
.
.
beberapa bulan kemudian.
Nia dan Arya pergi ke Pesta Pernikahan Sery dengan John.
Aula pernikahan Sery dan John mulai meribut seketika saat kedatangan tamu yaitu Arya Melviano bersama sang Istri.
Al dan Alya tidak bisa hadir di acara pernikahan Sery dan John yang mana Pria bermata coklat itu adalah rekan kerja nya Al juga, Al sedang menunggu kelahiran si kembar di perut istrinya.
Sery tersenyum lebar melihat kedatangan Nia yang sedang di peluk posesif oleh Arya yang mana usia kandungan Nia saat ini sudah 4 bulanan.
Nia ikut bahagia melihat Sery telah bersanding dengan Pria yang lebih baik dari sebelumnya,
"semoga kamu bahagia teman". batin Nia dengan tulus
"Hai.. Ni. eh Nona Nia..? ". sapa Nisa ke Nia dengan kikuk karna ada Arya
Nia terkekeh pelan lalu mencubit perut Arya yang menoleh ke arah lain seketika,
Nia mendekati Nisa, mereka saling cium pipi sana-sini layaknya ibu-ibu arisan saja, perlakuan mereka itu membuat siapapun kini menjadi segan pada keluarga Nisa juga Sery.
jika orang berkuasa seperti Arya dan Nia bisa menghadiri acara pernikahan Sery dan John, berarti kedua pengantin cukup dekat dengan orang hebat itu.
kedua orangtua Nisa mendatangi Nia,
"aah.. Nia.. kenalkan ini Mama dan Papaku". Nisa mengenalkan kedua orangtuanya.
"tante.. Om? ". Nia dengan sopan mendekat tanpa malu mencium tangan kedua orangtua Nisa hingga orang-orang yang melihatnya terbelalak tak percaya.
kedua orangtua Nisa pun kaget mendapat perlakuan santun Nia, padahal Nia itu bisa dikatakan lebih terhormat darinya.
Nia menarik lengan Arya, "cepat Suamiku..! mereka orangtua". pinta Nia
Nisa dan kedua orangtuanya pucat pasi,
Arya melihat sekilas ketiga manusia itu, "kenapa aku harus menghormati mereka? ". tanya Arya
"suamiku..! aku sedang hamil loh, aku tidak mau anakku tumbuh menjadi pribadi kurang ajar yamg tidak hormat oada orangtua". peringatan Nia
Arya menarik nafas panjang, dengan enggan dan malas ia hanya menjabat tangan Papa Nisa namun menyalami Mama Nisa, hingga semua mata manusia yang melihat perlakuan Arya itu kaget seakan mata mereka ingin keluar dari sarangnya.
"maaf ya Om.. suami saya hanya menghormati wanita". jelas Nia yang takut Papa Nisa salah faham.
"t.. tidak apa nona". jawab Papa Nisa dengan malu karna Nia meminta maaf padanya.
__ADS_1
"ayo temui temanmu itu sayang lalu kita pulang! ". ajak Arya
Nia melihat ke arah Sery yang tampak tidak sabar menunggunya naik ke mimbar pengantin.
Nia beralih menatap Nisa yang terkekeh akan kelakuan Sery, mereka bertiga semakin dekat dan semakin akrab saja akhir-akhir ini.
Nisa dan Sery tak segan-segan datang ke Apartemen Nia hanya untuk bermain, lalu pulang sorenya, terkadang mereka berbelanja walau di ikuti oleh Ricis dan Rubby.
Arya tidak melarang Istrinya dekat dengan kedua wanita itu, karna kehadiran mereka membuat istrinya lebih ceria dan memiliki teman.
"aku pergi dulu ya? ". bisik Nia
"hati-hati ya Bumil! ". seru Nisa
"selalu aja begitu". dumel Nia dengan bibir mengerucut
Nisa tertawa memeluk Papanya sedangkan kedua orangtua Nisa ikut senang melihat putrinya mendapatkan teman yang tulus, terlebih lagi Nia sangat sopan dan rendah hati tidak memandang rendah orang lain.
"Niaaaa?? ". pekik Sery merentangkan tangannya minta di peluk Nia.
Nia tertawa mereka saling berpelukan, Nia terpekik saat Sery mencium pipinya hingga meninggalkan jejak lipstik disana.
"Sery...! ". kesal Nia mengelap pipinya sendiri
Sery tertawa lebar, "maaf Nia.. aku gemas banget sama kamu tau, makin gembul aja sekarang".
Nia mendelik kesal ke arah Arya, Arya sibuk berbicara dengan John.
"udah ah.. ini kado dariku..! selamat menempuh hidup baru sahabatku, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu sekarang". ucap Nia dengan tulus membuat Sery berkaca-kaca
"Nia... aku terharu banget sama kebaikanmu..! kenapa kamu tidak membalas perbuatanku hmm? malah memberikan aku kebahagiaan seperti sekarang".
Nia terkekeh lalu mengambil tisu dan mengelap pelan-pelan pipi Sery yang basah.
pembicaraan mereka seakan tidak ada habisnya, sementara Arya dan John mulai bercerita tentang bisnis dan bisnis.
tidak ada tamu yang berani mendesak mereka, diam-diam ada yang memotret mereka dan menyebarkannya ke dunia maya, seketika kedua couple itu menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan dimalam itu juga.
Sery meminta berfoto bersama dengan Nia dan Nisa untuk menjadi moment bahagia mereka bersama, di pernikahan Nia mereka tidak ada namun kedepannya mereka berjanji akan bersama-sama tanpa ada penghianatan.
.
"selamat ya Sery..! ". ucap Jiji dengan kikuk ke Sery
Sery berusaha untuk menerima, ia ingin memiliki hati yang baik seperti Nia walau berat ia sedang berusaha.
"iya.. terimakasih". balas Sery
__ADS_1
hening..
"bagaimana kandunganmu? apa baik-baik saja? ". tanya Sery melihat perut Jiji yang lumayan membuncit,
usia kandungan Jiji tidak berbeda jauh dengan Nia namun Nia memiliki anak kembar jadi besar perut Nia dan Jiji berbeda.
"baik..! maafkan Aku Sery..! ". cicit Jiji
"aku fikir kamu akan melupakanku tapi kamu masih mau mengundangku". sambung Jiji lagi.
John hanya diam memainkan ponselnya di samping tempat duduk pengantin, John membiarkan istrinya berbicara dengan sahabatnya yang pernah menghianati istrinya itu.
"aku hanya ingin membuktikan bahwa aku sudah bahagia sekarang, jangan pikirkan aku dan tetap pertahankan pernikahanmu dengannya walau sulit bertahanlah demi anakmu..! bagaimana pun dia tidak bersalah". Sery melihat perut Jiji
walaupun Jiji jadi pembicaraan siapapun tapi tidak ada yang berani mencela Jiji didepan umum, mereka masih berpikir mencari masalah dengan Jiji yang cukup berkuasa di kota ini walau hanya pemilik Restaurant.
Jiji juga meminta maaf pada Nisa.
"tidak apa..! jika Sery memaafkanmu tidak ada alasan bagiku untuk membencimu! semoga kamu bahagia dengannya ya?". Nisa
Jiji menangis menghapus air matanya lalu pergi dari area pesta dengan memendam beribu penyesalan.
.
"apa kamu katakan pada Jiji Nisa? kamu nggak memarahinya kan? ". tanya Nia mengintimidasi
"tidak Nyonya Ratu..! ". jawab Nisa dengan hormat
Nia memutar bola matanya dengan malas, "apa yang kamu katakan padanya? ".
"aku tidak mengatakan apapun". jawab Nisa
"tidak melakukan apapun? lalu kenapa dia menangis begitu? ". tanya Nia dengan galak
"Nia.. dia begitu karna menyesal, aku tidak ada alasan membencinya karna Sery saja memaafkannya, lagian Sery juga dapat Pria gantinya yang jauh lebih baik". jelas Nisa
"bagus deh kalau begitu". Nia menghela nafas lega
"mana kedua prajuritmu Nia? ". tanya Nisa meledek
Nia memberengut, "mereka di Apartemen lah".
Nisa hendak berbicara lagi tapi Arya datang tiba-tiba meminta Nia untuk pulang.
Nisa melambai pada Nia yang terlihat tidak rela di suruh pulang, tapi mau bagaimana lagi? Nia sedang hamil dan Arya suaminya yang sangat sempurna itu begitu posesif.
.
__ADS_1
.
.