Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 91_ ungkapan


__ADS_3

.


.


di dalam mobil


"Nia..? apa yang kamu lakukan tadi? kenapa menendangnya seperti itu? dia Mafia Cha.. Mafia.. dia pembunuh berdarah dingin". omel Ricis yang sesekali menoleh ke Nia dengan raut wajah serius.


Nia menatap Ricis sekilas, "di dalam mimpiku dia memintaku melayaninya, aku benar-benar ingin membunuhnya tapi tadi dia selamat hanya pangkal paha nya saja aku tendang bukan aku tembak". jawab Nia dengan kesal


Ricis ternganga mendengarnya, sejak kapan Nonanya ini bisa berkata kejam.


"kenapa menatapku seperti itu? ". tanya Nia dengan mata melotot galak


"aku berharap Tuan Red tidak akan membalas mu". decak Ricis


"bagus dong kalau dia membalasku, aku akan buat dia ilfil sama aku terus dia bakal cari perempuan lain dan dia tidak akan menggangguku". gerutu Nia


Ricis semakin menganga,


pletakk..


"aduuh.. sakit cis..! ". kesal Nia mengerucutkan bibirnya sambil mengusap-ngusap kepalanya.


Ricis ternyata berani menjitak kening Nonanya itu selayaknya teman dekat, tidak seperti bawahan dan atasan.


"ngomong lagi kayak gitu,, apa pikirmu semudah itu? kamu pikir rencanamu itu berhasil? coba pikirkan yang lainnya, dia itu pria gila Nia.. Pria gila.. jika kamu menghajarnya dia semakin menyukaimu bodohhh! ". omel Ricis antara gemas dan geram dengan kebodohan Nia itu.


Nia memanyunkan bibirnya, ia masih menatap lurus kedepan dengan tampang lucunya itu yang sedang berpikir apa yang Ricis katakan benar adanya.


.


di tempat lain


"Tuan? ". panggil Han takut-takut.


Red tertawa terbahak-bahak seketika namun ia meringis seketika, Red menggeram perih saat ia tertawa pangkal pahanya kembali berdenyut.


Han semakin takut dengan tawa Red, tuannya benar-benar sudah gila


"dia menggemaskan sekali.! aku semakin menginginkannya Han!". decak Red memijit pangkal hidungnya sambil senyam-senyum sendiri.


Han menggaruk kepalanya, "lalu bagaimana rencana Tuan? ". tanya Han dengan hati-hati


"aku akan menculiknya dan membawanya pergi ke kastilku yang ada di Negara Swedia, aku tidak akan membiarkannya bersama Tuan Muda Sombong itu". Red.


"menculik?". beo Han

__ADS_1


"ya.. kau cari waktunya, aku akan menculik dan membawanya pergi detik itu juga naik pesawat". Red.


"demi dia aku rela kembali kesana dan hidup bahagia bersamanya". seringai Red.


"Tuan Muda itu tidak akan membiarkan hal itu Tuan". balas Han dengan nada pelan.


"aku tau itu, tapi kalian punya otakkan? gunakan kemampuan kalian dan gunakan otak bagaimana caranya melawan pria itu, aku tidak butuh balas dendam padanya lagi, aku hanya mau miliknya". Marah Red.


Han terlonjak kaget, dengan cepat ia menunduk lalu pergi dari sisi Red karna tidak mau jadi imbas masalah kemarahan Red yang semakin gila itu.


di dalam kamar Han,


"ya Tuhan..! Kematianku apa sudah dekat? ". gumam Han dengan nada tak bersemangat.


dulu jika ada wanita yang mendekati Red secara terang-terangan, Red akan menarik rambut wanita itu dan di pangkas habis lalu menidur* nya dengan kasar lalu dibuang begitu saja seperti sampah.


semua wanita mendekatinya karna ada maunya saja, itu sebabnya Red benci itu, berbeda dengan Nia yang bertingkah Gila seolah tidak menginginkannya, tentu saja Red semakin tertarik ingin memiliki Nia.


.


"kenapa keningmu Cha? ". tanya Arya melihat kening Nia memerah.


"biasa kak nakal dikit di jitak sama Ricis yang galak, kadang aku merasa heran dia itu pengawalku atau tidak, kenapa dia menjitakku?". gerutu Nia


"apa yang kamu lakukan sampai dia menjitakmu? kamu merayu laki-laki? ". tanya Arya dengan serius.


Arya sangat tau orang-orang kepercayaannya tidak akan berani melukai Tuannya jika tidak punya salah.


Arya berdiri di tempat dengan posisi tangan terlipat di dada, ia menatap Nia dengan seksama.


"siapa? siapa yang kamu pukul sampai dia berani menjitakmu? ". tanya Arya


"tidak ada kak.. cuma orang gila yang tidak di terima di Rumah Sakit Jiwa". jawab Nia nyengir


Arya memicing curiga, "jangan sampai aku yang bertanya padanya Cha".


Nia terdiam lalu berbalik melihat Arya, Kakinya melemas seketika melihat tatapan Arya yang sedang meminta penjelasan juga terkesan tidak senang seolah Nia baru saja menyinggung Arya.


Nia berbalik membelakangi Arya, "ja.. jangan menatapku seperti itu kak". pinta Nia tergagap


"benarkah? cepat katakan!". titah Arya


Nia menarik nafas dalam-dalam, ia menceritakan semuanya tapi tidak mengatakan siapa Pria itu.


"Red Pria itu kan? ". tanya Arya melangkahkan kakinya ke arah Nia


Nia menelan saliva nya yang terasa kering, "ma. maaf kak.. a.. aku benci padanya dan in gin beri pelajaran padanya supaya tidak macam-macam padamu".

__ADS_1


Arya menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, "kamu menemuinya? ". tanya Arya dengan nada dingin


"b.. bukan kak.. dia yang menghadang jalan kami, a.. aku tidak menemuinya". bela Nia


"lalu? apa yang kamu lakukan padanya hingga Ricis menjitakmu? ". tanya Arya


"memukul? menendang? menempeleng? menampar? memaki? menjambak? atau berkata kasar? ". cecar Arya


Nia semakin gugup dan takut


"ayo katakan..! ". pinta Arya menarik tangan Nia hingga menghadap pada Arya.


"ma.. maaf kak! ". cicit Nia dengan kepala tertunduk


"kamu benar-benar ya? sudah berapa kali aku bilang jauhi Manusia berjenis kelamin laki-laki itu, aku tidak suka! ". Arya berkata dengan intonasi nada cukup tinggi


Nia terlonjak kaget,


Arya menghela nafas panjang melihat tangan Nia gemetar, Arya lebih dekat lagi pada Nia dan menangkup kedua pipi Nia.


"tatap aku..! apa aku kurang sempurna dimatamu? ". tanya Arya melembut


Nia menggeleng kepalanya, "sangat sempurna, pria seperti kakak cuma 1 didunia ini". jawab Nia


"lalu kenapa membuatku cemburu hmm? aku sudah bilang jauhi manusia berjenis kelamin laki-laki kan? kenapa menemui Pria lain? ". tanya Arya dengan lembut.


Nia menatap Arya dengan serius, "cemburu? ". batin Nia tidak percaya pendengarannya.


"apa peringatanku tidak cukup? aku bisa memberimu apapun tapi patuhi syaratku, aku tidak suka ada Pria lain mendekatimu, kamu milikku hanya milikku seorang". Jelas Arya


Nia mengerjab polos, "k.. kakak menyukaiku? ".


"hmm.. aku menyukaimu kelinciku, bukan sebagai peliharaan aku menyukaimu sebagai lawan jenis". kata Arya


Nia melebarkan matanya, "a.. aku pasti bermimpi! ". Nia menepuk-nepuk pipinya lalu mencubitnya dan memekik sendiri.


"tidak mimpi sayang, aku mencintaimu". ucap Arya


Nia melihat ke arah Arya, "Kok bisa? ". pertanyaan konyol itu keluar dari bibir Nia.


Arya terkekeh, "kamu lucu dan menggemaskan, apa aku tidak boleh jatuh cinta pada peliharaanku sendiri? ".


Nia berbinar seketika, "kakak benar-benar menyukai gadis sepertiku? ".


"hmm.. aku menyukai gadis sepertimu Kelinciku". Arya meradu hidungnya dengan Hidung Nia.


Nia memekik girang, ia meloncat memeluk Arya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2