
.
.
pagi-pagi
"kak? ". panggil Nia di Meja makan
"hmm? ". sahut Arya
"ak.. aku di undang temanku untuk hadir ke acara penjualan besar-besaran perhiasan di tempatnya". lapor Nia dengan hati-hati
Arya melihat ke Nia, "lalu? ".
"a.. aku mau datang bersamamu.. katanya jika aku sendiri tidak baik jadi harus bawa kakak, aku tidak mau tapi aku tidak enak menolaknya karna sudah terlanjur janji tadi malam, jika aku tau aku sedang hamil aku pasti tidak akan membuat janji itu". Nia berkata dengan kepala tertunduk.
Arya menghela nafas, "jam berapa? ".
"jam 2 sore". cicit Nia
"baiklah..! nanti siang aku akan kembali lagi untuk menemanimu kesana". jawab Arya
Nia mengangkat kepalanya menatap Arya dengan pandangan berbinar, "kakak mau menemaniku? ".
"hmm.. ". Arya menyahut sambil menggenggam tangan Nia
Nia tersenyum lebar seketika, ia melanjutkan sarapannya dengan baik sambil senyam-senyum bahagia.
.
"K.. kak? i.. ini? ". Nia menjatuhkan rahangnya Arya membawa suster untuk bekerja disisi Nia.
"perkenalkan dirimu". titah Arya
"Nona..! kenalkan nama saya Rubby Nona, saya seorang suster dari Rumah Praktek Nyonya Kinan". Rubby
"oh.. hai.. Rubby". sapa Nia balik dengan kikuk
tak lama kemudian Ricis masuk ke Apartemen Arya dan Nia,
"Ricis..? ". panggil Arya
"saya tuan". Ricis berlari kecil ke arah Arya
"kenalkan ini Rubby, dia akan terus mengikuti Nonamu untuk menjaga pola makan sehatnya". Arya
Ricis dan Rubby saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri satu sama lain.
Nia memijit pelipisnya seketika, tidak bisa ia bayangkan selama 9 bulan kedepan ia akan di ikuti 2 manusia kemana-mana, sungguh memiliki suami Kaya dan super posesif begitu memusingkan.
"kenapa sayang? ". tanya Arya beralih ke Nia melihat Nia memijit pelipis membuatnya khawatir.
"aku pusing dengan kakak! kakak membayar suster untuk ku bagaimana jika aku ingin makan-makanan kurang higenis?". tanya Nia dengan kesal
"hmm? tentu saja tidak boleh". jawab Arya dengan tegas
"lalu kakak mau anak kakak Ileran? ". celutuk Nia
__ADS_1
"hah? apa hubungannya makan tidak berhigenis dengan anakku Ileran? ". tanya Arya balik
"Ngidam kak.. Ngidam..! kalau kemauan anak tidak dipenuhi nanti anaknya ileran". jelas Nia dengan raut wajah geramnya.
Arya melihat ke arah Rubby.
"saya akan membiarkan Nona makan kurang sehat Tuan tapi dibatasi! ". jawab Rubby yang tau Arya tengah meminta penjelasan
"nah.. dengar sayang! dia tidak melarangmu makan itu kalau demi anak kita". Arya melihat ke Nia
Nia menghela nafas panjang," aku mau ke kamar aja kak".
"iya.. iya.. Cis antar Chachaku! ". titah Arya
Ricis membawa Nia dengan hati-hati seperti Nia sedang sakit saja.
Nia hanya bisa menganga dengan kelakuan Suami, pengawal sekaligus teman baiknya, dan untuk kedepannya Rubby akan memperlakukannya dengan sama seperti yang dilakukan Ricis.
.
Nia memainkan ponselnya dan menerima panggilan dari Nisa.
"halo Nisa? ". sapa Nia dengan nada kesal.
"ada apa dengan suaramu? apa kamu tidak bisa datang Nia? ". tanya Nisa dengan lemas
"bukan tidak bisa Nisa, aku sudah berusaha meminta izin suamiku dan ternyata dia mau tapi sepertinya aku akan bawa pasukan". jawab Nia masih dengan nada kesal.
"bawa pasukan? ". beo Nisa tidak mengerti di sebrang sana.
"aku hamil dan suamiku jadi begitu posesif". jawab Nia dengan nada kesal
"maksudmu suamimu memberimu banyak pengawal? ". tebak Nisa menahan tawanya.
"iya..! ". jawab Nia dengan nada membentak hingga Nisa terbahak.
walaupun Nisa tidak kenal Nia begitu dekat tapi Nisa tau bahwa Nia itu tipe gadis yang suka keluyuran kemana-mana demi pekerjaannya dan sudah terbiasa sendirian tanpa ada yang mengikutinya, membayangkan Nia punya pengawal lebih dari 1 sudah membuatnya mengerti.
"tertawa lagi aku tutup! ". kesal Nia
Nisa bukannya berhenti tertawa malah makin terbahak.
"selamat tinggal! ". ketus Nia mematikan panggilannya secara sepihak.
wajah Nia memerah bukan karna malu melainkan karna kesal, ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan, Nia melakukan itu untuk menenangkan diri.
.
siang hari
Nia duduk dibelakang mobil dengan raut wajah datar, ia melirik suaminya yang tampak tak merasa bersalah sama sekali telah menyuruh Ricis dan Rubby mengekorinya seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
"kakak? ". bentak Nia
Arya merangkul pinggang Nia hingga masuk dalam dekapan Arya, Arya tanpa merasa berdosa mencium puncak kepala Nia yang berwajah masam itu.
"apa aku kabur aja nanti ya? ". batin Nia mendapat ide entah dari mana
__ADS_1
"jangan coba-coba berani kabur sayang..! ". peringatan Arya mengecup kening Nia seolah tau apa yang sedang dipikirkan istrinya itu.
Nia menganga di tempat, "aku tidak kabur".
"tapi berencana kabur!". sambung Arya
Nia menarik nafas dalam-dalam, ia mendesah kesal entah apa yang ada di pikiran suaminya itu hingga bisa tau isi pikirannya.
"aku tidak mau kabur kak". ralat Nia
"tapi punya keinginan untuk kabur kan? ". Arya
"tidak kak..! ". jawab Nia dengan kesal
"bagus sayang..! jika aku tau kamu kabur, aku akan menambah pengawalmu 1 lagi". peringatan Arya
Nia menjatuhkan rahangnya, "jadi kalau aku 13 kali mau kabur Kakak akan menambah 13 pengawal untukku? ". tanya Nia
"hmm.. tentu saja! ". jawab Arya
Nia menggeleng kepalanya membayangkan bagaimana nasib Nia di ikuti 13 Pengawal utusan Arya, benar-benar seperti mimpi buruk.
di Aula perusahaan perhiasan Nisa, Nisa dan Sery menunggu di pintu tamu menyambut Nia yang akan hadir di acara penting mereka.
Nisa memekik pelan, "Nia datang! ". Nisa menoleh ke Sery
Sery melihat arah tatapan Nisa dan tersenyum, "tapi kenapa wajahnya masam sekali? ".
Nisa terkekeh, "Tuan Muda sangat mencintai anaknya jadi membayar 2 orang untuk menjaga Nia".
"woww...! Nia mengandung? ". bisik Sery dengan nada gemas dan tak percaya
"hmm". jawab Nisa
"berarti Nia memaksa untuk ikut menemui kita, jika berdasarkan keposesifan Tuan Muda aku yakin pasti sebelumnya Tuan Muda tidak mengizinkan Nia untuk datang". Sery
"iya juga.. beruntungnya Nia..! ". gemas Nisa
"hadiah dari segala penderitaan yang dia lalui". jawab Sery dibalas anggukan setuju oleh Nisa.
Nisa, Sery menyambut Nia seperti teman baik sedangkan Arya hanya memperhatikan saja tanpa berbicara.
"selamat datang Tuan..! ". ucap Nisa dan Sery serentak memberi hormat.
"hmm". Arya menyahut.
"ayo Nia..! aku membuat tempat duduk khusus untukmu yang sedang hamil muda". ajak Nisa
"kamu juga begitu? ". tanya Nia dengan galak
"bukan Nia.. kamu harus jaga kandunganmu karna masih muda, Tuan Muda yang mencintaimu tidak mau kamu lelah hingga pingsan dan aku sebagai temanmu juga tidak mau kamu pingsan di tempatku karna aku bisa merasa bersalah". Nisa
"iya Nia.. setau aku wanita hamil muda itu mudah lelah". sambung Sery
Nia menganga melihat Nisa yang tau kalau dirinya kelelahan akan pingsan, Nia melihat ke Ricis dan Ricis menggeleng kepalanya seolah menjawab bukan saya yang memberi tau Nisa.
.
__ADS_1
.
.