
.
.
"benar pi? abang ipar mendatangi Papi? ". tanya Arya memastikan
"hmm...! dia bilang Raya meminta padanya untuk membawa nya pergi dan tidak boleh memberi tau kita semua tapi dia memberi tau papi". Dylan
"bagaimana keadaan kakak waktu itu pi? apa memprihatinkan? ". tanya Arya cemas dan penasaran
"dia baik-baik saja, papi sudah lihat pria itu membawa dokter pribadinya untuk merawat Raya". Dylan menjawab.
"Luar biasa...! baru kali ini Arya tau kak Raya pernah terluka, biasanya dia menghilang aja berarti kalau kak Raya menghilang dia sedang terluka? ". gumam Arya
"itu sebabnya papi memberi Dita padanya, kamu tau sendiri kan son kakakmu itu sangat keras kepala". jelas Dylan membuat Arya mengerti mengapa Raya tiba-tiba punya pengawal.
"terus alasan papi menyetujui abang ipar itu bagaimana? masa iya cuma karna masalah spele itu papi menyukainya". tanya Arya
"mungkin menurutmu itu spele son, kamu akan tau bagaimana rasanya punya anak dan tidak pulang larut malam suatu saat nanti son, dan dia (Raka) mengerti kekhawatiran kami sebagai orangtua, itu sebabnya dia mendatangi papi untuk memberi tau kondisi Raya". Dylan.
Arya mengerti jadinya, "artinya abang ipar itu tau keadaan papi ya? ".
"hmm.. papi tidak pernah memikirkan kriteria menantu idaman untuk Raya, Papi hanya butuh pria yang mencintainya dengan tulus. jika pria lain pasti akan langsung memanfaatkan keadaan Raya tapi pria itu menunggu..! dan papi suka itu". Dylan
"jadi menurut papi abang ipar mencintai kak Raya begitu? ". tanya Arya
"ckk...! bukankah sudah jelas ! mana ada pria acuh yang mau ikut campur urusan perempuan yang tidak ada hubungannya dengannya, dia juga membantai 1 komplotan mereka karna mencelakai Raya". Dylan
"haaa? maksud papi? ". pekik Arya tak percaya.
sepanjang jalan Arya dan Dylan berceloteh mengenai Raka yang banyak berkorban untuk Raya.
"Ya Tuhan...! jadi abang ipar kesatria dibelakang kak Raya ya pi? ". tebak Arya
"hmm.. bisa dianggap begitu". Dylan
Arya akan menceritakan hal yang baru ia ketahui pada Satria dan Alya nantinya supaya mereka semua tau bagaimana hebatnya calon abang ipar mereka itu.
.
ke esokan harinya di mansion Melviano.
Raya meregangkan jemari tangannya lalu memijit bahu nya yang terasa pegal.
"dasar mafia tulen..! tubuhku terasa pegal semua". gerutu Raya
bangun tidur Raya sudah mengingat Raka walaupun hanya ingatan tak senang tapi Raka sudah masuk ke pikiran Raya namun bukan cinta atau rasa suka melainkan kekesalan dan marah saja bawaannya.
Raya selesai bersiap-siap lalu berangkat ke Perusahaan nya bersama Dita, ditengah jalan Dita melirik kebelakang ada mobil yang mengikutinya.
__ADS_1
"biarkan saja Dita..! kalau dia menghadang jalan kita baru kita basmi". Raya bersuara dengan mata terpejam
"eeh..? i.. iya nona". jawab Dita terkejut karna Raya mengetahuinya sementara Dita tau Raya tidak membuka mata sama sekali.
dor...! dor... !
Dita sempoyongan bawa mobil Raya, beruntung mobil Raya didesain khusus anti peluru dan ban mobil Raya juga tidak biasa. Dylan dan Pasha menciptakan gaya mobil Raya menjadi super keren demi keselamatan Raya.
"Nona.. pegangan Nona". pekik Dita melaju kencang mobilnya
Raya tidak terusik sama sekali, hanya mengkerut sedikit saja.
acara kejar-kejaran mobil pun terjadi, Raya yang mulai kesal pun membuka matanya dan menatap tajam ke arah mobil itu.
"siapa lagi sih yang cari masalah". geram Raya
Raya berbalik dan mencari senjata besarnya di belakang mobilnya, Dita sampai syok melihat senjata besar itu seperti sedang perang besar saja.
Raya membuka kaca mobilnya.
dor...! dor...! dor... ceklek.. dor.. dor.. dor...!
Raya tanpa ampun menembak mobil itu berturut-turut hingga benar-benar kehilangan kendali dan mobilnya terbalik keluar dari jalur.
asap mobil keluar dari sana dan Raya dengan entengnya menghembus ujung senjata nya, Dita membuka mulutnya lebar-lebar antara tak percaya dan syok melihat Raya yang kejam.
"bagaimana bisa nona yang sehebat ini butuh pengawal? aku hanya tau cerita-cerita dari zaman aku belajar berkelahi tapi tidak pernah melihat langsung. ternyata semua itu memang benar". batin Dita merasa insecure menjadi pengawal Raya.
"sudahlah.. ! kau sudah cukup bagus mengendalikan mobil tadi". ujar Raya serius seolah tau isi pikiran Dita.
Dita tersenyum dan mengangguk kecil.
"siapa lagi yang mencari masalah? apa bagian dari musuh Raka? ". batin Raya
setibanya di Perusahaan, Raya di suguhkan dengan pemandangan tak mengenakkan mata.
"mau apa lagi? ". tanya Raya dengan dingin pada Robert.
"aku datang untuk mengikuti rapatmu". jawab Robert memperlihatkan berkasnya
Raya memutar bola matanya dengan malas, "jadi kau kliennya? ".
"benar sekali! aku salah satunya". jawab Robert.
Raya melenggang pergi meninggalkan Robert yang tak juga menyerah untuk mendapatkan hati Raya.
Raya pergi ke ruangannya terlebih dahulu sambil menunggu Klien lainnya tiba di perusahaannya.
"Nona.. kabarnya Perusahaan New R Group juga ikut bergabung nanti". Dita melaporkan.
__ADS_1
"hmm.. New R Group? ". gumam Raya pelan belum menyadari pemilik perusahaan itu.
Dita tersenyum melihat raut wajah Raya seperti nya belum sadar akan ucapannya.
"tuan Mr. Raka Mahawira adalah pemilik New R Group nona". jelas Dita
Raya menghentikan pekerjaannya, "Mafia tulen itu? ".
"benar nona". balas Dita
"Ya Tuhan...! kenapa dia harus datang? aku ingin mencekiknya setiap ingin bertemu". gerutu Raya
Dita tertawa kecil membuat Raya menatapnya tajam, "kau menertawaiku Dita? ".
"tidak nona..! saya hanya merasa lucu setiap kali Nona dan master bertemu pasti bertengkar selalu". jelas Dita
"bukan salahku! dia yang selalu mencari masalah denganku, semua pria pasti menyukaiku dan tidak akan melukaiku tapi dia temanku seenak jidatnya saja melukaiku dan berani meremehkanku". kesal Raya.
"kalau begitu saya permisi Nona". Dita pun segera melarikan diri dari Raya karna bibirnya sudah tidak bisa menahan tawa.
Raya yang jenius terkadang punya sisi polos nya yang menggemaskan, bagaimana bisa Raya tidak menyadari Raka itu menyukai Raya bahkan bisa memiliki perasaan lebih.
"awas aja kalau dia mencari masalah denganku nanti, aku benar akan mencekiknya tanpa ragu walau di depan banyak orang sekalipun". gumam Raya memperagakan jemari cantiknya akan mencekik seseorang.
.
.
Raka dan Rio memasuki Perusahaan Matt Group dan bertemu pandang dengan Robert.
Robert mendekati Raka, "sedang apa kau disini? ".
"pertanyaan macam apa itu? ". ledek Raka dengan datar.
Robert mengedarkan pandangannya, "kau datang karnaku? ".
Raka tertawa kecil, "aku datang karnamu? ". Raka mengulangi pertanyaan Robert.
Rio hanya menatap datar situasi dingin itu, dimana Raka dan Robert tengah berperang lewat sorot mata mereka yang sama-sama tajam.
"acara akan dimulai". MC wanita mulai bersuara
"tuan". bisik Rio
Raka tersenyum tipis namun terkesan mengejek Robert lalu meninggalkan Robert yang masih diam dengan berbagai macam pikiran.
"mereka makin dekat akhir-akhir ini". gumam Robert yang tau Raka dan Raya dekat walau statusnya hanya teman.
.
__ADS_1
.