencintai Yeri itu ya? ". gumam Raya begitu penasaran sosok Yeri.


Raya mengelap tangannya yang basah karna sabun, ia mengambil Ipednya yang tadi ia bawa sambil berendam.


"kekasih MR. R". Raya mengetik itu


bukannya dapat jawaban malah buntu tidak mendapatkan jawaban yang dia mau sama sekali.


"issh...! kenapa malah pertemanannya dengan Robert? aku juga tau mereka berteman dulunya bodoh..! cepat cari siapa nama Yeri itu". omel Raya penasaran sosok Yeri.


karna tidak dapat jawaban, Raya mencari jawaban dengan minta bantuan Nola, Nola dengan senang hati mencarikan nama perempuan bernama Yeri itu.


beberapa jam kemudian.


"bagaimana? ". tanya Raya


"apa kakak cemburu pada wanita bernama Yeri itu?". tanya Nola menggoda.


Raya memutar bola matanya dengan malas, "bukan cemburu tapi penasaran".


"sama saja kak..! aku cari tau tadi sosok Yeri ini sahabat baik abang ipar loh, mereka di cap sebagai couple Mafia terbaik sepanjang masa". jelas Nola.


"ciih.. Couple apapun kakak tidak peduli..!". acuh Raya


Nola melihat raut wajah Raya yang memang tidak terlihat cemburu melainkan penasaran.

__ADS_1


"jadi ini Yeri itu? ". gumam Raya melihat penampilan sosok wanita cantik dengan tubuhnya yang bagus


"ck..! cantikan aku lagi". Raya memegang pipinya sendiri.


Nola hanya menganga lebar, " yah.... kakak yang paling cantik, kakak adalah dewi Melviano".


"sekarang jawab Nola.. kenapa kakak penasaran wanita ini? ". tanya Nola serius.


"kakak penasaran saja akan wujud wanita yang membuat persahabatan mereka hancur bahkan berani melibatkan kakak yang dekat dengannya karna dendam". jawab Raya


"maksud kakak apa sih? siapa yang bersahabat siapa yang melibatkan kakak balas dendam? ". tanya Nola


"Raka dan Robert..! ". jawab Raya


"jadi pria bernama Robert ini mendekati kakak? iya kah?? ". tanya Nola


"hmm.. dia ingin menggunakan kakak untuk balas dendamnya pada Raka, padahal kami hanya berteman.. lucu sekali". decak Raya


"kakak tidak tertarik sama abang ipar? ". tanya Nola menggoda.


"tertarik apanya? dia hanya teman tidak lebih". tekan Raya.


"kak..! pria setampan dan se hot abang ipar itu tidak akan bisa dijadikan teman". ledek Nola


"apa maksudmu kakak akan menyukainya begitu? ". tanya Raya memicing tak senang.


"terserah kakak aja deh..! Nola pulang aja ya? bye". Nola melenggang pergi meninggalkan Raya


.


"aku suka sama Raka? tidak mungkin... Mafia tulen itu sama sekali tidak lucu, memang kenapa kalau dia tampan dan Hot? aku tidak akan jatuh cinta pada pria hanya karna dia tampan dan hot, dasar perempuan! hati mereka lemah sekali melihat pria tampan".


Raya mengoceh sendiri


.


.


.


benar itu Raya.. pria setampan dan se hot bang Raka tidak akan bisa di jadikan teman, wkwkwk..


like ..


koment..


Favoritkan..


terimakasih...


selamat beraktifitas..!!


.


.

__ADS_1


__ADS_2