Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Pesta topeng (Part. 1)


__ADS_3

.


.


"kau sudah mendapatkan tuksedo mu? ". tanya Raya


"aku belum beli karna tau kau akan beli gaun lagi". jawab Raka dengan santai


"ha? kau tau aku akan beli gaun lagi? ". tanya Raya sekali lagi.


"ya..! seorang Raya mana mungkin punya gaun glamor seperti putri kerajaan walaupun dirinya memiliki keturunan darah Raja". ejek Raka


Raya mendengus mendengarnya, sebab apa yang Raka katakan memang benar tentu Raya tidak bisa pungkiri hal itu salah.


.


.


"apa ini tidak salah? ". tanya Raya


"kenapa? ". tanya Raka balik


"ini terlalu glamor". bisik Raya membuat Raka tersenyum.


"pesta malam ini memang harus glamor..! pesta besok malam baru pakai gaun bebas". bisik Raka juga.


Raka berbicara dalam bahasa M meminta gaun yang ia pilihkan untuk sang kekasih impian, sampai saat ini Raya belum Peka juga perasaan Raka. Raka sudah bertekat akan mengungkapkan perasaannya dengan jelas pada Raya, sebab gadis menawan seperti Raya sangat polos, tidak mengerti cinta bahkan tidak Peka terhadap perasaan seseorang.


sepanjang jalan Raka dan Raya beberapa saat memang akur, namun beberapa menit kemudian. sesekali Raya memukul punggung Raka yang hendak membelikannya heels setinggi 27 CM.


"kan biar tinggi sayang". bisik Raka membuat Raya merinding.


Raya memukul-mukul lengan Raka, "kau mau mati ditanganku ha? kemari kau..! aku bunuh kau sampai mati". gerutu Raya berlari dengan kedua tangan siap mencekik Raka.


Raka tergelak menghindari Raya, senang sekali dirinya menggoda Raya. apalagi kata-kata legend Raya yang ingin membunuhnya.


"kau saja pakai pantofel setinggi itu". geram Raya


"aku sudah tinggi..! untuk apa memakai sepatu pria setinggi itu". ledek Raka membuat Raya makin geram saja.


"hei.. kau mau bawa aku kemana Raka? lepasin aku..!" Protes Raya saat sang teman menarik tangannya memasuki toko sepatu itu.


"Raka..! " Bentak Raya saat pria tampan itu menarik pinggangnya dan mendudukkannya di meja.


Raya hanya bisa memijit pelipisnya seketika melihat kelakuan Raka yang tengah memasangkannya heels setinggi 27 CM.


beberapa pelayan tampak cekikikan gemas tingkah pasangan negara Asia itu, dari wajah mereka saja sudah bisa di tebak Raka dan Raya berasal dari Negara Asia terutama Indonesia.


"ayo berdiri..! " Raka menggenggam kedua tangan Raya

__ADS_1


Raya menggeleng kepalanya, "lepasin heelsnya..! tidak lucu Raka".


Raka terkekeh lalu mengeluarkan ponselnya tanpa malu memotret Raya yang sudah geram menutupi wajahnya.


"cepat...! kau benar-benar.. Akkkh...! ". Raya bangkit dan terhuyung seketika karna Heelsnya memiliki tinggi tak wajar.


biasanya wanita Karir memakai heels paling tinggi itu 17 CM tapi ini lebih, tentu Raya tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan tinggi Heelsnya yang tak wajar.


Raka menangkap pinggang Raya, lalu tubuh Raya perlahan merosot ke bawah. Raya menarik telinga Raka hingga siempunya menjerit meminta ampunan.


"lepaskan hasil perbuatanmu Raka..! kau mau membunuhku memakai heels setinggi itu". Raya tanpa hati menarik terus telinga Raka.


"iya.. iya.. aku lepasin. ! lepasin telingaku, mau lepas nih". bujuk Raka


Raya melepaskannya, ia berselonjor di lantai membiarkan Raka melepaskan benda aneh yang melekat di kakinya.


sepanjang perjalanan kembali ke Hotel penginapan ada saja cekcok mulut mereka, setidaknya Raya tidak gugup bersama Raka karna perasaannya telah berubah yaitu tak bisa memikirkan Raka sebagai teman Pria, melainkan lawan jenis.


.


.


malam harinya.


Raya telah memakai gaun pemberian Raka, Dita sampai ngences melihat penampilan Nona nya yang belum memakai pashima.


"Kenapa? aneh kan? huh..! kenapa aku harus memakai model gaun seperti ini? ini persis seperti gaun pernikahan". oceh Raya menarik-narik gaunnya ke atas seolah ia ingin kakinya terlihat, sebab gaun nya menutupi seluruh kakinya.


"ck..! aku tidak punya uang kecil untuk membayar pujian recehmu itu." ledek Raya


maksud Pujian Receh itu adalah kata-kata yang sering Dita ucapkan pada Raya hingga Raya bosan, jadi Raya sebut pujian receh, padahal Dita melihatnya setiap hari.


.


.


"Raya.. kenapa kau lam..? " Raka yang tadinya membelakangi Raya kini berbalik lalu mematung melihat penampilan Raya belum memakai topeng acara pesta.


"mana topeng wajahku? ". Raya mengulurkan tangannya sambil membenarkan gaunnya yang menjuntai-juntai.


Jon yang tadinya terpesona segera menundukkan kepalanya, mana berani dirinya menatap gadis milik tuannya.


"ada di dalam mobil..! ayo sini! ". Raka menggeleng kepalanya untuk membuat dirinya sadar lalu Raka berdiri disamping Raya dan memberikan lengannya.


Raya memegang lengan Raka, dan tangan lainnya mengangkat gaunnya yang besar, sebenarnya Raya tidak nyaman memakainya tapi mau bagaimana lagi. Raya harus bertahan beberapa jam lalu pulang dari acara itu.


.


.

__ADS_1


di dalam mobil


"ini topeng wajahmu". Raka memberikan topeng wajah berwarna hitam dengan ukiran indah sama seperti yang Raka miliki.


"memangnya penting acara ini? kenapa harus pakai topeng seperti ini? katanya raja-ratu kerajaan tetangga akan datang ya? kenapa tidak lepas topeng aja? ". cecar Raya


"biarkan saja..! besok adalah hari penentuannya, jangan lepaskan topeng mu ini tanpa persetujuanku..! akan banyak para Pangeran mencari Cinderella mereka". peringatan Raka


"haha.. Cinderella? zaman apa sekarang Raka? masa iya ada di cari Cinderella pemilik sepatu kaca? semua itu hanya ada di negara dongeng saja". Raya sangat tau cerita Cinderella, sebab semasa kecil sering membacakan kisah Cinderella pada adiknya Kama, Kalila, Arya juga Alya.


"dan sayangnya dunia dongeng itu akan menyambutmu". bisik Raka terkekeh.


"apa..? jadi benar? cara begituan masih ada? zaman sekarang? ". cecar Raya tak percaya akan masuk ke dunia dongeng.


Raka tertawa sambil mengangguk pelan, "jadi hati-hati..! jangan sampai jatuh cinta saat para pangeran melepaskan topeng wajahnya dan memintamu melepaskan topeng ini jangan pernah mau..! jika kau melepaskannya maka detik itu juga kau akan ditunangkan oleh Raja mereka, lalu tanpa persetujuan siapapun keluarga Calon Raja akan langsung membawamu ke istana modern mereka."


"kau tidak bisa menolongku? ". tanya Raya


"hei.. bukan aku tidak bisa menolongmu tapi masalah intrik kerajaan terlalu memusingkan, jika kita membantah akan terjadi perang". Raka menangkup pipi Raya


Raya mengangguk mengerti,


"jangan lepaskan aku.! jadikan aku kekasihmu malam ini supaya kau terbebas dari para pangeran jomblo yang sedang mencari jodoh itu".


Raya tersenyum dan mengangguk lagi walau hatinya tergelitik tapi dirinya sedikit suka dengan kata-kata Raka menjadikan dirinya sebagai kekasih Raya 1 malam ini.


.


.


Raka dan Raya memasuki ruangan pesta, musik yang melo benar-benar membangunkan hasrat lelaki hidung belang.


"kenapa? ". tanya Raka berbisik di telinga Raya


"musiknya menggelikan". jawab Raya membuat Raka tertawa.


"biasa lah kalau ada acara seperti ini sudah pasti intinya para penerus kerajaan modern akan mencari jodoh dan itu tidak berubah selama ini".


"tapi kenapa Papi tidak pernah membawaku ke pesta topeng? sebelumnya kami hanya datang untuk masalah pekerjaan saja". tanya Raya


"orangtua mana yang tega membuat anak kesayangannya masuk ke dunia intrik kerajaan yang haus akan tahta dan kekuasaan? semua orangtua ingin anaknya bahagia lahir dan batin bukan menjadi korban perebutan tahta". jelas Raka


Raya tersenyum kecut, ia tak menyadari hal itu tapi Raya tau Dylan akan berpikiran sama dengan Raka.


dunia Kerajaan memang kejam, lebih kejam dari dunia Mafia. rantai para pemberontak yang haus tahta ada dimana-mana saling terhubung satu sama lain, bahkan orang terkasih pun bisa memanfaatkan kekuasaan si pemegang tahta, tidak ada yang bisa dipercaya termasuk suami sendiri nantinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2