
.
.
Nia menatap ke arah Balkon,
"Nia? ". panggil Ricis yang baru saja tiba membawa cemilan untuk Nia.
Nia menoleh ke Ricis lalu kembali lagi menatap ke arah Balkon.
Ricis mendekat lalu melihat Nia dari samping, "ada apa? kenapa raut wajahmu seperti gadis seksi yang tidak Pup berhari-hari? ". ledek Ricis
Nia memberengut ke arah Ricis, "aku sedang berpikir Cis".
"iya aku tau.. kenapa? apa yang kamu pikirkan?". tanya Ricis terkekeh.
"Huh...! aku hanya sedang memikirkan kedua orangtuaku aja cis". jawab Nia
"kenapa? bukannya kamu selama ini baik-baik saja? ada Tuan Muda, Nyonya, dan Keluarga baru mu yang sangat menyayangimu seperti permata". tanya Ricis
Nia tersenyum, "ya kamu benar cis..! aku hanya berharap kedua orangtuaku sudah bahagia disana, pria yang kucintai telah membalaskan kematian mereka".
Ricis mengulas senyum, "iya.. suamimu adalah impian pada gadis dan wanita yang ada di negeri ini, bahkan untuk bermimpi saja mereka tidak bisa hanya bisa mengagumi tapi kamu?.. kamu sangat beruntung Nia,, sepertinya Tuhan memberimu hadiah Tuan Muda setelah melalui hari-harimu yang penuh penderitaan".
Nia mengingat masa lalunya yang memang menyedihkan tapi Nia tidak pernah mengeluh bahkan terus berjuang tanpa memikirkan perkataan orang lain yang meragukannya.
"bukankah sebelumnya kamu juga hidup sendiri? lalu kenapa begitu berpikir seperti ini? kamu memikirkan hal yang tidak penting". Ricis berkata sambil melihat kedepan.
"iya kamu benar.. selama ini aku memiliki keluarga tapi aku seperti tidak punya keluarga". Ucap Nia dengan serius
"sekarang kamu hanya perlu mengikhlaskan mereka, bukankah sudah balas dendam? pasti kedua orangtuamu sedang menunggu pembunuhnya di gerbang neraka". hibur Ricis
Nia menoleh ke Ricis lalu mereka saling tertawa bersama.
"ayo makan..! ". ajak Ricis
Nia mengangguk patuh
.
Nia datang ke Perusahaan Arya dengan membawa bekal makan siang untuk sang suami, Nia menyapa siapa saja yang ia lihat hingga para Karyawan Melviano begitu sopan pada Nia walau berani tertawa didepan Nia tidak secanggung ketika mereka menyapa Arya.
Nia masuk ke Lift khusus dan menekan lantai tujuannya,
"kenapa? ". tanya Karyawan Melviano.
"Nona Nia lebih ceria dari sebelumnya".
"benarkah? aku tidak bisa membedakannya".
__ADS_1
"sifatnya sama seperti Nona Alya ya? periang dan suka menyapa kita yang rendahan ini".
gosip-gosip Karyawan Melviano mengenai Nia yang tidak sombong dan semena-mena karna memiliki suami berkuasa seperti Arya.
"haloo..? suamiku? ". pekik Nia merentangkan tangannya masuk ke Ruangan Arya
kedua Sekretaris Arya menoleh ke Nia dan terkikik lucu mendengar nada manja Nia.
"Kamu udah datang sayang? ". Arya mendekat lalu mengecup bibir Nia yang mendongak manja.
kedua Sekretaris Arya melihatnya melebar seketika, Arya menutup pintu Ruangan nya tanpa peduli kedua pekerjanya itu merona malu melihat atasan mereka mencium wanita tanpa lihat sekeliling
Nia melingkarkan tangannya di leher Arya, "aku buat masakan penuh cinta disitu! ". Nia menunjuk bekal makan siang yang telah diambil alih oleh suaminya.
"ayo !". Arya merangkul pinggang Nia membawanya berjalan ke arah Sofa
Nia senyam-senyum melihat wajah tampan Arya yang sedang makan, Nia tidak lagi malu-malu karna Arya adalah suaminya, miliknya, cintanya, tidak ada salahnya ia bertingkah manja karna Arya memang begitu memanjakannya.
"nanti ikut aku sayang..! ". kata Arya
"hmm? mau kemana kak? ". tanya Nia berbinar
"aku memberimu hadiah". senyum misterius Arya
Nia mengangguk tanpa bertanya lagi, Nia sudah tau suaminya itu suka memberi kejutan dan itu sebabnya Nia tidak heran lagi akan hal itu.
.
"Toko Kue Chacha? ini Apa kak?". tanya Nia dengan serius.
Arya terkekeh lalu menarik bahu Nia hingga merapat kesisi tubuh Arya,
"aku membelinya untukmu..! tempat ini strategis dan aku yakin saat kamu berjualan banyak yang beli". bisik Arya
Nia terbelalak, "ini seperti hotel". gumam Nia tak percaya
Arya tergelak, "memang ada fasilitas kamarnya sayang, aku memperkerjakan 8 pelayan untukmu dan 2 Guru baru untuk istriku ini supaya bisa belajar merias kue, di tempat ini ada 12 kamar, mereka sebagai pekerjamu butuh tempat tinggal kan?".
Nia menganga menatap Arya
muahhh..
Arya malah begitu nakal mencium pipi Nia yang terlihat lucu itu.
"ayo lihat! ". ajak Arya
Nia dibawa masuk oleh Arya dan Nia kaget melihat para pelayan dan 2 ibu-ibu memberi hormat pada Nia, mereka semua memperkenalkan diri dengan sopan pada Nia.
"saya Bu Jum dan ini teman Saya Bu Risi Nona, kami akan mengajari Nona cara merias kue sampai profesional".
__ADS_1
Nia mengangguk dan menunduk sebagai rasa hormatnya pada guru dan itu membuat kedua wanita paruh baya itu tersenyum tulus dengan kesopanan Nia.
Nia menoleh ke Arya, "Kak? "
"kamu tidak bosan di Apartemen terus? bukannya kamu bilang mau buka toko kue? ". gemas Arya mengusap kepala Nia.
Nia menyeringai lebar, "terimakasih kak? aku akan belajar dengan giat".
"hmm jangan lupa hadiahku". kata Arya penuh makna
Nia membelalak, "apaa?? ".
"jangan bilang ini gratis sayang.. kamu harus menambah jatahku..?" Arya berbicara tanpa beban sementara Nia membelalak semakin panik ia dengan cepat berjinjit membekap mulut mesum suaminya itu.
"hahaha.. silahkan kalian bubar..! ". Nia tertawa canggung ke para bawahannya yang tampak menahan tawa dengan wajah merah masing-masing
Bu Jum dan Bu Risi tidak malu karna mereka tau pernikahan Nia dan Arya masih masa hangat-hangatnya pasti begitu romantis.
sesuai perintah Nia mereka semua membubarkan diri sedangkan Nia menatap kesal suaminya.
"kakak kenapa bicara seperti itu didepan mereka semua? ". tanya Nia berkacak pinggang dengan raut wajah marahnya yang menggemaskannya itu.
Arya tergelak bukannya intropeksi diri malah menertawai wajah lucu istrinya.
"kakak? ". kesal Nia semakin terlihat lucu
"kamu tidak cocok marah sayang.. wajahmu lucu sekali tidak ada galak-galaknya sama sekali sayang". ejek Arya
Nia mendengus dan berjalan melewati Arya sambil mengomel-ngomel sendiri
"dasar mesum..! bisa nya dia mengatakan hal seperti itu didepan banyak orang? apa dia tidak malu? aku yang malu". omel nya pada diri sendiri
Arya memegang perutnya yang sakit karna tertawa, Nia tidak pernah seberani itu memarahinya tapi Nia sekarang berani memarahinya karna bicara hal int*m didepan karyawan Nia.
Nia menganga melihat dapur Kue nya, segala perlengkapan tidak ada yang terlewat, Arya membelikan semuanya hingga Nia tidak bisa berkata-kata.
Nia kaget saat Arya memeluknya dari belakang lalu tersenyum mengelus rahang Arya dari samping.
"kamu suka Cha? ". tanya Arya
Nia mengangguk, "kakak tidak tau memasak tapi kenapa bisa tau semua perlengkapan kue nya? ". tanya Nia penasaran
"aku minta bantuan pada kedua calon gurumu". jawab Arya
Nia mengangguk, "pantas saja..! "
.
.
__ADS_1
.