Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 101_ ingin minta maaf


__ADS_3

.


.


"kalian lebih percaya dia hah?". Jiji memegang pipinya yang semakin panas.


"kenapa kau bisa bersamanya di Bar Soho hah?". tanya Sery


"tidur untuk pertama kalinya? apa yang kau katakan padanya hingga dia langsung pergi malam-malam itu ke tempat mu? awalnya aku memang curiga kenapa jalan yang dia tempuh itu ke arah Rumahmu tapi aku sama sekali tidak menebaknya kalau dia memang ke Rumahmu karna apa? karna aku mempercayaimu jal*ng...!". jerit Sery


Alhasil ketiga sahabat baik itu bertengkar hebat dengan menganiaya Jiji.


"kamu harus kuat Nia..! Kuat...! dengan begitu mereka tidak akan menjebakku lagi". batin Nia yang kakinya masih gemetar.


"kalian lanjutkan saja drama kalian.. oh.. aku turut prihatin padamu Sery..! semoga kau mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari mantanmu itu seperti yang pernah aku alami". kata Nia dengan serius


Sery menjambak rambut Jiji pun langsung menoleh ke Nia yang malah mendoakannya mendapatkan Pria yang jauh lebih baik.


Nisa juga ikut menoleh ke Nia, Nisa dan Sery saling pandang di tempat jujur mereka merasa malu terlihat bodoh di depan Nia tidak tau kebusukan hati Jiji tapi Nia tidak mengejeknya.


Nia berbalik pergi dan kaget melihat Arya tengah bersidakap dada bersandar di dinding menatap Nia dengan senyuman.


"kakak? ". gumam Nia


mata biru Arya turun melihat ke arah kaki Nia, Nia tau apa yang dipikirkan suaminya karna Arya sangat tau dirinya tidak bisa jadi perempuan jahat.


Nia mendekati Arya dan Arya memegang tangan Nia, " sayang kenapa tanganmu dingin? ". tanya Arya dengan nada setengah mengejek.


Nia melihat kearah ketiga wanita seksi yang terlihat masih sibuk dengan dunia perkelahian mereka karna merasa di khianati.


"kakak? aku? ". cicit Nia Arya menggeleng kepalanya pelan


"ayo kita pergi..! kamu belum makan kan? ". tanya Arya mengelus kepala Nia


Nia mengangguk dan Arya menggenggam tangan Nia membawanya pergi meninggalkan kekacauan itu.


Nia melihat ke arah Arya yang tidak bertanya dengan situasinya tadi, dilihat dari posisi Arya tadi Nia bisa tebak kalau Arya sudah lama berdiri menatapnya tadi.


"kenapa hmm? ". tanya Arya tanpa melihat ke arah Nia.


"kakak tidak bertanya? ". tanya Nia


"untuk apa aku bertanya? untuk apa aku ikut campur? kelinciku sudah dewasa bisa menyelesaikan masalahnya sendiri walau kakinya gemetar juga tangannya berkeringat dingin". kata Arya menatap Nia dan meradu keningnya dengan kening Nia


Nia nyengir malu, "maaf kak..! kakiku gemetar sendiri bukan karna kemauanku".


"iya.. nyalimu kecil seperti kelinci". ejek Arya


Nia tidak marah malah tersenyum lebar, suaminya ini memang sangat baik juga sangat mengerti dirinya bahkan tidak memarahinya karna menampar wanita lain.

__ADS_1


"aku mencintai kakak dan sangat tidak sabar memiliki anak laki-laki yang sifatnya pasti seperti kakak sangat baik dan lucu pastinya". Nia berkata sambil tersenyum.


Arya menoleh ke Nia, "sayang jangan memancingku disini! kamu tidak melihat celanaku mulai terasa sempit". bisik Arya


Nia melihat ke bawah dan tersenyum lembut, "apa disini tidak ada kamar? ". tanya Nia juga berbisik.


"kamu mau sayang? di dalam mobilpun bisa". binar mata Arya seperti bocah kecil yang bahagia diberi mainan baru.


Nia terkejut, "di dalam mobil? ". beo Nia


"iya.. aku kita pulang saja! ". ajak Arya


Arya hendak pulang tapi ternyata pintu di tutup hingga tidak ada yang boleh keluar sebelum acara selesai.


Nia tertawa kecil melihat wajah kecut suaminya yang terlihat menggemaskan hingga Nia semakin tidak sabar ingin punya anak seperti Arya versi kecil.


"kita sewa kamar saja". Arya


Nia mengikuti Arya sambil tertawa karna suaminya begitu tidak sabar, tangan Arya merangkul pinggang Nia dengan posesif.


.


ke esokan paginya di Apartemen.


Nia libur belajar yaitu tidak ikut kursus merias kue karna bu Guru Nia memiliki anak yang sedang sakit di kampung, Nia memaksa gurunya untuk pulang karna kesehatan anaknya lebih penting.


Nia tidak terlalu tergesa-gesa menguasai keahlian untuk merias kue, bahkan Nia begitu di kagumi oleh para bawahannya yang sangat baik hati memberi mereka gaji diawal dan libur selama 2 minggu.


"halo? dengan siapa ini?". tanya Nia meninggalkan sarapannya.


Arya sedang tidur di kamar karna kelelahan sedangkan Nia tidak, efek Nia yang sudah biasa bekerja keras membuat tubuhnya kebal terhadap rasa lelah kecuali Nia sedang tidak enak badan maka mudah terserang penyakit.


"N.. nia.. ini aku Sery! ". kata Sery


Nia terkejut, "Sery? mau apa? aku tidak punya masalah denganmu lagi kan? jangan menggangguku..! aku benar-benar ingin hidup tentram".


"b. bukan.. aku mau datang untuk meminta maaf". bela Sery


Nia lebih kaget lagi, "jadi? kamu ngajak kita ketemuan? maaf ya? aku tidak bisa meninggalkan Apartemenku kalau kamu butuh, datang saja kesini..!".


"aah... iya.. aku dan Nisa sudah ada didepan Apartemenmu". Sery


Nia melihat ke arah Balkon dan melihat kedua teman kakaknya itu tengah melambai kikuk padanya.


Nia mematikan panggilannya lalu menelfon salah satu penjaga gerbang untuk membukakan pintu pada kedua teman kakaknya itu.


"mari Nona saya antar ke Apartemen Nona Muda". ajak salah satu satpam dengan sopan.


Nisa dan Sery pun mengikuti Satpam itu dengan saling berpegangan tangan satu sama lain,

__ADS_1


.


"kalian sudah datang? ayo masuk..! ". ajak Nia membukakan pintu untuk Nisa dan Sery.


Nia menyiapkan minuman untuk kedua tamu nya yang tak diundang itu,


"kenapa keliatan takut begitu? aku tidak makan orang kok kenapa ekspresi kalian seperti itu? ". tanya Nia duduk didepan Nisa dan Sery


"ma.. maafkan kami Nia..! kami telah jahat padamu selama ini". cicit Sery


"iya Nia.. aku tidak pernah mengalami posisi sepertimu tapi aku merasa benci dengan penghianatan Jiji pada Sery". sambung Nisa


"maafkan aku Nia! jika kamu mau membuat kami bangkut tidak masalah, kami akan terima semuanya". kata Sery


Nia menghela nafas panjang, "aku hanya mengancam saja..! aku kesal karna kalian selalu melihatku sebagai perempuan paling jahat di dunia ini, jadi aku berkata seperti itu pada kalian".


Sery dan Nisa saling pandang tak percaya kalau Nia hanya mengancamnya saja.


"lalu bagaimana Jiji?". tanya Nia


"dia hamil". jawab Sery dengan kepala tertunduk


"huh..!". Nia menghela nafas pasrah


"mau bagaimana lagi? kau harus merelakan dia bersama mantanmu". Nia


"iya.. aku tidak akan menerimanya lagi". Sery


"aku juga tidak setuju kamu balikan lagi sama pria brengs*k itu". Nisa


"sayang? dimana laptopku? ". teriak Arya tiba-tiba menggema


Nisa dan Sery kaget mendengarnya.


"aku letakkan di bawah meja sofa kak! ". sahut Nia


"...? " Arya tidak bersuara lagi namun tiba-tiba


"sayang.. buatkan aku sarapan aku mau lanjut kerja lagi". teriak Arya lagi


"iya kak..! aku antar ya? ". balas Nia


"maaf ya? aku antar sarapan dulu ke kamar kak Arya, kalian tidak apa kan aku tinggal sebentar? ". ucap Nia pada kedua tamunya.


"iya.. nggak apa". jawab Nisa dan Sery begitu kikuk.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2