
.
Raya memperhatikan raut wajah Raka seperti mengenal wanita yang sejak tadi ia curigai.
"Raka? ". Raya mengguncang pelan lengan Raka.
Raka langsung beralih ke Raya,
"kau mengenalnya kan?". tanya Raya serius
Raka mengangguk,
"apa kau tidak akan mengatakan siapa dia pada temanmu ini? ". tanya Raya
Raka menghela nafas panjang lalu mengedarkan pandangannya dimana semua orang masih bersorak meriah padanya juga Raya.
"apa kita bisa bicara di ruangan ganti tadi?". Raka berbisik mesra di telinga Raya
tanpa Raka sadari hati Maisy makin kebakaran saja melihat Raka bersama wanita lain, ia hendak pergi ke arah Raka dan Raya, namun sebuah tangan tiba-tiba menariknya pergi entah kemana.
.
.
selesai acara
"kau bawa aku kemana Raka? ". tanya Raya dengan malas melihat arah tujuan mereka tak kunjung sampai.
Dita dibelakang Raka dan Raya menulikan pendengarannya dengan memakai heanseat juga menyetel musik kuat bahkan Raka dan Raya bisa mendengar musik Dita.
"kesuatu tempat hanya ada kita berdua". jawab Raka dibalas jengah oleh Raya.
"kita berdua ? terus dia apa? ". cibir Raya melirik Dita
"dia tembokmu kan? dia tidak di hitung". balas Raka menekan kepala Raya dengan gemas.
Raya mengabaikan saja perlakuan Raka itu,
"cepatlah..! aku sudah mengantuk". desak Raya dengan malas lalu menguap lebar seketika.
Raka tersenyum lembut melirik Raya, "tidurlah..! nanti akan aku bangunkan".
Raya memejamkan matanya dan menyetel sandaran mobilnya.
beberapa menit kemudian Raka menepikan mobilnya melihat Raya tengah meringkuk mencari kehangatan.
Raka membuka jasnya dan menyelimuti tubuh Raya sambil tersenyum menawan, ingin rasanya Raka menciumi gemas wajah bayi gadis impiannya itu yang sedang tertidur pulas berbeda saat mata Raya terbuka akan berubah menjadi wanita dewasa yang super galak.
Raya tersenyum saat tubuhnya mulai menghangat, Raka ikut tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanannya.
.
tibalah Raka di tempat indah yang menurutnya sangat aman untuk menceritakan semuanya pada Raya.
.
pagi-pagi
Raya mengerutkan keningnya mendengar suara air, burung berkicau di sekitarnya, perlahan matanya terbuka dan melihat jas Raka tengah menutupi tubuhnya.
"dimana ini? ". gumam Raya mengedarkan pandangannya dan tak melihat siapapun didalam mobil
"Dita dimana? ". gumam Raya kecarian.
Raya keluar dari mobil dan matanya terpana seketika melihat pemandangan indah di sekitarnya
"waah..! apa ini masih di indonesia? ". gumam Raya tak percaya dirinya berada di negaranya sendiri.
__ADS_1
Raya mengangkat gaunnya dan melihat seseorang tengah berenang di air biru nan indah itu, Raya sendiri bingung tempat apa ini? apa pulau pribadi? tempatnya benar-benar sangat indah hingga tak bisa diungkapkan lewat kata-kata.
jujur baru pertama kalinya Raya melihat keindahan yang menyejukkan seperti itu di negaranya sendiri.
"Raka? ". Raya memicingkan melihat pria yang tengah berenang dengan sangat keren itu di bawah sana.
"Raya? ". Raka seketika menghentikan aksinya dan mendongak menatap Raya.
"sedang apa? ". tanya Raya
"mandi". jawab Raka tersenyum tipis.
"mana Dita?". tanya Raya mencari jalan menuju ke danau cantik itu.
Raka berenang ke tepian dimana Raya tengah duduk disana sambil mengayunkan kakinya ke dalam air danau dan Raka bisa melihat mata Raya berbinar seketika.
"airnya hangat sekali". Raya membekap mulutnya.
"dasar gadis norak..! apa kau baru pertama kali datang kesini? ". ejek Raka
"memang baru pertama kali". jawab Raya sambil tersenyum kecil melihat burung-burung beterbangan di atasnya.
"ha? ". Raka langsung duduk di samping Raya dengan bertelanjang dada.
Raya tidak melihat itu karna menurutnya tidak mungkin dirinya tertarik, Raya sering melihat bentuk tubuh semua rekan seperjuangannya saat beladiri, bahkan tubuh adiknya pun sudah Raya lihat dan hasilnya tetap sama Raya biasa saja.
"benar baru pertama kali? ". tanya Raka seolah tak percaya
"iya". jawab Raya beralih ke Raka sambil tersenyum.
"apa tempat ini milikmu? ". tanya Raya
Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal, "ia juga sih dikatakan milikku memang milikku tapi aku kesini kalau lagi stres saja dan aku belum sempat membangun Vila disini".
Raya berbinar mendengarnya, "pasti bagus sekali kalau bangun Vila disini".
"hmm.. sangat suka". jawab Raya
"Nona? ". Dita mencari Raya di dalam mobil namun tidak ada.
"Dita sudah kembali". Kata Raka pada Raya yang tadinya mencari Dita terdengar suara Dita.
Raya pun bangkit lalu mengangkat gaunnya menaiki tangga unik menuju ke atas.
"Nona? saya tadi mencari anda". Dita mendekat ke Raya dengan raut wajah khawatir.
"kau dari mana? ". tanya Raya
"saya tadi mencari buah untuk Nona sarapan soalnya saya tidak tau master membawa kita kemana, tidak ada rumah disini". Dita
Raya menahan tawanya melihat kaki Dita kotor seperti anak kecil berlarian di tengah jalan becek dan kotor.
"Nona jangan menertawai saya..! saya bersusah payah mencari sarapan anda, ayo silahkan di makan Nona!". pinta Dita dengan muka di tekuk menarik lengan Raya
.
.
"sekarang katakan..! kenapa kau bawa aku kesini? ". tanya Raya ke Raka yang tengah tertidur tanpa memakai busana di badannya yang kekar, Raya tentu saja melihat tubuh kokoh yang berotot itu.
Dita saja terlena melihat pemandangan itu tapi Raya malah biasa saja tidak ada meronanya sama sekali.
"Maisy.. nama wanita tadi malam itu Maisy". ujar Raka serius menatap langit nan sangat indah jelang siang hari.
"Maisy? siapa dia? kenapa dia mencoba melukaiku? " tanya Raya serius mendengarkan.
"dia saudara tiriku". jawab Raka menatap Raya sekilas.
__ADS_1
Raya mengatup bibirnya seketika, Raya tau Raka tidak suka mengungkit bagian dari keluarganya yang dulunya membuangnya.
Raya tau Raka dibuang, diusir, dicampakkan dan tidak di akui tapi Raya belum tau Raka adalah pria yang dahulu pernah ia bantu.
"lalu kenapa dia mencoba melukaiku? apa aku punya salah padanya? ". tanya Raya hati-hati.
Raka menarik nafas lalu menceritakan niatnya yang ingin balas dendam pada keluarga yang membuangnya sewaktu kecil.
"kau gila? ". pekik Raya seketika
Raka hanya memejamkan matanya, "kenapa balas dendam pada mereka seperti itu? hanya membuang waktu saja ! kenapa tidak dibunuh sekalian? cincang tubuh mereka jadikan santapan ikan Pirana di akuarium raksasa milik Uncle ku".
Raka tertawa kecil mendengarnya, perkataan Raya cukup menghiburnya bahkan sangat menghiburnya.
"Uncle mu yang mana? ". tanya Raka duduk dan menatap dekat Raya yang terlihat kesal.
"Uncle Gala". jawab Raya
"apa makanannya memang daging manusia? ". tanya Raka mengejek.
"kalau tidak ada yang bisa dimakannya menurutmu bagaimana? ". tanya Raya balik hingga Raka tergelak mencubit pipi Raya.
"terimakasih..! ucapanmu sedikit menghiburku!" ucap Raka dengan tulus.
Raya menghela nafas, "lalu kenapa Maisy bisa tidak mengenalimu? ".
"aku yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang Raya". jawab Raka dengan nada gemas.
"lalu apa lagi yang tidak aku ketahui?". tanya Raya duduk bersila menghadap Raka seolah siap mendengar semua curahan hati Raka.
"Sherina..! kau mengenalnya kan? kalian pernah berada di satu acara dosen mu atas pembukaan Butiknya".
"aah... yang memanggilmu darling itu kan? terus yang menjebakmu malam itu? ". tebak Raya yang memang memiliki daya ingat yang tajam.
"hmm.. dia buronanku sekarang". Raka berbicara.
"iya aku tau tapi apa hubungannya denganku? ". tanya Raya dengan polos belum mengerti arah pembicaraan Raka.
"dia wanita gila yang terobsesi denganku, menurutmu apa yang terjadi Jika....? "
"aku mengerti sekarang..! jangan di teruskan". potong Raya akhirnya mengerti.
"mereka sama-sama terlibat melukaiku karna dekat denganmu. artinya mereka Rivalku kan?". Raya memejamkan matanya seolah bukan masalah besar baginya memiliki musuh perempuan.
Raka terdiam memikirkan kata Rival itu, "mereka bisa saja bekerja sama.. si kadal betina dengan si ular betina". batin Raka.
.
.
.
Raka, Robert dan Yeri \=> 25 tahun,
Raya, Satria, Alvan dan Nola\= > 23 tahun,
Arya dan Alya, Randi, Rhiana, Pandu \=> 19 tahun.
dah kejawab kan Al? wkwk..
Raya tidak memanggil Abang karna mereka berteman tidak memandang umur nanti kalau sudah menikah pasti panggilannya mesra kok..
kalau ada salah mengira bagi tau Nae ya? bisa jadi Nae khilaf nyebut umurnya.
😂😂
.
__ADS_1
.