Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 84_ menghibur


__ADS_3

.


.


Arya terus menghibur Nia bahwa semuanya hanya mimpi belaka padahal Arya tidak tau Nia mimpi apa, hanya berpikir Nia sedang mimpi buruk.


Arya mengelus punggung Nia, "tenang Cha.! semua hanya mimpi".


Nia menangis di pelukan Arya, "a. aku mimpi kakak di bunuh... hiksh.. hiks... dasar gila.. siapa pria gila itu..."


Arya mendengarnya mengulas senyum, benar-benar hanya mimpi mana pernah Arya membiarkan siapapun melukainya termasuk melukai miliknya.


"hanya mimpi cha..! ayo tidur lagi". bisik Arya


Nia menolak untuk direbahkan, ia masih enggan melepaskan pelukannya dari Arya.


Arya tidak marah masih mengelus punggung Nia dan mengecup bahu Nia berkali-kali, lama kelamaan Nia akhirnya tertidur dipelukan Arya.


Arya merebahkan Nia dengan hati-hati, Nia makin erat saja memeluk Arya.


ke esokan paginya.


Nia terbangun dari tidurnya, jantungnya berdegup kencang tidak melihat Arya disampingnya saat ia membuka mata.


"Kak? Kakak? ". teriak Nia


Nia mendengar pancuran air shower dan Nia bisa menebak Arya sedang berada di kamar mandi, Nia bangun dari ranjangnya dan berlari ke arah Kamar mandi nya.


Nia masuk tanpa berpikir apa-apa,


DeG!!


Arya kaget saat ada tangan melingkar di tubuhnya, ia melirik kearah samping.


"aku merindukan kakak, aku takut kakak menghilang". suara serak Nia terdengar lirih.


Arya berbalik menghadap Nia, Arya menangkup pipi Nia dan Nia seolah tidak peduli tubuhnya basah.


"apa aku mandi juga membuatmu takut? ". tanya Arya tersenyum kecil


Nia memeluk Arya tanpa peduli Arya berpakaian atau tidak,


"kamu salah tempat Cha. !". bisik Arya


Nia melepaskan pelukannya dari Arya tapi tangannya masih melingkar di pinggang Arya.


Arya mendekatkan wajahnya ke wajah Nia, Nia memejamkan matanya saat bibir Arya mendarat di bibirnya.


Nia membalas cium*n lembut Arya, sedangkan tangan Arya sudah kemana-mana melepaskan pakaian Nia.


mereka bercint* di tengah pancuran shower, setelah puas bercint* Nia memeluk Arya dengan mata berkaca-kaca.


"kenapa lagi hmm? ". tanya Arya dengan lembut.


"apa benar aku pembawa sial kak? ak.. aku takut semua mimpiku itu terjadi". Nia berbicara dengan nada bergetar.

__ADS_1


"semua akan baik-baik saja Cha..! jangan percaya pada mimpi, mimpi itu hanya bunga tidur". Arya menjelaskan dengan lembut supaya Nia tidak lagi takut seperti ini.


"tapi kata kak Tia aku pembawa sial Kak, sebelumnya Papa dan Mama baik-baik saja, setelah lebih dekat denganku mereka jadi terkena sial karnaku". lirih Nia memejamkan matanya dan air matanya jatuh.


"aku tidak percaya ada manusia yang dilahirkan sebagai pembawa sial, itu tidak ada Cha..! benar-benar tidak ada, hanya perasaanmu saja". bujuk Arya


.


.


"Dimana Nia sayang? ". tanya Shindy


"Nia sedang tidur Mi, Arya tidak mengerti bangun tidur dia langsung panik mencari Arya dan berbicara yang tidak-tidak, dia takut mimpinya Kenyataan dan tadi menangis sampai ketiduran lagi". Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Shindy tersenyum, "kalau mimpi buruk itu semua orang pasti takut termasuk Nia ! dia mimpi buruk dan kamu menganggapnya itu hanya ada di dalam mimpi, kamu itu Pria sayang..! kamu harus mengerti perasaan wanita, wanita itu tidak butuh mandi berlian dan permata tapi wanita itu butuh di perhatikan oleh Pria". Shindy


"perasaan Wanita juga sangat sensitif". sambung Shindy sambil berjalan membawa Arya ke dapur.


"bawa sarapan ke kamarnya dan habiskan waktu bersamanya hari ini". titah Shindy


"ta.. pi Mi.. Pekerjaan Arya bagaimana? ". tanya Arya seolah sedang protes.


"tenang saja Perusahaan MattGroup tidak akan jatuh bangkrut hanya karna bosnya tidak pergi ke kantor, zaman sekarang apapun bisa dilakukan termasuk bekerja pun bisa lewat online". Shindy


Alhasil Arya mendengarkan perkataan Shindy yaitu menghabiskan waktu bersama Nia selama 1 harian ini.


Arya kembali ke kamarnya membawa sarapan untuk Nia, Arya sudah melihat Nia sedang duduk dengan raut wajah muram.


"Cha? ". panggil Arya


"aku diberi cuti 1 hari oleh Nyonya Ratu". kata Arya


"Cuti? apa kakak ada masalah? ". tanya Nia dengan serius.


Arya mendekat sambil tertawa kecil, "aku disuruh menghibur kelinci ku ini".


Nia tersenyum, "aku tidak apa kak".


"kalau begitu mau keluar bersamaku? ". tanya Arya


"memang kemana kak? ". tanya Nia


"mau ke puncak? ". tanya Arya mengelus pipi Nia dan mencubitnya pelan.


Nia berubah senang namun persekian detiknya kembali murung, "aku tidak mau kemana-mana kak". gumam Nia teringat mimpi nya lagi.


Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia sedang berpikir bagaimana cara membuat Nia tidak takut keluar Mansion berdua dengannya.


"kamu tidak percaya padaku? apa aku selemah itu? kamu yakin aku mudah untuk disakiti oleh orang di dalam mimpimu itu? aku tidak suka kamu yang seperti ini Cha..! aku bukan Pria pengecut dan kamu harus tau itu". Arya


Nia melihat ke arah Arya, Arya menangkup pipi Nia dan menatapnya serius.


"aku tidak akan mengizinkan ada manusia lain yang menyakitiku, kamu tau sendiri sekuat apa diriku kan?". tanya Arya dengan senyuman tipisnya.


Nia mengangguk pelan,

__ADS_1


"ayo sarapan lalu bersiap kita akan pergi.. " bujuk Arya


sesuai dengan perintah Arya, Nia ikut dengan Arya pergi ke Puncak. awalnya Nia tidak terlihat tertarik sama sekali walaupun Arya membawa tubuh Nia tapi pikiran Nia sudah tidak di dekat Arya.


Arya mengelus kepala Nia hingga Nia kaget dan melihat ke arah Arya.


"takut apa? hari ini adalah milik kita berdua, jangan takut ok? ". bujuk Arya.


Nia hanya diam menatap manik mata biru Arya.


Arya membawa Nia ke tempat indah hingga Nia mulai melupakan kesedihannya, Arya dan Nia menghabiskan waktu berdua seperti pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta.


Nia kembali ceria seolah sudah melupakan mimpi buruknya yang telah membuat Nia murung sampai beberapa jam.


.


di Vila


"mau makan apa Cha? ". tanya Arya


"Kenapa? sedang mikir apa? ". tanya Arya mendekat ke Nia yang tampak sedang berpikir.


"kelinciku belum makan kak". jawab Nia dengan raut wajah polosnya.


Arya tersenyum, "kelincimu aman. ! aku sudah meminta Kalila tadi untuk memberi kelincimu makan".


Nia lega mendengarnya, ia tersenyum lebar menatap Arya.


"jadi mau makan apa? ". tanya Arya sekali lagi


"hnm.. aku yang masak kak". Nia


Arya mengulum senyum dan mengangguk, Nia dan Arya sedang bersenda gurau di dapur, sesekali Nia terbahak melihat Arya yang tidak tau cara membuang kotoran ikan.


"kenapa tertawa? cepat bantu aku! ". titah Arya


Nia mendekat lalu mengambil pisau itu dari tangan Arya dan melakukan aksinya membuang kotoran ikan, Arya melihat cara Nia melakukannya.


"aku sudah bisa". Arya mengangkat tubuh Nia dan meletakkannya di meja


Nia menganga di tempat saat melihat Arya langsung terlihat begitu lihai membuang kotoran Ikan yang sebelumnya Arya tidak tau caranya.


"apa dia sedang mengerjaiku? ". gumam Nia menebak.


"aku sangat pintar Cha..! aku mudah mempelajari sesuatu". jelas Arya seolah tau arti tatapan Nia.


.


.


.


otak monster..! hehe..


.

__ADS_1


.


__ADS_2