
.
.
Arya merawat Nia dengan lembut hingga Nia ketiduran,
"apa dia tidak lapar? ". gumam Arya tersenyum tipis.
Arya membenahi kembali perlengkapan kotak P3K nya, lalu menggendong Nia membawanya ke ruang tamu.
Arya mengelus pelan kepala Nia, "berani sekali wanita sinting itu menampar kelinciku, aku benar-benar tidak suka melihatnya terluka". batin Arya memperhatikan pipi Nia yang tidak lagi semerah sebelumnya.
di tempat lain.
Tia mengamuk seperti orang kesetanan di kamarnya, kekacauan yang ia buat membuat kedua orangtuanya terbangun dan berlari panik ke kamar Tia.
"kenapa nak? ". tanya Mama Tia (Wendy).
"iya nak.. kenapa? jangan melempar barang! ". sambung Papa Tia (Bio)
"Nia Pa.. Ma.. Nia... bagaimana dia bisa mendapatkan Tuan Arya Mahardika Melviano? bagaimana bisa? aku dibilang merebut kekasihnya dan Tuan Arya meminta para pelayan untuk menamparku dengan imbalan uang 1 M, Nia sangat jahat Pa.. Ma.. sangat Jahat...!! ". teriak Tia
Bio dan Wendy terbelalak tidak percaya,
"wajahmu nak? ". pekik Wendy.
Bio juga kaget melihat wajah putrinya yang benar-benar terlihat cukup mengerikan.
"iya Pa.. Ma...! aku tidak sengaja tidur bersama kekasihnya, Aku tidak menyukainya sebelumnya tapi dia memaksa dan aku bukan perempuan murahan Pa.. Ma.. aku terpaksa mengambil dia supaya Nia tidak diperlakukan sama sepertiku, aku sangat menyayanginya tapi dia sangat membenciku karna Mama sama Papa lebih menyayangiku dibanding dia". lirih Tia sesegukan
"Maafkan Papa Nak! ". ucap Bio
"Maafkan Mama Nak..! kamu juga jangan terlalu baik dengan dia, udah tau dia sangat jahat padamu sejak dulu lalu kenapa kamu masih berbaik hati melindunginya hah? apa hatimu itu terbuat dari mutiara? ". Wendy memarahi Tia yang terlalu baik hati.
Tia terus saja melanjutkan drama sebagai pemeran wanita yang sangat teraniaya, Bio dan Wendy kembali ke kamarnya setelah merawat Tia hingga tertidur.
"kenapa aku bisa melahirkan anak iblis seperti itu Pa?? ". tanya Wendy dengan frustasi
"sabar Ma.. Sabar..! ". Bio mengelus punggung Wendy
"tidak bisa..! aku harus datangi dia! ". tegas Wendy
"jangan Ma.. Mama tidak dengar apa kata Tia tadi? dia dilindungi oleh keluarga Melviano, Papa tidak mau mencari masalah dengan keluarga itu". Bio
"isssh... kenapa dia bisa bersama Tuan Muda Melviano? apa yang dia gunakan hingga bisa menjerat Tuan Tampan yang kini menjadi idola banyak wanita karna belum menikah". Wendy
"Papa juga tidak tau, drama apa yang dia permainkan hingga bisa mendapatkan Keluarga Besar yang sangat tidak mungkin untuk kita gapai". Bio
"apa dia mau balas dendam Pa? dia sangat membenci Tia". tebak Wendy.
Tia mendengar perdebatan kedua orangtuanya lalu tersenyum jahat, Tia kembali ke kamarnya sambil tersenyum puas.
"aku bisa merebut Tuan Brayen darimu, Kasih sayang kedua orangtua kita dan Tuan Muda Melviano juga akan menyayangiku". ucap sinis Tia.
__ADS_1
"bersenang-senanglah Tia aku akan membuat mu kembali menangis darah, kau tidak akan pernah menang dariku". gumam Tia dengan tangan terkepal menatap wajahnya di cermin yang sangat memerah.
di Apartemen Arya.
Arya mendapatkan data-data SiTia yang merupakan kakak Nia selisih 2 tahun dari Nia, Arya sengaja meminta Nola dan Wulan mengirimkan data-data SiTia, wanita yang berani melukai kelincinya.
"oh... ternyata Ratu Drama? ". senyum sinis Arya
"kenapa dia tidak menjadi Artis saja? ". tawa geli Arya
Arya tertawa karna merasa keluarga Nia sangat bodoh tidak mengenal sifat putri kandung mereka sendiri, Mereka tidak bisa membedakan yang mana baik dan yang sangat jahat.
Arya menonton rekaman CCTV yang dikirimkan Wulan padanya, ia mengepalkan tangan dengan mata memerah melihat semua yang Tia lakukan pada Kelincinya sebelum Arya bertemu Nia.
brak...
"sial...! ini bukan manusia! ". geram Arya yang memukul meja dengan segala kekuatannya.
Arya dididik tidak pernah menyakiti wanita tapi melihat perempuan diperlakukan seperti itu oleh perempuan lain membuatnya marah, apalagi Nia yang diperlakukan begitu kejam oleh si Ratu Drama menyedihkan hingga dunia menebak Nia lah yang sangat jahat.
.
pagi-pagi.
"Tuan? ". Nia menundukkan kepalanya berjalan keluar dari kamarnya.
Nia mendengar suara dari dapur segera ia melangkahkan kaki menuju dapur, Apartemen Arya besarnya benar-benar seukuran Rumah sangat luas.
Nia berjalan ke arah Arya, "maaf Tuan.. saya ketiduran".
"hmm! ayo cepat sarapan! apa kau tidak bekerja? ". tanya Arya
"kerja Tuan". jawab Nia
"lalu apa yang kau tunggu! sini sarapan". Arya menarik lengan Nia dan menyuruhnya duduk.
diam-diam Nia memperhatikan Arya, perempuan mana yang tidak akan menaruh hati pada Pria sebaik Arya walaupun dianggap peliharaan oleh Arya tapi Arya memperlakukannya seperti manusia biasa pada umumnya.
"Tuan.. jangan terlalu baik pada saya". batin Nia menatap sarapannya yang sangat enak.
"kenapa? apa tidak enak? ". tanya Arya
"Ehh..? tidak Tuan.. sangat enak hanya saja saya baru tau ada sandwich seenak ini". elak Nia dengan kikuk.
Arya tersenyum kecil, "makanlah..! aku tipe orang yang tidak suka membuang waktu". Arya mengelus kepala Nia.
Nia mengangguk patuh sambil melanjutkan sarapannya.
.
.
"terimakasih Tuan! ". ucap Nia yang diantar sampai ke kontrakannya.
__ADS_1
"cepatlah bersiap.. ! aku tunggu". Arya melihat jam tangannya.
"tapi Tuan..".
"cepat! ". potong Arya dengan serius
"apa Tuan akan menunggu disini? ". tanya Nia
"hmm.. aku tidak mau ada orang yang berprasangka buruk padamu, aku tunggu disini saja". Arya
Nia tersenyum manis untuk pertama kalinya, "baik Tuan".
Arya mengulum senyum juga melihat senyum manis Nia yang sangat cantik.
.
di Parkiran Restaurant
"terimakasih Tuan! ". ucap Nia dengan tulus.
"hmm..! jaga baik-baik tubuhmu jika sampai aku melihatmu seperti semalam habis lah orang itu ditanganku siapapun itu". Arya menekan kepala Nia.
Nia diam lalu mengangguk
"jadi perempuan kenapa kau lemah sekali?". ejek Arya mencubit pipi Nia
"s.. saya". Nia
"jadilah Kelinci liar saat bersama orang lain kau hanya boleh jadi Kelinci jinak padaku saja, kau mengerti maksudku kan? ". Arya
Nia memejamkan matanya lalu membuka matanya dan mengangguk patuh.
"akan saya coba tuan". jawab Nia meyakinkan diri.
"bagus..! kau tambah tembem saja ya? ". Arya kembali mencubit pipi Nia yang semakin berisi setelah lama Arya tidak melihat Nia (1 minggu).
"mereka semua memintaku untuk terus makan hingga saya juga merasa badan saya makin gemuk". jawab Nia dengan malu melihat badannya sendiri.
"sudah standar..! aku suka melihatmu seperti ini tidak seperti gadis cacingan". ejek Arya
Nia hanya diam sambil tersenyum, Nia tidak bisa mengelak sebab ia memang sangat kurus sebelum bertemu Arya, Nia sering menahan lapar dan makanpun sedikit demi menghemat uang, itu sebabnya ia kurus.
"terimakasih atas bantuan Tuan, apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan Tuan yang membayar hutang saya pada pak Anto?". Nia bertanya dengan polos.
Arya terkekeh pelan, "bersikaplah sebagai Kelinci Liar, gigit saja siapapun yang berani merendahkanmu".
Nia tampak berpikir, "apa begitu cara membayar hutangnya? ".
"ya". jawab Arya kembali mengelus kepala Nia.
.
.
__ADS_1