
.
.
selesai makan malam besar-besaran di Mansion Melviano, Nia diajak oleh Alya, Aisha, Kalila, Wulan, Nola, Rhiana pergi ke Kamar Alya yang luas dan mewah.
"kita tidur bersama-sama lagi ya? ". Alya
"kita ngapain coba? ". tanya Nola
Mereka saling melirik satu sama lain
"Ayo kita Nonton Drakor atau Dracin..!! ". pekik mereka semua hanya Nia yang melebarkan matanya dengan kaget.
"kenapa ekspresimu dek? ". tanya Nola terkekeh.
"tidak kak..! aku kaget ternyata kalian juga suka nonton drakor ya? ". cengir Nia merasa malu
mereka tertawa cekikikan,
"hidup pasangan kekasih di dunia drakor itu impian kami kakak ipar". cengir Aisha
Nia bisa melihat betapa cantiknya para gadis Melviano saat melepas Pashimina masing-masing, Nia merasa insecure padahal dirinya juga sangat cantik terutama gigi kelincinya membuat siapapun gemas melihat Nia.
.
"Eh..? apa ini cocok? ". Nia gelisah dengan pakaian tidur yang ia pakai kini lumayan transparan.
"issh.. nggak ada yang lihat kak..! ayo kita nonton! ". ajak Alya menarik lengan Nia
gadis-gadis cantik yang sedang makan cemilan di depan TV sambil menunggu Nia pun ternganga seketika melihat penampilan Nia yang terlihat lebih dewasa.
"Kakak ipar cantik dan seksi sekali". pekik Aisha
"Oh.. Kakak Ipar betapa beruntungnya abangku". Rhiana.
"ahaha..! seksi kak! ". Wulan
"sudah..! kalian membuat wajah Nia seperti kepiting rebus! ". kekeh geli Nola
Nia malu-malu diberi tempat duduk oleh teman-teman barunya, mereka ber7 nonton bersama-sama sampai pagi (sekitar jam 4 pagi), tidak terasa hari sudah pagi, betapa bahagianya Nia bersama Saudara perempuan Arya yang sangat baik hati memperlakukannya begitu baik.
Semua anggota keluarga Melviano tertidur pulas sampai jam 10 pagi,
Cerry dan Zaskia main bersama-sama di kamar nya sementara saudara laki-laki mereka masih tidur di kamar sebelah.
Kamar mereka sekarang dipisah karna jenis kelamin, Mainan Cerry dan Zaskia sama-sama dan Kamar saudara laki-laki mereka juga bersama-sama, tidak ada saling iri satu sama lain malah saling meminjam dan tidak pernah perhitungan akan apapun.
"Tatak cantik dimana? ". tanya Zaskia dengan khas cadelnya.
"tatak cantik? tatak thatha? ". tebak Cerry
(Kak Thatha maksudnya Kak Chacha karna Arya memanggil Nia itu Chacha)
"iya Tak Thatha". jawab Zaskia
"bobok muntin". jawab Cerry dengan senangnya memainkan boneka barbienya menggantinya dengan baju baru.
kedua gadis kecil menggemaskan itu sibuk dengan ocehan cadelnya tentang orang baru yang bergabung dengan keluarga besar mereka (milik Arya), sedangkan yang lainnya tertidur.
__ADS_1
"Lapal". sungut Zaskia
"ayo matan! ". ajak Cerry
Zaskia dan Cerry adalah gadis kecil yang sangat pintar, mereka tidak pernah menyusahkan Raya dan Alice sebagai mommy juga Daddy mereka, Zaskia dan Cerry suka melakukan apapun sendiri layaknya gadis remaja yang sudah dewasa.
"Nona kecil? ".
sapa para pelayan Melviano berlari kecil menyambut Cerry dan Zaskia yang keluar dari Lift sambil bergandengan tangan.
"tatak.. celly lapal". rengek Cerry dengan manja memegang salah satu tangan pelayan Melviano
"Askia uga lapal tatak". sambung Zaskia juga
Para pelayan melviano dengan senang hati menggandeng tangan mungil kedua tangan si Nona Kecil, mereka sangat tau bagaimana baiknya keluarga Melviano.
apa kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya begitulah Anak-anak (Raya & Raka), (Alice& Satria).
Nia sudah berpenampilan rapi datang ke dapur Melviano.
"Nona? ". sapa Pelayan melihat Nia sang gadis beruntung yang dibawa Arya ke Mansion Melviano
"tatak..! ". pekik Zaskia dan Cerry berlari ke arah Nia
Nia duduk dengan bertumpu kedua lututnya, Nia memeluk kedua bocah kecil menggemaskan itu.
"kenapa kalian menggemaskan sekali sih? ". gemas Nia begitu senang menciumi pipi Zaskia dan Cerry
"tami mau calapan tatak, tami lapal". adu Cerry dengan manja
"benarkah? ". tanya Nia terkekeh mengelus kepala Cerry dan Zaskia
"mereka masih kecil saja sangat sopan dan tidak memandang kasta seseorang apalagi kalau mereka sudah dewasa, betapa mulia nya hati mereka". batin Nia merasa keluarga Melviano begitu sempurna dalam segi apapun tapi tidak membuat mereka begitu sombong atau lupa diri.
Nia memanggil dirinya kakak pada Cerry dan Zaskia bukan Aunty karna Nia bukan kekasih Arya hingga harus di panggil Aunty
"mauuu!! ". jawab Cerry dan Zaskia serentak
Nia menggandeng tangan mungil keponakan menggemaskan Arya,
para Pelayan ikut tersenyum, mereka memilih mundur dari dapur tapi Zaskia dan Cerry tetap memakan Roti sederhana buatan para pelayan tanpa memilih.
perut kecil mereka sangat banyak makan,
Alice, Raya, Shindy juga Kaira datang ke dapur mencari Zaskia dan Cerry. mereka mengulum senyum manis saat mengintip dapur Nia begitu memanjakan Cerry dan Zaskia.
"tatak.. tenapa anyak cekali? ". protes Cerry yang memang paling bawel.
banyak sarapan di atas meja dapur Melviano kini.
"enak! ". Zaskia berdoa sebelum makan langsung melahap sarapan sehat buatan Nia.
Cerry menelan ludah melihat Zaskia makan begitu lahap, dengan semangat pula si putri kecil Raya dan Raka berdoa juga makan.
melihat Cerry dan Zaskia makan membuat Nia begitu bahagia malah tertawa hingga melupakan rasa laparnya saking lucunya melihat kedua bocah cadel itu makan.
"hei.. sayang..? kalian merepotkan Aunty cantik ya?". goda Raya
"ehhh..? ". Nia terperanjat kaget lalu nyengir malu melihat Raya, Alice, Shindy dan Kaira mendatanginya.
__ADS_1
"boleh ikutan? ". tanya Alice
"boleh Kak". jawab Nia malu-malu.
Raya memegang tangan Nia, "maaf ya..? putri kecil kakak menyusahkanmu ya? ".
"tidak kak..! mana ada gadis kecil lucu seperti mereka menyusahkan saat bilang lapar, Nia benar-benar gemas kak, Nia tidak tega melihat mereka kelaparan jadi buat banyak sarapan biar mereka makin kenyang dan sehat". jawab Nia dengan polosnya.
Shindy dan Kaira terkekeh, mereka malah mengucapkan terimakasih pada Nia yang menjaga kedua putri kecil Melviano.
"oh ya sayang..? ". Shindy
"iya Mi!". sahut Nia yang kini sudah fasih memanggil Shindy dengan sebutan mami
"tadi Arya minta kamu datang ke kamarnya, Mami tidak tau alasannya". Shindy
"mungkin antar sarapan kali". tebak Kaira
Nia pun dengan cepat berdiri, "Tuan belum sempat makan tadi malam karna pekerjaannya Mi.. Grandma..? Tuan pasti kelaparan".
Shindy, Kaira saling melirik satu sama lain, Raya tersenyum dan Alice terkikik gemas.
Nia menyiapkan sarapan untuk Arya lalu pamit pada semua perempuan cantik Melviano. sepeninggal Nia, Shindy, Kaira dan Raya melihat ke arah Alice.
"Nia memang gadis yang akan menjadi Istri Arya Mi..Grandma". jawab Alice yang tau tatapan mereka bertiga
"tuh kan benar". Shindy mengangguk senang tebakannya benar.
"1 tas limited Mommy". pinta Shindy dengan girang ke Kaira
Kaira terkekeh geli, "iya.. iya.. nanti Mommy kirimkan ya? ".
Mereka bergosip dengan dunia taruhan mereka, sedangkan Zaskia dan Cerry sibuk dengan sarapan mereka yang tidak ada kenyangnya.
.
.
"Tuan? ". Nia mengetuk pintu kamar Arya yang sedikit terbuka
sekitar 10 menit Nia menunggu tidak ada jawaban, alhasil Nia izin masuk saja dengan hati-hati ke kamar Arya sambil mengantarkan sarapan untuk Arya
Nia meletakkan sarapan Arya di meja nakas, Nia spontan saja membereskan ranjang Arya yang berantakan.
Nia menebak Tuannya sedang mandi, wangi maskulin diselimut itu membuat bibir Nia melengkung sempurna.
"siapa? ". Arya keluar dari kamar mandinya dengan jubah mandi melilit di tubuh gagahnya
Nia berbalik dan dengan cepat ia kembali berputar arah melihat belahan dada bidang Arya yang terlihat oleh mata suci Nia.
"Chacha? ". gumam Arya
Arya mengerutkan keningnya lalu terbesit seringai tipisnya seolah sedang merencanakan sesuatu untuk menggoda sang kelinci menggemaskannya itu.
.
.
haha.. Lucu deh..! besok Up lagi ya..!! wkwk.. minggu waktunya Nae mau tidur nyenyak...
__ADS_1
.
.