
.
.
"sudah.. sudah.. ada aku disini". Arya mengelus kepala Nia memberi ketenangan untuk Kelinci nya itu.
Arya menatap tajam wanita-wanita itu hingga mereka dengan cepat melarikan diri sampai ada yang terjatuh saking buru-buru nya (ada juga yang terjatuh karna heelsnya sendiri).
Arya melepaskan pelukannya dengan Nia lalu menangkup pipi Nia, "lihatlah kau sangat jelek saat menangis! ". goda Arya
Nia memberengut menghapus air matanya padahal dimata Arya malah sebaliknya, Nia menangis malah terlihat menggemaskan karna gigi kelincinya itu menambah kesan manisnya Nia saat menangis.
Arya tertawa memeluk Nia kembali, Nia tersenyum sambil cegukan sendiri di pelukan Arya.
"cegukan? ". Arya terkekeh geli sendiri mendengar Nia cegukan.
"saya memang seperti ini Tu. an? kalau habis menangis bakal ceg..gukan". jawab Nia cegukan beberapa kali.
Arya melihat sekeliling, Arya menggendong Nia yang tambah cegukan malah terdengar lucu oleh Arya, Nia membekap mulutnya yang cegukan matanya yang masih memerah malah terlihat makin lucu.
"kenapa dia bisa imut sekali?". batin Arya tak bisa menahan senyumnya sejak tadi.
Nia tak berani menatap Arya sebab mengira Arya tengah mengejeknya yang seperti saat ini.
.
.
"Tu.. an? k.. kenapa kesini? ". tanya Nia masih cegukan.
"lalu ke kontrakanmu? ". tanya Arya meledek.
"pindahlah..! aku tidak suka kontrakanmu itu terlalu tidak aman". kata Arya dengan serius.
"terlalu tidak aman maksud tuan? ". tanya Nia sesekali masih cegukan.
"aku melihat mobil Pria busuk itu beberapa hari yang lalu mengintaimu, sepertinya dia tau kau tinggal disana". jawab Arya menekan kepala Nia.
Nia terdiam, ia sangat tau sifat Brayen jika tidak bisa mendapatkan sesuatu, Pria yang pernah menjadi kekasihnya itu sangat egois dan ingin menang sendiri.
"takut? ". tanya Arya
Nia menoleh ke Arya dan mengangguk polos. Arya terkekeh melihat Nia yang menjawabnya dengan jujur.
"tinggallah disini! Apartemen didepanku kosong, sekalian bersih-bersih! aku tidak suka Rumah Kelinciku kotor". kata Arya dengan santai
"hah? tinggal di sini? ". tanya Nia terperanjat
"kenapa? kau pikir aku bohong? ". tanya Arya balik
"bu.. bukan tuan, terlalu mewah". jawab Nia kembali cegukan.
__ADS_1
"tidak apa". Arya menekan kepala Nia yang menggemaskan.
.
Nia menganga lebar melihat Apartemen yang menjadi tempat tinggal Nia kedepannya.
"Tuan.. ini terlalu berlebihan, saya akan cari kontrakan baru". elak Nia
Arya menekan kepala Nia dan menghadap padanya, "aku tidak suka Kelinciku tertindas percuma kami punya banyak apartemen sementara Peliharaanku tinggal di tempat kecil yang tidak aman".
Nia melebarkan matanya, "tapi tuan.. ini".
"tidak apa..! jadilah Kelinciku yang jinak". Arya memberikan air minum untuk Nia yang masih cegukan.
Nia meneguk segelas air minum pemberian Arya dan cegukannya mulai hilang.
Nia merasa Apartemen ini terlalu berlebihan bagi Nia tapi ia tidak berani melawan perintah Arya.
"sana bersihkan tubuhmu! ". pinta Arya sambil melenggang pergi meninggalkan Nia
Nia menoleh kiri-kanan mencari kamarnya dan Nia malah kesasar ke kamar Fitness, Ruang karoke kecil, Ruang tamu, kolam renang hingga Nia masuk ke Kamar Tamu.
Nia tumbang di lantainya merentangkan tangannya menatap langit-langit kamarnya.
"kenapa rumah ini sangat luas? aku benar-benar kewalahan hanya mencari kamar". gerutu Nia.
sungguh Nia tidak pernah menyukai Arya dari segi Harta tapi kebaikan hati Arya yang tidak menyentuhnya di malam itu membuat Hati Nia melilit nama Arya yang terukir indah begitu saja dihati Nia.
Nia membersihkan dirinya lalu menepuk keningnya yang tak memiliki baju ganti, Nia terpaksa memakai handuk saja.
Nia berjalan tak memakai alas, ia tidak menemukan sendal apapun di Apartemen mewah ini kelihatan sekali Apartemen ini belum pernah di huni tapi sangat bersih dan tidak ada debunya sama sekali seolah rajin di bersihkan.
Nia tersentak kaget saat Arya tiba-tiba ada di depannya, "apa kakimu baja? ".
Nia melihat ke arah kakinya, Arya menghela nafas lalu mendekati Nia hingga mereka berhadapan.
Nia begitu gugup saat ini sebab ia hanya memakai handuk walau tau Arya pria baik-baik tapi Nia takut Arya berpikir dirinya perempuan murahan.
Arya mengeluarkan sendal berbulu kelinci menggemaskan yang ia beli tadi, Arya meletakkannya di lantai.
"pakai! ". titah Arya
Nia dengan patuh memasukkan jemari kakinya ke dalam sendal barunya.
"ini bajumu". Arya memberikan paper bag yang ia bawa.
"AC nya terlalu dingin kenapa membiarkan rambutmu basah hmm? nanti masuk angin bagaimana? ". Arya memegang rambut panjang Nia yang basah bahkan lantai yang dilewati Nia basah karna tetesan rambutnya.
Nia terpekik saat Arya menggendongnya,
"Muah..! patuhlah sedikit kelinciku". gemas Arya mengecup kening Nia
__ADS_1
Nia mengangguk-ngangguk lucu dengan matanya yang melotot kaget itu.
Arya mengeringkan rambut Nia yang basah, menurunkan AC yang terlalu dingin, perlakuan Arya itu membuat hati Nia makin terpaut pada Arya tanpa tau apa-apa Arya memperlakukannya begitu baik.
"sudah kering..! pakai bajumu". pinta Arya mengusap kepala Nia sambil tersenyum lebar.
Nia mengangguk memeluk paper bagnya.
Arya melihat sekeliling dan tertawa sendiri, Nia salah masuk kamar sebab tempatnya kini adalah kamar tamu.
.
"pas sekali". Arya melihat Nia yang memakai dres pemberian Arya
"ke.. kenapa pakai baju ini Tuan? ". tanya Nia memegang gaunnya dengan gelisah.
"aku tidak tau asal ambil saja". jawab Arya dengan santai.
"ini bukan kamarmu!". Arya
"hah? jadi dimana kamar saya Tuan? ". tanya Nia dengan malu karna salah masuk kamar.
"ini kamar tamu kamu pemilik Apartemen ini sekarang tentu milikmu ada di kamar Utama". Arya menarik tangan Nia membawanya keluar dari kamar tamu.
Nia terbelalak saja mendengar perkataan Arya kalau Apartemen semewah ini adalah miliknya tapi Nia tidak berani bertanya karna berpikir dirinya mungkin salah dengar.
Nia melongoh bodoh melihat kamar yang dikatakan miliknya oleh Arya, jauh lebih besar dari kamar tamu sebelumnya.
"kakak dan saudara perempuanku banyak baju nanti mereka akan membawa semuanya kesini, aku tau kelinciku tidak suka barang-barang baru yang mewah iyakan? ". Arya
Nia mengangguk-ngangguk setuju, ia memang tidak suka barang mewah bahkan Apartemen ini saja terlalu mewah bagi Nia.
"Tuan..? ". Nia hendak protes.
"nikmati kekayaan tuanmu Kelinciku, tempat ini memang terlalu berlebihan bagimu yang sangat sederhana tapi masuk ke tempat ini tidak mudah dan percayalah tidak akan ada yang bisa masuk ke gedung Apartemen ini selain aku dan keluargaku".
Nia mengingat cara masuk ke Apartemen Arya yang memang banyak penjaganya hingga orang luar akan sulit masuk kecuali atas izin Arya, Satria dan Dylan.
.
alhasil Nia tinggal di Apartemen itu sambil bekerja, Nia lebih mudah pergi ke tempat kerjanya yang menjadi jauh lebih dekat.
Tia yang melihat Nia mondar-mandir masuk ke Apartemen mewah milik keluarga Melviano memukul setir mobilnya, beberapa hari ini Tia mengikuti Nia yang sangat di hormati oleh orang-orang yang ada di tempat kerjanya.
"sial...!! kenapa dia bisa begitu beruntung? apa kelebihannya yang aku tidak punya? ". jerit Tia dengan marah mengacak rambutnya sendiri dengan frustasi.
.
.
.
__ADS_1