Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
janji


__ADS_3

.


.


Eh..? kok ada lagi Kak Nae? hehe.. Bonus buat Idul Adha nya telat ..! Mohon maaf lahir batin semuanya.. Happy Reading...!!


.


.


Raka menatap lekat Raya di bawahnya,


"abang jangan gigit-gigit napa sih? geli tau". protes Raya mengelus telinganya.


"ayo tersenyum..! ". pinta Raka


"disuruh tersenyum kok menganga terus mata sayangku ini makin melotot? ". gemas Raka mencubit kedua pipi Raya.


"ngga mau senyum". ketus Raya melihat arah lain.


"kenapa? ". tanya Raka menciumi mesra pelipis dan pipi Raya berkali-kali.


"abang..! ". Raya mendorong tubuh suaminya hingga duduk diatas Raya tapi kakinya masih mengunci tubuh Raya.


"marah beneran nih? ". goda Raka menusuk-nusuk pipi Raya.


"issh.. enggak..! mending abang masak sana..! aku lapar". Raya menunjuk arah barat membuat Raka tergelak keras lalu membenarkan arah tunjuk Raya ke arah selatan.


"disana dapurnya sayang". bisik Raka mendekat dan sekali lagi menggigit hidung Raya.


"abang..! " amuk Raya bangkit dari tidurnya sementara Raka sudah tergelak segera lari langkah 1000 keluar dari kamarnya.


Raya mengusap-ngusap hidungnya yang di gigit gemas oleh Raka,,,


"apa dia pikir hidungku ini kue? dia lapar juga kenapa hidungku yang di gigit". gerutu Raya sambil menghembus-hembus ke atas seolah rasa sakit di hidungnya akan hilang saja dengan cara meniupnya.


.


.


"Nona? Chef seksi ini sudah datang membuatkan menu spesial Love". Raka membawa sepiring makanan unik terlihat lembut.


"apa ini bang? ". tanya Raya


"makanan spesial terbuat dari kentang yang aku giling dengan penuh perasaan, aku sangat yakin kamu suka". jawab Raka sambil menghempus makanannya tapi Raya menahan tangan Raka.


"kenapa sayang? kamu tidak percaya ini enak? ". tanya Raka penasaran.


Raya tersenyum lalu menggeleng kepalanya, "aku ingin posting chef tampan aku sedang membawa masakan spesial untukku". Raya berkata sambil membenarkan celemek Raka dan topi chef di kepala sang suami.


Raka tersenyum bangga, Raya terkekeh melihat suaminya sudah berpose sementara dirinya belum memotret.


"..siap bang...? 1 2 ....3 ". Raya memberi kode lewat jemari tangannya.


cekrik.


"ayo sayang...! aku juga ingin memotretmu". Raka mengeluarkan ponselnya


Raya dan Raka untuk pertama kalinya berfoto berdua sambil tersenyum manis ke arah kamera, Raya melebarkan matanya saat Raka mencium pipinya.


"abang". Raya hanya memukul pelan dada Raka yang mengagetkannya saja.

__ADS_1


.


esok paginya,


Raya berdecak kagum melihatnya barang-barang dibawa masuk ke kapal Raka saat Raka tengah sibuk berbicara dengan ketua pengantar pesanan Raka.


"pacarmu? ". goda rekan Raka


Raya terlihat kagum dengan pemandangan sekitar, sungguh menyegarkan.


"tidak .. istri berlianku". jawab Raka dengan gemasnya memanggil Raya.


"sayang? ". panggil Raka membuat Raya menoleh.


"wow...? berlian? ". decak rekan Raka yang mengerti bahasa indonesia bercampur bahasa inggris.


Raka melambai padanya dengan cepat Raya mendekati Raka dan merangkul lengan Raka kini.


"dia ketua persenjataanku disini ". Raka mengenalkan temannya pada Raya.


Raya tersenyum tipis menyapa sopan pria yang kini menyapa ramah padanya.


"istrimu cantik sekali master". puji pria itu fasih dalam bahasa indonesia.


"ya... istriku". balas Raka mengakui sambil menggenggam tangan Raya.


.


detik itu juga Raka harus kembali, ia tidak bisa membawa Raya berkeliling negara C sebab berbahaya menyembunyikan barang ilegal.


"Nona sedih tidak bisa jalan-jalan? ". tanya Dita penasaran.


"bukan..! aku merasa makin agresif saat ini Dita, padahal aku sendiri yang ingin menikmati masa pacaran kami tapi aku malah ingin melakukan hubungan lebih dengan Raka". curhat Raya dengan kesal.


"hah? ". Raya tidak mengerti.


"mereka yang berpacaran melakukan hubungan suami istri Nona cuma pake pengaman biar tidak kebobolan, tapi kalau suami istri beneran ya tidak perlu pake pengaman". jelas Dita


"benarkah? mereka pacaran sangat bebas? masa bisa begitu sih? ".


"iya Nona..! saya mengerti kenapa Nona bernafsu pada tuan Master". kekeh Dita.


"enak aja..! aku tidak bernafsu cuma suamiku itu udah minta jatah". kesal Raya membuat bibir Dita berkedut menahan tawa lepasnya.


"tapi Nona juga mau kan? ". goda Dita, Raya melototkan matanya ke Dita.


"maaf Nona". cengir Dita


"kau ini...! kenapa pikiranmu kotor sekali? ". Raya menunjuk-nunjuk kesal kening Dita yang nyengir tak berdosa.


.


.


malam hari.. melewati hutan yang sama di tempat terpencil,


"kenapa hawanya menakutkan ya? ". Dita merangkul lengan Jon


"awwh... sakit bodoh". Jon melepaskan tangan Dita


"heh? kok bisa sakit? kau terluka ya? ". tanya Dita penasaran melupakan rasa takutnya.

__ADS_1


"diam..! aku tidak terluka.. aku cuma risih ditempelin cicak sepertimu". jelas Jon dengan santai.


Dita menggeretakkan giginya lalu tanpa hati memukul lengan Jon hingga pria gagah itu mengumpat dengan mata terpejam.


"Eh.. kesenggol? maaf". ucap Dita dengan raut wajah tak berdosanya.


Jon bangkit dan menggendong Dita yang memberontak seketika, "kau Gila...! lepaskan aku". teriak Dita.


Jon melempar Dita ke dalam bathup kamar mandi yang penuh dengan busa sabun.


"aahhhhhhh...! Bedebah..! Jooonnnn". teriak Dita dengan marah.


.


.


dikamar lain.


"kenapa mereka selalu bertengkar? ". tanya Raya di pelukan Raka menatap rembulan malam didalam kaca kamarnya kini.


Raka berdecak, "seharusnya aku buat kamar kita kedap suara".


Raya tersenyum, "apa menurutmu mereka cocok bang? ". tanya Raya


"menurutku sih tidak tau, jika kita bilang cocok dan mereka bilang tidak cocok tentu pendapatku tidak akan merubah hubungan mereka kan? ". jelas Raka dengan logika nya.


Raya mengangguk membenarkan, "iya juga".


"tapi apa tempat ini benar sudah aman bang? kenapa aku merasa ada yang mengintai kita? ". bisik Raya.


"iya sayang..! kamu benar, mereka meletakkan robot kayu diantara pepohonan yang ada, aku tidak bisa membedakan yang mana robot diantara banyaknya pohon disana, akan memakan banyak waktu untuk mencarinya".


"pohon robot? artinya mereka tau kita membunuh pasukan mereka? terus bagaimana abang bisa tau yang mengintai kita Robot bukan manusia? ". tanya Raya


"hmm.. entahlah.. " jawab Raka malah tidak mau menjawab ia memeluk Raya lebih erat.


"dasar manusia zaman sekarang.! kenapa makin banyak aja manusia serakah dimuka bumi ini". gerutu Raya dengan kesal tak terlalu memaksa Raka untuk menjawab pertanyaannya tadi. f


"kita hadapi bersama sayang, aku yakin mereka tidak akan melawan kita saat ini apa kamu mau kita melakukan malam pertama disini? ". goda Raka


"ck.... abang..! aku mau bulan madu lah, bawa aku ke pulau terus kita anu-anu disana". jawab Raya membalik tubuhnya dan segera menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat di belahan dada bidang suaminya.


"benar? kita melakukannya waktu bulan madu? janji engga bohong? ". gemas Raka


"iya janji tidak bohong, di tempat lain hal biasa. aku mau di tempat khusus supaya aku bisa ingat dimana benihmu mulai tertanam di rahimku".


"Ya Tuhan..! kamu membuatku makin tidak sabar ingin memakanmu sayang". Raka menyibakkan rambut Raya dan mulai menciumi gemas leher Raya.


"abang harus bisa nahan diri, kalau mau cepat ya udah cepatin juga bulan madu kita". jawab Raya dengan entengnya sambil menggeliat kegelian akan apa yang dilakukan suaminya kini.


.


.


.


Oke... selamat beraktifitas..!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2