Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
bersikeras


__ADS_3

.


.


Raka menangkap tubuh Raya dan memeluknya dari belakang.


"sayang.. ku. mohon..! ". lirih Raka


"kenapa lagi? aku mau bulan madu". Raya berusaha melepaskan pelukan Raka.


"aku janji kita akan bulan madu tapi tidak sekarang sayang". bujuk Raka


"Raka...!! kamu punya selingkuhan kan? aku tidak mau tau jika kamu tidak mau bawa aku, aku akan bulan madu dengan pria lain atau kamu bisa pilih tidak usah pergi ke sana". marah Raya berbalik menatap tajam suaminya.


"Ya Tuhan..! ampuni hamba...!". batin Raya memekik meminta pengampunan sang maha kuasa.


"sayang.. aku tidak selingkuh". Raka menggenggam tangan Raya yang sedang marah.


"kalau bukan selingkuh apa hah? aku tidak boleh ikut tapi kamu tidak memberitauku alasanmu pergi keluar kota? kenapa? apa kamu pergi untuk berperang? ". bentak Raya mengikuti alur kemarahannya yang tidak tau apa-apa.


Raya sebenarnya bisa mendapatkan piagam kebanggaan dengan akting yang luar biasa, lihatlah betapa tersiksa nya Raka saat ini yang tidak tau mau bicara apa dengan sang istri yang mengira dirinya berselingkuh.


"cepat abang...! katakan yang sebenarnya, kenapa abang harus berbohong hmm? katakan saja sejujurnya". batin Raya memekik berharap Raka memberi tau alasannya padahal Raya sebenarnya sudah tau.


"sayang..! aku akan mengambil persenjataanku di negara C". jawab Raka akhirnya memberanikan diri berkata jujur


Raka bisa gila memikirkan Raya pergi bulan madu dengan pria lain, biarlah Raya tau yang sebenarnya dari pada Raya berpikir dirinya pergi melakukan yang tidak-tidak.


"negara C berarti mampir di negara D kan? bukankah disana ada hotel dalam laut? aku mau kesana". senyum manis Raya melupakan kemarahannya tadi kini menggenggam kedua tangan Raka.


Raka menghela nafas panjang, "aku pergi untuk misi bunuh diri sayang, aku tidak bisa membawamu menjemput senjataku, kamu tau kan barang-barangku ilegal? ".


"misi bunuh diri? ". pekik Raya dengan kaget, sungguh akting Raya sangat mengagumkan.


Raya mengenal Raka, jika Raka tau kalau Raya sudah tau yang sebenarnya dari obrolan Jon dan bawahannya maka mereka bertiga akan dihukum oleh Raka, dan untuk kedepannya akan sulit bagi Raya mendengar gosip-gosip bawahannya Raka tentang masalah yang menimpa Raka, jika sudah terkena hukuman tentu mereka akan jaga omongan satu sama lain.


"sayang..! aku akan hadapi semuanya sendiri, jaga dirimu disini ya? aku tidak bisa membawamu bulan madu di tempat pemandian darah". Raka mencium mesra punggung tangan dan telapak tangan Raya.


Raya pura-pura tertegun, "a.. aku..? ". gumam Raya dengan ragu-ragu.


"aku tidak selingkuh sayang, aku akan kembali dalam waktu 4 hari". bujuk Raka mencium kening Raya dan memeluknya.

__ADS_1


"saat aku kembali, kita akan bulan madu kemanapun kamu mau hmm? kita bersenang-senang berdua". sambung Raka lagi.


"aku tidak rela membiarkanmu pergi sendirian bang, biarkan aku ikut". ujar Raya serius.


Raka memejamkan matanya, ia sudah tau Raya akan minta ikut karna tau yang sebenarnya tapi kalau tidak diberi tau pun Raya akan berprasangka buruk, Raka benar-benar berada di situasi serba salah.


"sayang..? ". Raka melepaskan pelukannya dari Raya.


"abang pergi sendirian? tidak akan aku biarkan, jika abang pergi duluan silahkan saja! aku pastikan akan menyusul dengan kapal feri di belakangmu". jawab Raya dengan wajah seriusnya.


Raka menghela nafas panjang, memikirkan Raya menyusul dengan kapal Feri sungguh membuatnya pusing. Raka tau Raya sangat kaya membeli kapal Feri bukan hal yang sulit untuk istrinya itu, Raka juga tau Raya tidak pernah main-main dalam perkataannya.


.


.


"Nona yakin mau ikut? ". tanya Dita berlari kecil mengikuti Raya dengan membawa 2 koper miliknya dan milik Raya saat ini.


"yakin.. sangat yakin". jawab Raya dengan senyum tipisnya begitu bangga dengan akting dirinya sendiri hingga berhasil meyakini Raka dirinya harus ikut.


"Jon..? ". panggil Raya


"ikut kami mau? ". tanya Raya membuat Raka menarik nafas dalam-dalam tak bisa berbicara kala sang istri menawarkan Jon untuk ikut dengannya.


"dengan senang hati Nona". balas Jon tersenyum tipis


"bawakan koper kami". titah Raya melirik koper yang dibawa Dita.


Dita melebarkan matanya ke Raya, tapi Jon malah dengan senang hati membawa koper Dita dan Raya. mengikuti Raka adalah keinginannya tapi tak cukup berani melawan kehendak Raka, Raya menawarkan dirinya harus ikut walau jadi babu pun tidak masalah.


Rio dan Boy mendekat ke Raya dengan tampang kucing terlantar,


Raya melototkan matanya,, "apa..? sana beresin kebun belakang sama ganti air kolam renang". ketus Raya


para pelayan, Koki serta penjaga mansion menahan tawa seketika mendengar tugas nonanya pada kedua pria bertubuh kekar itu yang cocok di jadikan bodyguard bukan sebagai tukang kebun atau tukang ganti air kolam renang.


kedua orang setia Raka itu memberengut tak bisa ikut dengan tuannya sebab Raya malah memberi perintah hal lain.


.


.

__ADS_1


Raka kini menggenggam tangan Raya memasuki kapal besar dengan fasilitas mini terbaik di dalamnya.


"kamar kosong hanya 2 dan aku tidak mau terpisah dari Raya". ucap Raka dengan serius.


"**.. tuan..? ". protes Dita melihat ke arah Jon sudah tau maksud kata-kata Raka.


"abang..? ". protes Raya juga membela Dita.


"aku sudah mendengarkan permintaanmu sayang, baiklah kita akan bulan madu seperti katamu itu". Raka menarik pinggang Raya masuk kepelukannya.


Dita hendak protes lagi tapi Jon seolah tidak peduli langsung masuk ke kamar depan tepat berhadapan dengan kamar Raka dan Raya.


"hei.. Kaktus..! ". teriak Dita berlari mengejar Jon.


.


.


Raka membawa masuk koper Raya yang ditinggal Dita ke dalam kamarnya.


"waah.. cantik sekali kamar mini ini ya? ". gumam Raya menatap sekeliling kamarnya kini.


Raka memeluk Raya dari belakang, "kenapa kamu sangat keras kepala sayang? aku takut terjadi sesuatu denganmu! lawanku saat ini bukan Mafia biasa mereka berada diatas kelas Mafia".


Raya tersenyum lembut mengelus lengan kokoh suaminya, "aku sayang sama abang..! kita hadapi masalah bersama, apa abang harus menutupi semuanya dariku? jika abang tidak jujur apa jadinya hubungan kita bang? aku tidak suka abang berbohong".


"aku tidak berbohong sayang, aku takut hal seperti ini akan terjadi. sekarang kamu sendiri bersikeras ikut padahal tau aku sekarang masuk ke dalam misi bunuh diri". Raka menghela nafas panjang di bahu Raya.


"berat sama di pikul, ringan sama di jinjing. pepatah itu adalah prinsipku saat ingin menjalin hubungan dengan pria yang kucintai bang, aku mohon jangan sembunyikan aku seolah aku gadis lemah. aku cukup kuat untuk menjadi pelindungmu dan aku beritahu abang kelebihan aku itu sangat hebat bersiasat dan pandai mengulur waktu di medan perang". Raya berkata dengan serius.


"aku mencintai abang..! sungguh.. " ucap Raya dengan senyum manisnya mendongak kesamping menatap Raka yang masih memeluknya dari belakang.


Raka membalik tubuh Raya dan langsung ******* habis bibir Raya, Raya tidak kaget ia memejamkan matanya lalu tangannya melingkar di leher kokoh suaminya, Raya sudah bisa membalas ciuman Raka walau tidak hot tapi sudah jauh lebih baik dari ciuman pertamanya yang masih kaku. Raya kan sangat pintar mempelajari sesuatu.


kata-kata cinta yang terlontar dari bibir Raya tentu membuat Raka hilang akal langsung menc*um bibir merah delima istrinya itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2