Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 49_ gagal


__ADS_3

.


.


Hari-hari Nia berlalu dengan sangat baik, ia bisa mengimbangi pekerjaan dan tugasnya sebagai istri untuk Arya.


"kenapa Nia bisa mengendalikan waktu ya Mi? ". Raya


"iya.. Nia sangat hebat". sambung Alice


"dia jadi Chef di Restaurant tapi di Mansion dia menjadi istri yang paling pengertian untuk Arya". sambung Alice lagi.


"sudah.. sebelum dia hamil memang harus seperti ini, Arya tau dia akan bosan maka nya diberi kebebasan bekerja di Luar Mansion kita". Shindy


"iya.. Nia orangnya pekerja keras, jika ada waktunya kosong takutnya dia akan melamun". kekeh Raya


"sudah.. ayo kita temui Grandma kalian di Kamar anak-anak menggemaskan kalian". Shindy menengahi sambil tersenyum manis meninggalkan Raya dan Alice.


Raya dan Alice pun mengikuti Shindy, mereka takjub dengan hari-hari yang dilalui Nia tidak ada mengeluh malah sedang masak siang pun untuk Arya masih bisa bersenandung.


.


.


diam-diam Arya memang selalu menunggu makan siang yang diantar oleh Nia, masakan Nia sangat pas dilidahnya.


"Tuan? ". Nia masuk ke Ruangan kerja Arya setelah mengetuk pintu Ruangan Arya


"sudah datang? ayo cepat..! aku sudah lapar". Arya menepuk sofa disampingnya.


"Tuan sudah lapar? ". Nia berjalan tergesa-gesa ke arah Arya


"tidak usah berlari, aku juga tidak mati kelaparan". kekeh Arya merasa lucu melihat Nia yang panik mendekatinya karna mendengar dirinya bilang lapar.


seperti biasa Arya makan bersama Nia, Nia juga tidak mau makan di Mansion sebelum melihat suaminya makan.


Arya yang begitu baik mengizinkannya bekerja tentu membuatnya begitu menghormati suaminya yang sangat mengerti dirinya padahal Arya tidak mencintainya.


Nia tidak akan serakah, ia melewati hari-harinya seperti saat ini sudah membuatnya bahagia, Nia tidak akan meminta lebih yaitu dicintai oleh Arya.


"kenapa kau tidak membeli apapun dengan Blackcard yang aku berikan untukmu? ". tanya Arya dengan serius


"hah? a.. aku tidak pergi ke supermarket Tuan karna di Mansion perlengkapan masaknya selalu ada". jawab Nia dengan malu


Arya terkekeh lalu mengetuk-ngetuk kening Nia, "apa di kepalamu ini hanya ada belanjaan sayur hmm? apa tidak ada yang lainnya? ".


"memangnya yang lain apa Tuan? ". tanya Nia balik dengan polos dan terlihat bingung


Arya menggeleng kepalanya sambil tersenyum gemas dan Nia melihat ketampanan Arya saat tersenyum seperti itu.

__ADS_1


"terkadang aku bertanya-tanya apa kelinciku ini memang perempuan". kekeh Arya


"maksud Tuan? ". tanya Nia makin kebingungan.


"apa kau tidak mau membeli baju hmm? seperti Piyama tebal supaya tidak pakai Baju double lagi setiap malam, perhiasan, sepatu atau sendal? ". sindir Arya membuat Pipi Nia memerah karna malu.


"T.. tuan tau? ". cicit Nia makin malu saja ditatap oleh Arya


"belilah piyama yang tebal jangan pakai baju berlapis lagi". kata Arya mengelus kepala Nia dan mengetuk puncak hidung Nia.


Nia mengangguk patah-patah.


"kalau begitu aku pulang Tuan, terimakasih". ucap Nia bangkit dan menyusun Bekal makan siang Arya lalu berlari langkah seribu meninggalkan Arya.


Arya tertawa sambil menggeleng-geleng kepalanya, Nia menutupi wajahnya yang sangat merah karna diejek oleh suaminya memakai baju berlapis setiap malam karna piyama nya tipis.


Nia tidak mungkin mengambil baju tidurnya yang memakai daster pendek di Apartemennya, Nia terlalu malu memakai pakaian biasanya jika berada di kontrakan.


.


di Mal MattGroup.


Nia pergi bersama Kaira, Shindy.


Nia berada di toko baju, ia mengambil 2 pakaian tidur yang berbahan dingin dan tidak transparan.


"ambil lagi sayang". Kaira


Nia kaget saat Shindy dan Kaira mengambil baju tidurnya berbagai model asalkan tebal, mereka tau Nia dan Arya belum melakukan malam pertama, karna menurut Shindy dan Kaira sangat wajar saja mereka menikah belum saling mencintai satu sama lain.


"itu Nia kan? ". teman Tia menunjuk Nia


Tia melihat ke arah Nia dan matanya melebar melihat belanjaan Nia yang sangat banyak, ia hendak melabrak saudaranya itu tapi ditahan oleh teman-temannya.


"dia itu sekarang Nyonya nya Tuan Arya Melviano Tia, jadi jangan gegabah". peringatan teman Tia


"nggak nyangka Ya..? Nia dulu sering jadi supir kita untuk dapatin uang tapi sekarang dia malah kaya raya karna mendapatkan suami yang hebat".


"ssstt...! "


keempat teman-teman Tia terdiam melihat Tia yang tampak menggeram dengan mata memerah melihat tawa Nia bersama Shindy dan Kaira.


"Nia sangat beruntung, bagaimana caranya dia bisa menggaet Tuan Muda Arya". bisik teman Tia


"ssst.. kenapa kau tidak bisa diam? ". kesal teman-teman Tia


Tia meninggalkan teman-temannya, seketika moodnya hancur melihat Nia yang diperlakukan begitu baik oleh Kedua Nyonya besar Melviano itu.


"kau mau kemana Tia? ".

__ADS_1


"kalian lanjutkan saja! aku ada urusan". ketus Tia


semua teman-teman Tia pergi meninggalkan Tia yang berjalan ke arah lain, entah apa yang Tia rencanakan untuk membuat Nia dibenci oleh Kaira dan Shindy.


.


Shindy, Kaira dan Nia di dalam mobil berada dijalan pulang, tiba-tiba Shindy menghentikan kendaraannya saat didepan banyak para preman pasar tengah menghadang mobil-mobil yang melewati jalan ini.


"kenapa? ". tanya Kaira


"ada preman pasar". jawab Shindy


"m. mereka itu Preman Pasar BC Mi.. Grandma, mereka pernah merampok Nia". Nia berkeringat dingin seketika melihat komplotan penjahat itu.


"benarkah? kalau begitu mereka harus diberi pelajaran". Kaira


"tapi mereka jahat Grandma". elak Nia


"mereka bukan apa-apa sayang.. tenang saja ya? ". bujuk Shindy


Nia terlonjak kaget melihat Kaira, Shindy keluar dari mobil, Nia juga ikut keluar walau takut.


"Eeh..? Non? ". salah satu ketua Preman hendak menjalankan aktingnya berlagak jadi anak buah Nia tapi melihat wajah Nia membuat mereka saling pandang satu sama lain.


"sial..! ". umpat mereka semua pelan.


mereka semua tentu ingat siapa Nia, mereka pernah merampok Nia sebelumnya mereka dibayar oleh seseorang untuk berakting menjadi bawahan perempuan yang memakai baju coklat dan Celana putih dari plat mobil Shindy tanpa diduga Nia lah orangnya.


Shindy dengan cepat menendang batu disampingnya dan mengenai kepala Ketua Preman yang hendak kabur itu.


Nia melebarkan matanya melihat aksi keren Shindy, mata Nia membelalak sempurna saat Kaira juga ikut melawan mereka semua.


dalam hitungan menit banyak nya preman pasar itu sudah tumbang dengan luka lebam serta mengalami patah tulang dibagian tertentu.


"ayo sayang..! " ajak Shindy


"ayo Nia sayang". ajak Kaira dengan gemas mencubit pipi Nia yang melongoh


di dalam mobil,


"selama ini aku hanya mendengar gosip-gosip para wanita Melviano sangat jago berkelahi tapi tidak menyangka semua itu memang benar". batin Nia


"bagaimana? pembalasan kami sempurna kan Nia?". tanya Shindy membuat Nia kaget


Kaira terkikik lucu melihat wajah Nia yang terlihat masih syok melihat mereka tadi yang bisa berkelahi, Kaira memang sudah berumur tapi tenaganya masih kuat karna rajin berolahraga, melawan preman pasar hal yang mudah baginya apalagi Kaira sering di ajari oleh Suaminya (Pasha).


.


.

__ADS_1


__ADS_2