Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 110_ surga impian


__ADS_3

.


.


"Nia hamil? ". pekik Alya mendengar kabar dari Ayu.


"iya Nona". jawab Ayu dengan sabar sebab Alya sudah berkali-kali menanyakan hal yang sama.


"kenapa tidak beritau kami? ". tanya Alya dengan kesal.


Ayu hanya menggaruk-garuk kepala,


kehebohan pun terjadi, seluruh keluarga Arya mendatangi Apartemen Melviano bagi yang tinggal di tempat terdekat saja, jika di luar kota hanya dikabari dan mereka memberi ucapan selamat.


mereka bukannya tidak mau datang tapi butuh beberapa hari bagi mereka untuk pergi ke Kota pusat, tidak bisa dadakan juga seperti saat ini.


di Apartemen


pintu bel berbunyi dan Nia, Ricis serta Rubby saling pandang di tempat.


"Nona.. makan buahnya dulu". pinta Rubby


Nia menggeleng-geleng kepalanya, "aku masih kenyang..! aku buka pintu".


"biar aku Nia! ". Ricis berdiri


Ricis berlari duluan ke arah pintu sementara Nia mengekori hanya saja tidak berlari karna sudah berjanji pada Arya untuk tidak berlari.


Nia menjatuhkan rahangnya seketika saat Ricis membuka pintu, banyak orang di luar sana.


Shindy dan Nova masuk disusul oleh Nola, Alya, Ayu, Kaisha, Mayra, Raya, Alice.


"Mami? Mama? Aunty? kakak? ada apa ini? ". Nia mendekat dengan ramah menyalami keluarganya dan menyuruh mereka duduk.


Nia menyapa semua keluarganya dengan baik,


"kenapa tidak beritau Mami kamu sedang mengandung sayang? ". tanya Shindy dengan serius


Nia tersentak lalu melihat semua keluarga nya ternyata sudah tau dan terlihat kesal karna tidak tau lebih awal.


"maaf Mi.. Ma.. Aunty.. Kakak, Nia bukannya ingin merahasiakannya tapi kak Arya belum mau memberi tau Mami, katanya mau memberi tau Mami di waktu ulang tahun Mami". cicit Nia


Ayu tersentak seketika, ia segera bersembunyi di belakang Alya saat di tatap datar oleh Ricis, Alya jadi malu karna membocorkan rahasia mereka.


"maaf Kakak ipar..! pantas saja kakak merahasiakannya, kenapa kakak tidak beritau aku? jika aku tau aku tidak akan beritau Mami? ". ucap Alya


"iya seharusnya bilang sama kakak juga". Nola terkekeh pelan melihat raut wajah Nia yang tidak enak karna hadiah Arya untuk Shindy sudah terbuka.


Nia melihat ke arah Ricis yang dengan cepat menunduk karna merasa bersalah, Nia menghela nafas panjang.


Shindy dan Nova saling bertatapan satu sama lain.

__ADS_1


"ya sudah..! biarkan saja, mau bagaimana lagi coba? sekarang cari hadiah yang lain". kekeh Kaisha


"iya.. udah kebuka kadonya". ejek Mayra


Raya dan Alice tertawa di tempat.


"anak itu memang nakal". gumam Shindy dibalas cengiran oleh Nia


"bagaimana ngidammu sayang? ". tanya Shindy


"apa Arya memberikan apa yang kamu mau Nia sayang? ". tanya Nova


"Arya pasti akan menuruti apapun yang Nia inginkan Mi.. apapun itu, bahkan jika Nia minta matahari pun mungkin Arya akan berusaha mengambilkannya demi Nia". celutuk Alice


Raya membenarkan, "benar sekali".


"Nia itu kan peliharaan tersayang Arya". sambung Kaisha dibalas anggukan oleh Mayra dan Nola.


"apa aja ngidammu sayang? apa belum masa ngidam?". tanya Nova


"tadi malam Nia pengen makan sate madura sekitar jam 12 malam gitu Ma.. terus Kak Arya yang baru aja tertidur tetap menemani Nia, hehe..padahal Nia cuma mau izin doang dan minta Ricis sama Rubby nemenin Nia". kata Nia nyengir malu


Shindy dan Nova pun tertawa pelan.


"baguslah kalau begitu sayang..! Mami akan mengomelinya jika dia tidak menuruti kemauan anaknya". shindy tersenyum mengelus pipi Nia


"Mami tidak marah? ". tanya Nia


"kenapa harus marah? ". tanya Shindy balik


"itu sudah kesalahanmu sebagai seorang anak dari mamimu, bukannya beritau malah dirahasiakan, kamu pikir Mamimu itu suamimu?". Kaisha.


"iya.. kalau Nia yang merahasiakannya darimu terus ngasih kado tespek baru kejutan". sambung Mayra


Raya dan Alice tersenyum saja, hanya Nola yang jengah mulai bergabung dengan Ricis dan Rubby di Dapur.


.


.


"Mami?". Arya pulang membawa pesanan sang istri dan kaget melihat keluarganya berkumpul di Apartemen nya.


"aaah.. Mami? aawwwh.. awhh.. sakit". Arya menjinjit seketika saat Shindy menarik telinganya ke atas.


Nova dengan cepat mengambil plastik yang dibawa Arya, dilihat dari gelagat Nia sudah jelas Nova tebak bahwa makanan itu milik Nia.


"kenapa main sembunyi-sembunyian sama mami hmm? emang mami minta kado sama kamu hah? siapa suruh kamu menyembunyikan kehamilan istrimu hmm? apa menurutmu mami senang dapat kabar dari orang lain? apa itu yang kamu mau haaa?? ". omel Shindy dengan kejam menarik telinga putranya itu.


"amm.. ampun mi..! nanti Arya jewer balik orang yang membeberkan rahasia Arya". pinta Arya merengek bak anak kecil.


Ayu menelan salivanya bersusah payah, ia buru-buru pergi ke dapur menyusul Ricis, Rubby dan Nola.

__ADS_1


Raya dan Alice pun ikut pergi ke dapur saat Nia berbisik sedang banyak membuat kue enak di dapur, Nia hanya bisa terdiam ditempat saat Raya dan Alice memintanya duduk dan tidak boleh bergerak, sementara mereka berdua pergi ke dapur.


"ayo makan sayang..! ". Kaisha


"iya Nia..! ini untukmu kan? ". Mayra


Nova mengeluarkan nasi soto kemauan Nia,


"nanti lagi ya mi? Arya ingin melihat Chacha makan, dia sulit makan Mi, Arya baru aja beli itu untuknya". Rengek Arya


"kamu pikir mami akan tertipu?". tanya Shindy dengan geram


"mami.. kenapa marah sekali sih? apa salah Arya coba? biasanya Arya juga begini kan sama mami? biarkan Arya melihat Chacha makan ya Mi?". rengek Arya


Shindy tak habis-habisnya mengomel sampai telinga Arya panas di kiri dan di kanan, Arya memang nakal tapi tidak di duga Maminya akan memperlakukannya seperti ini didepan sang istri tercintanya.


.


Nia tertawa melihat Arya yang memberengut seperti anak kecil, benar-benar lucu saat suaminya itu di omeli oleh Nyonya besar.


"hari ini Mami.. besok Grandmamu". ketus Shindy


Arya mengangguk-ngangguk, "Arya terima di apain aja Mi, tapi jangan di marahi didepan Chacha dong..! harga diri Arya jatuh nih". rengek Arya


"kemana jatuhnya harga dirimu Arya? sini biar mama kutipin". ejek Nova


Shindy mendengus, "seolah punya harga diri aja". gerutu Shindy


"mama.. mami..? ". decak Arya


Arya menutupi telinga Nia yang tak ada habis-habisnya mendengar omelan si Nyonya Besar.


"kenapa ditutupi telinga istrimu? biarkan Nia tau kelakuanmu itu". Shindy berkacak pinggang dengan galak menatap Arya si putra bungsunya yang belum juga dewasa.


"mami.. udah dong!". rengek Arya


Nia tak henti-hentinya tertawa, "lebih baik kita makan ya? Nia ingin masak buat semuanya".


"tidak boleh! ". jawab Arya, Shindy dan Nova bersamaan.


Nia sampai kaget lalu mengerjab polos, "kenapa? ".


"pake tanya kenapa lagi? kamu nanti lelah terus pingsan bagaimana? ". Arya


"hmm.. biar kami yang masak! ". seru Nova


Alhasil Nia menjadi ratu sebenar-benar ratu di Apartemen itu, Nia selalu merucap syukur dalam hati karna memiliki suami dan keluarga seperti mereka semua.


benar kata orang banyak, Keluarga Melviano adalah surga impian semua kalangan perempuan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2