Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
kedatangan keluarga Raya


__ADS_3

.


Raka mendengar suara Raya yang mulai tenang dan diam, lama kelamaan Raka mendengar sang pujaan hati mendengkur halus.


sudut bibir Raka tertarik keatas, Ia menempelkan bibirnya di kening Raya membubuhi kecupan cinta nya yang kian membesar saat ini apalagi ada nyawa hadir di perut wanita nya ini.


Raka baru bisa tertidur pulas saat memeluk Raya, hanya Raya lah obat tidurnya setiap malam bagi Raka. segala beban pikiran Raka buyar seketika saat memeluk tubuh istrinya itu.


.


jam 8 pagi.


Raka bekerja di mansion, ia membatasi diri pergi ke Perusahaan sebab istrinya tengah mengandung terlebih lagi 5 hari lagi adalah acara resepsi pernikahannya dengan Raya yang akan di gelar besar-besaran di hotel MattGroup.


"abang? ". panggil Raya kepalanya muncul di pintu yang dibuka separuh.


Raka terkejut lalu menebarkan senyum tampannya, ia sama sekali tidak marah padahal saat ini Raka sedang Rapat online.


"kenapa sayang?". Raka berdiri mendekati Raya yang juga berjalan ke arahnya.


"aku pengen makan jagung bakar". rengek Raya


Raka tampak berpikir, "mau nya siapa yang masak?". tanya Raka mengelus mesra pipi Raya.


"aku mau kita beli di luar". jawab Raya


Raka melihat ramalan cuaca saat ini di ponselnya menunjukkan akan hujan di sore hari, jika sudah keluar bersama Raya pasti akan kesenangan sampai lupa waktu bisa saja Raka dan Raya pulangnya malam.


di luar mungkin tidak ada jual jagung bakar dipagi juga di siang hari,


"tidak aman sayang.. bagaimana jika kita masak di taman belakang? aku akan masakkan untukmu yang paling enak".


"tidak aman kenapa abang? ". tanya Raya


"akan hujan petir nanti sayang..! aku tidak mau membahayakanmu karna tidak bisa melihat jalan nanti walau kita naik mobil". jelas Raka dengan lembut.


"masa sih? tadi aku ke kolam berenang tidak ada apapun, langit sangat cerah". Raya melihat ke atapnya dengan polos.


"hmm ...! kita masak sekarang ya? aku bisa minta bi Asih manenkan jagung belakang". kata Raka serius.


"manen? abang punya ladang jagung? ". tanya Raya berbinar seketika


Raka terkekeh, "kamu tidak pernah menelusuri taman belakang kan sayang? ".


"tidak". jawab Raya nyengir.


"tunggu sebentar ya? aku bicara dengan mereka dulu". bujuk Raka menangkup pipi Raya


Raya mengangguk sambil berjalan ke arah lemari makanan sehat Raka, ia mengambil salad buah memakannya dengan santai berjalan ke sofa sambil menunggu pekerjaan suaminya selesai.


tak butuh waktu lama bagi Raka menyelesaikan pekerjaannya, ia akan melempar pekerjaannya pada orang lain.

__ADS_1


siapa lagi yang akan di limpahkan segala pekerjaannya kalau bukan Jon, Jon yang akan menggantikan pekerjaan tuannya namun kalau masalah tanda tangan hanya akan di tumpuk Jon saja sampai Raka yang menandatangani sendiri.


Raya menganga lebar melihat pintu kecil di taman belakang, "pantas saja aku tidak pernah kesana! pintunya ngga keliatan". gerutu Raya


"kamu boleh pergi kapanpun kesana sayang, aku pikir kamu senang jalan-jalan menelusuri mansion dan mencari tau sendiri". Raka merangkul pinggang Raya.


Raya mendengus, " di dalam mansionmu saja sudah sangat luas apalagi belakang, aku tidak sempat kesini".


.


"aaaaah...! " Raya melebarkan tangannya sambil berputar-putar di jalan kecil nan penuh taman bunga.


"sayang? aku tidak mau kamu terjatuh". Raka menarik lengan Raya dan mendekapnya erat.


"issh.. abang..! aku mau nikmati angin segarnya..! disini benar-benar teduh, nyaman dan menyegarkan". Raya berkata dengan pandangan berbinar di bahu Raka.


Raka menepuk jidatnya yang punya penyakit baru yaitu lupa, bagaimana bisa dirinya lupa kalau Raya suka ketenangan sama seperti dirinya.


Raya sampai melupakan tujuannya datang ke tempat ini,


"ayo sayang". ajak Raka menggendong Raya yang terpekik girang seketika melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"lihat itu sayang! ". tunjuk Raka dengan ekor matanya.


Raya menganga lebar melihat ladang dapur milik Raka, banyak buah-buahan segar juga segala macam sayur mayur yang terlihat sangat di rawat.


"ayo cari jagungnya". gemas Raka menyatukan dahinya dengan pelipis Raya.


.


.


Raka memanggang Jagungnya setelah membuat bumbu-bumbunya dengan mudah, sejak dahulu Raka besar sendiri jadi tidak heran ia bisa memasak tidak seperti Raya yang sejak kecil dimanja walau tidak jadi gadis manja malah jadi gadis dingin nan arogan.


"sini sayang? katanya mau makan jagung bakar". Panggil Raka


Raya berjalan ke arah Raya, Rumah mini itu atapnya dekat dengan kepala Raya dan mungkin hanya 2 inci diatas kepala Raka (suami) dan Raya tinggal meluruskan kedua tangannya keatas bisa menggapai atap rumah mini itu.


"abang kenapa tidak pernah bilang punya rumah mini disini? " tanya Raya dengan kesal.


Raka terkekeh mengelus kepala Raya dengan lembut, "apa AC nya kurang dingin? ". alih Raka


Raya menggeleng kepalanya, "tempat ini banyak di kelilingi pohon rindang jadi tidak panas".


"ayo makan..! ". senyum tampan Raka menatap lekat istrinya.


.


.


Raya kembali ke mansion dengan raut wajah senang sebab keinginannya telah tercapai yaitu makan jagung bakar di siang hari.

__ADS_1


Raka tidak pernah berkata tidak atas apapun yang diminta istrinya yang tengah mengandung.


"mami? ". Raya melihat Shindy dan keluarganya yang lain tengah makan dessert buatan bi Asih juga para koki.


semua mata melihat ke arah Raya lalu melihat ke arah Raka yang wajahnya hitam-hitam di bagian tertentu, kemeja putihnya kotor dan ada noda bumbu di bajunya itu.


"kalian sedang apa? ". tanya Papi Dylan


"mungkin lagi makan jagung bakar". celutuk Grandma Kaira sambil tertawa lucu melihat penampilan Raka.


wajah Raya belepotan sana sini, Raka juga sama hanya bedanya Raka kotor dibagian bajunya saja.


"kamu makan jagung bakar siang hari sayang? " tanya Mami Shindy


"namanya aja ngidam". sahut Mommy Nova terkikik.


"sudah.. sudah.. kenapa kalian menggoda cucuku? ". Grandfa Pasha menengahi.


Pasha merentangkan tangannya, Raya menyeringai lebar berlari ke arah Pasha dan memeluk Grandfa nya itu.


"Haiih..? ". kaget Candra


Candra kaget sedangkan Nova (istri) juga terkejut melihat Raya saat ini sedang manja tak seperti Raya yang mereka kenal.


"mami.. Papi.. Grandma, Grandfa, Mommy (Nova), Dad (Candra).. Raka ganti baju ya? ". Raka mengendus tubuhnya yang sudah bau asap.


mereka yang mendengarnya tertawa lebar,


Raka pun segera berlari memasuki Lift, tak ada yang patut di takutkan olehnya jika Raya bersama keluarga Melviano yang sudah pasti 100% aman.


"bagaimana sayang? apa Raka sangat memanjakanmu? ". tanya mommy Nova dengan gemas.


Raya nyengir malu memeluk papinya saat ini, semua yang melihat tingkah Raya yang bermanja seperti itu benar-benar gemas, mereka sangat yakin Raka memperlakukan Raya seperti tuan putri hingga Raya bisa berubah dari gadis dingin menjadi wanita super manja.


.


.


Raka makan malam bersama keluarga Raya,


Raya hendak bangkit melayani suaminya tapi dicegah oleh Raka.


"aku bisa ambil sendiri sayang? kamu harus duduk..! aku tidak mau kamu kelelahan, dari tadi udah loncat sana-sini kayak kelinci di taman belakang tadi". omel Raka tanpa takut ada keluarga Raya di sana


semua yang ada di meja makan tertawa keras seketika, hanya Raya yang memanyunkan bibirnya karna disamakan seperti kelinci oleh suaminya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2