Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
memberi tau Raya


__ADS_3

.


.


ke esokan paginya.


Raka terbangun dan celingukan panik mencari istrinya.


"sayang? ". panggil Raka


Raka mencari Raya di kamar mandi lalu mencari Raya ke dapur, salah satu koki nampak mengemas ayam potong yang sudah dibersihkan beserta membawa bumbu-bumbunya.


"aaah! Tuan? ". kaget koki wanita itu begitu syok saat berbalik ada Raka didepan pintu.


"dimana istriku? ". tanya Raka


"Nona ada di Rumah Mini Tuan, kami dipaksa masuk ke taman pribadi anda untuk memasakkan Nona ayam bakar dan bakso bakar Tuan". jawab Koki itu dengan tangan gemetar dan wajah tertunduk.


"ya sudah..! lanjutkan pekerjaanmu..! jangan sampai istriku kelaparan". Raka memberi jalan untuk Koki itu.


"permisi tuan! ". ucap Koki wanita itu berjalan sedikit membungkuk lalu berlari setelah melewati Raka.


Raka sudah tau dimana Raya berada, hal itu sudah melegakan baginya, Raka memilih kembali ke kamarnya dan berendam di bathup.


Raka terkekeh melihat botol aroma terapinya kembali kosong, Raya menghabiskannya dalam sekali pemakaian.


"sepertinya aku harus pesan banyak". gumam Raka membuang botol wangi aroma terapinya yang sudah habis.


Raka berendam dengan air hangat saja, ia tidak pernah marah dengan kelakuan belahan jiwanya itu, selama Raya suka maka apapun akan Raka berikan.


hari ini Raka tidak bekerja, ia akan menghabiskan waktu dengan Raya saja sehari ini.


Jon, Rio sudah pasti yang paling sibuk mengurus perusahan Raka terkadang Boy juga membantu pekerjaan Rekannya, Dita belum sembuh total dan masih dalam perawatan Jekky yang bolak-balik memeriksa keadaan Dita di mansion Mahawira.


Raka berpakaian santai pergi ke taman pribadinya, Raka mengulum senyum melihat betapa lahapnya Raya makan ayam bakar dan bakso tusuk yang baru saja diangkat oleh para Koki dan Bi Asih yang memasak khusus untuk Raya.


"Nona! ". panggil Dita menggapai tangan Raya.


Dita dibawa oleh Raya jalan-jalan walau Dita pakai kursi roda, Dita di perlakukan dengan baik walau badannya masih merah-merah tapi Dita sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Raya berdecak, "apa sih Dita? apa aku tidak boleh makan ini? kamu ingat ya? ini bawaan anakku jadi jangan mencegahku! ". omel Raya tanpa melihat ke arah Dita.


"Nona? ". panggil Dita sekali lagi

__ADS_1


"Apa sih? ". kesal Raya


Bi Asih dan Para Koki melihat arah tatapan Dita dan mereka semua mematung seketika, mereka tidak pernah diizinkan masuk ke taman ini tapi karna paksaan Raya mereka masuk juga, jadi saat ada Raka membuat mereka gemetar ketakutan sebab mereka bisa saja dikatakan bersalah karna melanggar perintah Raka.


konsekuesinya sudah pasti di pecat, sebelumnya mereka betah bekerja dengan Raka karna gajinya di mansion Raka sangat besar tapi sejak ada Raya, mereka semua bahagia di dalam mansion Raka.


"abang? ". pekik Raya dengan kedua tangannya yang penuh membawa banyak makanan.


Raya berjalan cepat ke arah Raka, Raka tertawa melihat wajah cantik Raya belepotan sana-sini.


"hmm.. abang udah bangun? ". Raya memeluk Raka sebisanya karna tangannya sibuk.


"iya sayang..! apa badanmu sakit? ". tanya Raka dengan lembut.


"hmm..! bahu aku pegal karna abang peluk tapi udah enggak sakit lagi karna udah dipijit sama Bi Asih". jawab Raya tersenyum lebar.


Raka mencium bibir Raya yang penuh bumbu dan saus hingga yang melihat adegan itu mematung lagi kali ini dengan mata terbelalak lebar.


mereka mengira akan di pecat tapi Raka malah tidak terlihat marah sama sekali.


"manis sekali! ". Raka menjilati bibirnya yang terkena bumbu di pipi Raya.


Raka tidak jijik sama sekali, benar kata orang dewasa kalau sudah cinta makanan pahit pun akan terasa manis dan lezat.


"aaah? ". Raya menganga lebar tapi tangannya menyodorkan tusuk baksonya ke Raka.


Raka menghabiskan waktu dengan Raya di taman pribadi Raka, Raka membiarkan Raya memberi izin pada siapapun untuk dibawa masuk ke tamannya asalkan ada Raya.


semua yang dimiliki Raka adalah milik Raya, ia sama sekali tidak pernah mengklaim Mansion itu miliknya di depan Raya.


.


.


"benarkah bang? jadi Tuan Edward penguasa Dubai yang menjadi dalang atas kejadian yang menimpa kita? ". tanya Raya dengan syok.


"iya!". jawab Raka dengan lemah.


"lalu apa yang membuat abang seperti ini? ". tanya Raya memegang tangan Raka.


Raka merebahkan kepalanya di pangkuan Raya, Raya mengelus kepala Raka dengan lembut.


"kepala aku sakit saat tau kebenarannya sayang". keluh Raka menekan pelipisnya.

__ADS_1


"kebenaran seperti apa? apa aku boleh tau? ". tanya Raya


"hmm.. tentu saja sayang". jawab Raka


Raya tersenyum sambil mengelus kepala Raka, ia mendengarkan cerita Raka mengenai ibu kandungnya dan tragedi yang menimpa keluarga itu.


"Macan Asia? itu sebabnya mereka memanggilmu Anak Macan ya bang? karna abang Anak Macan Asia?". Raya berdecak.


Raka mengangguk, "tapi aku tidak tau siapa Ayah kandungku sebenarnya".


"apa karna Pria bernama Tuan Zain itu? ". tanya Raya


Raka mengangguk, "aku tidak tau apa Ayahku pria bernama Zain atau Ayahku yang aku ketahui namanya Adam Smith".


Raya menarik nafas pelan, "aku juga ingin tau apa yang terjadi diantara mereka berempat".


"berempat? ". beo Raka menatap Raya diatasnya dengan serius juga penasaran.


Raya mengelus kepala Raka sambil mengangguk, "ia bang..! Tuan Lord Edward, Nona Macan Asia, Tabib Zain, Tuan Adam Smith".


"seperti kata Nola kalau masalah mereka memang cinta segitiga tapi kenapa Tuan Smith melarikan diri dengan membawa abang jauh dari ibu kandung abang, kenapa mereka semua tidak berkumpul saja?".


"aku juga tidak tau". Raka memejamkan matanya masih berbaring di pangkuan Raya.


Raya masih mengelus kepala Raka, ia tidak lagi bertanya sebab ia tau Raka pasti pusing dengan masalahnya itu, Raya saja yang mendengarnya bingung apalagi Raka yang berada ditengah-tengah masalah itu.


Raya bisa memastikan kebenaran sudah terungkap 60%, tapi masih ada teka-teki lainnya yang belum Raka ketahui, siapa Ayah kandungnya, apa sebenarnya yang terjadi saat kelahiran Raka, mengapa Raka harus terpisah dari ibunya walaupun tau Ibu Raka mengalami koma.


dunia kedokteran mengatakan saat bayi prematur menangis dan berada di pelukan ibu akan membuatnya tenang karna mengenal detak jantung ibunya saat berada diperut si ibu selama beberapa bulan lebih, begitu juga sang ibu yang Koma karna pendarahan hebat setelah melahirkan, seharusnya anak itu didekatkan dengan sang ibu supaya cepat sadar dari koma nya.


seorang ibu melahirkan anaknya mempertaruhkan nyawanya, pasti ada keajaiban saat bayi itu menangis di samping sang ibu yang terbaring koma dan yakinlah pasti ada respon dari sang ibu.


Raka tertidur di pangkuan Raya, Raya tidak bergerak sama sekali, ia tetap setia membiarkan Raka istirahat dengan nyaman di pangkuannya.


"apapun yang terjadi aku akan terus berada didekat abang..! abang jangan pernah menyerah atau merasa sendirian, aku ada dibelakangmu! kita hadapi semuanya bersama". batin Raya sambil mengelus perutnya.


Raya merasa anaknya sangat pintar, penjelasan dokter Jekky malam itu membuatnya makin yakin kalau anaknya memang sangat pintar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2