Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 63_ komedi putar


__ADS_3

.


.


Nia termenung menatap langit, "apa masalahku? kenapa semua orang yang kusayangi pergi? orangtuaku tidak ada lagi dan Kak Tia tidak tau ada dimana".


Nia menatap sedih ke langit, "Kak..? Kakak sampai kapan membenciku? aku yakin Kakak pasti makin membenciku kan? maafkan aku kak,, aku tidak bisa melihat kakak di penjara, aku tidak berani membantah kak Arya, kak". gumam Nia berkaca-kaca


Ricis datang membawa segelas jus dan tak sengaja mendengar gumaman Nia, "apa hatinya itu terbuat dari emas dan Mutiara murni? apa Nia tidak marah atas perlakuan saudaranya saat itu? bisa-bisanya dia yang merasa bersalah". batin Ricis


"Nia? ". panggil Ricis


Nia menghapus air matanya lalu menarik nafas dalam-dalam perlahan ia memutar badannya sambil tersenyum seolah tidak ada masalah yang kini Nia pikirkan.


"Apa Kak Arya akan pulang Ricis?". tanya Nia


Ricis memberikan jus buah untuk Nia, dan Nia membawanya berjalan ke arah ayunan dan duduk disana sambil meminum jusnya.


"Apa Kamu mau bermain? Tuan Arya sedang sibuk akhir-akhir ini". tanya Ricis


"Tuan Arya sibuk mencari pengecut itu Nia juga bekerja, Tuan Arya tidak akan melepaskan Mafia pengecut yang meneror Nona dengan bunga mawar merah itu". batin Ricis


"benarkah? apa Kak Arya mengizinkanku keluar? ". tanya Nia berbinar penuh harap


Ricis mengerutkan keningnya, "sejak kapan Kamu di kurung Nia? kamu sendiri yang ingin tetap di dalam sangkar emas ini walaupun pintu sangkarmu terbuka lebar untuk membiarkanmu keluar masuk".


Nia nyengir malu, "aku lupa kalau aku sendiri yang mengurung diri".


Ricis tertawa kecil, "ayo habiskan! lalu kita pergi ke wahana didekat taman bermain kota mini".


Nia mengangguk lalu meneguk jusnya sampai habis, jujur saja Nia tidak lagi kesepian sejak adanya Ricis tapi tetap saja ketidakhadiran sang suami membuat Nia mudah bosan.


Nia ingin kembali bekerja menjadi chef di Restaurant sambal setan milik Mayra tapi tidak diizinkan oleh Arya entah apa sebabnya, Nia tidak berani bertanya.


di Wahana


Nia bersenang-senang dengan Ricis layaknya sahabat baik, mereka banyak menaiki berbagai permainan wahana, yang dulunya Nia tidak bisa naiki karna harga tiketnya mahal kini Nia bisa membeli tiketnya sejak menikah dengan Arya.


Nggiiiiinnng..!


Nia terkejut komedi putarnya berhenti saat Nia dan Ricis tepat berada dipuncak tertinggi nya.


"tenang Nia...tenang! ". bujuk Ricis


Nia memejamkan matanya dan meremas pegangan komedi putarnya, "i. iya.. aku tenang, aku tenang". gugup Nia

__ADS_1


Ricis melihat ke arah bawah dan memperhatikan situasi hingga matanya menangkap sosok berpakaian hitam dengan topi hitam yang menutupi kepala orang itu.


"sebenarnya apa maunya? kenapa orang gila yang dimaksud Tuan Arya bisa tau kami kesini? apa dia menyewa mata-mata pada kami? ". batin Ricis dengan geram.


Ricis berteriak meminta bantuan dan anak-anak dalam komedi putar menangis ditempat masing-masing.


Nia tidak menangis tapi tidak berani bersuara, kakinya terlihat gemetar.


"Nia? ". panggil Ricis menangkup wajah Nia.


"a.. aku takut ketinggian jika lama-lama seperti ini Ricis". cicit Nia dengan nada bergetar.


Ricis mengambil ponselnya dari dalam saku br*nya lalu menelfon seseorang yang bisa membantunya tapi tidak ada yang menjawab.


Ricis yang tidak sanggup melihat Nia memucat seperti itu segera menghubungi Arya, Arya yang kebetulan sedang rapat menggantikan Satria pun melirik ponselnya.


Arya mengangkat tangannya ke udara, seketika situasi jadi hening.


Arya mengangkat panggilan Ricis, sedangkan yang lainnya langsung duduk ditempat duduk masing-masing sambil meminum air untuk beristirahat.


"Apaaa? kirimkan lokasi kalian! ". titah Arya berubah dingin seketika


Arya bangkit dari duduknya tanpa permisi meninggalkan rapat penting itu, semua yang ada di Ruangan Rapat hanya bisa diam sambil melirik satu sama lain tanpa berani menahan Arya yang meninggalkan Rapat penting mereka saat ini.


Arya berlari keluar dari Ruangan Rapat hingga para Sekretaris, Karyawan yang melihat Arya pun terheran-heran dibuatnya.


.


Arya melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, ia menembus keramaian kota bahkan memakan jalur lain supaya terhindar dari kemacetan tapi tidak ada yang berani mengklakson mobil Arya untuk sekedar menegur malah memberi jalan seolah Mobil Arya itu Ambulance atau mobil Pemadam saja.


Arya tiba di tempat wahana, ia mencari komedi putar dan terhenti di satu titik.


Arya berlari ke arah tatapannya dan menembus kerumunan.


"Cha? ". gumam Arya mendongak ke atas.


"Tuan muda? ". sapa salah satu pekerja Wahana yang mengenal Arya.


"kenapa tidak cepat bertindak? istriku diatas sana". tanya Arya dengan nada tak bersahabat


"..ha.. ma..maafkan kami Tuan, kami sudah menghubungi pekerjanya tapi tidak ada satupun yang sampai kesini dengan cepat".


Arya menggeram marah, ia melihat sekeliling hingga tanpa aba-aba Arya mengambil semua kunci-kunci Wahana dan manjat tanpa memakai pengaman.


yang menonton berteriak histeris, mereka ketakutan melihat cara ekstrim Arya yang berani memanjat tanpa memakai pengaman, suara isak tangis dan jeritan anak-anak yang terjebak komedi putar semakin kencang saja.

__ADS_1


"Nia? ". panggil Ricis memegang kedua pipi Nia


Nia perlahan membuka matanya,


"Tuan Arya sedang disini, dia sedang mencoba menyelamatkan Mu". ucap Ricis dengan senyuman


Nia melebarkan matanya, ".k.. kak Arya disini? ". tanya Nia dengan bibir bergetar


"berani lihat kebawah? ". tanya Ricis dibalas gelengan oleh Nia


Arya tidak takut ketinggian sama sekali, ia melepas jasnya dan melemparnya kebawah lalu menggigit kunci yang ia pegang sedangkan Tas Kunci lainnya diselipkan ditengah-tengah lingkaran wahana.


Para wanita dan Gadis dibawah sana memekik melihat betapa seksinya Arya, bahkan mereka saling berebut satu sama lain mengambil jas Arya seperti Bunga Gadis yang baru saja menikah dilemparkan ke tamu undangan.


Arya terlihat serius memeriksa keadaan Wahana Komedi putar itu, keringat mengucur di pelipisnya bukan karna pusing atau kesulitan tapi karna suasananya sedang panas dan terik.


hanya butuh waktu 30 menit bagi Arya bisa memperbaiki Wahana komedi putar itu, Arya melempar semua kunci ke tempat yang tidak ada manusianya.


"aaaahhh...! " jerit para wanita dan gadis dibawah sana melihat Arya memanjat dan melawan arus perputaran wahana itu hingga tangannya bergelantung di tempat yang Arya inginkan.


"Tuan? ". Ricis dengan cepat membantu membuka pintu Komedi putarnya dan membiarkan Arya naik sendiri.


Ricis tidak berani menyentuh Arya karna baginya Arya, Satria dan Keluarga Melviano lainnya sangat Ricis hormati.


Arya masuk ke tempat Nia dan Ricis menutup pintu saat Wahana kembali berputar dengan normal.


"Chacha? ". panggil Arya dengan lembut menangkup pipi Nia


Nia perlahan membuka matanya, Arya bisa melihat ketakutan di sorot mata Nia, "Kakak? ".


Arya mengangguk lalu memeluk Nia dan memberi ketenangan untuk Nia.


"apa kamu baik-baik saja? ada yang terluka? ". tanya Arya


Nia menggeleng-geleng kepalanya lalu menelusupkan wajahnya di leher Arya, ia benar-benar takut berada di puncak tertinggi begitu lama membuat perutnya terasa diaduk-aduk dan kepalanya juga pusing.


.


.


.


si Psikopat mulai beraksi meneror Nia, kenapa belum jumpa? nggak asik dong kalau dah jumpa hehe... nanti bakal jumpa kok cuma cara Mafia pengecut emang suka meneror...wkwk..


.

__ADS_1


.


__ADS_2