
.
.
"makasih bang....! ". ucap Alya girang membuat Raka tertawa lebar.
"kalau begitu abang pamit pulang dulu ya? ". Raka mencubit pipi Alya
"abang ngga mau makan malam disini? ". tanya Alya
"lain kali aja, masih banyak waktu". bisik Raka hingga Alya tertawa.
"baiklah..! hati-hati bang". ucap Alya melambai senang.
Raka mengangguk mengelus kepala Alya lalu mendekati Shindy dan pamit untuk pulang, menyalami mertuanya itu.
"sayang...! aku pulang ya? ". Raka beralih ke Raya hendak memeluknya tapi tidak jadi malah kikuk ke arah Shindy.
Shindy bersidakap dada menahan tawanya,
Raya tersenyum, "aku antar ke depan".
"tidak usah sayang..! lain kali aja ya? aku tidak mau kamu lelah, masuk lift, masuk kamar, masuk kamar mandi, lalu istirahat sampai puas". ujar Raka membuat senyum Raya makin melebar.
"aku pulang? ". ucap Raka mengelus pipi Raya
"iya..! pulanglah..! hati-hati dijalan". balas Raya dengan gemas.
Raka pun hendak pergi, namun tangannya terlihat enggan melepaskan tangan Raya, Raya sampai terkekeh akan tingkah Raka seolah tidak mau berpisah darinya.
"ayo tuan". ajak Jon menarik lengan Raka hingga tautan tangan tuan dan nonanya itu terlepas.
"sayang..! kabarin aku selalu sayang, aku tidak mau memulainya karna aku takut mengganggu tidurmu nanti". teriak Raka
Raya mengangguk, lalu saat Raka telah menghilang Raya tertawa sambil menggeleng-geleng kepalanya.
"uuh.. putri mami yang cantik ini sudah punya kekasih yang sangat pengertian ya? mami senang sekali". Shindy menangkup kedua pipi Raya.
"Kak..! ayo kembali..! ingat pesan bang Raka..! masuk lift, masuk kamar, masuk kamar mandi, terus tidur". Alya mengingatkan dengan raut wajah lucunya meledek sang kakak.
Raya berdecak saja akan ejekan sang adik,
Shindy membiarkan Raya dan Alya bersama masuk Lift, ia sedang setia menunggu sang suami kembali dari luar kota setelah menginap berhari-hari disana.
"bagaimana kak? bahagia jadi kekasih bang Raka?". goda Alya bergelayut manja di lengan sang kakak.
"hmm.." jawab Raya apa adanya.
"uuh.. kak Raya gimana? engga pasang muka dingin kan? ". ejek Alya
__ADS_1
"sejak bersama dia, mana pernah kakak dingin padanya". bela Raya
"tapi datar, iya kan? ". celutuk Alya lalu terkekeh.
Raya mendengus, "kakak tidak seperti itu, malah sering heran saja. abang mu itu suka sekali memeluk kakak, bahkan di pesta malam itu dia tanpa ragu memeluk kakak seperti ibunya saja, padahal kakak kekasihnya".
"kak..! bang Raka kan tidak punya mama, mungkin itu yang membuatnya manja sama kakak. kan kakak tau dia siapa? pasti tidak bisa mempercayai siapapun tapi dia sangat mempercayai kakak". jelas Alya dengan gemas.
Raya terdiam, benar apa yang Alya katakan. pria yang telah menjadi kekasihnya itu tidak memiliki keluarga untuk bersandar, sudah pasti tidak punya tempat untuk bermanja.
"ya udah kak..! ayo keluar ! udah sampai ke kamar kita". Alya menarik lengan Raya
.
.
Raya masuk ke kamarnya, dan sesuai permintaan Raka, Raya membersihkan dirinya. di dalam Bathup kamar mandi, Raya memainkan Ipednya.
"Morett? kenapa wanita di luar sana mudah sekali jatuh cinta pada Raka? ". decak Raya
"eeh..? aku juga". Raya memukul kepalanya sendiri.
Raya saja sebagai gadis dingin bisa menaruh hati pada Raka, apalagi wanita lain pikir Raya.
"tapi tunggu...! dia tidak mungkin bertingkah baik pada semua perempuan kan? dia hanya baik padaku saja kan? ". gumam Raya tiba-tiba terbesit kebaikan Raka yang diberikan pada Raya lalu membayangkan Raka lakukan juga pada perempuan lain.
"i... ini? ". Raya kaget melihat vidio Viral dimana tertera judulnya aib putri Smith.
"Maisy? saudara tiri Raka? bagaimana vidionya bisa viral? ". gumam Raya memutar Vidio itu.
Raya geli sendiri dengan siapa Maisy bercint*, "bagaimana dia bisa menjual tubuhnya pada pria tua bangka? bahkan Granfa ku jauh lebih baik".
"eeh.. apa yang kau katakan Raya? nanti Granma marah bisa saja kilatan mata emasnya muncul dan membunuh Maisy tanpa berkedip". rutuk Raya pada dirinya sendiri.
"lagian Granfa sangat mencintai Granma, jadi tidak mungkin berbelok dengan perempuan lebih muda yang sesuai dengan umur cucunya".
Raya heboh dengan ocehannya, banyak yang ingin ia tanyakan pada Raka, tapi tidak mau menghubungi sang kekasih dan lebih memilih menahan rasa penasarannya sampai bertemu lagi dengan Raka.
.
.
di tempat lain
"Nona Maisy kehilangan kewarasannya tuan". lapor Rio.
"bagus..! bagaimana si Rubah betina? " tanya Raka.
"beberapa hari lagi, dia mungkin akan meninggal Tuan, racun itu menyiksanya hingga dirinya lebih memilih mati tapi tidak bisa mati." jawab Rio.
__ADS_1
"hmm..! bagaimana Ibu Tiriku hmm? ". tanya Raka menyeringai tipis.
"Ibu Herlina sudah meninggal tuan". jawab Rio
"hmm? benarkah? apa bunuh diri? ". tanya Raka menyayangkan mainannya telah meninggal hingga Raka tidak bisa menyiksanya lagi.
"mantan suami nya menikah lagi dengan Janda kaya tuan, dan Ibu Herlina mengamuk ingin mengacaukan pernikahan mereka tapi mantan suaminya itu sepertinya telah merencanakan pembunuhan karna tau sifat Ibu Herlina". jelas Rio.
"oh.. Kepala Rumah Tangga itu sedang bahagia ya? dia mencari wanita lain? enak sekali hidupnya". decak Raka
"apa yang harus kami lakukan tuan? ". tanya Rio
"hmm...! biarkan saja dia menghabiskan waktu dengan istri barunya selama 1 bulan ini, anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan ku". ujar Raka
"baik tuan". balas Rio
Raka memejamkan matanya, "kau mau bicara apa Jon? ".
Jon tersentak, yah.. dirinya sejak tadi diam memang ingin melaporkan kasus Morett yang mengancam Raya.
Raka memukul meja seketika hingga retak, wajah Raka memerah, rahangnya mengeras, matanya berapi-api. Jon tau Raka akan marah tapi bagaimanapun Jon harus melaporkannya supaya tuan nya tidak menyesal nantinya.
Rio menelan ludah mendengar cerita Jon, dirinya tau siapa Morett, tapi tak di duga wanita iblis itu menyukai tuannya.
"awasi dia Jon..! aku sangat mengenal Serigala satu itu, dia bisa saja datang ke negara ini, jika dia berani menyentuh sehelai rambut keluarga Raya aku akan mencabik-cabiknya tanpa peduli hubungan antara pembeli VVIP dan penjual diantara kami".
"baik tuan". balas Jon
Raka pun bangkit meninggalkan orang setianya,
"Tuan..! bagaimana si iblis betina itu menyukai tuan master? aku baru tau tuan, wanita iblis itu juga punya hati menyukai lawan jenis". ujar Rio setengah takut.
"dia wanita, sekeras apapun hati wanita pasti punya hati lembut walau secuil, jangan gosipkan wanita itu. tugas kita mengawasinya jangan sampai dia datang dan melukai keluarga Nona Raya". perintah Jon
.
.
Raka didalam kamar mandi, tepatnya dibawah pancuran shower, matanya menyalang seperti banteng marah saja.
"kau bodoh Raka..! kau terlalu bahagia dengan Raya, kekasih impianmu hingga lupa diri kalau kau itu punya banyak musuh".
Raka memukul-mukul dinding hingga tangannya memerah dan terluka, Raka merutuki kebodohannya yang melupakan fakta penting itu.
.
.
.
__ADS_1