
.
.
Arya mengerutkan keningnya melihat ke arah Nia.
"kenapa Arya? ". tanya Satria memegang bahu adiknya.
"tidak ada bang..! Arya merasa ada yang sedang mengawasi milik Arya". jawab Arya dengan serius mengedarkan pandangannya.
"apa Red cunguk itu juga kesini? ". tanya Raka
"dia berani datang? ". tanya Arya balik cukup mengagumi nyali besar Redson
Nia sedang berbicara dengan serius pada Raya dan Alice, sementara Alya sedang makan bersama Keponakan-keponakan lucunya.
"kakak.. kakak". Nia melihat ke bawah saat ada seseorang yang tengah menarik-narik tangannya.
"ada sesuatu untuk kakak". kata Bocah itu mendongak.
Nia mengusap rahang kecil bocah laki-laki itu, "apa itu? ". tanya Nia
"hanya bunga". jawabnya dengan polos lalu segera berlari meninggalkan Nia dan tak berapa lama kemudian bocah laki-laki itu kembali berjalan pelan membawa bunga mawar yang jumlahnya sekitar 100-an.
"waaahh! ". semua yang melihat bocah kecil itu membawa bunga besar dengan tubuh kecilnya malah terlihat lebih lucu.
Nia mendekat, sedangkan Raya dan Alice saling pandang tidak mengerti.
"apa dari Arya?". tebak Alice
"tidak mungkin Arya, aku sangat tau dia, jika Arya pasti dia akan memberikan mawar biru untuk Nia". jawab Raya
"iya juga.. ini mawar merah". Alice menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Nia tersentak melihat bunga mawar itu dan baru menyadari yang memberikan bunga yang dipegangnya kini bukan dari Arya.
"dek..? ". Nia hendak bertanya pada anak laki-laki itu tapi sudah hilang entah kemana.
"coba lihat ada pengirimnya tidak dek? ". tanya Raya
"sini aku pegang.. kalian cari saja amplopnya". Alice merentangkan tangannya.
Nia memberikan Bunga nya pada Alice, lalu tangan Nia dan Raya sedang menggeleda bunga itu siapa tau ada surat terselip diantaranya
"ini..! ". Raya menemukan memo kecil dan membukanya.
"suka hadiahku kan? aku sedang berada disekitarmu, bersiap lah bertemu denganku".
Raya dan Alice saling pandang lalu melihat ke arah Nia yang terlihat kebingungan.
"apa dia salah orang kak? tidak mungkin aku". Nia meletakkan kembali memonya dan memasukkannya kembali ke dalam bunga mawar itu.
"tapi adik tadi nggak mungkin salah antar dek". Alice
Nia tidak tau mau menjawab apa lagi, "tidak mungkin kak, aku yakin pasti salah alamat.!".
Nia tidak mengambil bunga itu, ia kembali ke tempat duduknya.
"Cha? ". panggil Arya
Nia berdiri dari duduknya, "iya kak"
__ADS_1
"dari siapa itu? ". tanya Arya
"sungguh kak..! aku benar-benar tidak tau dari siapa bunga itu, aku kira dari Kakak tapi saat Kak Raya bilang bukan dari Kakak, aku jadi yakin ini hanya salah kirim saja". Nia
"oh ya?? benar hanya salah kirim? aku rasa bunga itu memang untukmu". Arya berkata dengan tenang melihat bunga mawar yang terbungkus cantik di tempat duduknya.
"benar kak.! aku tidak mengenalnya, aku tidak punya nyali hingga berani menghianati kakak". Jelas Nia dengan takut-takut.
Arya menarik nafas pelan lalu menjentikkan jemarinya, Nia semakin mendekat dan meletakkan dagunya di telapak tangan Arya yang menengadah didepannya.
Arya mengulum senyum melihat wajah pasrah Nia yang memejamkan mata, seolah sudah siap di hukum olehnya.
"jangan ambil bunga itu". bisik Arya dengan nada sensual di telinga Nia.
Nia seketika membuka matanya dan bersitatap dengan mata biru Arya yang selalu bisa membiusnya.
kedekatan Arya dan Nia tentu jadi sorotan, semua Keluarga Melviano begitu bahagia dengan pasangan masing-masing.
.
.
di Parkiran mobil
Nia terpekik melihat bunga mawar yang ia tinggalkan tadi ada di atap mobil Suaminya.
"Cha? kenapa? ". Arya berlari ke arah Nia dan melihat bunga mawar itu.
Arya mengambil bunga itu dan melempar bunga itu sejauh-jauhnya hingga tak terlihat lagi oleh Nia.
"kamu tidak apa-apa? ". tanya Arya dengan khawatir
"tidak apa kak..! aku kaget aja". jawab Nia sambil mencoba untuk tersenyum.
"ayo kita pulang! ". ajak Arya merangkul bahu Nia
Nia mengangguk sambil celingukan melihat situasi, jujur ia juga penasaran siapa yang iseng mengirim bunga seperti itu untuknya.
Jika Brayen tidaklah mungkin, Brayen alergi serbuk bunga jadi menurut Nia tidak mungkin Brayen mau membeli Bunga di Toko bunga apalagi memberikannya untuk Nia, Brayen bukan Pria yang Romantis dan Nia sangat tau itu.
di Apartemen
"Kak? ". Nia memegang tangan Arya
Arya menoleh ke Nia, "butuh apa? ".
"apa kakak tau siapa yang iseng mengirim bunga tadi? ". tanya Nia
"kenapa? kamu takut? ". tanya Arya
"i.. iya Kak..! caranya membuatku tidak tenang, kenapa mengirimnya dengan misterius, aku jadi takut kak". Nia
Arya menepuk sofa disampingnya dan Nia berjalan pelan mendekati Arya tentu duduk disamping Arya.
"aku sedang mencari tau, Lihatlah! ". Arya membuka laptopnya lalu menekan tanda spasi untuk melanjutkan tontonannya.
Nia tanpa sadar mencondongkan tubuhnya melihat ke arah Laptop Arya tentu merapat dengan tubuh Arya tanpa ia sadari.
"siapa dia kak? ". tanya Nia dengan polos.
"kenapa malah tanya aku? ". kekeh Arya
__ADS_1
Nia mengerjabkan matanya melihat gerak-gerik seorang Pria di rekaman CCTV mobil Arya dan rekaman area parkiran mobil di acara pesta malam itu.
Nia mengerutkan keningnya, dan Arya melihat raut wajah Nia entah mengapa ia merasa gemas dengan sorot mata Nia yang polos.
.
.
"sedang mikirin apa? ". tanya Arya
Nia tersentak lalu melihat ke arah Arya, "aku hanya sedang mengingat-ngingat siapa Pria itu kak".
"yang tadi bukan Pria yang sebenarnya". Arya
"hah? lalu tadi itu siapa? ". tanya Nia
Arya menepuk jidatnya dengan pertanyaan Nia.
"tadi itu asistennya". jawab Arya
"asisten? apa yang mengirim bunga itu seorang bos? bukankah seseorang yang punya Asisten itu adalah seorang Bos". Nia
"kamu penasaran padanya? ". tanya Arya
"tidak..! aku tidak mau bertemu dengannya, caranya mengirim bunga padaku membuatku merinding dan aku tidak suka kak".
"dia tertarik padamu". Arya berbicara dengan serius
Nia hanya tertawa malah menganggap Arya sedang bercanda hingga Arya menggeleng kepala sambil mengelus kepala Nia dengan senyuman kecilnya karna Nia tidak faham mengenai rasa suka lawan jenis padanya.
.
.
Nia berada di balkon, ia memperhatikan sekeliling.
"kenapa Nia? ". tanya Ricis
"tidak ada Cis, aku cuma penasaran dimana kakakku". jawab Nia dengan senyuman kecutnya
"tenang saja Nia, dia masih hidup". jawab Ricis
"kamu tau kakakku dimana? ". tanya Nia berbinar
Ricis mengangguk,
"lalu kenapa tidak mengatakannya padaku? ". tanya Nia dengan nada kesal
"karna kamu tidak bertanya padaku". jawab Ricis dengan entengnya hingga Nia menganga
Nia memang tidak bertanya pada Ricis tapi sering mengeluh pada Ricis, sekian hari lamanya Nia mengoceh penasaran dimana kakaknya berada didepan Ricis tapi pengawalnya itu memang tidak akan menjawab jika tidak ditanya.
"lalu dimana kakakku? ". tanya Nia memegang tangan Ricis dengan mata sayu
"aku tidak tau dimana dia berada Nia, tapi dia masih hidup dan berada di dalam penjara". jawab Ricis
Nia membulatkan matanya, "kakakku dipenjara? kok bisa? ". pekik Nia tidak percaya
"Kekuasaan Tuan Arya bisa memenjarakan siapapun selama yang Tuan Arya inginkan walau kesalahannya hanya secuil debu". jelas Ricis.
.
__ADS_1
.
.