
.
.
Nia perlahan membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah Arya yang menatapnya dengan datar.
Nia sontak saja terduduk hingga Raya, Raka dan Nola juga terkejut dengan ketakutan Nia.
"apa yang kamu lakukan Arya? ". tanya Raka ke Arya
"Arya tidak melakukan apapun". elak Arya dengan heran memperhatikan Nia yang ketakutan menatapnya.
"apa kamu membuatnya trauma dek? ". tanya Raya dengan mata memicing curiga
"Ya Tuhan..! Apa Arya serendah itu dimata kakak? Arya benar-benar tidak pernah menyentuhnya, dia yang tiba-tiba mendorong Arya masuk ke kamar kembali saat Arya mau keluar dan menyerang Arya dengan agresif, Arya juga kebingungan saat itu. hantu mana yang berani melakukan hal itu dengan seorang Arya Melviano". gerutu Arya
semua mata melihat ke arah Nia yang gemetaran.
"tapi kenapa dia malah berperilaku sebaliknya? dia seperti Korban dan kamu pelakunya dek". Nola melirik Nia.
"itulah yang membuat Arya makin bingung disini". Arya melihat ke arah Nia.
"mungkin dia takut karna menyinggung keluarga Melviano". tebak Raka membuat semua orang melihat ke arah Raka
"apa begitu?". tanya Raya melihat ke arah Nia.
"bagaimana ceritanya gadis ini bisa bersamamu saat itu dek? ". tanya Raya melihat ke arah Arya.
Flasback On..!
Singapura, Hotel GDZ 02.19 malam.
Arya memakai baju santainya menatap cermin,
"karna malas makan beginilah akibatnya, pada akhirnya aku juga keluar mencari makan jam segini". gerutu Arya mengelus perutnya yang bagus.
Arya membuka pintu kamarnya tiba-tiba saja ada seorang gadis dengan gaun merah tengah menatap pintu kamarnya dengan raut wajah lucunya.
"Eeh.. apa-apaan ini? ". kaget Arya melangkah mundur dan mundur saat Nia mendorongnya.
pintu tertutup dan Arya makin terpojok dengan kelakuan Nia yang begitu agresif bahkan entah sejak kapan gadis itu telah melepaskan pakaian Arya yang kini tak lagi memakai baju.
"Gila!! ni cewek kenapa? ". Arya menarik rambut Nia kebelakang hingga gadis itu mendongak.
"aak...! sakit... ". ringis Nia memegang lengan Arya.
Arya mengerutkan keningnya melihat muka merah Nia, Arya mulai mengendus bibir Nia.
"apa dia minum alkohol? tapi bau nya hanya tipis". Arya bergumam.
Arya yang tak tega pun melepaskan rambut Nia, "eeeh..? kau jangan macam-macam gila?? ". ancam Arya panik saat Nia kembali menyerangnya.
__ADS_1
"panas...! panas...! ". pekik Nia mengusap bahu nya yang terbuka.
"panas? ". Arya memiringkan wajahnya menatap Nia
"cantik juga kau ya". Arya bisa melihat dengan jelas wajah Nia yang merah sungguh menggemaskan baginya.
Arya menggeleng kepalanya seketika, "kenapa aku harus terpesona dengan gadis gila ini?".
"Panasss...! ". jerit Nia melepaskan gaunnya hingga Arya melebarkan matanya dengan syok melihat penampakan itu.
"Sial...! ". Arya dengan cepat memasang kembali gaun Nia yang berusaha menanggalkan pakaiannya sendiri.
Nia memekik seperti hewan liar yang ditangkap oleh pemburu, Arya cukup kewalahan menenangkan Nia dengan geram ia menggendong Nia menuju Kamar mandi dan menyalakan Shower menyiram seluruh tubuh Nia dengan air dingin.
"dingin... dingin.. dingin..! ". pekik Nia
"tadi siapa yang ngeluh panas hah? tahan sedikit!". gerutu Arya dengan serius.
Arya seperti memandikan seorang bayi saja, rasa lapar Arya hilang tiba-tiba saat ia kedatangan tamu aneh yang tak diundang.
"masih panas? ". tanya Arya menangkup wajah Nia.
Nia geleng-geleng kepala lalu memeluk Arya menduselkan kepalanya di belahan dada Arya.
"dingin..! dingin... hangat.. hangat.. ". racau Nia memejamkan matanya di pelukan Arya.
anehnya Arya tidak mengelak, ia memang tau tubuh Nia beku seperti es sebab Arya sendiri yang memandikan Nia dengan air dingin.
Arya mendudukkan Nia di westafel, "maaf..! aku harus menanggalkan seluruh pakaianmu, aku janji tidak akan melakukan apapun". bisik Arya
Nia tak menjawab, Arya tentu pria normal tapi sumpahnya telah terucap dan Arya tidak pernah berani melanggar sumpah dan janjinya untuk tidak melukai hati perempuan apalagi dengan merampas harga diri seorang gadis tak berdosa.
hanya sekali lihat saja Arya tau perempuan di pelukannya ini seorang gadis yang masih bersih.
.
.
Arya meletakkan tubuh Nia dengan hati-hati di ranjangnya lalu menyelimuti Nia yang sudah berpakaian yaitu kemeja putihnya miliknya.
"sebenarnya apa yang terjadi? ". gumam Arya memperhatikan wajah Nia dengan seksama.
Arya bangkit meninggalkan Nia di kamarnya, ia keluar dari kamarnya sekitar jam 4 pagi.
Arya mendengar keributan di luar kamarnya.
"apa kau bodoh hah? bagaimana bisa kehilangannya? ". bentak seorang laki-laki yang cukup berkuasa di Indonesia.
"kau...! ". amuk pria itu menunjuk wajah wanita asing memakai gaun putih yang modelnya sama dengan gaun Nia.
"iya Kak !". sahut wanita itu.
__ADS_1
"jangan memanggilku seperti itu sialan..! hanya Nia yang boleh memanggilku seperti itu, kau sengaja membuat Nia tau hubungan kita dan kami putus karnamu iblis..! sekarang semuanya gagal karna kau kan? dasar tidak berguna...! ". dengan kasar pria itu mendorong tubuh wanita itu.
"kau ingat satu hal, bagiku kau hanya teman **** ku dan tidak akan pernah pantas menjadi permaisuriku mengerti...! hanya Nia yang pantas untukku kau hanya lalat dimataku... dasar jal*ng...!!". ucap nya meninggalkan wanita itu yang memejamkan mata dengan tangan terkepal di rendahkan oleh pria itu.
Arya berbalik pergi meninggalkan kekacauan itu.
.
.
Arya kembali ke kamarnya membawa makanan, ia melihat masih banyak orang-orang Pria tadi mencari seseorang dengan mengetuk setiap kamar yang ada di lantai ini.
"Maaf Tuan..! ". selah seorang pria yang berpakaian formal layaknya bodyguard
Arya menoleh ke bodyguard itu yang melangkah mundur dengan raut wajah syok bercampur takut melihat wajah Arya yang tengah menatapnya dengan datar.
"apa? ". tanya Arya bersidakap dada
"maaf tuan.. maafkan saya! ". ucap pria itu gemetar berbalik pergi meninggalkan Arya dengan wajah memucat.
walaupun Bosnya seorang Pria berkuasa di Indonesia tapi ada 1 nama keluarga yang tak boleh mereka singgung yaitu keluarga Melviano.
keluarga Melviano adalah orang-orang berkuasa di Indonesia nomor 1 dan sangat berpengaruh di negara manapun mereka berada.
Arya kembali masuk ke kamarnya dan memilih makan seperti biasa, sesekali Arya melirik Gadis yang ada di ranjangnya, Arya bukan orang bodoh yang tak mengerti situasi tadi.
Arya tertidur di sofa.
jam 8.09 pagi.
Nia terbangun dari tidurnya dan menjerit seketika melihat pakaiannya telah berubah tentu saja membangunkan Arya yang tertidur di sofa.
Arya mendekati Nia dengan tatapan mengintimidasi, betapa takutnya Nia hingga melarikan diri tanpa memakai sendal.
"Heiii.. kenapa kau kabur? ". teriak Arya
Arya yang kebingungan dengan situasinya, " ada apa dengan situasiku ini? ". gumam Arya
Flasback Off.
.
.
.
gemes haha...! like nya ya...!!
.
.
__ADS_1