
.
.
.
"kak? ". panggil Nia dengan serius
"hmm? ". sahut Arya
"tadi aku lihat di ponselku ada acara Reunian kampus di angkatanku besok malam". lapor Nia
"kenapa? jangan bilang kamu mau menemui mereka". Arya
"apa aku tidak boleh datang kak? ". tanya Nia dengan ekspresi mimik sedihnya.
Arya menghela nafas, "siapa yang mau kamu lihat disana?". tanya Arya
Nia menggeleng kepalanya pelan, "cuma mau lihat mereka aja, ada beberapa teman Kuliah yang baik padaku dan aku ingin bertemu mereka".
"perempuan atau laki-laki? ". tanya Arya
"kenapa kakak cemburuan sekali? aku tidak punya teman laki-laki waktu kuliah kak, lagian yang disukai mereka adalah perempuan berkelas sementara Nia enggak". gerutu Nia
"siapa bilang kamu tidak berkelas? ". Arya bertanya dengan serius.
"hmmm? ". Nia
"kamu semakin mempesona setelah menjadi istriku sayang, aku yakin mereka akan tertarik padamu terutama manusia berjenis kelamin laki-laki, tapi perempuan akan menggunakan beragam cara untuk menjatuhkanmu". jelas Arya
Nia tampak berpikir, "aku tidak selemah itu lagi kak, aku berjanji akan melawan !! hmmm.. atau perlu aku bawa Ricis? ". tanya Nia berbinar
Arya mengelus kepala Nia, "kamu yakin mau hadir ke acara itu? ".
Nia mengangguk pelan, "iya kak"
"ya Sudah". jawab Arya pasrah
Nia tersenyum begitu bahagia, ia langsung memeluk Arya dari samping.
"kakak tenang saja..! hatiku sudah sepenuhnya milik kakak dan aku tidak akan pernah berpaling, aku akan menjadi wanita paling bodoh berpaling dari kakak". kata Nia di pelukan Arya
Arya tergelak, "lalu kamu mau menyindirku akulah yang bodoh telah jatuh cinta pada gadis bodoh dan polos sepertimu".
Nia mengangguk-ngangguk, "tapi aku sangat suka".
Arya menggeleng kepalanya, "aku juga tidak tau mengapa aku mencintai wanita bodoh sepertimu". Arya terkekeh geli mengingat perasaannya untuk Nia.
Nia mengerucutkan bibirnya, "aku sudah berubah kak! aku tidak sebodoh itu lagi". bela Nia
"hmm! sana buatkan makan malam untukku sayang! aku ingin mencoba masakan menu baru mu lagi". pinta Arya
Nia tersenyum lebar, "kebetulan kak..? aku mau masak! ".
Nia mengecup pipi Arya lalu berlari meninggalkan Arya yang terdiam persekian detiknya ia tertawa gemas dengan kelakuan Nia.
.
ke esokan malamnya
__ADS_1
Sery dan Nisa datang berdua ke acara Reunian kampus nya.
"loh.. Sery? kok tumben tidak bawa Jiji? ".
Sery mengabaikannya saja sedangkan Nisa melototi temannya itu.
"apa Jiji datang? ".
"dia nggak akan datang karna dia sedang hamil anak Putra". jawab Nisa ketus
"whatttt??? ". pekik semua orang
siapapun tau Sery memiliki hubungan dengan Putra yang profesinya sebagai model tampan, sifat Sery yang pamer sering memposting fotonya sendiri dengan Putra membuat mereka tau kalau Putra adalah kekasih nya Sery.
"sudah jangan dibahas dia". Sery berkata dengan tatapan tajamnya yang penuh ancaman.
hening seketika.
"diantara kita yang paling berhasil itu Chania ya? aku lihat di TV dia menikahi Pria Caebol Melviano, waah.. dia hebat sekali tapi tidak ada yang mengundang kita diacara pernikahannya".
"kenapa mereka harus mengundang kita?". tanya Sery
"loh? kok malah bertanya sih? ". kekeh teman Sery
"kita semua tidak pernah menganggap dia ada, atas dasar apa dia memberi kartu Undangannya yang seharga 10 Juta itu pada kita? ". Sery menertawai diri sendiri
"10 Juta? 1 undangannya 10 Juta? ".
"iya.. bayangkan saja berapa uang keluar mereka saat Nia menikah dengan Tuan Arya". sambung Nisa begitu dramatis.
"emangnya apa yang ada di kartu undangan itu hingga harganya sampai 10 Juta, gila 1000 undangan udah berapa uangnya?".
"iya.. iya.. menurut kalian Nia datang ke acara ini atau tidak? ".
"apa dia akan membuli kita sama seperti kita membulinya dulu? ".
"sudah.. aku bilang jangan menggosip lagi kan? ". ketus Sery dibalas anggukan setuju oleh Nisa
.
Sesuai dengan janji Nia ia akan datang ke acara Reunian kampus bersama Ricis
"kamu yakin Nia? ". tanya Ricis melihat Restaurant tempat janji temu teman-teman kampus Nia.
"iya.. mereka menyewa 1 aula besar supaya semua teman 1 jurusan Kuliner datang ke pertemuan ini ". jawab Nia
.
pintu Aula terbuka dan masuklah seorang Pelayan dan mereka semua mendesah kaget karna mengira itu adalah Nia.
"silahkan Nona! ". ucap Pelayan itu memberi jalan untuk seseorang.
semua teman-teman kampus Nia menoleh ke arah pintu dan muncullah Nia dengan penampilan sederhananya yaitu rambut di ikat ekor kuda, Nia memakai baju kaus putih besar milik Arya dimasukkan ke dalam dengan rok sepanjang lutut.
Arya tidak mengizinkan istrinya berpakaian seksi, walau begitu Nia mematuhi apapun yang Arya perintahkan supaya Arya tenang dan percaya padanya.
Sery dan Nisa berdiri lalu berlari kecil dengan heels mereka ke arah Nia.
"Nia? kenapa pakaian mu begini?". tanya Nisa penasaran namun tidak terkesan merendahkan.
__ADS_1
"wow..! ini Kaus yang pernah dipajang di museum desaigner Amerika ya? Kaus ini sangat mahal". Decak Sery melihat baju Kaus simpel yang dikenakan Nia.
Nia mengerucutkan bibirnya, "ini semua karna kak Arya, aku disuruh pakai beginian untuk menghadiri acara pertemuan ini".
"waah.. aku iri". gemas Nisa
Ricis mengawasi Nia dari belakang, awalnya ia waspada tapi Nia memberi isyarat seolah semua akan baik-baik saja.
"Tuan Muda pasti tidak ingin tubuhmu dilihat mereka". kekeh Sery
"kamu udah baik-baik aja? ". tanya Nia ke Sery
Sery tersenyum, "baik dong..! ayo bergabung..! ".
mereka bertiga jalan bergandengan layaknya teman lalu mendekati teman-teman yang lainnya
"kalian kenapa? ". tanya Nisa dengan heran
ternganga, syok, tidak percaya, mereka sering membuli Nia tapi Sery, Nisa dan Jiji yang paling kejam membuli Nia, namun yang mereka lihat kini bagai ada petir diterik panas nya matahari.
bagaimana bisa Sery, Nisa begitu akrab dengan Nia.
.
"iya.. iya.. Maaf aku tidak bisa mengundang kalian, sebagai permintaan maafku, aku akan traktir kalian semua". ucap Nia ceria
"Nona..! Ingat Tuan memperingati untuk tidak menggunakan uang mentraktir laki-laki, Tuan Muda bisa marah". kata Ricis membuat semua orang terbelalak.
Nia tertawa canggung melihat para lelaki, teman-teman 1 kampusnya.
"tapi kak Arya kan tidak tau Cis..! ". bisik Nia
"kamu mau melawan Tuan Muda Nia? ingat..! bagaimana jika Tuan Muda marah? jangan coba-coba". ketus Ricis
Nia memberengut pasrah
Nisa dan Sery saling pandang.
"Nia? ". panggil Nisa
"hmm? ". sahut Nia dengan nada tak bersemangat
"apa Dia memang pengawalmu? ". tanya Nisa
Nia menoleh ke Ricis
"iya Nia.. apa dia pengawalmu? kenapa bicaranya tidak formal? ". tanya Sery
"dia teman yang di berikan oleh Kak Arya untukku, aku tidak punya teman kalau di Apartemen jadi memberi Ricis untukku, tapi dia sangat bawel !!". jawab Nia dengan serius
"teman?". beo semua orang
diam-diam Ricis menatap Nia dengan tatapan kagum, ia sekarang mengerti mengapa Arya sangat mencintai gadis bodoh ini.
Ricis sendiri gemas apalagi Arya, dimana perilaku Nia yang bodoh dan polos membuat siapapun ingin menjaga dan menyayanginya.
.
.
__ADS_1
.