Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Bonus Ekstra Part. 8


__ADS_3

.


.


Alya memang polos tapi perihal hubungan dewasa Alya juga tau walau tidak tau secara detail.


"kamu ngomong di depan anak gadis Alice". tegur Raya dengan mata melotot membuat Alice tersadar langsung membekap mulutnya.


"maaf Alya..! hehe.. otakmu masih suci". ucap Alice nyengir kuda.


Raya menghela nafas pasrah dan Alya memegang kedua pipinya untuk mendinginkan pipinya yang merah juga terasa panas.


"kalau kamu memang tidak mempermasalahkannya dek, kakak tidak akan mengatakan apapun yang penting kamu harus siap masalah yang akan datang menimpamu saat banyak para wanita asing mendatangi suamimu hanya untuk bermalam". Raya berkata.


"iya kak..! Alya bisa mengatasi cinta semalam nya nanti, Alya akan buat mereka tidak akan berani mendekati Al saat berada di sisi Alya". Alya menjawab dengan senyuman.


"Alya kamu sudah dewasa". senyum manis Alice dengan bangga.


"aku memang sudah dewasa". balas Alya tersenyum lebar


Alya dan Alice tertawa cekikikan dan Raya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"aku jadi merindukan anak-anak kakak". ucap Alya tiba-tiba


Raya dan Alice saling pandang.


"anak siapa?". tanya mereka berdua serentak.


"hehe.. anak-anak kalian berdua.. hihihi... " jawab Alya hendak berlari tapi di tahan tangannya oleh Raya.


"lihat udah jam berapa! ". tunjuk Raya dengan serius


Alice juga mengangguk, "besok aja..! kita kelamaan berbicara jadi lupa waktu udah malam aja".


"kenapa mereka tidak mencari kalian? ". tanya Alya dengan heran.


Alice dan Raya tertawa mendengar pertanyaan Alya.


"Raski dan Riski sangat mandiri Alya walaupun mereka masih kecil dimatamu tapi bagiku mereka berdua si dewasa cadelku..! mereka tidak akan mengganggu kakak sedangkan Cerry akan mencari Daddynya dibanding Mommynya". jelas Raya dengan santainya.


"begitu juga dengan Abang, Kakak sama adek.. mereka bertiga juga dewasa noh.. aku aja bertanya-tanya apa benar mereka itu anak-anakku, kenapa bisa dewasa sebelum waktunya". sahut Alice tak kalah santainya.


Alice memiliki 3 anak kembar, anak pertama Laki-laki bernama Zakky Sata Melviano (abang), anak kedua perempuan bernama Zaskia Sata Melviano (Kakak), dan anak bungsu laki-laki bernama Zayden Sata Melviano (adek).


"masa sih? kenapa mereka bisa cepat sekali dewasanya? apa suami kalian yang mengajarkan mereka? ". tanya Alya heran


"entah! ". jawab Alice dan Raya juga serentak.


"paling yang masih anak-anak malah ayah mereka". gerutu Alice


Raya mengangguk dan Alya mulai jengah mendengarnya.


"ya sudah..! kalian pergilah! aku mau tidur duluan". usir Alya dengan kesal.


Alice dan Raya mengabaikan Alya malah mengejek adik mereka itu.


"maka nya cepat menikah". ejek Raya


"kan udah ketemu tu sama jodohnya, nikah aja biar tau gimana rasanya punya suami yang bertingkah seperti bayi". kekeh Alice

__ADS_1


Alya menatap kesal ke Raya juga Alice, kedua wanita cantik itu segera melarikan diri sambil tertawa.


"udah ketawanya? ". Satria menunggu Alice didepan pintu


Raya termangu melihat Raka juga bersidakap dada menatap dirinya.


Raya dan Alice saling melirik satu sama lain.


"kalian kalau sudah bertiga pasti lupa sama suami, kamu lupa sudah punya suami sayang? ". omel Raka


"kamu ini kenapa sayang? ini alasanmu minta cepat pulang? cuma mau bergosip dengan Alya? kamu lupa aku ini suamimu bukan Alya suamimu dia adikmu". omel Satria.


Alya menjulurkan lidahnya ke Raya dan Alice yang melihat ke arahnya dengan raut wajah memelas.


"aahhh! Hubby ! ". pekik Alice di gendong seperti karung beras oleh Satria.


Raya memekik kaget saat Raka menggendongnya dengan romantis tapi yang membuat Raya gelisah adalah tatapan Raka yang berkata seolah habislah kamu malam ini sayang.


"oiii... tutup pintunya...! ". teriak Alya dengan kesal


krik... krik...


Alya berdecak kesal, ia bangkit sambil mengomel-ngomel menutup pintu kamarnya yang terbuka lebar, Alya mematikan lampu nya hanya dengan cara mengibaskan tangannya ke udara.


.


Alya berteriak kesal karna tidak bisa tidur,


"isssh.. kenapa lagi nih? kenapa sulit sekali tidurku malam ini". dumel Alya dengan frustasi.


Alya yang tidak bisa tidur malah memilih menonton drama saja, ia menonton kisah cinta seorang Cassanova bersama seorang Gadis lugu nan polos.


"bodo amatlah.. yang penting nonton". senyum tipis Alya.


.


.


pagi-pagi.


"Utty....? " teriak Cerry dan Zaskia dengan heboh menerobos masuk ke kamar Alya.


"iya sayang?". sahut Alya di kamar ganti.


Cerry dan Zaskia berputar arah, mereka berdua berlari dengan kaki kecil mereka ke arah ruang ganti baju Alya.


"kenapa sayang? ". tanya Alya berjongkok mengusap kedua pipi keponakannya.


Cerry dan Zaskia menyeringai lebar hingga Alya gemas dengan keimutan khas kedua anak Raya dan Alice ini.


"ada apa? hmm? ". tanya Alya mencubit sayang pipi Zaskia dan Cerry.


"Glanma culuh uty kebawah buat calapan belcama". jawab Cerry


"iya uty..! Glandma bilang glandma buyut uga datang". sambung Zaskia.


"Grandma buyut? (Alya teringat Grandma Kaira)". gumam Alya berbinar seketika.


"Grandma buyut udah datang sayang? ". tanya Alya

__ADS_1


"dalam peljalanan kecini". jawab Zaskia dan Cerry serentak.


"ok.. ayo kita turun! ". ajak Alya merentangkan tangannya.


Zaskia dan Cerry serentak memeluk Alya, dengan sayangnya Alya menggendong kedua keponakan kecilnya, hanya Keponakan perempuannya saja yang mau di gendong oleh Alya tidak meremehkan kemampuannya.


"ayo ita ulun...! ". seru Cerry dengan gembira


Zaskia juga bertepuk tangan dengan senang di gendongan Alya.


.


.


"kamu menggendong mereka sekaligus dek? ". tanya Raya terkekeh


"Zaskia berat loh". goda Alice


"ndak belat..! uty tuat tok! ". sungut Zaskia dengan kesal dikatakan berat.


"iya.. sayang.. maafkan mama ya? ". ucap Alice tersenyum


"sudah.. sudah.. ayo sini duduk..! ". ajak Shindy.


mereka berkumpul bersama-sama menjelang Kaira dan Pasha tiba di tempat ini, tak berapa lama orang yang di tunggu-tunggu pun hadir.


sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama seperti saat ini, Grandma Kaira melihat ke arah Grandfa Pasha dan tak sengaja melihat Suaminya menangis walau cepat di usap biar tidak ketahuan.


.


.


(bagi yang Rindu Kaira dan Pasha Cuzz Nae tambahkan Partnya.. Wkwk..)


di kamar Pasha di Mansion Melviano


"Hubby? kenapa menangis tadi? ". tanya Kaira penasaran mengelus rahang Pasha.


walaupun mereka sudah berumur tapi Suaminya Kaira masih tampan karna rajin olahraga begitu juga Kaira.


"aku tidak menyangka benar-benar memiliki keturunan". jawab Pasha sambil tersenyum haru menatap Kaira yang memberikannya keturunan.


Kaira tersenyum masih mengelus rahang suaminya, "terimakasih Hubby menerimaku setelah apa yang aku lakukan padamu dimasa lalu". ucap Kaira dengan tulus.


"apa yang kamu lakukan sayang? aku yang harusnya minta maaf..! aku jahat padamu tapi karnamu aku memiliki keluarga besar seperti sekarang, jika aku tidak bertemu denganmu mungkin sampai sekarang aku sendirian di tepi pantai setelah meninggalnya mama dan papaku". lirih Pasha.


Kaira tersenyum lembut mengusap air mata Pasha, Kaira berhati lembut membuat hati Pasha melunak selunaknya, tidak akan ada yang tau jika Pasha yang dikenal kejam dimasa muda nya dulu kini telah berubah 360°.


.


.


.


eeeh.. keseleo... wkwk..


.


.

__ADS_1


__ADS_2