Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Bonus Ekstra Part. 2


__ADS_3

.


.


Alya menatap rembulan malam.


"yaaah.. nggak ada lagi kembang apinya". gumam Alya tak bersemangat.


Alya melirik ponselnya yang ada di meja terdekatnya, ia merasa dirinya masih terikat dengan keposesifan seluruh keluarganya terutama sang papi (Dylan).


"kalau begini kapan aku bertemu dengan pria kelima?? ". gerutu Alya


"Ck...! berisik! ". ketus Alya melirik tajam ponselnya yang masih bergetar hingga ponselnya hampir jatuh.


Alya tak mengindahkan panggilan dari nomor asing itu,


tak...!! . (ponsel Alya jatuh)


ponsel Alya yang sudah jatuh pun masih di abaikan Alya.


Alya mulai jengah dan berjalan mendekati ponselnya yang masih bergetar walau sudah di lantai, Alya memiringkan wajahnya melihat nomor asing itu lagi.


"dari mana Veer dapat nomorku coba? selalu saja ganti nomor padahal udah aku blok". geram Alya


"setelah ini aku akan ganti nomor". lanjut Alya lagi dengan geramnya


Alya terpaksa mengangkat panggilan Veer untuk terakhir kali menurutnya, sebab Alya akan mengganti nomornya walaupun nomornya saat ini sangat penting.


"apaaa? ". tanya Alya dengan ketus


"kamu dimana Alya? ". tanya Veer dengan lembut


Alya memutar kedua bola matanya dengan jengah, "aku sibuk! jangan ganggu aku lagi..! ".


tuttt....!!


Alya mematikan panggilannya secara sepihak, ia tidak mau membuka hati pada pria yang sudah dikenal baik oleh banyak orang itu.


Veer sangat baik, banyak wanita yang mulai menggilainya semenjak Veer secara terang-terangan mendekati Alya.


Veer yang sangat sabar dengan penolakan Alya, tidak pernah kesal apalagi marah membuat Veer makin banyak saja penggemarnya, tapi Alice terus saja memperingati Alya yang terlihat tenang belum tentu aman.


"tahan hatimu Alya..! dia baik dan lembut tapi hanya bertahan 10 tahun saja, dia punya keponakan tiri yang sangat cantik beberapa tahun lagi". dumel Alya mengingat diri.


"memang dia pria ke empatnya Alya..! dia akan mencintai keponakan tirinya beberapa tahun lagi, dia bilang sekarang hanya menjaga tapi nanti akan tumbuh cinta dihatinya karna keponakannya masih muda dan bening". kata-kata Alice terngiang-ngiang di kepala Alya.


Alya menggeleng-geleng kepalanya.


"jangan pikirkan apapun lagi Alya..! sudah cukup..! kenapa kau suka sekali memikirkan hal yang tidak penting". gumam Alya memukul-mukul kepalanya


Alya berdiri kembali dan menyandar ke sisi balkon, Alya bisa melihat di kegelapan, mata birunya seakan berkilau memperhatikan seseorang di kegelapan.


"siapa dia? ". gumam Alya melihat sisi kiri dan kanannya.


"tidak mungkin". Alya mengucek kedua matanya demi memastikan dirinya tidak salah lihat.

__ADS_1


Alya melebarkan matanya saat sosok yang ia lihat tadi tak lagi tampak.


"Apaaa?? jadi tadi hantu? aku bisa lihat hantu apa?". pekik Alya dengan syok membekap mulutnya sendiri.


perlahan kepala Alya berputar pelan ke sisi kiri dan kanannya, ia mulai merinding seketika.


"aaaahhhhh!!! ". jerit Alya meloncat kaget dan lari pontang-panting memasuki kamarnya.


.


sosok pria tadi mendengar jeritan Alya, ia kembali mengintip dan sudut bibirnya tertarik ke atas.


"imut!". gumam nya berjalan meninggalkan tempat itu.


"Al? ". panggil Nana segera merangkul lengan kokoh pria tampan itu.


Al melirik lengannya dan menepis tangan Nana perlahan, "aku tidak bersemangat lagi..! lebih baik kita pulang".


"pulang? ke jakarta? ". tanya Nana tak percaya


"hmm! ". sahut Al melenggang pergi meninggalkan wanita bayarannya.


"tapi kita belum ngapa-ngapain Al! ". protes Nana berlari kecil menyusul Al yang sudah masuk ke dalam mobil.


Al mengabaikan saja wanita yang sudah ia bayar dengan sangat besar itu, entah mengapa mood nya hancur saat ini.


.


.


beberapa hari kemudian.


"kenapa sayang?". gemas Arya mencubit kedua pipi adiknya yang sangat menggemaskan dengan wajah datarnya itu.


"kenapa aku harus ke Vietnam abang? ". protes Alya dengan kesal sambil menurunkan kedua tangan jahat saudara kembarnya itu yang hobynya mencubit kedua pipinya.


"harus Alya..! kamu tau sendiri kan? bang Satria lagi pergi tuh ke Dubai bawa anak-anak serta istrinya, sama juga dengan Kak Raya pergi ke Pulau Pribadi untuk ajak liburan anak-anaknya, abang sibuk nih sama acara yang ada di singapura". jelas Arya dengan memelas.


"tapi kenapa Alya yang ke Vietnam? abang aja yang kesana biar Alya yang ke Singapura". Alya


"tidak bisa dek..! sini ikut abang! ". Arya menggenggam tangan Alya dan membawanya pergi ke Ruangan kerjanya.


panjang penjelasan Arya akhirnya Alya mengerti dan tidak bisa berkata-kata lagi.


"nanti kalau bang Satria udah balik kamu boleh liburan deh..! hmmm? ". bujuk Arya mengelus kepala Alya.


"hmm". sahut Alya mulai mengerucutkan bibirnya hingga Arya terkekeh pelan.


.


.


beberapa hari kemudian.


kini Alya berada di Hotel ternama di negara Vietnam, ia menatap kesal pemandangan kota yang sangat indah tapi Alya tidak bisa bermain-main di negara itu karna tuntutan pekerjaannya.

__ADS_1


"Nona? ". Ayu datang membawa sebuah kotak besar.


"apalagi? ". Alya menoleh ke Ayu yang memegang sebuah kotak besar.


"gantung aja gaunnya". pinta Alya


"baik Nona! ". Ayu membuka kotak besar itu dan langsung menggantung gaun indah untuk acara pertemuan penting Alya sebagai perwakilan Perusahaan MattGroup.


.


.


"berapa jam lagi? ". tanya Alya melihat jam dinding di kamarnya.


"1 jam lagi Nona". jawab Ayu dengan sopan.


Alya menghela nafas panjang, "aku pasti akan bertemu Veer! ". gumam Alya dengan malas.


"saya akan lindungi anda Nona! ". ucap Ayu dengan serius.


"dia tidak akan melukaiku hanya saja beberapa wanita memandangku seperti aku ini gadis yang paling jahat yang ada di muka bumi ini, karna menolak pria baik sepertinya". gumam Alya dengan pelan.


"Nona yang akan menjalani hidup Nona kedepannya, mengapa harus memikirkan pandangan orang lain Nona? mereka tidak mengerti apa-apa". Ayu berkata dengan serius.


Alya menghela nafas pelan, "ok..! bantu aku memakai gaun itu! ".


"baik Nona! ". Ayu


.


.


acara pertemuan penting di aula Hotel ternama di negara Vietnam pun mulai di buka, musik mulai diputar dengan lagu kekinian.


Alya masih merias diri dengan make up tipis dan memakai lipstik dengan warna manis,


"acara sudah di mulai Nona.. apa anda tidak akan turun? ". tanya Ayu


"iya bentar..! abang Arya sibuk nelfon nih! ". sungut Alya


beberapa puluh menit kemudian,


Alya membenahi pashmina nya dan memperhatikan make up matanya yang sedikit tebal karna Arya tiba-tiba menghubunginya hingga Alya terkejut.


"apa aku harus cuci muka dulu Ayu? aku merasa riasanku terlalu tebal". tanya Alya beralih ke Ayu.


"tidak Nona..! make up anda tidak tebal malah sangat cantik". puji Ayu dengan senyuman.


Alya memutar bola matanya dengan malas, "nanti Veer besar kepala berpikir aku berdandan karna dia".


"tidak akan Nona! ". potong Ayu dengan cepat.


.


.

__ADS_1


__ADS_2