Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 72_ Khusus


__ADS_3

.


yang penasaran kisah Al dan Alya Nae tambahkan ya? emang iya konflik mereka bukan bunuh-bunuhan tapi masalah perempuan yang pernah bersama Al, menurut Nae tidak cocok aja di kisahkan disini karna banyak yang tidak suka pelakor-pelakor itu.. hehe..


Happy Reading...!!


.


.


Al dan Alya sedang makan siang berdua di Restaurant ternama, tempat itu lumayan jauh dari Kota pusat.


Alya sedang hamil tapi Al tidak bisa jauh dari istrinya, alhasil Alya harus dibawa kemanapun Al pergi termasuk dalam hal pekerjaan.


"kenapa sayang? mukanya kok acam begini? ". goda Al mengelus pipi Alya yang sedang memberengut.


"issh... abang nggak lihat aku sedang nggak mood keluar". jawab Alya dengan kesal


Al terkekeh," sayangku sudah berada di Hotel itu hampir 15 jam, bahkan Ayu bilang kamu tidak keluar cuma minta antar makan aja sama ayu, apa kamu nggak bosan? ".


"nggak bosan kok, aku nonton sama Ayu". jawab Alya dengan serius.


"tapi aku ingin membawamu keluar sayang, kalau tidak,, aku akan merasa bersalah sudah membawamu jauh kesini tapi tidak diajak keluar". Al


Alya tersenyum, "kenapa merasa bersalah? aku sudah hampir mengelilingi dunia tau bang, aku sudah bosan namanya jalan-jalan".


"terus bulan madu kita kemarin itu apa namanya? ". tanya Al


"udah ah.. pokoknya aku malas keluar tadi". bantah Alya


Al terkekeh gemas, ia tau Alya sedang tidak mood kemana-mana tapi karna Al ingin membawa Alya pergi dengan segala bujuk rayu akhirnya Alya mau keluar dengan Al walau dengan raut wajah masam nya.


"lagi hamil malasnya ngga boleh dipelihara". Al mengelus perut datar Alya


Alya mendelik, "aku ingin menggigit abang".


"bagian mana? ". tanya Al dengan gemas.


"leher". jawab Alya


"nah..! " Al dengan senang hati mendongakkan kepalanya


"nggak jadi, pengen gigit telinga abang". elak Alya lagi

__ADS_1


Al tertawa, "tapi itu area sensitifku sayang! nanti kalau terpancing bagaimana? ".


Alya menggerutu, "iya aku ingat cuma mulut aku yang ngoceh meluluk, bukan mau nya aku".


"kalau begitu maunya anak Kita? silahkan! ". Al dengan senang hati mendekatkan telinganya ke Alya.


"nggak jadi". Alya dengan bertingkahnya mendorong tubuh suaminya.


Al bukannya marah malah tertawa lebar, Alya memang tidak suka di turuti, kalau di turuti ada saja tingkahnya tapi jika tidak dituruti akan marah-marah tidak jelas, Al serba salah tapi tidak pernah mengeluh tetap sabar menghadapi tingkah istrinya yang sedang mengandung itu.


"mau makan lobster? ". tanya Al


"mau tapi malas bukain". jawab Alya dengan malas.


"iya.. iya.. Nyonya.. biar saya yang membuka cangkangnya". senyum tampan Al


beberapa pelayan masuk dan mengantarkan makan malam pesanan Al, melihat betapa cantiknya Alya tentu saja Al sangatlah beruntung namun ketampanan dan kesabaran Al menghadapi Alya lebih membuat iri wanita manapun yang melihatnya.


Al membuka cangkang Lobsternya lalu meletakkannya di piring Alya, Alya dengan semangat memakannya sampai habis dan Al tersenyum bahagia melihat Alya makan dengan lahap artinya anaknya sehat-sehat saja di dalam sana.


"abang nggak mau coba? ". tanya Alya


"nanti aja.. tunggu permaisuriku ini kenyang". jawab Al membuat senyum Alya kian melebar.


.


"Al? ". teriak salah satu wanita begitu seksi mendekati Al


Al mengerutkan keningnya lalu dengan cepat bersembunyi dibelakang Alya,


"s.. sayang? ". bisik Al dengan gugup.


Alya tersenyum ke arah Al, Al memang sering mengatakan bahwa dirinya menyesal telah mempermainkan wanita, ia berharap anaknya nanti tidak akan terkena karma perbuatannya.


"siapa kau? ". tanya Alya dengan wajah datarnya yang terlihat tidak bersahabat sama sekali.


"hai.. Nona Alya? aku heran kenapa Nona mau dengan Tuan Al, dia itu penggila wanita ranj*ng Nona". kata Wanita seksi itu begitu menggoda


Al mencoba membawa Alya pergi tapi Alya bersikekeh tidak mau beranjak dari posisinya.


"oh ya? lalu kenapa kamu memberikan tubuhmu pada Pria ranj*ng?". pertanyaan Alya membuat wanita itu diam tak berkutik.


"apa Nona mau tau pose seperti apa yang disukai Tuan Al? ". tanya wanita itu dengan nada cukup keras supaya orang-orang tau Al itu bukan pria baik-baik.

__ADS_1


"hmm.. tapi bagiku dia pria yang terbaik dari semua pria yang aku kenal terlebih apapun masa lalunya, aku terima semua masa lalunya, lalu kau tidak usah mengajariku cara menyenangkannya diatas Ranj*ng karna saat ini aku sedang HAMIL...! kau mau apa? Aku sedang MENGANDUNG anaknya, oh ya? aku ingat bang Al bilang dia selalu memasang pengaman saat bersama wanita ranj*ngnya, saat bersamaku tidak..kamu mengerti kan maksudku? ". Alya menyeringai


"kau..? " Wanita seksi itu menunjuk wajah Alya


Alya menepis tangan itu dan membuat wanita itu terpekik saat jemari lentiknya terasa mau patah di sentuh Alya.


"hmm.. mau aku patahkan? kau tidak mau cacat kan? kalau kau cacat tidak akan ada yang mau tidur bersama mu". sindir Alya dengan senyuman sinisnya.


karna merasa kalah wanita itu pergi dengan raut wajah memerah, ia memegang jari tangannya yang terasa patah tulang itu karna ulah Alya.


"s.. sayang? ". cicit Al semakin merasa bersalah.


Alya berbalik dan menghadap Al, Alya menangkup kedua rahang kokoh Al lalu berkata,,, "suamiku..! aku tidak peduli masa lalumu, saat aku menerima lamaranmu, saat itu juga aku berjanji akan menghadapi susah senang denganmu, aku bisa mematahkan tangan orang jadi jangan merasa tertekan pada wanita-wanita yang pernah menghabisi 1 malam denganmu akan merusak rumah tangga kita".


beberapa pelayan yang mendengarnya terharu, dan pelayan laki-laki pun merasa iri dengan Al betapa berungnya Al mendapatkan hati Putri Bungsu Melviano itu,


Alya tidak memandang Pria yang sempurna untuk menjadi pendampingnya, tapi memandang Pria yang tidak sempurna menjadi sempurna di mata Alya, Pria mana yang tidak akan terpesona dengan kata-kata tulus Alya.


Al mencium kedua pipi Alya lalu memeluk istrinya itu dengan penuh cinta, betapa beruntungnya Al memiliki Alya.


Al tidak takut menghadapi bahaya tapi takut menghadapi setiap wanita yang pernah menjadi cinta satu malamnya, Al takut Alya akan bosan dan meninggalkannya karna terlalu brengs*k


"laki-laki brengs*k sepertiku apa tidak terlalu berlebihan menginginkan wanita sepertimu sayang". bisik Al menghapus air matanya.


Al tidak pernah menangis tapi mengapa kata-kata tulus Alya bisa membuat hatinya meleot dan menjadi pria cengeng.


"tidak abang.. ! abang hanya terlambat menemukan kebahagiaan". ralat Alya


Al semakin erat saja memeluk Alya yang tersenyum manis,


"aku tidak bodoh melepaskan berlian indah sepertimu hanya demi mendapatkan batu biasa diluar sana sayang, walaupun aku ini Pria brengs*k". Al


"itu saja sudah cukup bagiku, artinya abang tidak akan meninggalkanku". senyum tulus Alya


"aku bisa gila ditinggalkan olehmu sayang, jangan pernah berpikir seperti itu". bisik Al


.


.


manis kan? semanis gula.. wkwk.. tapi begitulah konflik mereka,, masalah Veer udah nggak berani lagi mendekati Alya..


.

__ADS_1


.


__ADS_2