Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
bertemu teman lama


__ADS_3

.


.


Raka membawa Raya ke supermarket, Raya ingin masak enak bersama mertuanya di mansion.


"beli apa sayang? ". tanya Raka


Raya hendak melepaskan rangkulan tangannya di lengan Raka tapi pinggang Raka malah merangkul mesra pinggangnya Raya.


"abang..! aku mau kesana". tunjuk Raya.


Raka mengangguk mendorong Troly, ia tanpa segan mengangkat tubuh Raya dan mendudukkannya di troly hingga berhadapan dengan Raka.


Raya celingukan bingung sendiri lalu melihat ke arah Raka yang mengecup bibir Raya sambil tersenyum tampan.


"kenapa disini? aku bisa jalan sendiri abang". protes Raya melihat posisi duduknya di atas Troly tidaklah nyaman.


"kenapa sayang? ". tanya Raka


"bok*ng aku sakit.. kan ini Troly nya jaring-jaring". jawab Raya


Raka terkekeh lalu membawa Troly ke tempat jualan handuk, tanpa melepas labelnya Raka membuat handuk-handuk itu menjadi alas tempat duduk Raya.


Raya hanya melongoh saja dengan tingkah suaminya yang sangat berlebihan, tapi orang-orang yang melihatnya malah iri dan gemas akan perhatian Raka terhadap istri cantiknya itu.


.


Raka mendorong Troly nya kemana-mana, dimanapun Raya menunjuk dengan senang hati Raka mengantarkan istrinya itu.


"sayang Troly nya udah penuh". gemas Raka


"masa sih? ". Raya menoleh kebelakang lalu nyengir kuda.


"ini masih jajanan belum sayur mayurnya kan? ". kekeh Raka.


"aku bayar ini dulu terus balik ke mobil antar ini semua, kamu tunggu di tempat sayur sayang, jangan jauh-jauh ya? aku akan kembali dalam waktu 10 menit". pinta Raka dengan serius


Raya mengangguk patuh lalu Raka mengecup sayang kening Raya dan berlari mendorong Trolynya secepat kilat hingga Raya tertawa lebar.


"salah sendiri janjikan waktu 10 menit". gumam Raya terkikik lucu.


Raya memilah-milah sayurnya dan memasukkannya ke dalam Troly baru yang barusan saja ia ambil.


tak berapa lama kemudian, Raya mengambil kepiting besar namun diambil juga oleh tangan wanita lain.


"saya terlebih dah..? ". Protes Raya tersentak melihat wajah wanita yang ia kenali.


"Maaf Nona..! apa anda bisa memberikan kepiting ini untuk saya? ". tanya Yeri ragu-ragu.


Raya memperhatikan penampilan Yeri dari ujung rambut sampai ujung kaki, tidak ada yang berubah hanya style nya Yeri saat ini tidak seperti dulu lagi.

__ADS_1


"saya lagi hamil". jawab Raya menahan kepitingnya dengan tatapan datar.


"benarkah Nona? saya juga sedang hamil". jawab Yeri tak mau kalah padahal Yeri tidak sedang hamil hanya ingin saja.


"lepaskan..! ini kepitingku". titah Raya


"tidak Nona..! ini kepitingku". jawab Yeri benar-benar tidak mau kalah.


Raya menepis tangan Yeri dan mendapatkan satu kepiting besar itu, Raya menjulurkan lidahnya ke Yeri.


"aku yang dapat..! silahkan cari kepiting kecil lainnya". ledek Raya dengan santainya


Yeri hendak membalas tapi panggilan seseorang membuatnya membeku,


"suara itu? ". batin Yeri


Raka menghampiri Raya tanpa melihat sekeliling.


"bagaimana sayang? apa kamu sudah dapatkan apa yang dibutuhkan? ". tanya Raka mengusap pipi Raya.


Raya mengangguk menunjukkan kepiting besarnya ke Raka, Raka tertawa mengambil kepiting itu dan berjalan ke arah kotak tempat Raya mengambil kepiting tadi.


"Raka? ". panggil Yeri


Raka tentu melihat ke arah wanita yang berani memanggil namanya tanpa embel-embel tuan, dan melihat siapa pelakunya tatapannya terkejut sesaat lalu terlihat tenang persekian detiknya.


Raka meletakkan kepiting itu terlebih dahulu ke Troly yang Raya bawa tadi, Raya mendekat ke sisi Raka yang di genggam mesra oleh Raka.


"aah.. iya.. aku masih hidup, apa dia Nona Muda Melviano?". tanya Yeri balik.


"ya..! apa anda tidak mengenalku? wajahku tidak pasaran". Raya menekan kedua pipinya.


"bukan.. aku tau kalau istrimu adalah Nona Muda Melviano tapi aku tidak pernah melihat foto kalian, hanya tau cerita gosip-gosip tetanggaku saja". Yeri memberi penjelasan ke Raka.


Raka masih diam, "kau tau apa saja yang telah terjadi padaku dan Robert? kau balas dendam padaku karna tidak bisa membalas perasaanmu kan? kau membuat Robert memusuhiku? ".


Yeri menggeleng kepalanya, "aku tidak pernah punya niat seperti itu, aku hanya tidak tahan dengannya yang selalu marah-marah denganku dan mencurigaiku masih berhubungan denganmu".


"kita bicara di Cafe minuman saja". Raya menengahi.


.


.


Raya ingin memberi waktu bagi Raka dan Yeri berbicara berdua tapi Raka tidak mengizinkan Raya pergi sebab apapun yang ada di dirinya tidak perlu di sembunyikan dari Raya.


Yeri tidak terlalu mempermasalahkan itu, sungguh ia iri dengan posisi Raya yang punya tempat di hati Raka, entah bagaimana cara Raya bisa mendapatkan hati Raka yang sulit sekali Yeri dapatkan sejak masa-masa senangnya bersama Raka juga dengan Robert.


"jadi kalian sudah punya anak? Tiani? apa Robert tau?". tanya Raka dengan serius.


"tau..! aku sudah menyerah membujuk suamiku untuk mengobati Tiani, dia mengidap penyakit Leukimia, bagaimana pun kerasnya aku berusaha suamiku tidak mengizinkan aku mengeluarkan uang untuk Tiani, aku menebalkan muka untuk bertemu dengan Robert.. aku senang dia masih tinggal di rumah yang lama, semuanya aku beritau tanpa ada yang tertinggal". Yeri mengusap air matanya.

__ADS_1


Raya saja sampai menganga mendengarnya, sungguh masalah setiap manusia begitu rumit.


.


.


Yeri menatap Raya dengan seksama saat Raka hendak membayar tagihan juga izin ke toilet.


"apa kamu gadis yang pernah menyelamatkan Raka saat kecil? kamu memberi sebuah gelang untuknya, apa benar? ". tanya Yeri.


Raya mengangguk, "ya..! saat itu aku tidak punya niat lain dan aku tidak pernah mengira dia akan menjadi suamiku".


"kamu sangat beruntung! hanya satu kebaikanmu selalu dikenang oleh Raka, Raka selalu memuji mu dan dia selalu mengukir namamu di dalam hatinya, sejak awal aku memang tidak ada tempat dihatinya". Yeri.


"aku tidak mengerti dengan masalahmu tapi percayalah semua akan berlalu, aku yakin akan ada kebahagiaan tersendiri untukmu suatu saat nanti, biarkan Tiani bersama Robert ! bagaimanapun jahatnya Robert pada kami dia masih punya hati, aku yakin Tiani adalah alasan untuknya bertahan hidup". Raya


"benarkah? apa menurutmu Robert akan baik pada anakku? dia tidak akan emosian seperti biasanya? ". Tanya Yeri sungguh belum percaya Robert bisa mengendalikan amarahnya.


.


.


setibanya di mansion,


"Mama mana bi? ". tanya Raya


"Nyonya Almira sedang latihan di ruangan Fitness bersama Tuan Besar Zain Nona, Nyonya sampai ketiduran menunggu anda kembali". jawab bi Asih.


Raya nyengir kuda, "abang itu bi..! dia bicara dengan teman lamanya jadi lupa pulang".


Raka mengusap sayang saja kepala Raya.


"nanti malam kan bisa masak nya? iya kan? ". Raka


Raya mengangguk,


"udah sore ayo mandi!". ajak Raka


.


"abang, apa menurut abang si Robert akan melakukan yang terbaik untuk anaknya? ". tanya Raya


"sebenarnya aku penasaran kenapa aku tidak lagi melihat Robert akhir-akhir ini, ternyata dia sudah punya alasan untuk hidup". kata Raka bukannya menjawab pertanyaan Raya.


"ya selama ini dia punya alasan untuk hidup dengan membenci abang kan? ". tebak Raya.


"selama dia tenang dan ingin terus tetap hidup tidak akan aku permasalahkan". Raka


"persahabatan kalian sungguh rumit". gerutu Raya


.

__ADS_1


.


__ADS_2