Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 56_ teka-teki


__ADS_3

.


.


Nia makan seperti biasa namun membuat bibir Ricis berkedut melihat cara makan Nia seperti kelinci/marmut.


"kenapa? kau tidak makan?". tanya Nia


"saya sudah makan Nona". jawab Ricis


"sekarang hari apa? ". tanya Nia sambil mengunyah makanannya


"hari Jum'at Nona". jawab Ricis membuat Nia tersedak seketika.


"ada apa Nona? ". tanya Ricis ikutan panik mengambilkan Nia minuman dan memberikannya pada Nia


"bagaimana bisa? kok hari jum'at? kenapa bukan kamis?". tanya Nia dengan serius.


Ricis menjelaskan Nia yang tidak terbangun 2 hari.


Nia kembali sedih dan teringat kedua orangtuanya.


"Ricis". panggil Nia dengan nada lemah


"saya Nona". jawab Ricis


"apa ada anak yang pembawa sial di dunia ini? ". tanya Nia dengan lemas


Ricis menautkan kedua alisnya, "saya tidak mengerti Nona".


Nia melihat ke arah Ricis dan memperhatikan penampilan Ricis.


"yah.. kamu tidak akan mengerti karna hidupmu sudah enak tidak sepertiku". lirih Nia


Ricis terhenyak, "Nona bilang Hidup saya enak? ".


Nia sampai terlonjak kaget mendengar perkataan Ricis seolah tidak terima dibilang seperti itu oleh Nia.


Nia mendengarkan cerita Ricis yang juga memiliki masa kelamnya sendiri hingga Nia merasa lebih beruntung dari Ricis.


"tapi tetap saja kedua orangtuaku meninggal dan aku tidak bisa melakukan apa-apa, saat mereka di pukuli dan berjuang untuk hidup aku malah tertidur pulas di pelukan kak Arya".


Ricis bisa melihat betapa sedihnya Nia saat ini, sepertinya Arya tau Nia sangat terpukul hingga memberikan Nia teman sepertinya (Ricis) walaupun diluar sana orang taunya Ricis adalah Pengawal Nia.


.


"dimana kak Arya?". tanya Nia celingukan


"Tuan Muda sedang mencari dalang yang membuat kedua orangtua Nona meninggal dunia". jawaban Ricis membuat Nia terbelalak.


"Kak Arya membantuku? Kak Arya aku hanya memiliki kakak, aku tidak punya siapa-siapa lagi jika Kakak meninggalkanku aku tidak tau bagaimana cara melewati hari-hariku". batin Nia merasa terharu dengan perbuatan Arya.

__ADS_1


.


"Nona setidaknya tunggu Tuan di dalam Apartemen saja, kenapa harus di sini? ". Ricis tidak mengerti Nia yang bersikekeh menunggu Arya di jajaran parkiran mobil Arya.


Nia melihat mobil Arya dan ia berjalan cepat menghadang jalan mobil Arya, Arya membuka atap mobilnya.


"kenapa? mau apa disana? ". tanya Arya sambil tersenyum melihat wajah Nia tak lagi sepucat saat Arya tinggalkan.


Nia berlari kecil ke mobil Arya dan masuk ke Mobil Arya lalu memasang seatbeltnya hingga Ricis menganga di tempat.


Arya terkekeh geli mengusap kepala Nia, Arya membawa mobilnya ke tempat parkiran yang jaraknya hanya 8 meter dari posisi Nia naik tadi.


Ricis tidak bisa berkata-kata, ia menutup mulutnya yang terbuka.


"Kak? ". panggil Nia


Arya menoleh ke arah Nia, "hmm? apa tubuhmu sudah baikan? ".


"Kakak dari mana? ". tanya Nia dengan serius


Arya menaikkan sebelah alisnya, "aku? membalaskan dendammu". jawab Arya


"Kakak benar-benar balas dendam pada mereka? bagaimana? kakak melumpuhkannya? aku dengar perampok di malam kejadian itu sangat banyak, tetangga mendengarnya pun tidak berani keluar hanya menelfon polisi tapi tetap saja terlambat".


"kau sudah mengikhlaskan kedua orangtuamu? ". tanya Arya malah melenceng bukannya menjawab pertanyaan Nia


"aku tau aku salah kak..! maafkan aku, aku menangis darah pun tidak akan mengembalikan mereka ke sisiku". Ucap Nia dengan lirih


Nia menoleh kebelakang, ia melebarkan matanya lalu mengambil satu kandang berisi 2 Kelinci nya yang tidak sempat Nia bawa.


"urus saja yang masih hidup, lagian kamu masih punya aku dan keluargaku! aku tidak akan meninggalkanmu selagi kamu patuh padaku". Arya


Nia menghapus air matanya, "iya kak..! terimakasih, aku akan menjaga mereka yang masih hidup dan merelakan Papa dan Mamaku yang sudah bahagia disana".


"tapi bagaimana dengan kakakku? ". Nia tiba-tiba teringat kakaknya yang sebatang kara


"jangan pikirkan dia, aku sudah menekan Brayen untuk merawat kakakmu itu". Arya dengan jengah menjawab


"kakakku kenapa? ". tanya Nia dengan polos


"dasar bodoh..! apa kamu tidak tau kakakmu itu sama sekali tidak menganggapmu adik, dia selalu iri dan dengki atas apa yang kamu miliki, aku benci tipe wanita seperti itu, jangan bahas dia saat kamu bersamaku".


Nia mengangguk patuh tanpa berani membalas lagi, sebenarnya apa yang Arya katakan benar adanya tapi bagaimanapun Tia adalah Kakak kandung Nia, mereka terlahir dari Papa dan Mama yang sama tentu saja Nia menganggap Tia itu keluarganya.


hari-hari Nia dilalui selalu di dalam Apartemen, ia tidak sanggup keluar Apartemen karna ia masih belum bisa melupakan kejadian yang menimpa kedua orangtuanya.


Nia hanya berusaha untuk terlihat tegar dan tidak terlihat lemah saja, terutama Nia memiliki Arya dan Nia juga merasa dirinya sedikit pembawa sial hingga dirinya tidak berani bertemu dengan Tia.


Nia memiliki 2 kelinci juga Ricis yang setia menemaninya.


.

__ADS_1


Arya di Perusahaannya sedang berbicara dengan Satria.


"abang yakin ada dalang teratas diantara mereka". Satria


"ckk.. Arya juga tau bang". gerutu Arya


"tapi coba tanyakan pada abang iparmu! suruh dia kesini". Satria


Arya dengan malas menghubungi Raka, Raka kebetulan ada di Restaurant terdekat gedung Perusahaan MattGroup dan tidak butuh waktu lama ia sampai ke Perusahaan MattGroup.


"ada apa ini? ". tanya Raka sambil tersenyum tipis berjabat akrab dengan Satria dan Arya layaknya sahabat baik.


"siapa orang ini Bang..! abang pasti tau kan? ". Satria melirik foto yang tersebar dimeja sofa nya.


Raka mengambilnya dan mengerutkan keningnya, "ini Redson..! dia Mafia yang terkenal baru-baru ini, tapi kenapa kalian bertanya tentang si cunguk baru kembang ini? ". tanya Raka


"cunguk baru kembang? ". beo Arya


"maksudnya dia baru-barunya tenar karna kekejamannya membunuh orang dan menyedot darahnya, lucunya darah korbannya malah dijadikan cuci tangan olehnya, maka nya dia dikenal si Red Mafia yang gila". Jelas Raka


"apa hubungannya denganmu Arya? kenapa dia menyinggung Nia? apa Nia pernah punya salah dengannya? atau dia bagian dari masalalu Nia?". tanya Satria


"Arya tidak tau bang.. Arya benar-benar tidak pernah bertemu dengannya bahkan Arya memang tidak kenal".


Raka berusaha mencerna kata-kata Satria


"bisa jadi dia bermasalah dengan Nia". sambar Raka tiba-tiba


"tapi Nia tidak pernah punya masalah dengan Mafia manapun, dia gadis polos yang taunya hanya mencari uang". Arya


Satria dan Raka berdecak pelan, mereka sedang menebak-nebak permasalahan Arya dengan Redson.


sedangkan di gedung Apartemen Melviano.


sebuah mobil hitam tengah menatap ke atas, ia menebak-nebak lantai berapakah Nia berada.


"apa dia sudah memikirkanku? ". seringai Red


Han didepan Red hanya bisa diam tanpa berani berbicara apa-apa.


"tuanku benar-benar sudah tidak waras, mana ada pria yang mencintai perempuannya tega membunuh orangtua yang membuat perempuan itu hadir di dunia ini". batin Han


.


.


uuffthh... gugup... hehe...


.


.

__ADS_1


__ADS_2