Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 24_ tersiksa batin


__ADS_3

.


.


Nia terus berlari menjauhi Tia, sedangkan Tia yang kehabisan akal melepaskan heelsnya lalu melemparnya ke arah Nia.


hap..!


Nia hendak membalik badannya tapi Arya tiba-tiba menarik pinggangnya mata Nia melebar saat heels Tia melayang melewati wajahnya.


Nia masuk ke dalam pelukan Arya, Arya memejamkan matanya lalu membuka perlahan matanya, Arya melirik ke arah Tia secara perlahan tentu ia ingin tau pelakunya.


Glek...!


Tia melebarkan melihat Arya menyelamatkan Nia, ia gelisah bagaimana cara dirinya membela diri.


"sudah jam 11 malam kenapa Tuan Muda Terhormat ini mau datang ke sini? segitu berharganya Nia bagi Tuan Arya? sial...! ". batin Tia meneguk salivanya bersusah payah.


"Tuan? ". gumam Nia pelan


Arya mengelus kepala Nia dengan lembut, "bagus Kelinciku..! kau bisa menjaga tubuhmu dari manusia hina". senyum lembut Arya


Nia mengerjab-ngerjabkan matanya mendongak melihat betapa tampannya Arya sedang mengulum senyum padanya.


"apa yang kau lihat? ". tanya Arya mencubit pipi Nia


Nia tersentak, "Tuan sangat tampan". jawab Nia dengan jujur.


Arya terkekeh hingga wajah Arya makin terlihat tampan saja dimata Nia,


"kau terlalu jujur". Arya mencubit kedua pipi Nia yang merona karna malu akan kejujurannya sendiri.


Arya beralih ke Tia, Arya membawa Nia ke tempat Tia.


"Coba kau lempar Heels kau lagi padanya? aku ingin melihatnya dengan mata ku sendiri". Arya berkata dengan dingin


"T.. tua.n? anda sa.. lah faham". jawab Tia dengan raut wajah semenyedihkan mungkin.


"Oh ya? ". Arya berkata sambil bersidakap dada pandangannya masih sangat tajam seperti sebilah pedang yang sangat tajam siap menembus jantung Tia.


"saya tersandung Tuan,, Nia begitu membenci saya dan mengatakan saya merebut kekasihnya". Tia


Arya melihat arah lain, raut wajahnya makin tidak bersahabat dan situasi mulai diliputi hawa dingin.


Nia hanya diam melihat sandiwara kakaknya yang berakting seolah dirinya lah yang paling jahat, Para Pelayan lain yang melihat Tia bermuka dua bersorak geram.

__ADS_1


"cukup...!!". bentak Arya membuat Tia terlonjak kaget.


"kau sangat memuakkan! ". kata Arya dengan pandangan merendahkan.


"Tuan? ". Tia hendak memegang tangan Arya


Arya dengan cepat mengelak hingga Tia terjatuh sendiri karna terlalu bersemangat mengejar Arya demi mendapatkan hati Arya.


"jangan sampai tanganmu yang menjijikkan itu menyentuhku..! jika kau berani aku akan patahkan tanganmu itu dan melempar tanganmu ke Serigala lapar di Hutan selatan". kata Arya dengan tatapan membunuhnya.


Tia gemetar ketakutan, Tia tentu tau Keluarga Melviano tidak pernah main-main dengan ucapannya.


Arya beralih ke Nia, "kau beruntung wajah kelinciku tidak terluka karna heels mu..! jika heelsmu benar-benar mengenai wajah ini? aku tidak akan segan memotong kepalamu dan membuangnya kelautan untuk menjadi makanan Hiu".


Arya mengelus lembut wajah Nia yang mengerjab-ngerjabkan mata mendengar perkataan Arya yang berhasil membuat jantungnya berdebar kencang, hanya sebuah kata-kata yang mengancam Tia dengan perkataannya yang menakutkan itu tapi segitu berharganya Nia bagi Arya, itu yang membuat Nia kembali jatuh hati pada Tuannya itu.


"sadar Nia.. Sadar...! kau hanya peliharaannya! jangan berharap lebih". batin Nia dengan cepat Nia merubah pandangannya ke arah Tia.


"abaikan saja dia! ayo kita pulang! ". ajak Arya menarik tangan Nia meninggalkan Tia yang masih terduduk dengan wajah memucat dan Nia bisa melihat tangan Tia bergetar bisa Nia tebak Tia sedang ketakutan.


.


"Tuan? anda membawa saya Kemana? ". tanya Nia penasaran


"ke dokter". jawab Arya dengan serius.


Nia dibawa ke Klinik dr. Kinan.


"siapa ini Arya? ". tanya Dr. Kinan (Istri Bagus yang merupakan Anak Ella dan Ramzi).


"milikku". jawab Arya dengan serius.


Nia menoleh ke arah Arya lalu melihat ke arah Dr. Kinan yang merupakan orang terhormat di kalangan kedokteran sebab memiliki ikatan dengan Keluarga Melviano.


"kenapa sayang? apa tubuhmu ada yang sakit? ". tanya Dr. Kinan yang langsung merangkul lengan Nia.


Dr. Kinan tentu tau mengapa Arya membawa Nia ke Kliniknya pasti untuk memeriksa miliknya itu tidak terluka sama sekali.


.


"saya baik-baik saja dokter". jawab Nia dengan jujur.


"jika Arya membawamu kesini pasti karna kamu terluka". Dr. Kinan mengelus lembut wajah Nia


Nia hanya diam dengan tatapan terus ke mata Dr. Kinan yang memperlakukannya dengan begitu baik.

__ADS_1


"Kenapa Tuan Arya baik sekali pada Saya dokter? saya hanya anak buangan, saya dibuang oleh keluarga saya sendiri dan tidak ada yang menarik di dalam diri saya tapi mengapa Tuan Arya begitu baik? mengapa Keluarganya juga begitu baik pada saya? apa hati kalian semuanya berlian? jangan terlalu baik pada saya.! saya manusia yang bisa serakah".


"sepertinya kamu tertekan batin ya? ". tebak Dr. Kinan pun kini mulai serius memeriksa keadaan Nia.


.


.


perlahan Nia memejamkan matanya di brankar pemeriksaan, matanya mulai terasa berat hingga ia benar-benar tertidur pulas.


"bagaimana Aunty? ". tanya Arya serius.


"dia tertekan batin, apa yang kamu lakukan hingga dia bisa terlihat begitu stres? ". tanya Dr. Kinan dengan serius.


"Apa? kenapa bisa tertekan batin? aku tidak pernah berkata-kata kejam padanya". Arya


"hati perempuan itu seperti kaca yang mudah pecah, mungkin dia bukan terluka fisik tapi terluka batin, apa tekanan dikeluarganya? atau di tempat kerjanya? tadi Aunty dengar dia bercerita kalau dia hanya anak buangan apa itu benar? " cecar Dr. Kinan.


Arya mendengarkan dengan serius perkataan Dr. Kinan tentang kondisi Nia yang tidak boleh dianggap spele, Nia bisa saja kehilangan kewarasannya jika terlalu lama tertekan batin.


.


.


Arya menggendong Nia masuk ke dalam Lift Apartemennya, Nia masih tertidur pulas di pelukan Arya berada di pelukan Pria itu membuat tidur Nia semakin nyenyak saja.


Arya tidak membawa Nia ke Kontrakan Nia tapi membawa Nia ke Apartemennya, Arya menyelimuti tubuh Nia yang kini sudah berada di kamar tamu nya.


"apa yang kamu takutkan Nia? jika malaikat itu ada maka aku adalah malaikatmu, aku akan melindungimu dari masalah apapun yang menimpamu, jangan pernah takut apapun Nia..! aku ada disampingmu". Arya mengelus kepala Nia dengan lembut.


Arya merasa sedikit kasihan pada peliharaannya, dari awal pertemuan Arya bisa tau situasi Nia yang dijebak, jika Nia tidak bertemu dengan Arya malam itu mungkin kehidupan Nia sudah hancur.


"hiks.. hiks...! " Arya tersentak melihat Nia yang menangis didalam tidurnya.


Arya menghapus air mata Nia, mata birunya juga ikut sedih melihat air mata Nia terus saja mengalir, Nia tidak mengatakan apapun hanya terus menangis.


"Mama". racaunya pelan.


Arya bisa tebak Nia merindukan kasih sayang ibunya dan air mata Nia menandakan dirinya sangat tersiksa.


Arya menarik nafas pelan lalu masuk ke balik selimut Nia, Arya menarik tubuh Nia dan memeluknya membelai kepala Nia.


"aku disini..! jangan sedih ya? ". bujuk Arya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2