Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 37_ sakit


__ADS_3

.


.


Nia pergi ke Toilet setelah selesai perawatan, Alya sedang serius memainkan ponselnya menunggu Nia ke toilet.


drrtt.. drtt..


Ayu yang berdiri tak jauh dari Alya pun mengambilkan ponsel Nia, "Nona.. Ponsel Nona Nia".


Alya menerima ponsel Nia tapi tidak menjawab panggilan nomor asing itu, "siapa ini ya? apa angkat aja Ayu? ".


"saya merasa angkat saja Nona, siapa tau darurat". jawab Ayu


Alya pun mengangkat panggilan Nomor asing itu, belum sempat Alya berbicara orang yang menelfon Nia sudah berteriak memaki Nia habis-habisan, Alya menjauhkan ponsel Nia dari telinganya yang terasa mau pecah mendengar jeritan serta makian dari ujung telfon.


Alya dengan cepat membuka rekaman dari hp nya dan merekam suara itu.


"sialan kau Nia.. kau yang meminta Tuan Arya menyebarkan fotoku ke medsos kan? dasar tidak tau diri..! hanya karna takut aku merebut Tuan Arya darimu kau meminta hal seperti itu padanya, kau tidak punya hati hah?".


"kalau kau marah padaku maki dan katakan didepanku tidak usah bawa-bawa Tuan Arya dasar gadis gila.. Tuan Arya bukan milikmu kau hanya kelinci peliharaannya sialan.. berani sekali kau bertingkah layaknya dia adalah suamimu, kau fikir Tuan Muda Arya seleranya serendah dirimu hah? tau diri sedikit... kalaupun Tuan Arya tidak bersamaku tapi Tuan Arya tidak akan memilih perempuan tak tau diuntung sepertimu".


Alya mematikan panggilan nomor asing itu tanpa berbicara sepatah katapun, Alya menghapus riwayat panggilan itu lalu meminta Ayu meletakkan ponsel Nia seperti semula.


Ayu melakukan apa yang Alya suruh, Alya melihat ke layar ponselnya lalu mengirim rekaman itu ke abangnya (Arya).


"Nona? ". Ayu


"iya aku tau Ayu.. Kak Nia sangat baik bahkan terlalu baik, punya saudara seperti itu seharusnya dicekik mati saja, udah jelas dia yang salah masih punya muka malah menyalahkan kakak ipar, masih ada wanita tidak tau diri di dunia ini". gerutu Alya


Alya membenarkan kerutan di keningnya tapi tetap saja mengkerut, "hei.. kenapa ini mengkerut? bukankah tadi habis perawatan? ". gerutu Alya


Ayu menggeleng kepalanya sambil tersenyum, Ia sangat tau Alya yang sangat menjaga penampilan wajahnya baru-baru ini setelah berhubungan dengan Al.


wanita-wanita yang pernah bersama Al tentu jauh lebih seksi diatas Alya apalagi mereka mengumbar bentuk tubuh masing-masing, Alya yang tidak mau mengumbar bentuk tubuhnya hanya bisa mengumbar Fashion juga kecantikannya walau memakai pashmina.


"sebenarnya siapa orang itu Nona? ". tanya Ayu penasaran


"dia itu pasti kakaknya kak Nia, abang Arya udah pernah cerita keluarga Kak Nia itu jahat terutama kakaknya yang seorang Ratu Drama". jelas Alya


Ayu mengangguk tanpa bertanya lagi, ia hanya penasaran siapa orang yang berani memarahi Nia walau tau Nia itu dalam lindungan Arya Mahardika Melviano.


"enak aja bilang Peliharaan, kalaupun Kakak ipar Peliharaan itu karna Bang Arya udah klaim kakak ipar itu miliknya, dasar bodoh..! apa dia tidak tau abangku tidak pernah bersama perempuan". geram Alya

__ADS_1


Alya saja marah atas makian kakaknya Nia itu tapi mengapa Nia tidak mengatakan apa-apa pada Arya, Alya merasa Nia ini terlalu baik hingga bisa Alya katakan kakak iparnya itu terlalu polos hingga mudah di bodohi dan tidak marah disalah fahami padahal tidak bersalah.


"kehidupan Nona Nia sangat rumit". gumam Ayu


"iya sangat rumit karna kak Nia itu yang membiarkan dirinya berada di tengah-tengah kerumitan itu, kalau tidak bertemu abangku bagaimana? kasihan kakak ipar." Alya


Ayu mengangguk membenarkan, Nia memang bisa dikatakan bodoh terlalu cuek dan mengabaikan orang lain yang menginjak-nginjak dirinya jika itu Ayu, Ayu tidak akan membiarkan mereka hidup.


tak berapa lama kemudian, Nia kembali sambil mengelus perutnya


"bagaimana kakak ipar? masih sakit? ". tanya Alya penasaran.


"udah lumayan tapi perut kakak masih sakit". jawab Nia masih memegang perutnya


"sakit kenapa lagi? apa perlu ke dokter? ". tanya Alya bangkit dari duduknya berjalan ke arah Nia.


"kakak datang bulan". jawab Nia dengan jujur


"tapi wajah kakak kenapa pucat saat datang bulan?". tanya Alya dengan polos.


"Nona.. setiap haid perempuan itu rasa sakitnya berbeda-beda". jawab Ayu


"kakak pulang aja ya? kakak mau istirahat". pinta Nia memelas.


Nia menggeleng-geleng kepalanya,


"kakak jangan keras kepala..! perut kakak lagi sakit jadi jangan menyendiri, kalau tinggal di Mansion banyak yang merawat kakak ipar". omel Alya


"justru itu alasannya, kakak tidak mau menyusahkan kalian". jelas Nia


Alya dan Ayu tak bisa berbuat apa-apa saat Nia memaksa pulang ke Apartemen saja, mereka mengantar Nia ke Apartemen lalu terpaksa kembali karna di usir oleh Nia.


Nia tau Alya dan Ayu sangat baik tapi Nia tidak biasa menunjukkan rasa sakitnya pada orang lain.


"Nona..? ". Ayu melihat ke arah Alya


"biarkan aja..! Aku akan beritau abang, hanya abang yang bisa membuat kakak ipar jadi Kelinci penurut". Alya menghubungi Arya


.


Nia meringis kesakitan memegang perutnya,


"Sakit...! ". Nia *******-***** perutnya seolah bisa mengurangi rasa sakit perutnya itu

__ADS_1


Nia berjalan tertatih-tatih mencari kotak P3K, "tidak ada obat nyeri haid". gumam Nia


Wajah Nia kian memucat, Nia memilih duduk di sofa lalu duduk dengan posisi terbalik, Nia meringis kesakitan.


Arya tiba-tiba masuk ke Apartemen Nia dan mencari Nia di kamarnya tapi tidak ketemu


"Nia? dimana dia? ". gumam Arya pelan


Arya mencari Nia ke Ruang tamu dan menemukan Nia tengah meringis, meringkuk di sofa sambil memegang perutnya


Arya menghela nafas panjang lalu mendekati Nia.


"Tuan? ". Nia terkejut melihat Arya ada di tempatnya


Nia memang selalu terkejut jika Arya datang tiba-tiba tanpa beritau karna ia tidak bisa mendengar langkah kaki Tuannya itu seperti Arya itu hantu saja tidak menginjak bumi.


Nia berusaha terlihat kuat, "ada apa Tuan? ".


Arya duduk disamping Nia lalu memegang perut Nia dengan raut wajah serius hingga Nia terperanjat kaget menatap Arya.


"T. tuan? ". cicit Nia


"udah makan? ". tanya Arya


Nia menggeleng kepalanya,


"makan bubur lalu minum obat ya? ". Arya


Nia mengangguk pelan sambil menatap Tuannya itu, Nia melihat Arya melepaskan jasnya, melepaskan dasinya lalu melepaskan satu kancing kemeja putihnya, Arya mengangkat lengan bajunya hingga Lengan kekar Arya terlihat jelas oleh Nia.


urat-urat kokoh di lengan Arya benar-benar terlihat seksi dimata Nia, Nia yang memang sudah menyukai tuannya tentu matanya tak bisa menahan diri melihat hal yang sangat langka itu.


Arya menyuapi Nia makan bubur.


"biar saya makan sendiri Tuan". Nia mengambil alih sendok yang dipegang oleh Arya.


Arya mengelus kepala Nia, "tunggu sebentar disini"


Nia mengangguk tanpa berbicara, manik matanya memperhatikan Arya yang beranjak dari sisinya berjalan ke arah Dapur.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2