Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
amukan Raya (part. 1)


__ADS_3

.


"masih marah? ". tanya Raka dengan suara serak nya menahan tubuhnya supaya tidak benar menimpa tubuh istrinya.


Raka menatap lekat Raya yang tengah menatapnya juga.


"jadi abang masih cinta sama aku? ". pertanyaan konyol Raya membuat dahi Raka berkerut.


"aku mencintaimu sayang..! sangat..! kenapa kamu jadi begini? ". Raka mengelus wajah Raya dengan lembut.


"terus kenapa abang tidak pernah nyatakan cinta? ". tanya Raya dengan raut wajah kesalnya.


Raka tidak mengerti mengapa istrinya jadi begini.


"sayang..! cintaku padamu sangat besar hingga kata-kata cinta tidak cukup untuk menggambarkan perasaanku padamu sayang! apa kamu tidak pernah merasakan bagaimana perlakuanku padamu selama ini ?". Raka menjelaskan dengan hati-hati.


setidaknya Raka tau saat ini Raya sangat sensitif jadi berbicara pun harus berhati-hati.


Raya memicingkan matanya masih curiga pada suaminya.


"kamu tidak mau ikut sayang? bagaimana jika si Jal*ng suruhan Robert menggangguku nanti? apa kamu tidak mau melindungi milikmu ini? ". alih Raka yang kini benar-benar kehabisan ide.


Raya membulatkan matanya, "tidak bisa..! aku akan ikut denganmu..! "


Raka tersenyum tipis namun terkesan penuh kemenangan, ia akhirnya bisa membuat Raya melupakan kemarahannya tadi.


Raya mendorong Raka hingga bangkit, Raya berlari kecil menuju ruangan gantinya.


Raka tertawa tanpa mengeluarkan suara, "tapi tunggu...! kenapa dengan Raya? kenapa dia jadi sensitif? apa Raya...? tidak. tidak... kata orang-orang kalau wanita mengandung itu mual-mual ".


Raka tidak mau terlalu berharap kalau Raya tengah mengandung, ia tidak ingin terluka. Raka sangat ingin memiliki anak dari Raya tapi seperti kata dokter Anita, pernikahan mereka masih terlalu muda untuk cepat dapat keturunan.


.


.


di Aula besar acara pelelangan amal,


banyak para pejabat, CEO, artis, model dan orang-orang penting dari berbagai negara yang ikut dalam acara pelelangan besar itu.


masing-masing perusahaan memberikan produk mahal dan dijual dalam acara itu lalu uangnya akan di berikan untuk orang-orang tidak mampu.


kedatangan Raka dengan Raya sudah mencuri perhatian banyak orang, semua mata terhipnotis ke arah mereka.


Satria hadir hadir di acara itu tapi hanya menyapa lewat kode mata saja, sebab mereka semua yang ada di acara itu sedang sibuk mengurus barang untuk acara pelelangan itu.

__ADS_1


Robert dan Anne di sudut ruangan saling meradu gelas, mereka merayakan rencana Anne saat ini.


Anne benar-benar mengumpulkan semua keberaniannya untuk menjebak Raka, biarlah Raka memakinya setidaknya Anne berhasil memisahkan Raya dengan Raka nanti.


"rencana C mu harus berhasil Anne..! kalau tidak.. kau kalah tantangan dan uang yang aku janjikan tidak akan aku berikan". kata Robert dengan sinis.


"ya..! aku tau tuan..! aku benar-benar menyukai tuan Raka Mahawira pasti dia sangat hebat diatas ranj*ng". seringai Anne menatap bentuk tubuh Raka dari kejauhan.


"hmm.. asal yang kau katakan memang benar! awas aja kau gagal.. aku akan menjualmu pada aki tua". ancam Robert.


Anne tertawa pelan, "aku bukan sanderamu tuan..! status kita hanya tantangan, jika aku menang bayar aku jika aku kalah tidak usah bayar kan? semua beres !! kenapa ancamanmu itu?".


Robert berdecih saja mendengarnya, ia tidak mengatakan pada Anne kalau Raka itu adalah Seorang Master Mafia, Robert bisa menebak apa yang akan terjadi pada Anne jika tau targetnya orang kejam.


Raka membawa Raya ke rekan-rekannya mengenalkan Raya sekali lagi pada mereka, sungguh Raya benar-benar berubah jadi wanita anggun yang berwibawa.


.


Raya menautkan alisnya melihat Anne berjalan ke arah seseorang.


"siapa yang dia datangi? ". geram Raya merasa marah.


Raya berdiri tegak lalu berlari kecil memasuki kerumunan mengikuti Anne yang keluar dari acara pesta menuju dapur.


"kenapa dia pergi kesana? bukannya ini toilet? ". gumam Raya keheranan.


"bagaimana rencanaku? ". tanya Anne pada seorang pelayan di dapur.


"semua sudah diatur Nona..! kami juga sudah menyiapkan Kamarnya ada di lantai 18 nomor 223". pelayan memberikan kunci kamar Anne.


"siapa yang mau dia jebak? apa suamiku? ". batin Raya mengepalkan tangannya.


Raya berbalik pergi kembali ke acara pesta, Raya mengedarkan pandangannya mencari Raka di tengah keramaian acara.


"kenapa aku meninggalkan tempat tadi? sekarang kemana aku harus mencari suamiku? ". gumam Raya dengan raut wajah khawatir.


Raya naik ke lantai atas aula lalu matanya menelisik seluruh manusia yang ada di aula bawah.


"Suamiku? kamu dimana? ". gumam Raya dengan panik.


Raya melebarkan matanya seketika mendengar bisikan pelayan yang lewat di belakangnya.


"ada pria sangat tampan tadi di jebak oleh salah satu pelayan pria dengan mengatakan istrinya ada di sana".


"apa kau tidak kenal siapa pemilik pria itu? "

__ADS_1


"tidak tau". gelengan kepala pelayan lainnya.


"Nona Raya, tuan Raka Mahawira adalah CEO muda yang masuk dalam jajaran pria hebat, dan tuan tampan itu milik nona muda Melviano".


"Abang? ". batin Raya terus mendengarkan pembicaraan pelayan demi mendapatkan secercah jawaban dimana suaminya berada.


Raya langsung melesat pergi setelah tau lokasinya, Raya berlari sambil mengangkat gaunnya masuk lift.


"Suamiku.. bertahanlah..! ini salahku karna meninggalkan tempat dudukku saat kamu pergi sebentar ke toilet". gumam Raya gelisah juga khawatir sambil menatap lantai tujuan Liftnya saat ini.


Raya berlari keluar dari lift lalu matanya menoleh kiri dan kanan, Raya memejamkan matanya lalu mengfokuskan diri dengan menajamkan pendengarannya.


Raya langsung membuka matanya melihat ke arah Kanan, tanpa aba-aba lagi ia berlari ke arah kanan.


Raya mendengar perkelahian di sekitarnya tapi tidak ada orang,


"dimana mereka berkelahi? ". gumam Raya


Raya memutar kepalanya dan melihat ada pintu tangga darurat dibelakangnya, Raya membuka pintu itu dan melihat Raka tengah berkelahi dengan para anak buah Robert.


"Abang? ". panggil Raya menggema


semua orang melihat ke arah Raya, Raka mengambil kesempatan itu menghajar mereka semua sampai berjatuhan ke bawah tangga


Raya menuruni tangga, ia sama sekali tidak terganggu dengan heels juga gaunnya, saat ini Raya ingin sekali mencabik-cabik mereka semua yang telah berani menipu suaminya.


"sayang..? jangan kesini..! ". teriak Raka


Raya tak mengindahkan peringatan suaminya, ia menyerang banyaknya anak buah Robert yang tengah mengeroyok suaminya.


"sayang? ". Raka menepuk jidatnya dengan kelakuan istrinya itu.


"berani sekali kalian menggunakan namaku untuk menjebak suamiku ha? ". amuk Raya seperti singa betina lepas saja.


Raka sampai mematung saat Raya menyerang mereka semua membabi buta, heelsnya menyepak terjang siapapun yang ada didekatnya hingga mereka semua berguling-guling ke bawah.


"kau..? pelayan itu kan? ". Raya menunjuk ke arah Pelayan yang ketakutan.


Raya menarik kerah pelayan pria itu lalu menamparnya dengan geram penuh kemarahan dan melemparnya ke bawah hingga menimpa yang lainnya.


"sayang? ". panggil Raka dengan raut wajah lucunya


Raka sama sekali tidak terluka tapi Raya tadi mengamuk seolah dirinya sedang terluka parah hingga kritis saja padahal tidak sama sekali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2