Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 92_ mencari solusi


__ADS_3

.


.


Arya tertawa mengelus punggung Nia dan membalas pelukan Nia juga semakin erat, seolah takut ada yang mengambil Nia dari sisinya.


"kakak tidak bercanda kan? ". tanya Nia dengan tatapan penuh bintang berkerlap-kerlip dimatanya.


Arya mengangguk, "kalau aku tidak mencintaimu mana mungkin aku menidur*mu sayang". bisik Arya membuat wajah Nia semakin merah.


"jadi kakak sudah lama mencintaiku? ". tanya Nia melepaskan pelukannya dari Arya.


"hmmm..! jadi jangan mendekati pria lain, kamu hanya boleh menatapku seorang". kata Arya dengan lembut meradu keningnya dengan kening Nia.


Nia melingkarkan tangannya di leher Arya, "Muaahhh! Muah... muah.. muah...! aku juga mencintaimu suamiku bahkan saat pertama kali kita berjumpa aku sudah menyukaimu".


Arya mengulum senyumnya, "aku tertarik saja padamu saat itu dan tidak mau kamu pergi dariku". kata Arya


Nia tersenyum manis dan Arya juga sama, lama-kelamaan bibir mereka bertemu dan saling mengungkapkan perasaan satu sama lain lewat bibir.


cukup lama mereka bercium*n, Nia melepaskan cium*nnya dengan Arya lalu mengelus rahang Arya.


"aku berjanji tidak akan mendekati Pria manapun Kak, tapi kakak harus berjanji akan selalu jujur padaku tentang Pria itu". kata Nia tidak menyebutkan nama Red.


"hmm.. aku akan mengatakan apapun itu termasuk ukuran dalam*nku". bisik Arya mengecup leher Nia


Nia terkekeh dan ikut mengecup bahu Arya lalu memeluk manja suaminya, pantas saja Arya begitu mesum padanya akhir-akhir ini tapi Nia tidak berpikir Arya mencintainya.


sebagai Pria sejati tentu hubungan seperti itu sudah menjadi rutinitas mereka, terlebih lagi Nia tau Arya tidak akan menikahi perempuan manapun kecuali Nia.


Adegan mesra mereka berlanjut ke Ranjang, kamar mandi, dan bahkan Nia begitu setia menemani suaminya bekerja walau ia menonton DraKor di sofa.


Arya berubah dingin seketika mendapat kiriman foto dari alamat E-mail asing, apalagi potret itu adalah Nia dan Red sedang bertatapan dekat dalam jarak 1 meter.


Arya tidak bodoh mengamati ekspresi Nia yang terlihat tidak senang, apalagi gerakan kaki Nia yang buyar dalam foto itu menandakan Nia sedang ingin melangkah mundur.


"apa kau fikir bisa membodohiku? kau fikir aku akan berpisah dengan Nia hanya karna melihat foto bodohmu ini?". batin Arya tersenyum smirk.

__ADS_1


Arya melihat ke arah Nia yang tengah serius menonton dengan alis berkerut lucu, Arya ikut-ikutan mengerutkan keningnya melihat beragam ekspresi menggemaskan Nia.


Arya seakan lebih menyukai ekspresi wajah Nia dibanding foto mesra Nia dengan Red dari pengirim misterius ini.


"besok aku akan tanyakan pada Ricis". batin Arya yang ingin mendengar penjelasan langsung Ricis tanpa terpancing amarah dengan menyakiti hati Nia.


Arya mendengar pengakuan cinta Nia sudah membuktikan Nia sangat mencintainya terlebih lagi istrinya itu sangat polos, bisa saja orang lain memanfaatkan sifat alami Nia itu untuk membuat Arya salah faham dengan Nia padahal Arya sangat mengenal Nia.


"Chacha? ". panggil Arya


Nia menoleh ke Arya, "iya Kak? kakak mau apa? mau minum? ". tanya Nia menghentikan tontonannya dan berjalan mendekati Arya dengan raut wajah serius dan hal itu membuat Arya gemas.


"sini..! " Arya menepuk paha nya.


Nia mendekat dan duduk menghadap Arya, Arya terkekeh gemas karna Nia lebih berani, tidak seperti sebelumnya jika Nia disuruh duduk di pangkuan Arya maka saat itu Nia akan duduk membelakangi Arya.


Arya menyibakkan rambut Nia,


"kakak kenapa? ". tanya Nia memegang kedua bahu Arya dengan raut wajah penasaran.


"nggak Kak! aku mau menemani Kakak, selama 5 hari Kakak merawatku aku juga akan merawat kakak". jawab Nia dengan senyum manisnya mengelus rahang Arya, Alis, hidung dan dagu suaminya.


Arya mengulum senyumnya,


"Kakak lihat apa? ". Nia menoleh ke komputer Arya dan kaget melihat potret dirinya dengan Red siapapun yang melihat potret itu pasti akan salah faham,


"K.. Kak? i.. ini? ". Nia menunjuk foto di komputer Arya.


"K.. kak.. ini tidak benar, kenapa di foto ini diperlihatkan aku dan dia hanya berdua? ada Ricis disamping aku Kak,, dasar jahat..! ini perbuatan siapa? kakak jangan marah ya? jangan salah faham dulu". kata Nia dengan raut wajah paniknya.


Arya terkekeh dengan penjelasan Nia yang terlihat ketakutan namun terkesan menggemaskan, Nia seperti bocah kecil yang tidak mau ditinggal jalan-jalan oleh kedua orangtuanya.


"dasar gila.. dia menjebakku rupanya? kami baru saja bahagia dia sudah mengirim foto ini supaya kak Arya salah faham padaku". geram Nia dalam hati memaki dan menyumpah serapahi Red.


"aku sudah bilang kan jangan dekat-dekat dengan Pria lain, inilah yang aku takutkan, aku berharap orang gila ini tidak menyebarkannya ke media". Arya berkata dengan serius dan tersirat senyum tipisnya yang lembut.


Nia beralih ke Arya, "kakak percaya padaku kan? ". tanya Nia dengan memelas.

__ADS_1


Nia tidak peduli omongan orang lain asalkan Arya mempercayainya.


"iya.. coba katakan apa yang sebenarnya terjadi? aku tidak marah karna aku suka sekali permainan mu tadi sayang, aku tidak akan marah jelaskan saja!". Arya


Nia merona mendengarnya, jujur saat Arya bilang juga mencintai Nia, Nia merasa banyak kupu-kupu terbang di perutnya jadi saat bercint* Nia berubah lebih agresif di ranj*ng saking bahagianya Arya juga mencintainya.


Nia menjelaskan apa yang terjadi pada nya saat itu dan Arya mendengarkan dengan serius.


.


ke esokan harinya Arya juga bertanya pada Ricis dan jawaban Ricis juga sama dengan Nia, Akhirnya Arya tau kebenarannya.


beruntung Arya tidak termakan emosi serta kecemburuannya karna melihat foto itu, jika Arya melihatnya sebelum Arya tau alasan Ricis menjitak Nia tentu Arya akan salah faham.


bisa dikatakan foto itu datang terlambat dan Arya juga sedang bahagia karna Nia berubah begitu manja dan menggemaskan, Arya tidak akan menghancurkan cinta mereka yang baru saja semakin mekar setelah saling mengungkapkan cinta satu sama lain.


.


"sedang apa Arya? kenapa kamu mendatangi abang?". tanya Satria penasaran dengan kedatangan Arya ke Apartemennya di lantai atas Apartemen Arya.


Satria pemilik gedung Apartemen itu, mereka tidak pernah haus akan harta jadi seluruh keluarga Melviano bisa saja menginap di Apartemen itu jika ada keperluan, bahkan mereka masing-masing punya Apartemennya sendiri tapi tidak mau tinggal permanen di Apartemen itu karna sudah punya kehidupan masing-masing.


"Arya mau minta saran Abang..! ". Arya


"hmm..! katakan!". sahut Satria.


Satria mendengarkan penjelesan Arya dengan serius lalu berkata,, "apa yang Nia katakan memang benar..! Dia yang bisa menyelesaikan masalah itu dengan cepat, kamu tidak ingat kasus Lord dubai itu? ".


Arya terhenyak karna ia baru mengingatnya, kalau dipikir-pikir kasusnya hampir sama dengan kisah kedua orangtua Raka.


"bicarakan dengan Nia baik-baik, dia tidak sebodoh itu membiarkan dirinya terjebak oleh Pria itu, Nia sangat mencintaimu dan kami semua tau itu". Satria


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2