
.
.
ke esokan hari, di malam hari.
"kamu mau kemana sayang? ". tanya Arya ke Nia
"emang kemana kak? ". tanya Nia balik
"kok malah tanya balik hmm? apa tidak ada tempat tujuanmu? ". tanya Arya dengan gemas mengusap dan mencubit pipi Nia.
Nia tersenyum lalu tangannya mengusap rahang Arya, "aku tidak mau kemana-mana suamiku.. aku hanya ingin bersamamu".
Arya tertawa, "udah pandai merayu ya? ".
"aku jadi pengen hn.. hnn.. ". Nia memeluk Arya
"Hn.. hnnn itu apa? ". tanya Arya membalas memeluk Nia.
"hn.. hn.. kak". jelas Nia
"iya.. apa itu sayang?". tanya Arya tertawa
"ishh.. itu loh.. hn.. hn". jelas Nia masih ambigu
Arya melepaskan pelukannya dari Nia dan menatap serius manik mata Nia, Arya mengerutkan keningnya.
"tatapan apa ini sayang? ". tanya Arya mengetuk alis Nia.
"tatapan ingin hn.. hnn lah". jawab Nia dengan kesal sambil melepaskan baju Arya
"apa perkataan dokter itu bisa dipercaya sayang?". tanya Arya malah ragu melakukan hubungan itu saat tau Nia sedang hamil muda.
"boleh..! kan aku yang hamil, kalau sesekali boleh saja bukan tiap menit seperti yang kakak lakukan". jelas Nia mengusap-ngusap perut suaminya yang sangat seksi.
Arya mengangguk, "kalau begitu kamu yang melakukannya sayang..! aku tidak berani melakukannya duluan". bisik Arya
"okeh..! malam ini Kakak milikku hanya milikku! aku akan membayar pelayanan kakak malam ini". kekeh Nia dengan nada sensual hingga Arya memejamkan matanya mendengar godaan sang istri.
Arya mengumpat pelan, Nia benar-benar seksi saat ini dimata Arya dengan cara Nia menatapnya, cara Nia memainkan bibirnya yaitu dengan menggigit bibir bawahnya ditambah lagi kedipan nakal sang istri.
"ada apa dengan istriku? apa anakku akan jadi bocil mesum? ". batin Arya menegang seketika disentuh oleh sang istri.
Arya di dorong ke ranjang hingga posisi terlentang, Nia tersenyum nakal lalu melepaskan pakaiannya sendiri.
Arya sedang menahan diri untuk tidak menyerang duluan, lama kelamaan Arya terlena dengan sentuhan sang istrinya seperti wanita nakal tanpa sadar tangannya meremas bok*ng sang istri.
cup..!
"kak? ". bisik Nia
"hmm? apa kamu sengaja menyiksaku sayang? ". bisik Arya dengan suara parau.
__ADS_1
Nia yang mendengar suara seksi Arya mencium gemas leher Arya terutama jakunnya yang naik turun itu, memberi tanda kepemilikan di bahu, dada milik suaminya.
"sabar ya suamiku! ". bisik Nia menggigit pelan telinga Arya.
tangan Arya sudah kemana-mana dan Nia memegang tangan Arya dan menguncinya seperti seorang pria saja, padahal Arya adalah Prianya.
Arya menggeram nikmat seketika saat Nia mulai menjalankan aksinya, tangan Arya meremas pay*d*ra sang istri dengan penuh n*fsu.
Nia menggoy*ng pinggulnya pelan hingga Arya ingin sekali menjungkir balikkan situasi dan menggempur Nia dengan cepat tapi ia masih bisa menahan diri karna ada anak diantara mereka yang harus dijaga.
dokter pernah mengatakan Arya akan mengalami situasi ini, tanpa di duga Arya benar-benar cepat mengalaminya.
"aaah... faster sayang..! faster..! ". Arya memegang bok*ng istrinya membantunya untuk bergerak lebih cepat.
Nia melakukannya dengan cepat hingga Arya mulai meracau menyebut nama sang istri, Nia melambat seketika hingga Arya duduk dan memeluk Nia yang masih bergoyang lambat.
Nia memegang paha Arya dan mendongak ke atas sambil menikmati gerakannya sendiri tanpa peduli Arya tengah menggila.
Nia mendorong dada Arya hingga kembali terlentang, dan Nia menekan dada Arya sambil melanjutkan aksinya.
suara desah*n dan geraman menghiasi kamar itu, untuk pertama kalinya Arya merasakan sensasi berbeda, dan itu benar-benar membuat Arya menggila.
Nia ambruk diatas tubuh Arya setelah mencapai puncaknya, Arya membalik posisinya lalu melepaskannya secara hati-hati.
Arya menciumi wajah istrinya, "terimakasih sayang..! kamu benar-benar nikmat". bisik mesum Arya.
tentu saja Nia tidak mendengarnya, Nia seperti kesurupan tadi tapi Arya suka itu, Arya mencium penuh cinta perut datar Nia.
ke esokan paginya.
Nia mengedarkan pandangannya mencari Arya.
"kak? ". Panggil Nia
Nia berdiri tegak lalu mengingat apa yang ia lakukan tadi malam, Nia melebarkan matanya seketika.
"a.. apa yang aku lakukan tadi malam? ". gumam Nia kaget sendiri mengingat malam panasnya bersama sang suami.
memang bukan pertama kalinya mereka berset*b*h tapi tadi malam berbeda, Nia lah yang lebih agresif hingga Nia malu sendiri akan perbuatannya sendiri.
Nia kembali masuk dalam selimut lalu membungkus seluruh tubuhnya termasuk kepalanya.
Nia mengomel-ngomel sendiri di balik selimut akan keganasannya sendiri.
"kenapa bisa begitu? dari mana kau dapat pengalaman seperti itu Nia? bagaimana bisa kau sebuas itu? apa kau pernah melakukannya pada orang lain? Ya Tuhan..! apa yang dipikirkan suamiku karna kelakuanku tadi malam?".
"aaahh...! ". Nia menjerit frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
selimut tiba-tiba terbuka dan Nia yang kaget pun berdebar kencang, perlahan memutar kepalanya dan melihat Arya disampingnya tengah bersidakap dada sambil mengulum senyum manisnya.
"kenapa bersembunyi? kenapa ngomel-ngomel sendiri hmm? ". tanya Arya dengan gemas.
"kak.. a.. aku minta maaf..! ak.. aku tidak tau kenapa ak...? ". Nia berusaha menjelaskan
__ADS_1
"itu hormon ibu hamil dan aku tau itu, tapi aku suka pelayananmu kelinciku..! sebagai hadiah dariku, aku buatkan sarapan ala paris untuk mu sayang". Arya duduk di tepi ranjang sambil merapikan rambut istrinya.
Arya tertawa melihat wajah Nia yang seputih salju kini merah seperti kepiting rebus, Arya menciumi wajah Nia.
"kenapa malu hmm? aku suamimu.. aku milikmu kan? ". Arya
Nia tersenyum malu-malu, "terimakasih kak..! ".
"kenapa mengucapkan terimakasih? seharusnya kata-kata itu dariku kan? ". gemas Arya
"jangan mengejekku kak! ". Nia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya hingga Arya tertawa lepas.
Nia menikmati sarapan pagi yang dibuatkan oleh Arya untuknya, entah mengapa Nia suka sekali menu sarapan itu.
"apa karna kakak yang buat ya? ". gumam Nia dengan semangat
"kenapa begitu? ". tanya Arya mengambil tisu mengelap bibir Nia.
"enak dan perutku seperti ternganga kak menyambut makanan ini". jawab Nia dengan heboh
"oh ya? apa makanan lain tidak ternganga? ". tanya Arya tertawa kecil.
"iya.. makanan lain tidak ternganga sebesar ini". jawab Nia menyeringai lebar
Arya menekan-nekan pipinya hingga Nia mengerutkan keningnya.
"mana hadiahku? ". tanya Arya
Nia tersenyum lebar lalu mencium pipi Arya, lalu Arya menunjuk keningnya dan Nia mencium lama kening Arya. mereka saling bertatapan dan melempar senyum satu sama lain.
"apa kakak nggak kerja? ". tanya Nia penasaran.
"tidak ada hal yang mendesak di kantor, cuma ada rapat penting saja". jawab Arya
"terus kenapa kakak tidak berangkat kalau ada rapat penting? ". tanya Nia
"bisa rapat online sayang". Arya menduselkan hidungnya dengan hidung Nia.
Nia mengangguk sambil beroh ria.
.
.
.
maaf ya? cuma hot nya segitu... haha.. 😁😁, bagi yang umur 17 tahun kebawah mudah-mudahan tidak mengerti.. wkwk..
.
.
.
__ADS_1