Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 95_ di culik (Part. 2)


__ADS_3

.


.


"aku hanya ingin menyuruhmu minum, aku berbaik hati karna aku tidak mau suaramu hilang". kata Red dengan lembut hendak mengusap kepala Nia.


Nia menggeleng-geleng dan bergerak kesana-kemari seperti cacing kepanasan tidak mau di belai oleh Red.


Red tertawa kecil, Han yang baru saja masuk membawa makan sore untuk Nia menganga ditempat.


Nia seperti hewan liar yang tidak akan tunduk pada Red, tapi Han bisa melihat Red itu malah terlihat tertarik untuk menjinakkan Nia.


"apa dia pikir Nona Nia Hewan Liar? Nona Nia itu kelinci Jinaknya Tuan Muda Arya dan begitu mencintai Tuannya saat diambil orang lain tentu saja Dia ganas". batin Han


"kenapa tidak bisa diam hmm? ". tanya Red mendekat ke Nia yang tidak bisa pergi lagi malah melihat arah lain.


Red semakin mendekat dan Nia menjedutkan kepalanya dengan dagu Red yang melangkah mundur seketika sambil meringis perih.


"Tuan? ". Han berlari ke arah Red setelah meletakkan nampan makan sore untuk Nia.


"Tuan? anda tidak apa-apa? ". tanya Han


"tidak apa.. Dia benar-benar semakin Liar". gemas Red yang dibantu oleh Han untuk duduk.


"beri dia makan..! aku tidak mau dia kelaparan". titah Red dengan tampangnya yang senyam-senyum tidak jelas.


Nia melototkan matanya, tatapannya seperti seekor singa ganas yang sedang menjaga anaknya dari pemburu, tingkah Nia yang seperti itu benar-benar berbeda.


Han saja merinding melihat raut wajah Nia seperti hewan liar yang sangat ganas saat ini hingga tidak bisa dijinakkan.


"silahkan makan Nona! ". Han menyendok nasi dan lauknya pada Nia yang dilempar oleh Nia hingga berserakan di lantai.


kepala Red berdenyut nyeri seketika, Han juga terlonjak kaget betapa ganasnya Nia saat ini.


"aku tidak mau makan!". ucap Nia dengan tatapan membunuhnya.


"Tuan? ". Han memegang sendok berisi lauk untuk Nia tadi dengan tangan gemetar.


Red mendekat dan mengambil alih sendok ditangan Han, Red menyuapi Nia tapi Nia berusaha menolak hingga semuanya tumpah.


"ambil lagi! ". titah Red


alhasil Han dan Red benar-benar kewalahan menyuapi Nia makan, Nia begitu beringas tidak ingin makan walau lapar bahkan menyemprotkan semua makanan yang berhasil masuk dalam mulutnya ke wajah Red dan Han.


Han dibuat stres hanya untuk menyuapi Nia, sedangkan Red sudah kotor karna makanan dari mulut Nia menyiram wajah tampannya.


"makan..? ". titah Red

__ADS_1


Nia bukannya takut malah makin ganas menggigit lengan Red, Han kocar-kacir mencoba membantu Red dan Red berhasil di selamatkan dari gigitan Nia tapi Han yang menjadi imbasnya, Han menjerit saat Nia menggigit kuat lengan berotot Han.


"Nona.. ampun Nona". pekik Han


Nia makin menguatkan gigitannya bahkan seperti anj*ng berputar ke kiri-kanan hingga Han merasa lengannya ingin lepas dari tubuhnya.


Red mencoba membantu Han dan Nia menggigit bahu Red saat lepas dari Han.


"Han.. Han..! " Red mengulurkan tangannya ke Han


Han memeluk Red dari belakang mengangkat tubuh Red dan menariknya mundur supaya terlepas dari gigitan singa ganas itu.


"Ahhhh". Red memegang bahunya


Han dan Red saling pandang lalu melihat ke arah Nia yang mengamuk minta dilepaskan dari borgol tangannya itu.


"kau fikir karna Kau Mafia aku takut hah? aku tidak takut... aku punya gigi dan aku pastikan kau terkena virus dan Kuman dari mulutku". marah Nia dengan mata berapi-api


Han melangkah mundur dan Red menggeleng kepalanya,


"dia tidak mau makan! biarkan saja". Red melenggang pergi dari ruangan Nia.


Han dan Red terluka karna gigitan ganas Nia, dan benar saja mereka harus suntik anti body karna terkena gigitan anj*ng gila (Nia).


Nia menghela nafas lega, ia melihat sekeliling.


"apa kak Arya tau tempat ini ya?". batin Nia


"mungkin diluar". tebak Nia dalam hati


Nia melihat ke arah dad*nya, dibalik bra nya ada alat penyadap yang di letakkan sendiri oleh tangan mesum suaminya (Arya).


"aku mohon kakak hati-hati ya? ". batin Nia memperbaiki rambutnya yang berantakan.


malam harinya


Red benar-benar membawa Nia menuju bandara, mereka akan langsung pergi ke Swedia tanpa menunda lagi sebelum Arya menemukan Red lebih cepat.


di bandara


"ada apa ini? kenapa banyak orang? ". gumam Han


"tidak usah berbicara..! cepat jalan". Red.


Nia di ikat dan Red menggendong Nia naik ke atas bahu Red.


Nia tidak bisa melawan karna tangannya diikat kebelakang dan bibirnya di sumpal dengan kain, wajahnya tertutup rambutnya sendiri karna Red tidak mau ada yang melihat wajah Nia.

__ADS_1


1 negara tau Nia adalah istri Tuan Muda Melviano.


di dalam pesawat Red sudah besar kepala, ia merasa menang telah berhasil membawa Nia dan akan pergi ke Swedia bersama Red.


pesawat hendak berjalan namun sang pilot tidak bisa melajukan pesawatnya karna banyak mobil pribadi dengan plat khusus milik Keluarga Melviano menghadang jalannya.


"apa ada perempuan yang bernama Nona Chania? ". tanya salah satu pramugari didepan para penumpang pesawat.


"h.mm..hmm...? ". Nia berdiri dengan menunjukkan wajahnya yang tertutup rambut,


betapa terkejutnya mereka melihat mulut Nia di sumpal dan diikat seperti itu, dan mereka baru menyadarinya, entah bagaimana cara Nia bisa masuk ke dalam pesawat dengan situasi menyedihkannya itu.


"tidak.. dia bukan Chania.. dia wanitaku". kata Red


"jangan mengganggunya..! ". teriak Red


seketika suasana dalam pesawat menjadi tegang, Nia berdiri dan hendak melarikan diri tapi Red sudah memukul tengkuk Nia hingga pingsan.


"cepat jalan..? ". titah Red


pintu pesawat di buka dan orang-orang Melviano masuk ke dalam menggeledah penumpang pesawat, Red melebarkan matanya.


Red tidak mengira Arya benar-benar menemukannya secepat ini, Red merasa semua rencananya berhasil tapi mengapa semua terjadi diluar rencananya.


Nia memiliki senjata alat sentrum tapi bagaimana cara Nia menggunakannya jika tangannya selalu diikat,


"ini Dia..! "


"tarik dia..! "


"mafia pengecut..! ".


"pengecut ini berani membawa kabur Istri Tuan Muda Arya, dia minta di cincang".


brakhh..


Red berusaha melawan semampunya tapi bagaimana pun orang-orang Melviano sangat hebat, jika kekuatan anggota Mafia the Xylver bersatu maka 1 komplotan Mafia bukanlah lawan mereka, apalagi hanya 1 Ketua Mafia.


suasana menjadi tegang dan menakutkan, tidak ada yang berani bernafas saking takutnya penggeledahan orang-orang yang tidak patut untuk disentuh itu.


Red didapatkan dan dibawa paksa oleh orang-orang the Xylver, tak berapa lama Arya masuk ke dalam pesawat dengan aura dinginnya yang semakin mencekik para manusia yang sedang menahan nafas itu.


Arya berjongkok di depan Nia yang tidak sadarkan diri, ia melepaskan kain yang menyumpal mulut Nia juga melepaskan tali yang mengikat tangan Nia, Arya menggeram marah melihat tangan Nia memerah.


"maafkan aku sayang". ucap Arya dengan nada lirih menggendong Nia dan mengecup sayang kening Nia.


perlakuan Arya itu benar-benar membuat nafas penumpang pesawat semakin tersiksa, para Pramugari cantik pun iri melihat betapa beruntungnya Nia memiliki Arya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2