Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 115_ lahiran


__ADS_3

.


.


.


Nia terus saja berusaha mendapatkan ponsel Arya namun bukannya mendapatkan apa yang ia inginkan, malah gagal saja yang ia dapatkan.


tengah malam, di atas tempat tidur.


Nia berusaha membuka ponsel suaminya namun tidak bisa karna ia pernah melihat sandi ponsel suaminya itu sungguh sulit (Ribet) dan Nia berkali-kali melihatnya pun tidak bisa ingat sandi ponsel Arya.


"kenapa sayang? ". bisik Arya di belakang Nia


Nia terlonjak kaget lalu melihat ke arah Arya sambil nyengir kuda,


"mau menghapus layar kunci ponselku hmm? ". tanya Arya dengan lembut memeluk Nia semakin posesif.


"iya suamiku.. ganti ya? nanti aku foto yang bagus deh terus aku kirimkan ke kakak, kalau mau di jadikan apapun terserah kakak nantinya". balas Nia


Arya membuka ponselnya didepan Nia, Nia menggeleng kepalanya melihat sandi ponsel Arya yang benar-benar memusingkan,


"udah kan? ". Arya mengganti pp layar kunci ponselnya.


Nia mengangguk, "terimakasih kak! ".


"hmm.. sekarang tidur ya? ". Arya meletakkan ponsel nya di meja nakas


Nia membalik tubuhnya lalu memeluk Arya dengan manja, Arya mengecup puncak kepala Nia lalu memejamkan matanya sambil memeluk Nia.


hari-hari terus berlalu,


tidak terasa detik-detik kelahiran sang buah hati Arya dan Nia akan tiba.


"Nona.. ku mohon makanlah buah ini! ". pinta Rubby dengan rengekan khasnya.


Nia melihat ke arah Rubby yang tampak menyedihkan.


"makan saja Nia..! kamu selalu saja membuatnya diomeli Tuan Arya, kenapa susah sekali makan buah hmm? ". tegur Ricis


"nggak tau kenapa..? aku nggak suka aja". jawab Nia


"atau mau dikasih madu Nona? ". tanya Rubby


Nia menggeleng


"di kasih Susu Nona? ". tanya Rubby dibalas gelengan kuat oleh Nia


"dikasih makan Rujak Nona? ". tanya Rubby


Nia menoleh seketika, "rujak? ".


"iya Nona..! Rujak". jawab Rubby semangat


"mau kalau Rujak". jawab Nia antusias


Rubby tersenyum lebar lalu izin membuat bumbu rujak di dapur.


.


Mata Nia berbinar seketika melihat buah-buahan segar di depan matanya sudah di potong-potong bersamaan ada bumbu rujak yang sangat menggugah selera.


"kebetulan saya sangat ahli membuat bumbu rujak Nona..! anda pasti tidak akan kecewa". Rubby memberikan sendok garpu ke Nia


Ricis menahan tangan Nia, Nia memberengut ke arah Ricis.

__ADS_1


"pakai ini dulu Nia". Ricis dengan telaten memasangkan Nia serbet di leher juga di paha dan perut Nia supaya tidak kotor.


Ricis dan Rubby memang kompak menjaga Nia, jika mereka tidak kompak mungkin Nia sudah seperti bocah kecil yang tidak punya ibu, biasanya Nia tidak pernah seperti ini tapi sejak mengandung Nia menjadi seperti itu seolah semua kepribadian dewasanya yang mandiri kini berubah seperti anak kecil.


"bagaimana Nia? ". tanya Ricis


"enak! ". puji Nia ke Rubby membuat senyum Rubby mengembang sempurna.


sore hari.


"aaah...!". pekik Nia seketika


"cepat bawa Nia ke Rumah Sakit! ". pekik Rubby


"ayo...! ". Ricis berlari mengambil kunci mobil ambulance.


Arya adalah suami siaga walau tidak bisa di sisi Nia selama 24 jam tapi Arya selalu menyiapkan hal penting untuk keperluan Nia kedepannya, saat dokter Kitty mengatakan Nia sebentar lagi akan melahirkan Arya langsung menyewa mobil Ambulance dan menyimpannya di parkiran mobilnya jika sewaktu-waktu Nia membutuhkan.


.


"Nona..? ". Rubby berusaha menolong Nia semampunya, walau bagaimanapun ia suster khusus Dr. Kinan jadi kemampuan seperti ini sudah diajarkan oleh Dr. Kinan.


Nia merintih kesakitan dan Rubby berusaha menenangkannya,


Ricis menelfon pihak Rumah Sakit, lalu menelfon Arya sambil fokus mengendarai mobil ambulance dengan kecepatan tinggi.


mobil ambulance lewat siapapun akan memberi jalan, bahkan lampu merah pun tidak bisa membuat mobil Ambulance berhenti, itulah kelebihannya dan itu juga sebabnya Arya menyewa mobil itu untuk sang istri.


di luar Rumah Sakit


Arya sudah menunggu bersama dokter dan suster.


pintu di buka, semua orang membantu menurunkan Nia dan memindahkan Nia ke brankar yang lebih baik.


"sayang? ". Arya menggenggam tangan Nia yang spontan saja meremas tangan Arya.


"iya. sayang.. maaf aku terlambat". ucap Arya mencium tangan Nia


"ayo dorong..! ". teriak Rubby


semua suster bergerak cepat mendorong Nia tanpa takut lagi pada Arya, sebab mereka tadi tidak bergerak karna takut mengganggu Arya.


"Ayo Tuan..! kita harus cepat !". Ricis


Arya berlari kecil membantu mendorong Brankar Nia, melihat Nia yang sedang kesakitan membuat Arya kalap hingga tidak ingat apa-apa lagi.


Ricis yang menghubungi Shindy, Rubby masuk ke Ruang Persalinan Nia sebab ia seorang suster Nia yang akan memberi tau apa saja keluhan Nia.


karna adanya Rubby yang bergerak cepat, dokter Kitty pun lega karna ada seorang suster yang cekatan, Arya benar-benar tidak salah pilih menyewa Rubby sebagai suster pribadi Nia.


"sayang..! ". Arya mengelus kepala Nia.


"tidak apa kak..! aku senang akhirnya anak kita akan lahir". senyum Nia dengan wajahnya yang kian memucat dan banyak keringat bercucur di seluruh wajahnya.


"jangan berbicara sayang..! simpan tenaga mu". pinta Arya


"dokter..! apa perlu kita operasi caesar saja? ". tanya Arya


Nia menggeleng kepalanya, "aku tidak mau kak! aku mau anak kita lahir normal".


dokter Kitty melihat Rubby.


"jalankan sesuai perintah Nona saja". jawab Rubby dibalas anggukan oleh Dr. Kitty


Arya tidak bisa apa-apa karna Nia bersikeras ingin melahirkan normal, Nia tidak punya apa-apa tapi ia juga ingin menjadi seorang ibu yang sempurna untuk anaknya, ia ingin melahirkan normal sebisanya walaupun harus mempertaruhkan nyawanya.

__ADS_1


Nia ingin anaknya tau betapa Nia sangat mencintai mereka, Arya seperti bocah kecil yang tidak bisa apa-apa melihat penderitaan Nia.


.


butuh waktu beberapa jam Nia akhirnya bisa melahirkan normal sampai benar-benar buka 10,


"aaakkhhmmm...! ". jerit Nia dengan suara seraknya


"sayang! ". Arya melihat kebawah dimana bayi keduanya telah lahir dan menangis menyapa dunia manusia.


Nia yang lemas berusaha mengumpulkan tenaga semampunya tapi tetap saja tidak bisa cepat pulih, tubuh Nia benar-benar lemas tapi rasa bahagia di hatinya itu membuatnya merasa lebih kuat dari apapun.


Nia berhasil melahirkan kedua buah hatinya dengan normal walau sempat ada kendala, tapi berkat tekad kuatnya Nia akhirnya bisa di lewati olehnya.


"kak? ".


"tidak usah berbicara..! diamlah..! aku mencintaimu sayang.. simpan suaramu yang serak itu atau aku akan menangis". Arya


Nia mengulum senyum di wajah pucatnya,


"melahirkan anakmu dengan normal adalah impian terbesarku suamiku". kata Nia dengan nada pelan dan masih terdengar lemas.


Arya tidak mampu berkata-kata hanya bisa menciumi wajah istrinya dengan penuh cinta.


para suster yang mendengar pembicaraan mereka malah sempat-sempatnya melongoh namun dapat teguran Rubby membuat mereka sadar.


.


di Ruang VVIP


seluruh keluarga Nia dan Arya berkumpul kecuali Alya dan Al yang tidak bisa datang namun melakukan panggilan Vidio dengan Nia seolah Alya ada di sana bersama mereka.


"Arya akan beri nama anak Perempuan Arya adalah Andreana Melviano yang artinya perempuan Kuat Melviano dan anak laki-laki Arya adalah Andrew Melviano yang artinya si gagah pemberani Melviano".


"selamat datang Andreana sayang di keluarga besar Melviano!". seru Shindy disambut yang lainnya dengan heboh.


"selamat datang Andrew si gagah berani di keluarga besar Melviano! ". balas Pasha mengangkat tinggi bayi mungil Arya dan Nia


Nia tersenyum manis melihat kasih sayang keluarga besar Arya pada putra-putrinya, Nia yakin anak-anaknya akan tumbuh menjadi pribadi yang hebat seperti suaminya.


"aku bahagia sekali kedua anak-anakku mirip denganmu suamiku! ". ucap Nia dengan senyuman


Arya merapikan anak rambut Nia dan mencium telapak tangan Nia.


"hmm.. aku berharap hati mereka sebaik dirimu namun ketegasannya sepertiku..! aku tidak suka anak-anakku di rendahkan". ledek Arya membuat Nia tertawa pelan.


"aku percaya mereka akan sepertimu suamiku..! melahirkannya dari rahimku sudah kebahagiaanku, dan aku tidak butuh apapun lagi, selebihnya aku ingin dia sepertimu". Nia


Arya dan Nia saling bertatapan mesra lalu melihat ke arah keluarga besarnya dimana keluarga Arya meribut Andreana dan Andrew yang di katakan benar-benar mirip Arya padahal masih sangat kecil, sepertinya Nia hanya memikirkan suaminya saat masa mengandungnya.


.


.


.


the End...!!


terimakasih buat teman-teman yang setia sama Novel Nae yang masih banyak kekurangannya.. udah panjang banget ya? sungguh panjang..! hehe.. tapi mudah-mudahan tidak mengecewakan ya? ya beginlah Nae... wkwk..


terimakasih buat yang rajin ngelike, koment, vote dan semuanya hingga Nae tidak bisa ungkapkan lewat kata-kata...! terimakasiiihh.. sekali...


sampai jumpa di Novel selanjutnya ya?? bye...bye...!!


.

__ADS_1


.


__ADS_2