Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 83_ jatuh cinta?


__ADS_3

.


.


"tapi kak..? ". Nia menahan dada bidang Arya yang hendak mencumb* lehernya.


"tapi apa? ". tanya Arya yang wajahnya begitu dekat dengan wajah Nia.


"Kak..? Rhiana dan Aisha sedang menunggu". cicit Nia dengan malu-malu


"oh.. itu urusan kecil". Arya mengeluarkan ponselnya.


Nia menganga ditempat saat Arya dengan mudahnya menyuruh Rhiana dan Aisha pulang, dan anehnya lagi kedua gadis cantik itu tidak terdengar marah.


"antar kakak ipar pulang nanti bang..! jangan diacuhkan dia nya". Peringatan Aisha


"kenapa abang mengacuhkannya? ". tanya Arya yang masih dengan posisi menindih Nia.


"bisa jadi abang lebih menatap dokumen penting dari pada kakak ipar". sahut Rhiana


"tenang saja kakak ipar kalian aman bersama abang". Arya menduselkan hidungnya dengan hidung Nia.


Nia yang kini dibawah tubuh Arya sudah berdebar-debar tak karuan, hanya Arya yang bisa membuatnya seperti ini.


"sudah kan? apa lagi alasanmu? ". tanya Arya meletakkan ponselnya di meja sofa.


Nia menggeleng kepalanya pelan, Arya mengecup pipi Nia dan memulai aksinya mencumb* leher Nia.


"Arya? ". Satria tiba-tiba nyelonong masuk membawa 2 berkas penting.


"abang". Arya melihat ke arah Satria


"sedang apa kamu disana? ". tanya Satria mendekat.


"aku sedang..". jawab Arya bangkit dari posisinya dan mengulurkan tangannya pada Nia.


Nia menyambut tangan Arya dan Satria terkejut melihat Nia ada di tempat ini juga.


"kenapa pintunya tidak dikunci? ". tanya Satria dengan kesal


"abang? seharusnya abang yang ngetuk pintu, kenapa aku malah disalahin tidak mengunci pintu Ruanganku". omel Arya


wajah Nia sudah benar-benar merah seperti kepiting rebus, ia menutupi lehernya yang Nia tebak ada tanda cint* disana.


"nanti saja lanjutkan..! abang butuh cepat ini dokumennya". Satria berbalik membelakangi Arya dan Nia.


Satria yang sudah beristri tentu tau situasi Arya, apalagi pernikahan Arya dan Nia sedang hangat-hangatnya (alias masih muda) tentu sedang mabuk-mabukan bercint* .


Arya berdecih kesal lalu mengelus kepala Nia, "pergilah ke Ruangan ku itu? disana banyak fasilitas apapun yang kamu mau, aku harus melanjutkan pekerjaanku".

__ADS_1


Nia mengangguk patuh lalu melangkahkan kakinya ke Ruangan yang Arya maksudkan,


"mana bang? abang ganggu aja". gerutu Arya


Satria berbalik menghadap Arya, "kamu itu yang keterlaluan Arya, kenapa bercint* di Sofa dan juga pintunya tidak dikunci? siapa yang bodoh".


"kalau tidak tahan diatas pohon pun akan dilakukan bang". geram Arya


Satria berdecak pelan, pembicaraan mereka malah membahas hal dewasa setelah menyelesaikan pekerjaan penting itu.


"rasanya baru semalam kamu mengejek kami selalu bermesraan tidak kenal tempat, sekarang apa yang terjadi? kamu juga kena getahnya". ejek Satria


"lalu apa yang bisa aku lakukan bang? aku selalu ingin memakannya jika dia sedang bertingkah imut". curhat Arya


"dasar bodoh..! itu artinya kau mencintainya". Satria bangkit lalu berlalu meninggalkan Arya yang mematung di tempat.


Arya melihat ke arah Ruangannya yang di tutup rapat oleh Nia,


"kunci pintumu kalau tidak mau diganggu!". perintah Satria


Arya berlari ke arah pintu Ruangannya dan benar-benar mengunci Ruangannya


"aku memang tertarik padanya tapi apa aku secepat ini jatuh cinta padanya? sejak kapan? ". gumam Arya keheranan.


Arya lupa umur pernikahannya dengan Nia bukan hanya sekitar 2 minggu tapi udah hampir 3 bulan penuh, dan Arya mengira pernikahannya dengan Nia terjadi kemarin sore.


Arya masuk ke Ruangan pribadinya dan melihat Nia tengah tertidur memeluk boneka kelinci kecil, Arya tau Nia tidak bisa tidur tanpa memeluknya atau memeluk boneka kelinci.


"Cha? ". Arya menindih Nia yang belum terbangun juga.


Nia menggeliat saat Arya mengendus telinganya bahkan menggigit gemas telinga Nia,


"Kak? ". racau Nia kini melepaskan boneka nya dan meraba-raba tubuh Arya lalu memeluknya dengan mesra.


Arya yang tersiksa diatas Nia, "tidak salah lagi..! aku memang jatuh cinta padamu kelinciku". bisik Arya dengan pelan.


Nia tentu tidak mendengarnya, ia sudah masuk ke dunia mimpinya.


.


Nia tersentak kaget seketika saat Arya mulai ganas mencumb* lehernya.


"Ehh..? kak? ". suara serak Nia yang baru saja bangun tidur terdengar seksi oleh Arya.


Nia terpekik seketika saat Arya tanpa perasaan mengoyak bajunya hingga Nia mulai panik, Nia mengira Arya akan kasar padanya nyatanya tidak hanya sedikit lebih berbeda dari sebelumnya.


Nia menggelinjang tak karuan saat Arya menggigit gemas pay*d*r*nya, gigitan yang sedikit kasar tapi berhasil membuat Nia merasakan sensasi yang berbeda.


Arya mengangkat tubuh Nia hingga posisinya Arya lah yang dibawah, Nia seakan mengikuti permainan yang biasa Arya lakukan.

__ADS_1


des*h*n Nia dan geraman Arya memenuhi Ruangan itu, Arya tidak pernah merasakan kenikmatan versi terbaru itu, pantas saja keluarganya (laki-laki) begitu ketagihan menyentuh istri mereka masing-masing, pada akhirnya Arya pun merasakannya.


"gila... ini menggila... ". batin Arya memegang bok*ng Nia dan merem*s pay*d*ra Nia secara bergantian.


Nia tumbang di atas tubuh Arya karna sudah tidak sanggup melanjutkan permainannya dan Arya membalik tubuh Nia, seakan dapat kekuatan Nia dibuat menggila lagi dengan permainan agresif Arya.


"huh.. huh.. huh.. " Nia terengah-engah begitu juga Arya yang enggan melepaskan diri dari posisinya saat ini.


"terimakasih..! aku senang dengan keagresifanmu tadi". bisik Arya di telinga Nia dan menggigit pelan telinga Nia.


Nia tersenyum mengelus rahang Arya, "a.. aku lelah kak..! aku. mau tidur".


Arya mengecup kening Nia dan menggendong Nia membawanya ke kamar mandi, Nia yang merasa lelah tidak ingat apa-apa lagi.


.


Nia terbangun seketika dengan raut wajah panik melihat sekeliling, Nia melihat kedua tangannya di borgol.


"Kak? ". panggil Nia di tengah gelapnya suasana.


"kakakmu sudah mati". suara itu membuat jantung Nia berdebar kencang.


"K.. kau? kau apakan Suamiku? ". teriak Nia


"aku..apakan suamimu? wow..! kau mengakuinya suamimu? dia sudah aku bunuh... hahaha".


"sialan.. kau akan aku bunuh dan jasadmu akan aku buang ke Lautan samudera dan dijadikan makanan hiu". jerit Nia meronta-ronta


"bagaimana sayang? kau sudah mengingatku? aku yang membunuh kedua orangtuamu dan aku juga membunuh suamimu, sekarang datanglah kepelukanku dan layani aku! ".


Nia menjerit histeris, "dasar Psikopat gila...aaa.. lebih baik aku mati dari pada bersamamu... aku akan menyusul suamiku.. seumur hidupku hanya 1 pria yang berhak atas tubuhku.. hanya dia.. hanya Suamiku sajaaaa... " jerit Nia hingga suaranya mulai hilang.


Arya terbangun mendengar jeritan dan isak tangis Nia, Arya menghidupkan lampu kamarnya lalu mengguncang tubuh Nia.


"Cha.. bangun Cha... chacha..? bangun sayang". Arya menggendong Nia dan menepuk-nepuk pipi Nia.


Nia yang berteriak hingga menangis itu membuat Arya juga ikutan panik, ia mencoba membangunkan Nia.


"sayang bangun.. sayang.. bangun". bisik Arya di telinga Nia.


Nia membuka matanya seketika dan hal yang pertama ia lihat adalah Arya.


"kak? hiks.. hiks.. aku takut..!! ". Nia langsung bangkit memeluk Arya


Arya mengelus-ngelus punggung Nia yang menangis terisak-isak tanpa berbicara sepatah katapun.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2