Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
melabrak


__ADS_3

.


.


"kamu baik-baik aja dek? ". tanya Arya


"baik bang". jawab Alya mengangguk


"apa perlu aku memberi pelajaran padanya Alya? ". tanya Randi


"hmm..! boleh". jawab Alya


"ok..! ". Kama dan Pandu lah yang paling bersemangat.


Alvan mendatangi mereka semua, "siapa pria tidak tau malu itu? kenapa aku merasa dia tidak pernah bosan mendekati Alya? ".


"biasalah lah bang orang kurang kerjaan". sungut Alya dibalas anggukan oleh mereka semua.


"apa yang terjadi? ". tanya Alvan serius


"lebih baik Alya gabung sama Rhiana dan yang lainnya". Alya pamit dari saudara lelaki tampan dan gagahnya itu.


Alvan menahan tangan Kama dan meminta nya untuk menjelaskan yang sebenarnya supaya Alvan bisa bertindak lebih lanjut.


Alvan tau pria itu selalu mencoba mendekati Alya dan Satria beberapa kali melindungi adiknya itu.


"Arya akan balaskan bang". ujar Arya dengan serius.


"kita bahas nanti..! kita sudah mengunci dia untuk kita habisi bersama". Damar tiba-tiba datang.


"hmm". sahut para lelaki berkuasa di usia yang masih muda itu.


keluarga mereka saling membela satu sama lain, walau ada satu diantara keluarga mereka yang berani dianggap remeh oleh orang lain, sudah pasti membuat mereka marah, apalagi tadi Gerry berbicara di depan banyak tamu undangan.


Papi Dylan dan Grandfa Pasha saja tidak suka akan kelakuan Gerry, bahkan jika Alya memilih Gerry tidak ada satupun dari mereka merestui itu, jika Alya bersikeras memilih Gerry mereka akan bekerja sama membuat satu jebakan yang akan mereka manfaatkan untuk menunjukkan karakter asli pria pilihan Alya itu.


.


"bagaimana keadaanmu Alya? ". tanya Alice yang baru saja turun dari mimbar pengantin menuju ruang ganti


Alya mengangguk sambil tersenyum.


Satria menatap serius adiknya itu, "apa perlu abang beri sesuatu padanya".


Alya melihat ke arah Satria, "mereka akan melakukan sesuatu bang". Alya melirik Arya dan saudara lelakinya yang lain.


Satria dan Alice melihat arah lirikan Alya pun faham, mereka tak lagi berbicara.


"baguslah..! jika abang yang bertindak akan abang buat perusahaannya bangkrut dan tidak akan bisa bangkit sedikitpun". Satria


"ya sudah..! terserah saja, jangan libatkan Alya!! Alya tidak mau mood Alya hancur karna pria gila itu". kesal Alya membuat Satria dan Alice mengangguk tak lagi membahas Gerry.


.

__ADS_1


"kenapa Alya bang? ". tanya Raya penasaran melihat seluruh keluarganya mendekati Alya.


Raka menepuk keningnya antara lucu dan gemas akan pertanyaan Raya, sejak tadi acara begitu ribut tapi istrinya itu malah asik makan lobster dan sup kepitingnya itu hingga tidak mendengar apapun lagi.


"biasalah Alya di permalukan oleh Pria tidak tau diri dan mencoba menjelekkan nama keluarga Melviano". jawab Raka


srreekkh...!


Raya menjatuhkan daging lobster yang sedang ia pegang dengan kedua tangannya.


"kurang ajar..! siapa pria itu? ". bentak Raya yang ketinggalan berita.


"sayang...! sudah sayang.. Arya dan yang lainnya sedang merencanakan sesuatu". Raka menekan kedua pipi Raya yang di tatap beberapa orang.


Raya mengepalkan tangannya, "beritau aku siapa pelakunya? ".


Raka ternganga saja mendengarnya, sebab sejak beberapa hari sebelumnya Raya tidak terlihat seperti ini.


"abang..? " panggil Raya mulai kesal.


"apa sayang? ". tanya Raka dengan lembut.


"siapa pria itu? ". tanya Raya dengan mata melotot.


"Gerry..! Pria yang mengejar-ngejar Alya di setiap pertemuan pentingnya, tadi pria itu benar-benar kehilangan kewarasannya". Raka


Raya meminta penjelasan pada Raka sampai ia benar-benar geram mendengar penjelasan suaminya.


.


.


Perusahaan Gerry berada di ujung tanduk kebangkrutan, tidak ada yang mau membantu Perusahaan itu sebab Satria sebagai penguasa tertinggi MattGroup sudah mengancam setiap Anak Perusahaannya juga beberapa investor Perusahaan asing untuk tidak membantu Perusahaan Gerry.


"kita apakan dia? ". bisik Kama


"Teman-temannya kita buat menjauhinya". usul Damar


"boleh". sahut Randi


"lalu apa yang kita lakukan? ". tanya Pandu


"kita bocorkan ban mobilnya! ". seringai Alvan


"Ok..! ". sahut mereka semua serentak.


mereka mengerjai Gerry habis-habisan seolah hari ini adalah hari kesialan terbesar Gerry.


Gerry mengamuk di tengah jalan kosong yang tidak ada rumah satupun, ia berteriak memaki siapapun yang ada di pikirannya.


kelima pria gagah nan tampan itu bertos ria yang sedang menyamar berpakaian pohon, rumput, dan banyak lainnya hingga tidak akan ada yang tau bahwa mereka manusia, demi mengerjai Gerry mereka semua rela seperti itu.


.

__ADS_1


sore harinya Gerry sudah tiba di rumahnya namun dihalangi oleh seorang wanita cantik.


Gerry mengerutkan keningnya melihat wanita itu, "kenapa putri sulung Melviano bisa ada disini? apa mau minta maaf? ".


Gerry keluar dari mobil dan berjalan sok angkuh ke Raya.


"ada apa Nona? apa Nona ingin meminta maaf atas apa yang telah adik anda lakukan? ". ucap Gerry begitu percaya diri.


Brughh..


Gerry terlempar mengenai badan mobilnya dan terhempas ke bawah, Dita keluar dari mobil dan berlari ke arah Raya sambil berusaha meredamkan amarah Raya yang meledak-ledak.


"lepasin Dita..! dia tidak tau diri..! udah jelas salah bukannya minta maaf malah berpikir akulah yang minta maaf". geram Raya dengan tatapan nyalang.


"kau tidak tau bagaimana kekejaman Melviano pada musuh hah? kau berani mempermalukan kami di depan umum berarti sama saja kau bunuh diri sialan....!! tauuu?? ". teriak Raya yang marah-marah pada Gerry.


"jangan samakan pecundang sepertimu dengan Opaku kau tau??". bentak Raya lagi.


"Opaku memang tidak punya uang tapi dia sangat mencintai omaku.. kau tidak tau apa-apa mengenai hati... berani sekali kau menyindir kami mengatakan kami hanya menilai harta seseorang saja". amuk Raya


(Reza yang mencintai Rani)


Gerry bangun dan mengusap dada serta perutnya yang sakit akibat tendangan maut Raya, dengan raut wajah ketakutan Gerry segera masuk ke mobilnya meninggalkan halaman rumahnya sendiri.


"kenapa kau melarikan diri bodoh...!! ". teriak Dita


Raya melihat ke arah Dita yang sejak tadi terlihat tenang sambil menahannya tapi nyatanya Dita juga marah.


"kenapa tidak membiarkanku memukulinya tadi? ". tanya Raya dengan kesal.


"maaf Nona..! jika dia mati maka siksaannya tidak berhasil, sia-sia Tuan kita menyiksa ekonominya". jawab Dita


Raya akhirnya mengerti, "baguslah kamu menghentikan aku tadi, kalau tidak dia pasti sudah mati ditanganku".


Dita membenarkan pakaian Raya yang diam saja sambil mengikat pashminanya lebih kuat kebelakang.


"ayo pulang Dita..! aku mau lanjutin makan sup kepitingku". ajak Raya tanpa beban.


Dita melongoh saja tapi kakinya ikut berjalan cepat mengikuti Raya dan membukakan pintu mobil untuk nona nya itu yang hobbynya melabrak orang sejak mengandung.


.


di mansion


Raya makan seperti anak kecil hingga Dita bertanya-tanya, dimana Raya yang emosian yang meledak-ledak seperti sebelumnya


"apa wanita hamil itu bisa membuat seseorang menjadi aneh? ". batin Dita bertanya-tanya.


"Nyonya? apa mau saya berikan Dessert? ". tanya Bi Asih dengan lembut.


"mau". jawab Raya dengan semangatnya


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2