
.
.
"Tuan? bagaimana pakaian saya tuan? apa sesuai dengan tema seksi tuan?". tanya Anne pada Raka
Raya menoleh pada Anne dengan raut wajah datarnya. Raka bukannya menjawab tapi malah memejamkan matanya di bahu Raya.
"sayang aku lelah". kata Raka dengan rengekan kecilnya.
Raya mengusap rahang Raka sambil menatap remeh ke arah Anne.
"pakaianmu tidak bagus seperti menjual harga dir* saja.. pemotretan yang di lakukan hari ini adalah mengenalkan produk ke publik bukan memperlihatkan tubuhmu ke publik, apa cuma itu bajumu? ". ejek Raya dengan cibiran kasarnya.
Anne mengepalkan tangannya, "iya Nona..! pakaian ini sedang trend apa anda tidak tau? baju anda memang mahal tapi tidak sesuai dengan trend zaman sekarang".
Raya tersenyum miring, "aku tidak mau memperlihatkan tubuhku pada pria lain selain suamiku..! kau faham kan maksudku? ".
Anne kehabisan kata-kata, ia ingin berbicara mengenai tubuhnya yang sangat bagus tapi dirinya di panggil oleh Pak Oji sebab pemotretan akan segera di lakukan.
Raya melipat tangannya dengan senyum mengejeknya ke arah Anne, Anne pergi dengan muka masam nya.
"apa aku bisa menggaetnya dengan cara seperti ini? aku tidak tahan menggunakan trik ini, lebih baik aku gunakan trik C". batin Anne dengan geram.
Anne tipikal wanita yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan termasuk tubuh pria, jika Anne sudah menjerat salah satu Pria maka apapun yang terjadi ia akan mendapatkannya tidak peduli pria itu sudah beristri sekalipun.
siang harinya, makan siang pun datang, Jon membawa banyak makanan dari Restaurant Nolan Food.
"abang..? bangun? ". Raya menepuk-nepuk pipi Raka yang benar-benar tertidur di bahu Raya.
Raka menggeliat kecil, perlahan ia membuka matanya.
"aku tertidur sayang? ". tanya Raka dengan linglung seperti anak kecil saja.
Raya terkekeh pelan, "iya abang..! ayo makan ! eeh... belum, cuci tanganmu dulu ya? ".
Raka mengangguk sambil menutupi mulutnya yang menguap lebar, para karyawan Raka benar-benar takjub, mereka tidak pernah melihat sisi menggemaskan Raka.
.
"terimakasih Tuan..! kami sudah menyelesaikan pemotretan hari ini.. untuk di publikasikan saya akan mencarikan foto terbaik". kata Pak Oji dengan senang bekerja sama dengan Raka.
"sama-sama tuan..! saya percaya akan kemampuan anda". Raka memuji rekan bisnisnya itu.
Pak Oji dan Raka selesai berbicara mengenai pekerjaan langsung keluar dari Perusahaan New R Group bersama Anne yang tidak dianggap oleh Raka, disapa pun tidak hingga Anne makin bertekat ingin mendapatkan Raka walau harus dengan cara curang.
Raya membantu Raka bekerja sampai sore,
"abang aku pulang ya? ". Raya mengusap rahang Raka.
__ADS_1
Raka tersenyum lembut mengecup sayang telapak tangan Raya.
"terimakasih telah menjadi sekretarisku sayang..! pekerjaanku jadi lebih cepat selesai". kata Raka melihat dokumennya sudah berkurang banyak walau masih ada yang menumpuk.
"abang mau nginap lagi? ". tanya Raya
Raka mengangguk pelan.
"kapan abang mau ke Rumah Sakit? ". tanya Raya terkekeh mengingat janji suaminya akan periksa ke dokter.
Raka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "pekerjaanku banyak sekali sayang..! aku janji akan pergi ke dokter".
Raya tersenyum manis dan mengecup pipi Raka, "selamat sore".
"selamat sore.. aku akan antar kamu sayang". Ujar Raka tapi dibalas gelengan oleh Raya
"Dita sudah didepan abang". Raya menunjukkan layar ponselnya ada kiriman pesan Dita
"aku antar juga sampai depan". Raka merangkul pinggang Raya.
untuk saat ini mereka saling mengerti satu sama lain, Raka sibuk dengan pekerjaannya sementara Raya tidak sibuk alias longgar sebab pekerjaannya diambil alih untuk sementara waktu oleh Arya, walau Arya masih muda tapi adiknya itu bisa diandalkan.
"saat pekerjaanku selesai apa kamu mau kita gelar pesta besar sayang? ". tanya Raka
Raya menoleh ke Raka, "pesta besar? ".
Raya menebarkan senyum tulusnya, "baiklah..! aku akan katakan sama papi dan mamiku".
Raka tersenyum lebar lalu memeluk Raya lalu mencium kening Raya dengan mesra.
"aku akan pastikan hanya kamu satu-satunya seorang Ratu dihatiku sayang!". Raka berkata dengan serius.
Raya tersenyum saja, "hmm.. terimakasih juga pada abang yang sudah mengerti aku..! membiarkan aku menginap di mansion melviano".
"kenapa kamu bicara seperti itu sayang? aku yang harusnya minta maaf karna tidak bisa pulang, kenapa kamu yang minta maaf? kamu tidak salah sayang, aku yang banyak pekerjaan hingga tidak ada waktu untuk menjagamu, beruntung istriku ini bisa menjaga diri".
Raya tertawa lebar, "ya sudah.. aku pulang ya? ".
Raka mengangguk mengusap pipi Raya.
.
Raka kembali bekerja setelah memastikan Raya sudah pulang.
selama beberapa hari Raya menginap di mansion Melviano untuk bisa konsultasi dengan Alice, bukan maksud hati Raya untuk memanfaatkan Alice tapi memang dirinya penasaran akan apa yang terjadi kedepannya.
Raka juga sibuk dengan pekerjaannya, sesekali Anne datang ke kantor untuk sekedar basa-basi bertemu Raka tapi selalu gagal dengan alasan Raka benar-benar sibuk hingga tidak punya waktu bertemu dengan tamu.
hari ini Raka sudah bisa pulang siang sebab pekerjaannya yang setinggi gunung himalaya sudah selesai, Raka merentangkan tangannya di depan mobil.
__ADS_1
"aaah.. sudah lama rasanya aku tidak membawamu ya?". Raka berbicara pada mobilnya.
padahal baru 8 hari Raka tidak membawa mobilnya kemana-mana, demi Raya ia rela libur panjang walau pada akhirnya dapat banyak pekerjaan yang membuatnya harus lembur berhari-hari di perusahaan.
.
Raka janji bertemu Raya di rumah sakit,
"sayang? ". Raka tanpa malu memeluk Raya di depan umum.
Raya mengusap punggung Raka, bohong jika dirinya tidak merindukan suaminya itu.
Raya terkadang datang ke Perusahaan Raka hanya untuk bertemu suaminya yang sangat banyak pekerjaannya, tapi sudah 2 hari juga Raya tidak datang ke kantor Raka namun masih bisa berkomunikasi untuk sekedar melepas rindu.
"aku sangat merindukanmu". bisik Raka memeluk Raya lagi lebih erat.
Raya tersenyum, "aku juga abang".
"apa abang tidak lelah? baru aja pulang bekerja setelah lembur tiada henti hmm? kenapa tidak istirahat saja di mansion? kan masih ada hari esok buat periksa". tanya Raya
"aku harus periksa sayang.! sangat penting bagiku kenapa kamu tidak juga hamil". jawab Raka
Raya melebarkan matanya mendengar orang disekitarnya tertawa lucu, Raya membekap mulut suaminya.
"abang? banyak orang kenapa omongannya ngga bisa di jaga sih? ". Raya melototkan matanya ke arah Raka.
Raka menyipitkan matanya dengan gemas ke arah Raya yang melotot galak itu, sudah lama juga rasanya Raka tidak menggoda Raya.
.
"semuanya Normal tuan.. nona.. Nona sangat subur begitu juga anda tuan..! tidak ada masalah hanya masalah waktu saja". kata dokter memperlihatkan hasil pemeriksaan Raya dan Raka.
"masalah waktu? maksudnya dok? ". tanya Raka dengan serius.
"pernikahan Tuan dan Nona belum cukup 5 bulan jadi hal wajar dalam pernikahan Tuan, biasanya umur pernikahan 12 bulan pun belum tentu dapat keturunan, rajin melakukannya saja jangan sampai bosan". kata dokter dengan senyum ramahnya.
Raka mengangguk-ngangguk mendengarnya sedangkan Raya sudah merah malu, enak sekali dokternya berbicara seperti itu malah Raya yang malu mendengarnya.
.
.
.
selamat beraktifitas...!!
.
.
__ADS_1