Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 79_ berubah


__ADS_3

.


.


"Tuan? ". panggil Han ragu-ragu


"kenapa kau? wajahmu pucat ketemu hantu tadi? ". tanya Red dengan senyum anehnya.


Han menggeleng kepalanya pelan, "s. saya barusan bertemu Tuan Muda Melviano, Tuan". jawab Han


Red menghentikan aktifitasnya yang sedang makan, ia mendongak ke Han.


"kali ini apa katanya? ". tanya Red dengan dingin.


"sama seperti sebelumnya Tuan, dia selalu menanyakan anda mengenai kapan akan muncul dihadapannya". jawab Han lagi dengan kepala tertunduk.


"yaah.. dia memang hebat tapi berhadapan langsung dengannya butuh keberanian juga kekuatan yang lebih besar, aku akan menemuinya jika kemampuanku sudah meningkat". Red berkata dengan tangan terkepal.


"dia selalu merendahkanku". desis Red sambil memejamkan matanya.


Han hanya diam tanpa berani berbicara sebab Red bisa saja menembak mati dirinya jika Han membela Arya didepan Red.


Han sendiri tau bahwa Red bersiasat secara sembunyi-sembunyi, tidak seperti Pria sejati pada umumnya tapi Han tidak berani berkomentar.


.


di Ruangan lain


Nia sedang makan berdua dengan Arya, sesekali Nia memandang wajah suaminya dari samping.


"Nia.. kenapa kau jadi seperti ini? ada apa denganmu? sadarlah... dia suamimu.. iya.. dia tidak akan menikahi perempuan lain selain dirimu juga tidak akan membuangmu, itu sudah cukup bagimu, ku mohon jangan serakah lagi!! ". batin Nia


Arya melihat ke arah Nia yang sontak saja Nia melebarkan matanya lalu melihat kebawah dengan situasi canggungnya itu.


Arya menahan senyum melihat tingkah Nia yang melototkan matanya dengan tampang uniknya itu,


"mau apa? ". tanya Arya mengelus kepala Nia dengan lembut.


Nia perlahan menegakkan kepalanya dan melihat ke arah Arya.


"t.. tidak ada kak..! hanya.. hanya.. kakak.. itu.. hmm.. terlalu tampan". jawab Nia tergugu gagap.


Arya terkekeh saja mendengarnya membuat Nia semakin malu.


"tidak usah malu, tatap saja sampai kamu bosan". ujar Arya dengan santainya.


Nia terkejut lalu tersenyum kembali melanjutkan makannya tapi matanya masih melihat ke arah Arya, Nia tidak lagi malu-malu karna sudah dapat izin dari sang pemilik wajah.


"sayangnya tidak akan bosan kak". batin Nia


.


Nia di papah oleh Arya dengan Arya yang merangkul pinggang Nia, beberapa pelayan tidak tau apa yang terjadi hanya senyam-senyum dengan keberuntungan yang Nia dapatkan


"Kak? ". panggil Nia

__ADS_1


"hmm? ". sahut Arya


"tidak ada". jawab Nia nyengir kuda


Arya menggeleng pelan kepalanya, untuk saat ini panggilan Nia benar-benar disukai oleh Arya, irama dan suara Nia begitu halus dan lembut hingga Arya suka suara Nia saat memanggilnya dengan sebutan Kakak.


setibanya di Apartemen, "ka.. kak? ".


"kenapa? bukankah kamu menginginkanku? ". Seringai Arya


"ta.. tapi...? aahh". Nia terpekik saat Arya merangkul pinggangnya hingga masuk ke dekapan Arya dan bertatapan begitu dekat dengan Arya.


mata biru Arya dilihat dari dekat benar-benar membius matanya Nia, tanpa sadar Nia begitu berani memegang kedua rahang Arya dan mengecup kedua mata Arya dengan lembut.


Arya tersenyum dengan apa yang Nia lakukan, Nia tersadar dari apa yang ia lakukan lalu hendak melepaskan tangannya dari Arya.


"tanggung jawab! ". Arya


Nia melebarkan matanya, "cium mata juga bertanggung jawab? ".


"iya.. ". jawab Arya menggesek hidungnya dengan hidung Nia.


Nia bisa mencium aroma tubuh Arya yang sangat ia sukai, tanpa sadar ia memejamkan matanya dan hal itu membuat Arya tersenyum.


sekali melakukannya maka akan ketagihan, Nia membalas setiap pang*tan lembut Arya, entah Arya mencintainya atau tidak Nia tidak peduli lagi, ia bisa bersama Arya itu sudah membuktikan dirinya boleh mencintai Arya, apalagi Arya bilang tidak akan menikahi perempuan manapun, kalau bukan Nia yang melayani Arya lalu siapa yang melayani Arya.


.


pagi-pagi


"Cha? ". panggil Arya meraba-raba tubuh istrinya yang tidak ada disisinya.


Arya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Arya sudah berpakaian santai lalu melihat ke arah dapur.


Arya melangkahkan kakinya ke arah dapur, ia mengulum senyum mendengar Nia tengah bernyanyi menyiapkan sarapan untuk Nia dan juga Arya.


"sudah ku tebak suaranya pasti sangat indah". batin Arya


"aaah". Nia kaget melihat Arya tengah bersidakap dada menyandar di sisi pintu dapur menatapnya.


"kaget? ". tanya Arya


"apa kakak tidak mau mengajarkanku cara berjalan tanpa mengeluarkan suara itu? ". tanya Nia memberanikan diri


"bisa, lain kali kita berlatih ! tapi setelah ini kita akan ke Mansion". Arya mendekat dan kini berhadapan dengan Nia.


"ke Mansion? apa terjadi sesuatu kak? ". tanya Nia serius menatap mata Arya


"tidak..! Mami yang minta kita nginap disana". jawab Arya menyatukan keningnya dengan kening Nia.


Nia sontak saja memejamkan matanya sambil tersenyum.


"bagaimana jalanmu? apa sudah baikan? ". tanya Arya


Nia melebarkan matanya melihat jari-jari Arya begitu nakal menyentuh bagian sensitifnya tapi Nia tidak menolaknya

__ADS_1


"t.. tidak lagi kak, su. sudah baikan". jawab Nia dengan pipi yang semakin merah saja.


"yakin? ". tanya Arya dibalas anggukan berkali-kali oleh Nia


"Kakak harus sarapan ya? aku buat sarapan menu baru". Nia merangkul lengan Arya dan membawanya duduk di meja makan mereka.


Arya bisa melihat Nia melayaninya dengan senyuman, biasanya Arya bisa melihat Nia sedikit tegang tapi saat ini berbeda, Nia jauh lebih berani dari sebelum-sebelumnya.


"bagaimana kak? ". tanya Nia penuh harap


"hmm.. enak..! sepertinya jika kamu buka Restaurant pribadi bagus juga". Arya


"Restaurant? tidak mungkin kak..! uangku tidak cukup buat Restaurant". Nia menjawab dengan polosnya


"kata siapa? Blackcard yang ku berikan padamu bisa membeli apapun termasuk sebuah Restaurant". Arya


Nia terhenyak, "ta. tapi? "


"lain kali kita bahas..! sayang sekali kelebihanmu tidak di kembangkan, kamu lihat sendirikan Grandma juga Aunty Mayra buka Restaurant sendiri? makanan mereka khas sangat disukai masyarakat". Arya berkata dengan serius.


Nia tidak lagi menjawab, ia makan selalu menatap Arya dan Arya tidak keberatan ditatap oleh Nia seperti itu.


.


Nia dan Arya pergi ke Mansion Melviano


di tengah jalan Arya dan Nia di hadang oleh pohon besar.


"k.. kenapa itu kak? kok bisa ada dahan pohon sebesar itu? ". tanya Nia merasa aneh


sejak Nia bisa beladiri ia selalu waspada setiap kejadian apapun yang menimpanya.


"tunggu disini..! ". pinta Arya


"kakak mau kemana? ". tanya Nia memegang lengan Arya


"aku turun dan melihat apa yang ada disana". jawab Arya memegang tangan Nia yang memegang lengannya.


"jangan kak..! kita lewat jalan lain saja". pinta Nia


"kamu pikir aku takut? ". tanya Arya dengan datar


"bukan kak..! aku hanya tidak mau membuat Mami dan Papi menunggu, dan aku khawatir ada ular atau hewan mematikan di balik dahan itu". Nia


Arya menghela nafas panjang,


"Kak..? ". rengek Nia


Arya menoleh ke Nia, ia tidak pernah melihat Nia yang tengah merengek manja.


"ayo kita balik aja, cari jalan lain ya..!". pinta Nia sambil mengerjabkan matanya juga mengecilkan bibirnya (Agyeo).


.


.

__ADS_1


Agyeo itu bertingkah imut.


.


__ADS_2