Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 53_ bersama


__ADS_3

.


.


di tempat lain


Al dan Alya sedang berbulan madu ke Negara Paris, mereka bersenang-senang disiang hari dan bermesraan di malam hari.


"mau kemana lagi Sayang? ". tanya Al mengelus kepala Alya yang sedang asik memakan ice cream


"hmm...? Kita naik Yacht!". jawab Alya berbinar


"ya sudah.. tapi kasih aku jatah double nanti malam ya? ".bujuk Al


Alya memutar bola matanya dengan jengah, "dasar mesum! ". umpat Alya membuat Arya terkekeh gemas.


"bagaimana? ". tanya Al menawar


"iya.. iya.. cepat cari kapal nya". jawab Alya dengan raut wajah malas.


mereka larut dengan kebahagiaan kecil itu, Alya benar-benar menerima Al apa adanya hanya 1 hal yang Alya tidak bisa kendalikan yaitu tingkah mesum dan tak tau malu suaminya itu.


tidak ada masalah dengan mereka, Al tidak pernah melihat wanita manapun selain Alya, semakin hari dirinya semakin mencintai Alya, apalagi Alya gadis yang baik dimana lagi Al temui gadis sebaik Alya di dunia ini.


Ayu saat ini juga diliburkan sampai Alya kembali dari Bulan Madunya, Ayu tidak ikut dengan Al dan Alya karna tidak mau menjadi nyamuk diantara pasangan yang baru-baru saja dimabuk cinta setelah menikah semakin menggila saja tingkah mesra keduanya.


.


di Kamar Arya Melviano.


Nia merentangkan tangannya dan terbelalak seketika, "a.. aku bangun kesiangan". pekik Nia melihat sekeliling.


Nia melihat jam dindingnya benar-benar sudah telat lalu ia melompat dari Ranjangnya dan berlari ke kamar mandi.


Nia mengomel-ngomel didalam kamar mandi karna Arya tidak membangunkannya, hanya berani mengomel sendiri saja mana tidak berani Nia memarahi langsung seorang Arya Melviano.


.


"Mami? dimana Kak Arya Mi? ". tanya Nia penasaran


"kamu mau kemana sayang? ". tanya Shindy bukannya menjawab pertanyaan Nia


"mau kerja mi". jawab Nia dengan polos menggandeng tas ranselnya.


Kaira terkekeh, Raya dan Alice yang tengah menyuapi anak-anak mereka tertawa pelan, sedangkan keluarga Melviano yang lainnya sedang berada di Mansion Nova dan Candra yang bersebrangan dengan Mansion Melviano.


"hari ini kalian libur, kita semua mau liburan ke Pantai tempat Mommy dan Daddy tinggal". Shindy


Nia dengan polos melihat ke arah Kaira yang tertawa lebar,


"ta.. tapi Nia belum izin sama Atasan Mi". jawab Nia malu-malu

__ADS_1


Kaira dan Shindy tertawa geli,


"atasanmu itu Aunty mu! tentu saja dia tau kita akan pergi ke sana karna dia juga ikut bersama Suami serta anak-anaknya". jawab Shindy


"ikut saja sayang..! Arya sedang berbelanja dengan Kama untuk membeli segala perlengkapan kita di Vila tepi pantai, disana sangat sejuk dijamin kamu bakal betah deh". Kaira


"Celly itut..! ". Cerry jingkrak-jingkrak menggemaskan


"Askia uga..! askia ugaa.. mau main mobil-mobilan di tepi pantai". jawab Zaskia dengan khas cadelnya.


Raya dan Alice tersenyum manis membelai kepala putri kecilnya, sedangkan Raski, Riski, Zayden dan Zakky terlihat tenang-tenang saja.


Nia tidak bisa berkata-kata lagi, setelah kembalinya Arya semua keluarga Melviano berkumpul dan menaiki beberapa mobil, hampir sepasang suami istri membawa mobil sendiri-sendiri kecuali yang jomblo naik bersama saudara-saudara kandung saja.


Mobil Arya dan Nia berada di paling belakang, Nia sesekali melihat kebelakang.


"Kak..? ". panggil Nia


"hmm? ". sahut Arya tanpa melirik Nia sama sekali karna ia harus fokus mengemudi


"kenapa kita paling belakang? aku rasa keluarga Kakak sangat banyak tapi kenapa terasa lebih sedikit? ". tanya Nia ragu-ragu


"keluargaku juga keluargamu, maaf aku tidak bisa membawa kedua orangtuamu, keluargaku tidak terlalu menyukai mereka". Arya


Nia tersenyum mendengar kata maaf Arya, seorang Arya Mahardika Melviano sanggup mengatakan maaf padanya betapa mulianya hati Arya yang sangat menghargai perasaannya.


"tidak apa Kak..! Aku mengerti kok! ". jawab Nia sambil tersenyum.


selama 1 minggu penuh Nia menghabiskan waktu di Vila tepi pantai milik keluarga Melviano, Vila itu benar-benar luas ada Vila milik Ella dan Ramzi disamping Vila Kaira dan Pasha.


malam ini mereka sedang pesta besar-besaran yaitu manggang ayam, Mayra dan Keyzo yang kalah dalam suit diantara keluarga Melviano harus memanggang Ayam sampai selesai


Mayra dan Keyzo yang tampak kewalahan memanggang pun mulai dibantu oleh Kama dan Kalila, tidak ada yang melarang mereka membantu Mayra dan Keyzo karna orangtuanya sendiri.


Arya dan Randy kembali dari hutan sebelah dan membawa kelinci hidup dengan warna yang sangat cantik, Nia melebarkan matanya saat Arya mendekat dan memberikan Kelinci warna abu-abu keputihan ditangan itu pada nya.


"waah..! " Binar Nia dengan cepat ia membekap mulutnya sendiri karna terlalu kegirangan.


Randy memberikan satu kelinci buronannya pada Nia, Nia semakin berbinar senang seperti menang lotre dadakan saja hal itu membuat senyum Arya terbit mengelus kepala Nia.


"ayo kak..! kita cari kandangnya keluar! ". ajak Aisha


"ayo kak! ". ajak Wulan juga.


"ikutan". sahut Rhiana


Aisha memegang satu kelinci yang dipegang Nia.


.


Nia merawat sepasang kelinci cantik itu dengan penuh kasih sayang, tiba-tiba saja ia berkata.

__ADS_1


"sepertinya ternak Kelinci juga bagus". gumam Nia pelan


.


di tempat lain


Tia bertemu dengan Brayen yang terlihat bahagia, "kenapa anda Tuan? apa otakmu tadi tersambar petir? ".


"kau tidak lihat wajahku terlihat bahagia? aku ini sedang dapat jackpot besar". kata Brayen dengan bangga


"apa maksudmu? ". tanya Tia dengan serius mendengarkan Brayen


Tia memekik kegirangan, ia merasa dirinya semakin dekat saja dengan impiannya mendapatkan posisi Nyonya Muda Arya Mahardika Melviano.


"kau enak bisa dapatkan Tuan Arya tapi aku harus berjuang lagi supaya bisa mengambil Nia dari Tuan Red itu". kata Brayen dengan gelengan kepalanya.


"setidaknya tidak semenakutkan saat kau mencoba merebutnya dari Tuan Arya, kita semua tau betapa berkuasanya Tuan Arya, jadi biarkan saja Tuan Redson itu yang menjadi kambing hitam nya". Tia


"cih..! semoga saja Tuan Arya tidak mau bersamamu". batin Brayen menyeringai tipis.


Brayen saja mengakui dirinya lebih tertarik dengan Nia dari pada Tia, sifat saudara kandung ini sangat berbeda jauh bagaikan langit dan bumi saja.


.


Di tempat lain (Vila tepi Pantai).


"sedang apa? ". tanya Arya


Nia terlonjak kaget spontan saja berputar cepat kearah Arya.


Nia sedang berada dibalkon, angin pantai dimalam hari begitu menyejukkan hatinya hingga ingin berlama-lama disana tanpa diduga Arya telah kembali, padahal tadi Arya bilang akan pulang larut malam.


penampilan Nia yang terlihat bersinar dibawah rembulan malam membuat Arya terkejut sejenak lalu baju tidur Nia terangkat-angkat karna anginnya semakin kuat.


"cepat masuk! ". ajak Arya menarik lengan Nia yang tampak sibuk menutupi pinggang rampingnya yang terlihat jelas.


Arya membawa Nia masuk lalu menutup pintu ke arah Balkon.


"dingin..! ". cicit Nia


Arya menghela nafas, "siapa suruh malam-malam keluar tentu saja dingin".


Nia sedikit merapat ke Arya sambil mengusap bahunya dengan posisi tangan menyilang, Arya menautkan kedua alisnya lalu teringat malam saat Nia masih dalam pengaruh obat suka memeluknya mencari kehangatan dalam pelukannya.


.


.


waah. wah.. co cweet... hehe.. angin malam di tepi pantai memang dingin banget guys..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2