
.
.
"sebenarnya yang desain kamar ini itu Abang Al Mi.. Grandma! dia sampai tidak tidur 2 malam karna gelisah, jadi untuk menghilangkan rasa kegelisahannya itu, dia menata ulang kamar ini". cengir Alya
"Apaaa?". kaget semua keluarga perempuan Alya
"apa dia punya bakat tersembunyi ya? ". gumam Kaira
"ini setara dengan arsitek". Shindy
"gila bagus banget loh". Heboh yang lainnya.
Ramalan Alice memang benar, jika saja Alya tidak bertemu Alice mungkin saja Alya sudah patah hati beberapa kali, bahkan Alice mengatakan Alya rela menentang keluarganya sendiri karna Veer.
Alice tau suami masa depan Alya adalah Al dan Alice membantu Alya untuk tidak mengalami kerumitan dalam keluarga, Alice tau semua keluarga Melviano akan sangat menentang hubungan Alya dengan Veer.
.
.
"terimakasih kakak ipar! ". ucap Alya dengan tulus
"terimakasih buat apa? ". tanya Alice dengan heran
"jika saja kakak ipar tidak memperkenalkan suamiku sebelumnya mungkin aku masih dalam masa-masa sulit". jelas Alya
Alice tertawa, "kita semua wanita ingin hidup bahagia dengan Pria yang bisa menghargai kita, mencintai kita, bukan pria yang taunya main dua nantinya".
"menurutmu apa aku akan benar-benar menikahi Veer? ". tanya Alya
"hmm.. keluargamu sudah menentang keras tapi pada akhirnya diancam jika berani menyakitimu, dia akan hancur dan benar saja, dia tidak berani menyakitimu tapi dia berselingkuh darimu jangan sampai kamu tau". Alice
"lalu bagaimana masa depannya? apa dia hidup? ". tanya Alya
"Suamiku dan Papimu menghabisinya bahkan setelah mati pun Grandfamu tidak membebaskannya juga, dia memotong bagian bawah Veer dan menjadikannya makanan hewan buas di hutan". jawab Alice
"hidupnya tidak sampai 10 hari setelah masa penghianatannya". sambung Alice lagi
Alya bergidik ngeri membayangkan hal itu benar-benar terjadi pada Alya, bukan kematian Veer melainkan rasa sakit hati Alya saat di khianati.
"apa kakak ipar tadi berjabat tangan dengan Suamiku? ". tanya Alya berbinar
"hmm..! ". Alice mengangguk
__ADS_1
"bagaimana kak?". tanya Alya yang sangat kepo masa depan suaminya.
"hmm.. tidak ada yang berubah sih, cuma dia semakin posesif pada putri kecilnya Shara". kekeh Alice
"hmm? kenapa? ". tanya Alya dengan raut wajah tidak mengerti.
"dia pernah menid*ri wanita dan suamimu tidak ingin putrinya menjadi sasaran karma nya di masa lalu". jelas Alice
Alya tertawa membayangkan putri kecilnya dikawal langsung oleh Al kemana-mana, mungkin saja Al hanya akan percaya pada Ayu saja.
"apa yang kamu tertawai? bayangkan saja putrimu itu tidak akan punya kebebasan, belajar merangkak 3 langkah saja sudah di gendong oleh papanya". ejek Alice
"aku memang pusing akan keposesifan dia kakak ipar tapi setidaknya suamiku akan terus mencintaiku". jawab Alya
"hmm.. dia akan mencintaimu dan akan selalu jatuh cinta padamu". Alice
"kalian cerita apa sih? ". tanya Raya tiba-tiba datang.
"biasalah ini curhat tentang ramalan nya". jawab Alice
"hmm.. kenapa kamu gunain kekuatanmu? hmm? kamu tidak melihat Zaskia terus saja mengocehi Cerry ku untuk jangan melakukan ini jangan melakukan itu, tapi kenapa putriku begitu menurut pada putri cadelmu itu". gemas Raya.
"enak aja.. hei.. Nyonya Raka, anakku sudah tidak cadel lagi, usianya sudah 5 tahun". gerutu Alice
"ya.. ya.. iya.. mantan cadel kan? ". ejek Raya
"hei.. hei.. kenapa kalian bertengkar? anak kalian berdua sama-sama pernah cadel kan? ". Alya menengahi
"Alya...! ". pekik Raya dan Alice membuat Alya nyengir kuda sambil angkat tangan tanda menyerah
.
.
di tempat lain
"kenapa sayang? ". tanya Arya melihat Nia tengah tersenyum manis melihat postingan Alya di sosmed mengenai kedua anak kembarnya.
"aku tidak sabar suamiku..! aku juga ingin update seperti ini, lihatlah banyak doa tulus dari mereka". tunjuk Nia
"apa-apaan ini? kenapa dia berkomentar seperti ini? aku akan menuntutnya". Arya kaget melihat ada yang berani berkomentar negatif pada adiknya.
"biarkan saja suamiku.. ini bukan komentar buruk tapi lebih tepatnya cemburu dengan kebahagiaan Alya, aku pernah diberitau Alya bahwa pemilik akun ini itu mantan wanita ranj*ngnya Tuan Al". jelas Nia
"benarkah? berani sekali dia mencela adikku seperti itu". geram Arya
__ADS_1
"suamiku tidak usah ikut campur deh..! Lihatlah yang lainnya, banyak yang memberi doa tulus dan keirian mereka pada Alya, lagian wanita pemilik akun tadi di cela orang lain juga nih". Nia menunjukkan segala balasan komentar wanita tadi.
Arya tersenyum puas melihat balasan itu ada Alya yang memberikan kata-kata telak yang menusuk jantung hati wanita itu.
"wahai wanita mantan suamiku, berhati-hatilah aku memiliki foto aibmu, jangan sampai membuatku marah hingga aku menyebarkan aibmu itu jika kau berani berkomentar seperti ini lagi padaku, tapi jika kau tidak percaya silahkan di coba! aku akan buktikan akulah pemenangnya". balasan Alya
"lihat kan suamiku? Alya itu perempuan yang tangguh bahkan Tuan Al sangat patuh dan penurut padanya, Tuan Al tidak mau Alya bosan padanya lalu meninggalkannya itu sebabnya dia mematuhi apapun permintaan Alya". jelas Nia
.
"baiklah..! ayo kita foto! ". ajak Arya
Nia mengerutkan keningnya lalu Arya merapat ke sisi Nia dan merampas pelan ponsel Nia, Nia tersenyum kikuk untuk pertama kalinya berselfie dengan sang suaminya.
"kenapa senyummu begitu sayang? ". kekeh Arya mengelus kepala Nia melihat hasil potretnya.
"heheh ! gugup suamiku". jawab Nia
"kalau begitu perut mu dan tangan kita yang memakai cincin pernikahan bagaimana? ". ide Arya
Nia mengangguk setuju, benar saja Nia langsung menyukai hasil potretnya yang benar-benar sangat bagus padahal wajahnya tidak terlihat.
"bagaimana? mau pos? ". tanya Arya merapikan anak rambut Nia.
"iya suamiku...! foto ini seperti bukan kita berdua melainkan bersama ke dua anak kita, ini sangat manis dan aku sangat menyukainya". senyum manis Nia yang matanya tampak berbinar penuh bintang kerlap-kerlip di bola matanya itu.
Arya terkekeh lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret Nia berkali-kali hingga Nia mulai menatap ke arah Arya dan mendapatkan foto Nia dengan raut wajah lucunya itu.
"jangan di pos kak". peringatan Nia
Arya menyeringai lebar lalu memainkan ponselnya,
"kak? jangan macam-macam? ". tanya Nia mulai panik.
Arya tergelak lalu memperlihatkan layar ponselnya, Nia melototkan matanya seketika melihat wajah polosnya yang terlihat bodoh itu dijadikan PP ponsel Arya.
"kak? nanti kalau ada yang lihat bagaimana? ". protes Nia dengan kesal
"tidak apa..! pilih mana? aku jadikan PP layar kunci ponselku atau aku jadikan Profil Akun Sosmed ku? ". tawar Arya
"kakaaakkk". pekik Nia malah disambut gelak tawa oleh Arya.
wajah Nia marah tidak ada seram-seramnya sedikitpun, malah terlihat menggemaskan! mungkin hantu pun tidak akan bisa menahan tawa melihat raut wajah Nia kalau sedang marah.
.
__ADS_1
.
.