Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
suka


__ADS_3

.


.


hari pernikahan Raka dan Raya pun telah tiba.


Raya tengah di dandani oleh MUA ternama berasal dari Paris,


"anda cantik sekali Nona". puji si MUA dalam bahasa inggris.


Raya menjawab dalam bahasa perancis hingga seorang make up ternama itu melongoh Raya menguasai bahasa negaranya.


"kakaaaakkk". pekik Wulan berlari memasuki kamar ganti Raya.


Raya menoleh dan tersenyum lebar.


"hai.. Wulan? baru datang? ". sapa Raya


"issh.. kakak.. Wulan kangen". pekik Wulan memeluk Raya dengan erat dan gemas.


Raya terkekeh saja akan tingkah Wulan, bertahun-tahun Wulan berada di luar negri jadi saat dapat undangan dari Raya kalau Raya akan menikah tentu Wulan meninggalkan sekolahnya disana, ia harus mengambil cuti panjang supaya bisa menghadiri acara pernikahan kakaknya.


"mana suami kakak? Wulan penasaran, kata Alya sama kak Nola mempelai kakak sangat tampan ya?". Wulan melepaskan pelukannya dengan Raya namun ternganga seketika melihat Raya yang sudah di make up-in oleh sang MUA ternama.


"woww...! amazing..! ". Wulan berbinar menatap Raya hingga Raya hanya bisa tertawa.


"nanti kamu bisa melihat suami kakak, dia memang tampan". jawab Raya


"waaah.. kategori pria tampan yang kakak katakan pasti sangat tampan kan? ". Wulan makin penasaran sosok abang iparnya itu.


Wulan tentu tau Raya sangat jeli menilai sesuatunya, jika melihat aktor tampan Raya selalu mengatakan biasa saja, namun Wulan mendengar dari bibir Raya sendiri kalau abang iparnya tampan artinya ketampanan yang diakui Raya itu memang sangat tampan.


di tengah acara pesta.


Alya tengah berbicara dengan teman kampusnya tiba-tiba saja Gerry (Pria kulit pisang) datang menghampiri mereka.


"hai..? ". sapa Gerry


"hai juga". balas semua teman-teman Alya hanya Alya sendiri yang tidak membalas malah mengabaikan pria itu.


"aku boleh bergabung dengan kalian? ". tanya Gerry


"tidak boleh". jawab Alya


"boleh". jawab teman kampus Alya serentak.


"boleh ya? ". Gerry menyahut sambil tersenyum setampan mungkin hingga yang melihat sedikit meleleh berbeda dengan Alya yang malah jengah.


"Alya? ". panggil Alice


"iya..? " sahut Alya


"aku harus kembali ke mereka". izin Alya menunjuk Alice bersama Nola, Kalila, Rhiana dan kerabat perempuan Alya lainnya.


Gerry mengepalkan tangannya saat Gerry tau Alya meninggalkannya padahal Gerry ikut bergabung karna Alya tapi gadis itu malah melarikan diri, terlihat jelas sekali gadis cantik bermata biru itu mencoba menjaga jarak darinya.

__ADS_1


Alya memeluk Alice sambil tertawa.


"kalian sudah berkenalan? ". tanya Alya melihat kerabat perempuannya satu persatu.


"hmm.. ". sahut semuanya kompak.


.


.


di kamar ganti Raya


"kenapa lama sekali sayang? apa Raka sudah datang kesini? ". tanya Mami Shindy


"belum mi.. tadi Jon bilang abang Raka ketiduran jadi belum sempat ganti baju". kekeh Raya


"Ya Tuhan...! kenapa anak itu bisa ketiduran? apa dia tidak tidur dimalam sebelumnya? ". gerutu Mami Shindy sambil melenggang pergi meninggalkan Raya yang cekikikan sendiri sambil mengelus perutnya.


beberapa menit kemudian Raka masuk ke Ruangan ganti Raya.


"maaf sayang..! aku tadi ketidur...? eeh? ". Raka hendak meminta pengampunan sang istri tapi malah terpaku melihat kecantikan Raya.


"abang? ". Raya bangkit lalu melangkahkan kakinya sambil mengangkat gaunnya mendekati Raka.


"sa.. sayang? kamu cantik sekali". puji Raka dengan pandangan takjub melingkarkan lengannya di pinggang Raya.


Raya memeluk Raka dengan manja hingga Raka mengulum senyum.


"entah kenapa dari tadi aku ingin sekali memeluk abang tapi abang lama sekali datangnya". ucap Raya


Raya menyeringai lebar masih asik memeluk Raka, rasanya Raya ingin tidur saat ini tapi ia harus ingat kalau hari ini adalah hari bahagia mereka.


Raka dan Raya asik bermesraan jelang memasuki altar pengantin.


.


.


Satria tengah meminum segelas jus matanya bergulir memperhatikan sosok gadis menawan yang tertawa ceria bersama adik-adiknya.


"kenapa abang tidak menyatakan perasaan abang? apa abang tidak merasa Alice terlalu melupakan abang? abang tidak merasa Alice tidak lagi menyukai abang? ". ejek Arya


"woww..! abang suka dengan Alice? ". Randi terkekeh.


"pantas saja matanya tidak lepas dari sana". sahut Kama


"jatuh cinta bukan sebuah dosa besar". Pandu berkata


"ck...! kami juga tau". gerutu yang lainnya serentak.


Satria masih sibuk memperhatikan Alice, gadis bermata hijau itu memang terlihat lebih cerah dan ceria, ia tidak lagi menempel pada Satria, entah mengapa Satria rindu sebutan manja gadis itu yaitu Pangeranku.


Alice memiringkan kepalanya melihat seorang pria tengah mengajaknya berdansa, Alice memakai sarung tangan putih supaya kekuatannya tidak keluar.


"maaf..! temanku ini sudah punya kekasih". Alya merentangkan tangannya menutupi Alice dari pandangan pria yang terlihat begitu tertarik dengan Alice.

__ADS_1


"aku ingin berdansa saja, apa itu tidak boleh?". tanya pria itu mencoba melihat ke balik punggung Alya.


"sana pergi..! ". usir Rhiana.


"pergi". usir kalila juga.


kerabat Alya membantu mengusir pria itu.


"aku ingin melihat matanya.. tolong aku..! matanya kenapa bisa seindah itu? dimana dia membeli lensa mata warna itu? ". protes pria itu seolah tidak mau di usir.


Alice kaget saat sebuah tangan menariknya hingga masuk ke pelukan pria itu, Alice mendongak dan mengerjab polos, pria yang tengah ia peluk saat ini adalah Satria.


"gadis ini milikku ingat itu..! " tegas Satria


Alya dan yang lainnya merapat satu sama lain, mereka menonton adegan menarik antara Satria dengan pria yang terlihat tidak mau mengalah walau tau tandingannya adalah Satria.


"apa dia memang pria mu? ". tanya Pria itu melihat ke arah Alice.


Alice menggeleng polos, "aku tidak tau".


"dia saja tidak tau! saya tau anda pria terhormat tuan, tidak baik anda mengaku-ngaku, karna yang anda akui belum tentu benar dengan menolongnya saat di dekati pria lain, apa anda ingin dia tidak menikah seumur hidupnya karna semua orang tau dia milik anda padahal tidak sama sekali".


Satria menatap tajam pria itu yang ia kenal, dia adalah aktor papan yang sering di panggil Bian.


"bukan urusanmu". balas Satria sambil merangkul Alice lebih mesra.


Alice tidak tau apa-apa lalu melihat ke arah Bian dan akhirnya ia ingat siapa Bian setelah memperhatikan pria itu baik-baik.


"k.. kau.. yang ada di film kamu yang terbaik kan?". tebak Alice tampak berbinar.


"wow..! anda mengenaliku nona? ". Bian tampak senang saat Alice mengenalinya


"aahaha.. aku salah satu penggemarmu". ucap Alice tak menyadari Satria tengah terbakar api cemburu saat ini.


Bian mengulurkan tangannya, "Bian? ".


"aah.. aku Alice". jawab Alice ingin menyambut tangan Bian tapi tiba-tiba saja ia memekik kaget saat tubuhnya melayang.


Alya dan yang lainnya membekap mulut seketika, Bian ingin mengejar namun di cegah oleh Alvan yang muncul tepat waktu.


"kakak? ". Alice memeluk leher Satria sebisanya sebab ia sangat takut di jatuhkan dari bahu Satria.


Pangerannya itu sangat tinggi jadi saat berada di bahunya tentu sedikit takut sebab kalau jatuh sakit juga.


.


.


.


ada yang terbakar tapi tidak ada api. haha..


.


.

__ADS_1


__ADS_2