
.
.
Nia menghabiskan harinya di panti asuhan bersama Arya, mereka membantu memindahkan barang-barang baru yang disumbangkan oleh orang dermawan untuk anak-anak panti.
"Nona? apa Nona kekasihnya Tuan Muda Arya? ". tanya seorang ibu panti (Ibu Yanti)
Yanti adalah pengurus baru yang menawarkan diri menjadi pengurus anak yatim-piatu di Panti sebab yang sebelumnya sudah lanjut usia tidak sanggup lagi menjadi pengurus panti hanya bisa membantu sesekali saja.
"hah? tidak Bu.. ! saya hmm... saya peliharaannya". jawab Nia dengan jujur dan polos
"peliharaan? tapi Tuan memperlakukan Nona seperti perempuan yang begitu berharga". kata bu Yanti
"masa sih bu? tidak mungkinlah Bu, saya hanya merasa Tuan Muda memang baik, saya segemuk ini karna Tuan muda memberi saya makan yang banyak". curhat Nia
ibu Panti tergelak, ia tidak lagi berbicara sebab dari tingkah Nia Ibu Yanti tau Nia adalah gadis yang sangat polos tidak bisa membedakan kasih sayang Pria kepada binatang Peliharaan dengan kasih sayang Pria ke perempuan istimewa.
.
.
"terimakasih Tuan". ucap Nia dengan senyuman melihat ke arah Arya.
Arya tersenyum lalu mengelus kepala Nia, "sekarang mengerti kan? di luar sana banyak anak-anak yang tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtua, mereka tegar dan mandiri, diantara mereka ada yang tidak tau rupa kedua orangtua mereka sedangkan kamu? aku tau Orangtuamu tidak baik tapi setidaknya kamu punya Orangtua yang masih bisa dilihat".
"aku tidak suka Manusia-manusia hina yang ada di muka bumi ini, mereka hanya bisa membuat orang yang tidak pantas dibenci di kucilkan dan dijauhi". Arya menyindir kakak Nia.
Nia tersenyum ke arah Arya, Nia tau maksud perkataan Arya yang sedang menghiburnya.
"kenapa anda sangat baik Tuan? ". tanya Nia
"aku memang tuanmu yang terbaik, jadi jangan pernah Jinak pada manusia manapun mengerti?". Arya mencubit pipi Nia
Nia mengangguk sambil tersenyum lebar, Nia tidak pernah berpikir Arya akan menganggapnya sebagai wanita sebab di luar sana banyak yang lebih sempurna dibanding Nia, tapi dianggap Peliharaan oleh Arya membuat Nia senang.
bukan hanya Arya tapi keluarga dan saudara perempuan Arya benar-benar sangat baik padanya walau berasal dari Kasta rendah, Nia tidak berharap lebih ia hanya ingin tetap berteman dengan saudara perempuan Arya.
"Tuan Ini dimana? ". tanya Nia melihat sekeliling.
"aku bawa kamu makan di Restaurant Grandma ku". jawab Arya
"hah? ". Nia langsung celingak-celinguk mencari Restaurant NoLan Food yang sangat terkenal di zaman Pasha Melviano hingga sekarang rasa makanan itu tidak berubah.
Arya menahan senyum saja dengan tingkah Nia yang terlihat tidak sabar mencoba Masakan Restaurant NoLan Food, sebelumnya Nia juga menginginkan makan di Nolan Food tapi alamatnya cukup jauh hingga membutuhkan biaya yang banyak, ongkosnya itu bisa untuk biaya makan Nia di kontrakannya.
__ADS_1
Arya disambut baik oleh para Pelayan Nolan Food dan langsung mengikuti Arya yang tengah menggenggam tangan Nia yang celingukan seperti anak kecil.
desain Restaurant milik Kaira sangat unik tapi sangat cantik dan pasti sangat mencuci mata, Akuarium raksasa menambah kesan elegan dan berkelasnya Restaurant Itu.
"waah..! ". Nia terpekik seketika saat berada di Rooftop.
Arya tertawa sambil menggeleng kepalanya melihat tingkah Nia yang berlarian kesana-kemari di sekitar Rooftop.
"pesan semua menu saja". pinta Arya
"baik Tuan". jawab para Pelayan dengan cepat menunduk hormat lalu meninggalkan Arya dan Nia.
Nia merentangkan tangannya lalu memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menyejukkan hatinya, Nia melupakan semua masa lalunya jika bersama Arya.
.
"hei... Cha..? ". panggil Arya
"Tuan? ". Nia berbalik dan berlari kecil ke Arya yang terlupakan olehnya karna terlalu senang di Rooftop milik khusus keluarga Melviano itu.
"sini makan..! aku tidak suka berat badanmu turun, pertahankan bentuk tubuhmu saat ini jangan sampai kembali kurus seperti tidak berdaging sama sekali". Arya
Nia mengerucutkan bibirnya, ia tidak bisa mengelak karna yang Arya katakan memang benar adanya.
.
"sudah aku bilang makannya jangan cepat-cepat, sana pergi..! aku tunggu disini".
Nia dengan cepat berlari kecil meninggalkan Arya, Arya terkekeh dengan kelakuan kelinci menggemaskannya itu.
.
.
"hah..? lega nya". Nia bergumam dalam hati saat sudah selesai BAB (Pup).
"bagaimana nasibnya Tia? kasihan sekali Tia dibuang begitu saja oleh Tuan Brayen".
Nia tersentak mendengar bisik-bisik di luar Toilet, bisa Nia tebak mereka bergosip di westafel tanpa tau Nia ada di dalamnya.
"pasti karna Nia kan? ".
"issh.. kenapa ada ya perempuan sejahat Nia?".
"tapi Tia juga salah, kenapa dia bisa tergoda oleh rayuan Tuan Brayen hingga menjadi wanita murahannya Tuan Brayen hanya demi melindungi Adiknya yang tidak tau diri itu".
__ADS_1
"iya.. kakaknya rela jadi lac*r demi dia tapi dia malah berbuat sebaliknya hingga Tia benar-benar hancur sekarang".
Nia diam mendengarkan segala ocehan wanita di luar nya,
"apa Tuan Arya akan membenciku seperti mereka? entah apa yang dikatakan Kakak, kenapa dia sangat membenciku bahkan dia bisa membuat semua orang begitu membenciku, apa salahku padanya? bahkan saat aku sudah diusir oleh Mama dan Papa dia masih tidak melepaskanku". batin Nia
Nia menarik nafas dalam-dalam lalu keluar dari Toilet sambil menutup pintunya dengan keras, para wanita yang bergosip tadi meloncat kaget saat orang yang mereka gosip dan hina ada di dalam toilet bersama mereka.
"Tuan Muda Benar, semua orang sudah mencap aku jahat dan percuma aku tidak melawan". batin Nia dengan tatapan tajam ke arah para wanita itu.
"kalian bodoh..! dia bukan kakakku, kakak mana yang tega membuatku dibuang oleh kedua orangtua kami, dia merebut kekasihku bahkan setelah apa yang dia perbuat aku tidak melakukan apa-apa".
"aku diam bukan berarti aku bodoh, aku tidak melawan bukan karna aku tidak berani, aku hanya menjaga nama baiknya supaya tidak ada yang tau betapa jahatnya kakakku itu, kalian tidak tau apa saja yang dia perbuat padaku dibelakang kalian semua.."
"kalian yang tidak tau apa-apa jangan mencelaku seenaknya, kalian pikir kalian pintar hah? kalian itu bodoh sangat bodoh ! kalian Dungu.. sangat dungu, kalian seperti sedang menonton sinetron secara live saat didepannya, kalian lihat saja perbedaannya".
"manusia bodoh seperti kalian hanya bisa menilai dengan sebelah mata tidak seperti Tuan Muda Arya yang sangat pintar, dia tidak mudah dibodohi oleh akting kakakku.. dia tidak bodoh.. dia sangat pintar". Nia berteriak marah ke para wanita yang terkejut-kejut dengan segala amarah Nia.
tidak pernah mereka melihat Nia saat dikampus semarah seperti sekarang, jadi saat melihat Nia marah tentu mereka terheran-heran.
"kenapa? kalian baru sadar kalau kalian bodoh iya? kalian tidak pernah melihat aku seperti ini kan? kalian yang membuat aku Gilaa.. ".
Arya mendengar pembicaraan mereka, dengan geram Nia mendorong kesal semua wanita-wanita yang menghalangi jalannya.
Nia menghapus air matanya saat melihat Arya didepan matanya,
Arya mendekat dan memegang kedua tangan Nia yang dingin juga bergetar, "kenapa seperti itu jika tidak punya nyali hmm? sekarang badanmu gemetar".
"Tuan? saya.. saya". Nia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Arya menarik tubuh Nia dan masuk ke dalam pelukannya, Nia melingkarkan tangannya di pinggang Arya lalu menangis di pelukan Arya.
wanita-wanita yang menghina Nia keluar dari toilet dan mata mereka seakan mau keluar dari sarangnya melihat Nia tengah berpelukan dengan Pria terhormat yaitu Tuan Muda Arya Mahardika Melviano.
.
.
.
skakmat..! semut diinjak pun bisa menggigit ya? jangan remehkan semut.. wkwk..
.
.
__ADS_1
.