Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Bonus Ekstra Part. 17_ beruntung


__ADS_3

.


.


plak.. plak.. plak...


"aaah.. sakit.. sakit... " jerit Tia seakan wajahnya membengkak saat ini.


"bagus...! berikan nomor rekening kalian! ". titah Arya


sesuai dengan janji Arya, Arya langsung mengirim uang 1 M untuk 3 orang pertama yang menampar Tia.


"catat nama mereka...! aku akan beri mereka pekerjaan yang lebih baik jika kalian tidak punya pilihan memecatnya". kata Arya menatap Anto.


"baik Tuan Muda". jawab Anto mengerti.


ketiga pelayan itu senangnya luar biasa, bisa menampar orang sombong seperti Tia karna sangat menyenangkan bagi mereka yang statusnya hanya pelayan biasa.


"Tuan..? ". Nia memegang tangan Arya


"kau mau membelanya? jangan katakan apa-apa, dia berani merusak mataku, aku tidak suka milikku di lukai, aku saja tidak pernah menamparmu". Arya berkata sambil memegang dagu Nia memperhatikan pipi Nia yang putih benar-benar ada tanda 5 jari merah.


"sakit? ". tanya Arya


Nia menggeleng kepalanya dengan lemah,


"maaf aku terlambat! ". ucap Arya mengelus kepala Nia


Nia menggeleng kepalanya sambil tersenyum, "apa itu Tuan? ". tanya Nia melihat tangan Arya memegang sesuatu.


"Untukmu". Arya memberikan Souvenir yang ia beli untuk Nia.


Nia membukanya dengan semangat, sejak Arya memberinya boneka Nia suka sekali Hadiah pemberian Arya bukan perhiasan tapi sejenis mainan untuk anak gadis yang masih gemar bermain.


"waah..! ". semua yang melihat hadiah yang di pegang Nia pun menganga lebar.


Tia melototkan matanya sejak tadi diam memegang kedua pipinya melihat betapa baiknya Arya pada Nia bahkan memberikan Nia hadiah yang sangat mahal.


Tia tau lampu Paris itu sangat mahal dari bentuknya yang sangat mewah itu berlapis mutiara dan 1 berlian murni diatasnya.


"Tuan..! kenapa ini? ini sangat mahal dan kenapa tidak hal yang berbaur kelinci? ". tanya Nia


Arya terkekeh, "ayo kembali..! aku akan bawa kau ke dokter! ". ajak Arya merangkul kepala Nia.


Nia menundukkan kepalanya pada Anto yang seolah meminta izin, tentu managernya memberi izin untuk Nia, siapa yang berani melarang Nia pergi bersama Arya Mahardika Melviano.


"Tuan? ". Teriak Tia seakan memanggil Arya.


"saya mohon Nona pergi saja..! ". pinta Anto memberi hormat.


ketiga pelayan tadi dengan angkuh menarik paksa Tia dan dibawa keluar sebab mereka dilindungi oleh Tuannya Nia.


"berani kalian memperlakukanku seperti ini, kalian tidak butuh kerjaan lagi hah? ". teriak Tia


"Tuan Muda Melviano menjamin pekerjaan kami, dan ada Nia yang bisa melindungi kami". ejek pelayan 1

__ADS_1


"hanya perebut kekasih Nia sudah sombongnya minta ampun, baru aja jadi wanita simpanan". sambung pelayan 2


"menjijikkan jal*ng teriakin orang jal*ng ! jadi orang berkaca...! pekerjaan kami lebih mulia dibanding kau yang rela melebarkan pah*mu demi mendapatkan sosialitas tertinggi". sambar Pelayan 3


ketiga Pelayan itu memaki Tia sejahat-jahatnya mulut mereka, mereka juga yang membuli Nia dulunya dengan kata-kata tajam yang menusuk tapi sejak Nia memiliki Arya tak pernah Nia membalas perbuatan jahat mereka tentu mereka sadar Nia adalah gadis yang baik.


Tia menjerit sekuat tenaga, ketiga pelayan itu pun dengan angkuh meninggalkan Tia yang berteriak tak terima.


"kenapa Nia bisa mendapatkan perhatian tuan muda Melviano impian semua Wanita di negara ini setelah Tuan Muda Satria? kenapaaa?? kenapa dia sangat beruntung sedangkan aku tidaaaakkk? siaaallll...! ". jerit Tia dengan marah nya.


.


Nia melihat ke kiri dan kekanan, Arya tidak membawa Nia ke Rumah Sakit sebab Peliharaannya itu menolak untuk dibawa ke Rumah Sakit, alhasil Nia dibawa ke Apartemennya


"kenapa? apa kau merasa aku akan memakanmu? ". sindir Arya tersenyum miring membawa 1 kotak P3K.


"tidak Tuan..! hanya saja besar Apartemen ini sangat tidak wajar". jawab Nia dengan jujur lalu tersenyum malu karna terlalu norak.


Nia memang berpendidikan tapi tidak pernah masuk ke Apartemen semewah milik Arya.


"1 gedung Apartemen ini milik Abangku!". jawab Arya membuka kotak P3K nya.


Nia menganga lebar,


"tutup mulutmu, mentang-mentang gigimu seperti kelinci mau apa? mau tunjukkan gigimu sakit? bukankah pipimu yang merah? ". Arya


Nia mengatup mulutnya membuat Arya menahan senyum saja saat Nia melihat ke arah lain.


"patuh sekali". batin Arya dengan gemas.


.


.


"aah.. iya aku pernah memberinya". jawab Alya sendiri.


"hari ini ulang tahunku mau merayakannya denganku? aku tidak punya keluarga, kekasih bahkan temanpun tidak ada,, dari Al". pesan Al


Alya tersenyum mendengarnya, "aku tau". bibir Nia bersuara.


"Nona? Nona bicara apa? ". tanya Ayu yang sedang menonton TV.


"ikut aku Ayu! ". ajak Alya


"kemana Nona? ". tanya Ayu berdiri seketika.


"merayakan ulang tahun teman". jawab Alya mengedipkan sebelah matanya.


.


Alya pun mengirim pesan setelah berada didalam mobil, Alya duduk disamping Ayu yang menyetir.


"searlock...! ". pesan Alya


Alya tertawa kecil mendapat balasan cepat dari Al seolah Pria itu memang sangat menunggu balasan pesannya.

__ADS_1


"Nona? ". sapa Ayu


"iya.. iya.. kita beli kado ya? ". kata Alya tanpa menoleh ke Ayu


"baik Nona". jawab Ayu


Alya membeli dasi untuk Al di Mal terdekat, Alya menganggap Al sebagai teman untuk saat ini.


"aku akan membuatnya tergila-gila padaku, enak aja dia mudah mendapatkanku setelah banyak menid*ri banyak wanita". batin Alya terkekeh dengan rencananya sendiri.


.


Al membuka pintu rumahnya mendengar klakson di pintu gerbangnya, pintu gerbang Al memakai tombol untuk membukanya tapi Al yang tidak sabar menyambut Alya hingga cepat keluar dari rumahnya demi Alya yang mau menyempatkan diri datang ke Rumahnya.


tahun ini ulang tahun Al benar-benar sangat mengesankan,


"jangan salah faham..! aku hanya ingin balas budi, kau tau kan bagaimana keluarga kami? kami kejam kalau orang kejam pada kami, tapi kami juga tidak bisa baik seperti malaikat kalau orang itu baik pada kami". Alya berkata dengan tatapan galak.


Al mengangguk-ngangguk, "terimakasih..! tahun ini aku betah di rumah, tahun sebelumnya aku pergi ke Bar untuk menghilangkan stres".


"kau juga bisa stres? ". ejek Alya


Ayu hanya diam memotong kue ulang tahun, ia seolah sengaja menulikan telinga nya supaya tidak mendengar pembicaraan Al dan Alya.


Al tau Ayu adalah Pengawal Alya tapi tak bertanya mengapa Ayu tidak terlihat akhir-akhir ini sebab bukan urusannya juga.


"dasi? ". Al berbinar mendapatkan dasi pemberian Alya


"dasi itu limited, warna nya hanya 1 di negara ini dan tadi aku sedang beruntung mendapatkannya". jawab Alya sambil memainkan ponselnya.


"terimakasih..! ". ucap Al dengan tulus.


"hmmm". Alya


"Coba pasangkan! ". pinta Al


"malas". jawab Alya ketus membuat Al tertawa


Al tidak marah akan ucapan Alya yang ketus tapi Al tau hati Alya sangat lembut, Alya mau merayakan ulangtahun dengannya saat Al mengatakan dirinya tak punya keluarga, dan teman.


Ayu memberikan kue tar ke Alya setelah dipotong-potong olehnya.


" terimakasih! ". ucap Alya dibalas senyuman oleh Ayu


Ayu hanya bertugas menemani Alya, Ayu tau Al adalah Pria Kelima yang sering di ceritakan oleh Alya padanya, itu sebabnya ia hanya diam tanpa ingin ikut campur pembicaraan Alya dengan Al.


.


.


esok lai....


selamat beraktifitas pagi...!!


.

__ADS_1


.


__ADS_2