Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
amukan Raya (part. 2)


__ADS_3

.


Raka memegang tangan Raya ragu-ragu.


"kenapa abang bisa ditipu oleh mereka? cuma karna bawa-bawa nama aku? abang ngikutin mereka? benar? ". tanya Raya dengan mata melotot.


Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal, "aku memang salah tadi sayang, aku terlalu khawatir padamu jadi aku percaya dan mengikutinya. jujur aku sama sekali tidak pernah berpikiran buruk tadi sayang".


"abang tidak tau mereka itu suruhan Robert?". Raya menunjuk ke bawah.


"iya aku tau sayang". jawab Raka bertingkah seperti anak kecil yang sedang di marahi oleh ibunya.


"kalau tau kenapa tidak lari? mereka mau buat abang pingsan terus dibawa ke lantai 18 kamar 223". marah Raya lagi.


"hah? maksud kamu apa sayang? mereka bahkan tidak bisa melukaiku bagaimana mereka bisa membuatku pingsan? ". tanya Raka terlihat serba salah dengan Raya saat ini.


"apanya yang tidak bisa melukai? pelayan itu membawa alat suntik abang tidak tau? ". Raya menunjuk kesampingnya dimana posisi pelayan pria tadi berada.


Raka melihat ke sana ada alat suntik yang masih berisi, ia menoleh tajam ke arah pelayan tadi.


"tidak ada gunanya menatap dia seperti itu bang.. abang yang lengah ". kesal Raya.


"maafkan aku sayang". ucap Raka beralih ke Raya


Raya mengabaikannya, ia keluar dari tangga darurat berjalan menuju lift, sedangkan Raka berlari mengikuti Raya.


Raya menekan lantai 18,


"sayang? apa kamu mau ke sana? untuk apa? ". tanya Raka penasaran


"abang diam saja..!". cetus Raya


"sayang? aku baik-baik saja sayang? lihatlah aku sama sekali tidak terluka, kenapa kamu malah marah sama aku cuma karna di keroyok preman pasar? mereka bukan sainganku sayang". Raka berusaha menjelaskan situasinya.


Raya mendelik tajam hingga keberanian Raka tadi menciut seketika, "maaf sayang..! " lirihnya dengan lemas.


Raya keluar dari Lift di susul oleh Raka yang kebingungan sendiri dengan tingkah Raya yang seperti sekarang, ia tidak mengerti mengapa Raya jadi aneh tidak seperti biasanya. ada apa dengan Raya? Raka penasaran tapi saat ini keadaan Raya sangat sensitif kalau Raka bertanya bisa gawat urusannya.


Raya mencari kamar 223 lalu membenarkan gaunnya dan pashminanya di ikat kebelakang.


"sayang? ". panggil Raka di lirik tajam oleh Raya.


"mau apa? ". tanya Raka berbisik


"aku mau beri pelajaran wanita itu". balas Raya


"abang harus berdiri disini? ". titah Raya dibalas anggukan oleh Raka.


Raya mengetuk kamar itu lalu Raya segera bersembunyi disamping, Raka berdiri di depan pintu, tak berapa lama pintu terbuka.


"Tuan? ". panggil Anne dengan pandangan berbinar.

__ADS_1


"kenapa bisa kau yang ada di kamar ini? ". Raka sendiri terkejut ada Anne di tempat ini.


"bukankah anda yang datang ke kamar saya tuan? kenapa anda malah terkejut? ". tanya Anne dengan gemas melihat raut wajah Raka.


"jadi wanita yang di maksud Raya adalah wanita ini? ". batin Raka.


"ck..! ". Raka berdecak.


Anne mendekat ke Raka lalu tanpa malu merangkul lengan Raka, Raka yang marah hendak menepisnya tapi sudah keduluan Raya menarik kasar lengan Anne.


Raya menyeret tubuh Anne masuk ke dalam kamar, "cepat masuk bang! ". pinta Raya


Raka mengangguk dan segera masuk menutup pintu kamarnya.


"aaah.. sialan.. lepaskan lenganku..! sakit bodoh". marah Anne yang di cengkram kuat oleh Raya.


Raya melempar tubuh Anne ke ranjang lalu mengangkat gaunnya menindih Anne, Raya menampar wajah Anne dengan marah.


"kenapa kau jadi jal*ng hah? aku tidak akan semarah ini jika kau tidak berani menyentuh suamiku.. berani kau bermain-main dengan aku ya? ".


plak... plak.. plak...


"aaaah... sakit.. sialan". amuk Anne hendak melawan tapi tidak bisa karna posisinya saat ini Raya diatasnya jadi tenaganya Raya lebih kuat.


Anne menarik pashmina Raya hingga terlepas, rambut Raya tergerai bebas. Anne terkejut sesaat melihat betapa cantiknya Raya melepas penutup kepalanya itu tapi ia dengan cepat menyadarkan diri.


"rambutku jal*ng...! berani kau menarik rambutku hah?? ". marah Raya menarik kasar rambut Anne.


Raka kebingungan dengan situasinya, mau membantu Raya takut di marah Raya sebab istrinya marah karna cemburu kalau dipancing dengan menolongnya Raya bisa makin marah pada Raka jika salah sentuh.


aksi jambak-jambakan pun terjadi, Raya menarik rambut Anne dengan sekuat tenaganya sedangkan Anne menjerit kesakitan tenaga nya makin melemah menarik rambut Raya.


"abang ambilkan gunting..!" titah Raya


"gun.. gunting? ". Raka kelimpungan mencari gunting.


"cepaaattt.. bang..! ". bentak Raya


"iya sayang..! ini lagi dicari". jawab Raka


"buat apa gunting hah? kau mau membunuhku? ". amuk Anne


"aku akan memberimu pelajaran yang akan kau ingat seumur hidupmu". kata Raya dengan seringai kejamnya.


Anne meronta-ronta seketika sedangkan Raya tertawa jahat, ia sudah cukup sabar bermain-main dengan Anne atas permintaan suaminya, Raya tidak tahan lagi dengan kelakuan Anne yang benar-benar memancing emosinya.


Raka menemukan gunting lalu memberikannya pada Raya.


"mau apa kau? mau apa?? ". teriak Anne histeris.


Raya menarik rambut Anne dan memotongnya asal-asalan.

__ADS_1


"aaah.. jangaaaann....!!! tidaaak...! ampuun... ". jerit Anne


Raya tertawa puas, "kau sangat membanggakan rambutmu itu kan? aku pastikan kau berubah dengan menutup rambutmu sama sepertiku".


"jangaan.. lepaskan aku sialan.. lepass..!" jerit Anne histeris.


Raya mengangkat guntingnya, "apa perlu aku menghancurkan pay*da** mu yang plastik itu ha?? ".


"ja.. jangaaaan...?". jawab Anne histeris.


"kau sangat membanggakan tubuhmu itu alangkah lebih baiknya aku menghancurkan kebanggaanmu". tawa lepas Raya.


"aku janji tidak akan mendekati suamimu lagi.. aku janji...! " Anne meraung-raung memohon pengampunan Raya.


"benarkah? kau takut aku menghancurkannya?". kekeh Raya


"lepaskan aku..! aku janji tidak akan mendekati suamimu.. aku akan beritau tuan Robert". ucap Anne dengan muka sembabnya yang berantakan.


Raya bangkit dari tindihannya ke Anne lalu berjalan ke arah meja nakas dan menyisir rambutnya dengan anggun.


Anne menangis terisak-isak rambutnya tidak lagi ada,


"rambutku lama panjangnya, apa aku harus seperti ini selama beberapa tahun? ". lirih Anne.


Anne beralih menatap Raya yang sialnya sangat cantik dimata Anne, pantas saja Raka tergila-gila pada Raya pikir Anne.


"jika kau berani mencoba mendekati suamiku lagi, aku akan hancurkan dad*mu yang penuh dengan plastik itu". ancam Raya dengan datar.


Anne mengangguk-ngangguk lalu mengambil Pashmina Raya dan keluar dari kamar itu dengan tergopoh-gopoh.


Raka mengerjabkan matanya menatap Raya, "sayang? dia membawa kabur pashminamu? ".


"biarkan saja..! dia sedang menjilat ludah sendiri, menghina pashminaku tapi dia sekarang menggunakan pashimaku menutup kepalanya". Raya tertawa geli membayangkan Anne memakai penutup kepala.


"lalu bagaimana kamu keluar sayang? aku tidak mau ada pria yang melihat rambutmu". protes Raka.


Raka sangat tau kalau istrinya ini sangatlah cantik, dirinya saja sering terpaku walau tiap hari melihat Raya menggerai rambut apalagi orang lain yang baru melihatnya.


.


.


.


selamat pagi... selamat beraktifitas...!!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2