Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
tersadar


__ADS_3

.


.


di tempat lain.


Robert yang di tahan selama berhari-hari akhirnya terbebas dan dinyatakan tidak bersalah.


Robert menghirup nafas dalam-dalam, "akhirnya aku bebas..! aku harus cari bajingan kurang ajar itu, berani sekali dia menggunakanku menjadi kambing hitam perbuatannya".


Robert bertingkah seperti biasa, ia langsung naik taksi dan kembali ke Rumahnya.


"Tuan..? anda sudah kembali! ". sapa orang setia Robert.


"hnm.. kau melakukan pekerjaan dengan baik, akhirnya aku terbebas dari penjara terkutuk itu". Robert


"ada hal yang ingin saya beritau Tuan".


"apa? ". tanya Robert berjalan melewati bawahannya tentu di ikuti oleh orang setia Robert.


"Nona Yeri sempat datang ke sini Tuan". jawab pria bawahan Robert.


Robert tersentak kaget dan menoleh ke orang setianya itu, "kau yakin dia Yeri?".


"sangat yakin Tuan, dia memang sangat mirip dengan wanita yang ada di foto anda".


"lalu dimana dia sekarang? ". tanya Robert.


"...?".


"kenapa diam? ". bentak Robert.


"begini Tuan, Nona Yeri datang dengan membawa seorang Bayi". jawab bawahan Robert takut-takut.


"Bayi? maksudmu? ". tanya Robert dengan tangan terkepal.


"Nyonya Yeri sudah menikah dengan Pria asal Bandung dan memiliki anak Tuan, bahkan ada anaknya yang sudah berumur 4 tahun".


"lalu? kenapa dia datang setelah memiliki keluarga? ". tanya Robert dengan mata nyalang yang memerah.


"dia meminta bantuan untuk memberinya bantuan uang sebab usaha suaminya sedang di ujung tanduk".


"siaaal...! apa dia meremehkanku? berani sekali dia meminta uang padaku setelah lama menghilang dariku". marah Robert seketika.


Robert marah besar saat tau Yeri muncul di depannya karna uang, terlebih lagi Robert tau Yeri sudah menikah dan memiliki anak serta yang lebih memalukan lagi Yeri datang meminta bantuan uang untuk membantu suaminya, dimana otak wanita itu, itulah yang membuat Robert marah.


.


.


Robert tiba di sebuah restaurant ternama dan masuk ke dalam lift menuju lantai atas, tatapannya dingin dan tajam seperti pedang yang sedang diasah saja.


Robert masuk ke Ruang VIP nya hingga ia bisa melihat seorang wanita berambut panjang tengah membelakanginya.

__ADS_1


"untuk apa kau muncul? ". tanya Robert dengan nada dingin yang menusuk.


Yeri berbalik dan menatap Robert dengan tenang, "kau telah datang".


"apa maumu? ". Robert berjalan ke kursi meja makan nya bersama Yeri.


"aku ingin meminta ganti rugi padamu". jawab Yeri


"ganti rugi? ". sinis Robert.


"aku pernah mengandung anakmu Robert! ". jawab Yeri


Deg..!!


"karna kesalahan kita satu malam itu aku hamil". jawab Yeri.


"lalu dimana anakku? ". tanya Robert.


Robert tau dirinya adalah pria pertama yang mendapatkan diri Yeri.


"dia ada di Bandung..! berumur 4 tahun, perempuan". jawab Yeri.


"lalu? kau sudah menikah? ". tanya Robert.


"sudah". jawab Yeri


"maaf. ! aku tidak pernah memberitaumu aku hamil". ucap Yeri.


"aku akan ambil anakku". Robert berkata dengan serius.


"sakit? sakit apa? ". bentak Robert.


"Leukimia". jawab Yeri menghapus air matanya.


brakh...


"kau membiarkan anakku sakit hah? apa saja yang kau lakukan selama ini! ". geram Robert


"kau sama sekali tidak berubah Robert! kau selalu menyalahkan orang lain tanpa mendengarkan penjelasan orang itu, kau tau sifat mu itu sangat aku benci hingga aku memilih pergi meninggalkanmu membawa janinku tanpa sepengetahuanmu".


"beda kau dengan Raka adalah sikap kalian, Raka memang dingin tapi dia tidak pernah merendahkanku dia menjauhiku saat tau kau juga mencintaiku, kau menghancurkan hidupku karna kejadian malam itu, kau fikir kau sangat baik?".


Robert memejamkan matanya, "maaf..! bawa anakku kepadaku..! aku akan mengobatinya sampai sembuh total".


Yeri menghela nafas, ia merasa Robert sudah sedikit berubah hanya saja emosinya belum bisa dikendalikan.


"berapa biaya yang kau butuhkan!". tanya Robert.


"1 M untuk usaha suamiku". jawab Yeri


Robert langsung mentransfer 2 M ke akun bank Yeri setelah meminta nomor rekening Yeri.


"sudah? pergi dan bawa anakku kesini! ". titah Robert.

__ADS_1


Yeri melihat nominal uang yang di kirim Robert di ponselnya, "kau..? kenapa 2 M? ".


"aku tau kesalahanku tidak bisa dimaafkan..! anggap saja itu permintaan maafku padamu". Robert berkata dengan kepala tertunduk.


Yeri memaksakan bibirnya untuk tersenyum, "jika saja kau begini sejak dulu kita pasti sudah bahagia membesarkan anak kita berdua".


Robert mengangkat pandangannya menatap Yeri, Yeri pun pergi tanpa memakan apapun.


Robert menangis dalam diam, ia akhirnya menyadari kesalahannya telah menyakiti hati Yeri hanya karna kemarahannya yang tidak bisa dikendalikan, ia juga selalu curiga pada Yeri karna masih mencintai Raka tanpa peduli apapun penjelasan Yeri.


.


.


malam-malam Robert menunggu didepan pintu mansionnya.


Yeri tiba dengan taksi dan keluar dari mobil nya membawa seorang gadis mungil yang tampak menyedihkan berjalan mengikuti Yeri.


"sayang.. kamu penasaran siapa ayah kandungmu kan? ". Yeri bersimpuh di depan anak perempuannya.


"Papa tidak pelnah menyayangi Tia, altinya Tia bukan anak papa kan? ". tanya Tiani dengan tampang polosnya yang pucat


Yeri menahan tangisnya saja melihat Tiani, memang benar suaminya sekarang tidak menyayangi Tiani dengan sepenuh hati, Yeri bisa melihat tingkah suaminya yang menjaga jarak dari anak pertamanya ini.


"Tia punya Papa kok..! lihat..? ". Yeri menunjukkan Robert yang ikutan bersimpuh didepan gadis kecil itu.


"Papa? ". ucap Tia dengan lirih.


Yeri menangis seketika mendengar suara Tia yang terdengar menyedihkan, ia sangat tau Tia begitu ingin di sayangi oleh seorang Ayah tapi tidak bisa Yeri berikan sebab suaminya tidak mencintai Tia melainkan mencintai Yeri saja.


"maafkan Papa nak! ". ucap Robert dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.


tanpa tes DNA pun Robert tau kalau Tiani adalah anaknya, mungkin itu yang membuat suami Yeri membenci Tiani karna sangat mirip dengan papanya.


Tiani menangis memeluk Robert, Yeri juga menangis tanpa mengeluarkan suara, biarlah Yeri mengalah membiarkan Tiani bersama Robert asalkan Tiani cepat sembuh dan mendapatkan kasih sayang seorang Ayah.


Yeri ingin membiayai pengobatan Tiani tapi usaha suaminya sedang berada di ujung tanduk dan Yeri tidak mau memancing amarah suaminya yang sedang kacau karna masalah usahanya yang hampir bangkrut itu.


Robert menggendong Tiani yang sudah terlelap di pelukan hangat sang Ayah.


"aku pulang Robert..! aku mohon sayangi dia.. dia sangat ingin dicintai oleh seorang Ayah dan obati dia sampai sembuh, buat dia lebih memilih hidup denganmu ketimbang aku ibu kandungnya, aku tidak akan pernah mencegahnya jika dia memang memilihmu suatu saat nanti". Yeri menghapus air matanya.


"maaf...! terimakasih...! ". ucap Robert yang tidak tau bagaimana cara menebus rasa bersalahnya.


"hmm.. wanita tidak butuh omongan tapi butuh pembuktian.. aku mohon obati dia sampai sembuh dan saat itu tiba aku akan mengucapkan terimakasih padamu". Yeri.


.


.


.


Yee...! Robert punya alasan untuk hidup kan.. part ini khusus untuk Robert.. wkwk..

__ADS_1


.


.


__ADS_2