
.
.
Raya duduk di pangkuan Raka yang sedang membantunya bekerja layaknya sekretaris pribadi Raka.
"tuan ini tinggal di tanda tangan tidak ada masalah dengan isinya". kata Raya berlagak jadi Sekretaris Raka.
Raka terkekeh lalu menciumi gemas wajah Raya.
"tuan anda tidak boleh melakukan ini.. apa anda ingin saya laporkan ke polisi atas gugatan peleceh*n?". kesal Raya
Raka makin gemas saja dengan akting istrinya yang membuatnya tertawa lebar, Raya yang kesal menampar pelan pipi Raka.
"tuan cepat tanda tangan !". titah Raya
"apa sekarang kita sedang berakting bos dengan sekretaris? ". tanya Raka dengan tawa lebarnya mengusap punggung Raya.
"benar tuan..! hari ini saya akan menjadi sekretaris anda". jawab Raya dengan datar
Raka kembali tertawa, pekerjaannya jadi jauh lebih santai dan cepat karna di bantu Sekretaris baru nya yang merupakan istrinya sendiri.
"Ekhem..!! ". Jon sejak tadi yang jadi nyamuk diantara pasangan yang berakting jadi bos dan sekretaris itu pun merasa bosan.
Raya dan Raka menoleh ke Jon.
"lihat tuan..! Jon jadi salah faham". gerutu Raya begitu mahir dengan aktingnya sebagai sekretaris Raka.
Raka ikut-ikutan menjelaskan pada Jon tidak ada apa-apa diantara mereka hingga Jon menganga lebar saja akan drama pasangan suami istri itu.
"kami hanya bekerja Jon..! tidak ada kursi disini jadi dia duduk di pangkuanku". jelas Raka membuat Jon ingin sekali berteriak sepuas hati di tebing tinggi.
"benar Jon..! kami bekerja". sahut Raya dengan serius.
"haha.. ya.. ya.. ya.. terserah kalian saja Tuan.. Nona.. kalian pasangan yang sangat cocok dan begitu kompak". batin Jon
"iya Tuan.. Nona.. saya tau..! tuan Model Klien kita sudah datang dan akan langsung pemotretan di aula kita". jelas Jon terpaksa ikut-ikutan drama bos dan sekretaris cantik tuan dan nonanya itu.
"Sayang..? kamu harus ikut aku ! ". titah Raka
"tuan..? anda tidak boleh memanggil saya seperti itu..! orang lain bisa salah faham". kata Raya memperingati.
"aah.. saya sudah terbiasa, maaf Sayang panggilan tidak bisa di rubah". ucap Raka dengan serius.
Jon memutar bola matanya dengan jengah akan keributan Raka dan Raya,
"apa disini ada kamera? kenapa mereka begitu serius seperti sedang berakting saja". batin Jon dengan heran.
"ayo sayang..! ". Raka mengulurkan tangannya dengan raut wajah datar.
__ADS_1
Raya merangkul lengan Raka dengan wajah datarnya juga, mereka berjalan berdua sama-sama berwajah datar dan tenang hingga Jon ingin sekali menjedutkan kening pasangan suami istri yang sangat menyebalkan itu baginya.
"apa aku juga harus ikutan berakting dengan mereka?". gerutu Jon menepuk jidatnya sendiri memiliki atasan yang aneh.
Raka jadi sangat aneh semenjak menikah dengan Raya, lucunya Raka tidak pernah stres dengan kelakuan Raya itu malah ikut-ikutan aneh hingga Jon lah yang paling merasa waras diantara mereka berdua.
.
Saat Raka dan Raya berjalan berdua karyawan Raka malah terkekeh gemas melihat pasangan yang sangat manis itu walau wajah mereka sama-sama datar.
Anne langsung bangkit melihat Raka masuk ke Ruang pemotretan.
Raya menautkan kedua alisnya melihat Anne ada di Ruangan ini.
"Tuan..? anda tau dia model anda? ". tanya Raya dengan serius seperti seorang sekretaris asli
Raka juga kaget melihat Anne tapi kembali wajahnya jadi datar dan beralih ke Raya.
"sampai kapan drama antara bos dan sekretaris ini sayang? ". tanya Raka dengan gemas.
jujur Raka tidak kuat lagi berakting menjadi Bos Raya, memiliki Raya adalah hal terindah baginya jadi saat berakting dengan Raya benar-benar tidak bisa malah makin gemas dengan tingkah istrinya itu.
"anda bos saya tuan". jawab Raya serius masih berakting dengan bagusnya.
Raka yang tidak tahan menciumi wajah Raya hingga orang lain yang melihatnya berdecak iri, malah Anne yang mengepalkan tangannya tak senang melihat bagaimana cintanya Raka pada Raya.
Raka beralih ke pria itu dan mengulurkan tangannya membalas jabatan tangan Rekan bisnisnya.
"saya anggap anda tidak keberatan dengan model pilihan saya sebab hari itu anda sangat sibuk". kata Klient Raka bernama Oji (Pria berumur 40-an).
Raka mengangguk sambil tersenyum tipis,
"tidak masalah..! saya memang sangat sibuk hari itu, saya percaya pilihan anda". kata Raka dengan tenang.
Oji tersenyum ramah lalu mengulurkan tangannya ke Raya juga tapi di sambut balik lagi oleh Raka.
"maaf tuan Oji.! saya sangat cemburuan". kata Raka dengan serius
pak Oji tertawa lebar, "wajar tuan..! saya mengerti anda pasti sangat mencintai Nona Raya".
Raya menangkupkan tangannya tersenyum ramah pada Pak Oji.
"Tuan..? ". Anne datang mengulurkan tangannya ke Raka.
Raka bukannya menyambut malah tangan kanannya merangkul pinggang Raya lalu tangan kirinya masuk ke dalam kantong celananya.
"maaf tangan saya sibuk". jawab Raka.
Pak Oji di panggil oleh pemotret, ia langsung pergi meninggalkan Anne bersama Raka dan Raya.
__ADS_1
Raya melipat tangannya menatap Anne dengan dingin dan datar, sedangkan Raka membawa Raya ke sofa tempat mereka untuk istirahat.
"ck..! mereka sangat menyebalkan tapi aku tidak akan menyerah". seringai Anne dengan sinis.
"Anne kita ganti baju". teriak manager Anne
Anne melangkahkan kakinya ke ruang tunggu.
Raka mendudukkan Raya di sofa lalu Raka mengambilkan Raya minuman dingin.
"minum sayang? kamu pasti lelah membantuku bekerja tadi". Raka mengelus kepala Raya.
Raya tersenyum lalu meneguk botol air yang tutupnya sudah dibuka Raka, perlakuan Raka benar-benar sederhana tapi karyawan yang melihatnya malah gemas dan iri posisi Raya, betapa perhatiannya Raka yang mereka kenal sebagai bos Dingin yang di kira tidak romantis namun malah begitu romantis saat bersama Raya.
"mau makan apa? biar aku minta pesankan sama Jon!". tanya Raka dengan lembut.
"hmm... pengen makan masakan Grandma jadi beli di restaurant Nolan Food saja". jawab Raya
Raka tersenyum lalu menghubungi Jon memerintahkan Jon membeli makan siang di Restaurant Nolan Food milik Kaira (Grandma).
Raya percaya pada suaminya tapi tidak suka juga dengan cara Anne yang berani menantangnya,
"abang? ". panggil Raya
Raka langsung menoleh ke Raya, "kenapa sayang? apa drama sekretarisnya sudah selesai? ". goda Raka dengan kekehan gelinya.
Raya memukul pelan dada bidang Raka hingga tertawa lepas, Raka yang tertawa tentu mengundang mata melihat ke arah Raka.
"abang aku serius". gerutu Raya dengan raut wajah kesal.
"Ok..Ok.. maaf sayang..! ayo katakan! ". titah Raka berusaha menutupi bibirnya yang sedang menahan tawanya saat ini.
"kenapa abang tidak bertindak mengurus wanita itu?". tanya Raya
"aku mau lihat apa yang dilakukan Robert sayang..! dia ingin memisahkan kita dengan meminta dia menggodaku jadi kamu akan meninggalkanku". jelas Raka dengan serius.
"terus? ". tanya Raya
"aku ingin membuktikan padanya kalau rencananya itu tidak akan pernah berhasil..! aku ingin dia muak hingga frustasi sendiri karna rencananya tidak berhasil, membuang uang dan membuang waktunya saja". sambung Raka lagi.
Raya tersenyum manis seketika, "baiklah..! aku suka ide abang".
Raka tersenyum lembut lalu meradu keningnya dengan kening Raya.
.
.
.
__ADS_1