Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
acara


__ADS_3

.


.


Ke esokan harinya.


Raya dan Satria, Arya harus hadir diacara keberhasilan Projek penting yang pernah Raya rapatkan, kehadiran Raya sebagai pemilik Ide pun benar-benar di tunggu oleh semua orang.


"apa Randi akan datang? ". tanya Arya ke Satria


"sepertinya begitu bahkan Kama pun juga datang dia perwakilan hotel MattGroup, bagaimanapun hotel itu juga bagian dari perusahaan kita walaupun berbeda bisnisnya". balas Satria


"dimana mereka.?". tanya Raya


"entahlah. ! mereka belum datang, lebih baik kakak langsung duduk disana! nanti kakak harus berpidato diatas sana! ". Satria


"ck..! kenapa harus kakak? ". Raya malah malas.


"issh. kan kakak yang memunculkan ide projek ini ya pasti kakaklah yang berpidato tidak mungkin kami". celutuk Arya.


"sana kak..! kami akan bergabung setelah menemukan mereka". Satria memberi jalan untuk Raya.


Dita seperti biasa hanya diberi kode saja, ia memang tak banyak bicara dengan tuannya tapi batinnya selalu mengoceh sendiri.


Raya yang malas tetap melangkahkan kaki ke jejeran kursi orang penting malam ini, Raya melihat Robert tengah berbincang dengan rekan bisnisnya lalu mata Raya mengedar mencari sosok menyebalkan baginya.


"untung aja dia ngga datang". gumam Raya lega


"tuan master datang nona". jawab Dita membuat Raya beralih ke arahnya.


"masa sih? aku ngga melihatnya". Raya tak percaya


Dita melirik Raka di ujung Ruangan tengah berbicara dengan Jon yang telah pulih total dan rekan bisnisnya yang lain juga.


"astagah..! jantungku mau terbang melihat pria menyebalkan itu". gerutu Raya mengelus dadanya


Dita malah salah faham akan hal itu dan berpikir Raya menyukai Raka padahal Raya memegang dadanya untuk melatih emosinya supaya tidak kembang-kempis bertemu dengan Raka.


"apa..? jangan berpikir aneh Dita..! aku akan mencekikmu saat ini juga". Raya menatap tajam Dita yang dengan cepat menundukkan kepala nya karna masih berusaha menahan tawanya.


Raya duduk di kursinya lalu acara pun di mulai, MC Pria dan Wanita tengah menjelaskan betapa berharganya Projek MattGroup saat ini yang diberi spoilernya saja di iklan sudah di hebohkan oleh masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu itu.


Raya membangun Mall dan tempat liburan di tempat banyaknya masyarakat namun masih jauh dari namanya kota maju itu sebabnya Raya memulainya terlebih dahulu di tempat itu untuk membuat maju Kota targetnya.

__ADS_1


Mall itu akan butuh lowongan pekerjaan yang akan diambil tak jauh dari Mall itu berdiri alias menerima pekerja Lokal saja untuk mengurangi pengangguran yang dominan di tempat itu, mengurangi kriminalitas juga dengan adanya pekerjaan tidak akan ada yang merampok dan semacamnya.


ide mulia Raya menggemparkan semua orang, mereka menantikan projek besar itu. butuh modal besar tapi sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat ramai bisa berkunjung di mall baru dan pergi liburan ke tempat bagus tanpa harus berkerumunan di satu tempat liburan di kota besar apalagi di hari libur, selain jauh juga macet.


"mari kita sambut Nona Muda Melviano menyampaikan sepatah dua kata untuk masyarakat yang sangat menantikan projek ini". kata MC Pria


dan MC wanita juga menambahkan,, "selain cantik, cerdas juga berani ya..? membuat Projek besar ini membutuhkan biaya yang sangat besar."


"benar sekali...! banyak Perusahaan asing yang mau menyumbangkan modal tanpa memikirkan jumlahnya, sepertinya projek ini akan sangat sukses! apalagi masyarakat di kota Y sangat menantikan itu bahkan mereka beramai-ramai membersihkan tanah yang telah dibeli". MC Pria


betapa kagumnya semua orang pada Raya yang membuat ide pemecah rekor, Satria, Alya tidak ragu lagi akan kemampuan kakaknya tentu mendukung apapun ide kakaknya selagi bermanfaat bagi banyak orang.


Raka menatap dalam ke arah Raya yang sedang di sambut meriah oleh banyaknya orang di tempat ini, Raka sengaja berada di sudut ruangan karna tidak terlalu suka keramaian.


"tuan..? ". bisik Jon


"apa? ". Tanya Raka menoleh ke Jon


"saya dapat kabar dari Rio kalau ada perempuan asing turun dari pesawat pribadi, ciri-cirinya seperti Nona Sherina". jawab Jon


Raka memejamkan matanya, "apa kalian sudah tau tempatnya berada sebelumnya? ".


"maafkan kami tuan..! kami merasa mereka membeli pulau pribadi tapi kami tidak bisa menemukan tempatnya, bisa jadi di negeri jauh tuan". jawab Jon


"hanya ciri-cirinya tuan, Rio dan yang lainnya berusaha mengejar tapi sepertinya wanita itu tau dirinya di targetkan". Jelas Jon.


"maksudmu Rubah licik itu bersiasat? ". tanya Raka dengan nada tak senang.


"benar tuan..! sepertinya dia menargetkan nona muda tuan, sebelumnya Rio memberi tau mereka menyewa seseorang untuk mencelakai Nona".


"aku tau itu". balas Raka


"tuan tau? ". tanya Jon


"Raya memberi tauku kejadian itu". jawab Raka


Jon mengangguk mengerti, "lalu apa yang harus kami lakukan? ".


"diam dan selidiki..! aku akan menjaga Raya lebih ketat kedepannya, aku akan kompromikan dengan Dita, pengawalnya itu sedikit berguna berada di sisi Raya".


prok...prok... prok...


tepuk tangan membuyarkan percakapan mereka, Raka tersenyum tipis melihat Raya diatas panggung.

__ADS_1


"kamu cantik sekali Raya..! terlalu berbahaya di lihat banyak pria". batin Raka.


Raka mengedarkan pandangannya dan melihat Robert yang tengah tersenyum misterius ke arah Raya, Raka mengerutkan keningnya melihat itu.


Robert menatap lampu gantung diatas Raya seketika Raka berpikir yang tidak-tidak, ia berdiri dari tempat duduknya.


"tuan..? ". Jon memanggil.


"aku harus berada didekatnya, Robert melakukan sesuatu pada lampu itu". Raka


"beritau Dita saja tuan". usul Jon


Raka bukannya memberi pesan ke Dita malah menelfon Raya, Dita lah yang menjawab telfonnya.


"master? ". sapa Dita.


"beritau Raya ada masalah dengan lampu gantungnya". titah Raka


Dita tanpa aba-aba mematikan panggilan Raka langsung berlari ke arah Raya, ia naik ke atas panggung dan berbisik di telinga Raya hingga para penonton bertanya-tanya heran.


"masa sih? ". Raya malah tak percaya sambil mematikan mic nya.


"jangan memperlihatkan dengan jelas Nona..! buatlah se biasa mungkin dan selesaikan dengan cepat.. ". pinta Dita


Raya pun kembali berbicara dengan tenang sedangkan Dita berdiri dibelakang Raya seperti seorang sekretarisnya saja.


benar apa yang Raka katakan lampu diatas mulai bergoyang, Raya pura-pura tidak tau langsung pergi dari panggung dan Dita mengikuti Raya seperti biasa sedangkan yang lainnya bertepuk tangan meriah.


beberapa menit kemudian lampu gantung jatuh seketika,


Aula itu bukan milik MattGroup jadi wajar banyak masalahnya, semua yang melihat kejadian itu terpekik kuat terutama perempuannya.


"Kakak..? ". jerit Arya, Satria, Kama dan Randi, Pandu menoleh cepat ke arah Raya yang juga bagian dari keluarganya.


ke empat saudara itu berlari ke arah Raya, Raya memutar kepalanya melihat pecahan lampu itu ada dimana-mana, Pandu juga lari meninggalkan rekannya.


jika saja Raya tetap berdiri dibawah mimbar itu pasti Raya sudah terluka,


aula seketika menjadi heboh, MC wanita pun terluka terkena pecahan kaca. acara tentu akan tetap dilanjutkan walau terhenti sejenak karna kejadian tak terduga itu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2