
.
.
beberapa hari berlalu
di Rumah Sakit
Al sedang menangis melihat istrinya tengah berjuang melahirkan buah hati mereka, beberapa kali Al terus menghabiskan tisu mengelap keringat yang membasahi wajah Alya.
Alya yang sedang berjuang tanpa sadar menggigit lengan Al, "aaaahhhhh?! ".
Al seolah tidak merasakan sakit tapi hatinya begitu sakit melihat betapa menderitanya Alya.
"sayang..! ku. mohon.. ". Al seperti anak kecil meminta pada Alya untuk membagi rasa sakitnya sang istri pada Al.
bahkan para suster yang menolong Alya pun terkaget melihat Al lah yang paling kesakitan, padahal Alya terlihat seperti wanita normal saat ini.
"aaaahhkkkk... Hnm... m...! "
"dorong Nona..! ". pinta dokter Kitty.
Alya mendorong sekuat tenaga hingga terdengarlah suara bayi, baru beberapa menit kemudian Alya terpekik dan berusaha mendorong lagi, hingga Al menangis haru seketika mendengar suara tangis kedua anaknya.
Dokter Kitty langsung bergerak cepat menyelesaikan tugasnya, sementara Al terus saja mengucapkan terimakasih.
"Hubby? ". Alya memanggil dengan nada pelan seolah tak memiliki tenaga lagi.
Al mencium tangan Alya bertubi-tubi, "terimakasih sayang, tetaplah seperti ini..! ku mohon jangan berbicara dulu ya? kamu harus mengumpulkan tenaga sayang".
Alya tersenyum lembut di wajahnya yang memucat, Al mengambil tisu dan mengelap keringat di wajah Alya.
Alya melirik ke lantai dimana banyak sampah tisu berserakan, Alya hanya mampu tersenyum karna suaminya sebelumnya mengambil tisu di dalam mobil sebab tangannya Al basah (Gugup), tanpa di duga Al malah menjadi perawat khusus untuk Alya mengelap keringatnya Alya.
.
seluruh keluarga Alya sudah menunggu di luar, saking banyaknya keluarga Alya tempat itu penuh dengan keluarga, kerabat Melviano.
Al dan Alya masih di Ruang Persalinan, dan tak berapa lama kemudian suster yang memandikan anak kembar Al pun kembali.
"ini Tuan! ". kata suster sopan sambil menyerahkan bayi perempuan yang berada dalam gendongannya.
suster yang lain memberikan bayi laki-laki ke Alya, Alya tidak sanggup menggendong hanya bisa merangkul dan mencium kening putra kecilnya yang selama ini bersemayam di perutnya.
"Hubby? ".
"iya sayang". Al mendekat dan duduk di samping Alya.
"apa Hubby ku sudah menyiapkan nama untuk anak-anak kita? ". tanya Alya
"tentu saja..! sebentar sayang aku akan jalani tugasku". Al
Arya mengerutkan keningnya lalu matanya berbinar seketika saat sang suami sedang menjalankan tugasnya sebagai umat islam yaitu mengadzani putri kecil dan mengkhomatkannya setelah itu Al mencium wajah bayinya,
Al memberikannya ke Alya lalu mengambil alih putra nya dari pelukan Alya dan menjalankan tugasnya sebagai seorang Ayah.
__ADS_1
"By? ". Alya
Al meletakkan bayinya di sisi lain Alya lalu mencium kening Alya.
"kenapa sayang? apa kamu butuh sesuatu? ". tanya Al
"aku terharu by..! kamu manis sekali". ucap Alya
Al terkekeh, "aku memang bukan ahli agama tapi aku tau sedikit agama, aku belajar banyak setelah menikah dengan istri cantikku ini, kedatangan kamu di hidupku memberi perubahan besar di hidupku sayang".
Alya tersenyum lalu dokter Kitty berkata akan memindahkan Alya ke Ruang Inap dan sudah di sediakan tempat tidur khusus kedua bayi Alya dan Al.
Al membantu mendorong brankar Alya, sedangkan Alya memeluk kedua bayi kembarnya disisi kiri dan kanan.
keluarga Alya lega melihat Alya baik-baik saja, mereka juga mengekori Alya sambil berpelukan dengan istri masing-masing, hanya yang lajangan saja memeluk adik perempuannya.
.
"sayang.. sayang.. sayang..! ". Shindy menimang cucunya dari Alya dan Al.
Raya dan Raka hanya tersenyum melihat Shindy begitu pengasih, Al sampai di ejek oleh keluarga barunya itu bahwa Al cengeng mengalahkan anak laki-laki Satria dan Raya.
Alya hanya mampu tertawa,
"haloo? maaf terlambat? ". Nia tiba-tiba masuk sambil menangkupkan kedua tangannya nyengir kuda.
Arya membawa banyak buah-buahan dan memberikannya pada Alya juga keluarganya.
"dimana kalian beli buah? kenapa lama sekali? ". tanya Kanaya keheranan.
"aku belinya di Bandung Ty". jawab Arya membuat yang lainnya kaget.
"biasalah Grandma..! Arya tidak bisa melawan kehendak Nyonya Muda". jawab Arya melirik Nia
Nia nyengir mengelus perutnya hingga yang lainnya terbahak seketika,
"tidak apa..! yang penting kalian baik-baik saja". jawab Pasha
Nia mendekati Alya dan tersenyum manis melihat Alya yang ikut tersenyum padanya.
"bagaimana keadaanmu Alya? ". tanya Nia
"aku baik-baik saja". jawab Alya
Nia dan Alya membicarakan perihal anak,
"siapa nama anak-anak lucu ini? ". tanya Randy tiba-tiba
"iya.. siapa? ". sahut Nova
semua orang melihat ke arah Al, Al berdehem kuat lalu berkata.
"anak laki-laki Al bernama ArShaka Melviano dan Anak perempuan Al adalah Arshara putri Melviano". jawab Al
semua keluarga Alya saling pandang ditempat,
__ADS_1
"By? kenapa nama keluargaku? kenapa tidak namamu? ". tanya Alya penasaran
"aku tidak butuh nama anak-anakku harus memiliki nama belakangku sayang, kamu tau sendiri bagaimana latar belakang keluargaku, setidaknya biarkan aku bahagia dengan menggunakan nama keluargamu..! ". Jelas Al
Pasha dan Dylan mendekat lalu menepuk-nepuk bahwa Al yang menggeleng kepala seolah tidak ada masalah dengannya.
"baiklah.. gunakan nama keluarga kami sebanyak yang kamu mau". Alvan
"iya.. gunakan saja, mereka juga cucu kami". Dylan menyahut dan dibalas anggukan oleh yang lainnya.
Nia segera beringsut saat Al mendekat ke Alya, Nia masuk ke pelukan Arya yang tengah merentangkan tangan padanya.
"maaf ya By..! aku tidak bermaksud". ucap Alya merasa bersalah.
Al menggeleng kepalanya, "maaf ya sayang? aku tidak punya nama keluarga yang bisa membanggakan anak kita, hanya bisa menggunakan nama keluargamu".
Alya menggeleng kepalanya, "kakak segalanya bagiku juga anak-anak kita". jawab Alya
mereka saling berpelukan satu sama lain lalu sama-sama melihat ke arah anak kembar mereka yang tampak bahagia menyambut kedua bayi kembar itu.
.
.
beberapa hari kemudian
Al dan Alya kembali kerumah berdua, sementara keluarganya masih dalam perjalanan ke Rumah Al membawa kedua bayi nya.
"jangan jalan dulu sayang..! duduk aja di kursi roda, biar aku ambilkan minumnya ya? ". titah Al
Alya hanya bisa tersenyum lalu kembali mengangkat kakinya dan diletakkan di pijakan kursi rodanya, Al begitu menjaganya karna Alya masih belum sembuh total.
beberapa menit kemudian keluarga Alya datang membawa kedua bayi Al dan Alya.
"dimana kamar mereka nak? ". tanya Kaira
"biar kita bantu bereskan! ". Nova
"iya..! ". sahut Kaisha, Mayra dan Rani
Alya menjalankan kursi roda nya dan membawa keluarganya ke kamar anak-anaknya.
Mereka semua berdecak kagum melihat desain kamar ArShaka dan Arshara,
"indahnya! ". Rani
"unik sekali". Mayra
"ya Tuhan..! ini desain apa? abstrak tapi keliatan elegan". Kaisha
"siapa yang membuat kamar ini Alya? ". tanya Kaira
"wow..! kamar kalian cantik sekali sayang". Shindy berbicara pada Arshaka, sedangkan ArShara bersama Kaira.
.
__ADS_1
.
.